YouTube

Got a YouTube account?

New: enable viewer-created translations and captions on your YouTube channel!

Indonesian subtitles

← Paywall: The Business of Scholarship (CC BY 4.0)

Get Embed Code
10 Languages

Showing Revision 9 created 12/17/2018 by dinkiramang.

  1. Inilah The State of Things.
    Saya Frank Stasio.

  2. Banyak penelitian ilmiah yang
    dibiayai dengan dana masyarakat,
  3. tapi akses publik sering kali
    terbatas oleh mahalnya biaya (paywall).
  4. Sementara, beberapa perusahaan
    penerbitan ilmiah memiliki margin keuntungan
  5. yang lebih tinggi dari perusahan besar
    seperti Walmart, Google, dan Apple.
  6. Tapi saat ini ada gerakan yang sedang berlangsung
    yang dapat menyurutkan gelombang pasang ini.
  7. Paywall
    Bisnis Pengetahuan
  8. Universitas itu tentang
    mendidik manusia,
  9. dan tiada alasan sama sekali untuk
    menjauhkan informasi dari orang banyak.
  10. Tidak ada yang diperoleh
    selain uang, dan kekuasaan,
  11. dan segala sesuatu, yang sebagai manusia,
    semestinya kita tolak.
  12. Banyak uang?
  13. Banyak uang!
  14. Banyak uang. Ini bisnis yang sungguh besar.
    Bisnis miliaran dolar.
  15. Penerbitan akademik adalah industri yang menghasilkan
    25,2 miliar per tahun.
  16. Jurnal dari Elsevier ini, Biomaterials
  17. menghabiskan biaya sekitar 10.702 dollar
    untuk berlangganan digital per tahun
  18. Apakah biaya sebesar itu membawa manfaat?
    Sulit untuk mengatakannya.
  19. Pada tahun 1995, majalah Forbes meramalkan bahwa
    riset ilmiah akan menjadi korban pertama Internet
  20. Akademisi itu progresif, dan jurnal pasti
    akan kehilangan pendapatan dengan mengawinkan model dijital.
  21. 23 tahun kemudian,
    ternyata hal ini tidak terbukti kebenarannya.
  22. Saya kira satu hal yang kita pelajari
    dari sejarah
  23. manusia benar-benar buruk
    dalam meramalkan masa depan.
  24. Dan ini adalah sesuatu yang
    media, suka lakukan,
  25. dan orang-orang yang mengkonsumsi media
    suka membacanya. Ini menyenangkan, ini ...
  26. Kami mohon maaf.
  27. Anda tidak memiliki mandat
    untuk mengakses film dokumenter ini.
  28. Silakan lihat opsi pembayaran di bawah ini.
  29. Industri penerbitan ilmiah menghasilkan laba margin
    sekitar 35 hingga 40 persen.
  30. Dan pada tahun yang berbeda
    kompilasi saya telah melihat ini,
  31. Dan tahu tidak? Walmart
    mendapatkan sekitar 3%,
  32. dan Walmart seperti para iblis ini,
    adalah raksasa bagi sebagian besar orang.
  33. Dan itu hanya 3 persen, dibandingkan dengan 35 persen.
  34. Maksudnya, sekarang saya bisa berbalik sikap
    bahwa Walmart ternyata tidak seburuk itu
  35. dibandingkan dengan para pelaku bisnis ini
    di bidang industri lain.
  36. Tahu tidak, industri manajemen kekayaan
    sekitar 21%, Toyota sekitar 12%.
  37. Bagaimana bisa semua industri ini
    menghasilkan begitu besar margin laba
  38. ketika tidak ada input
    yang mesti mereka bayar?
  39. Perusahaan mana
    yang Anda bandingkan
  40. dengan margin laba semacam itu,
    Yang 32-35 itu?
  41. Sejujurnya saya tidak pernah dengar
    ada perusahaan
  42. yang memiliki margin laba sebesar itu.
  43. Di sebagian besar jalur lain,
    jalur bisnis dan perusahaan normal,
  44. margin laba semacam itu adalah tanda
    adanya logika monopoli di tempat kerja.
  45. Meskipun orang-orang yang tidak berkecimpung
    di dunia akademis mungkin tidak banyak membaca artikel ini,
  46. mungkin tidak menganggapnya bermanfaat,
    mereka tetap mahalnya.
  47. Uang Anda masuk ke pemerintah
    yang kemudian memberikan subsidi ke universitas,
  48. yang kemudian menyediakan dana ke perpustakaan,
    yang sesuai dengan biaya berlangganan.
  49. Jurnal dan para penerbit
    akan mengambil uangmu.
  50. Baik Anda maupun tetangga Anda,
    semua orang membayar ke sistem.
  51. Dan orang-orang yang paling menguntungkan
    adalah penerbit.
  52. Setiap orang berhak mendapatkan laba.
  53. Tapi bagaimana bisa jurnal, jurnal!
  54. memiliki margin laba yang lebih besar
    dari beberapa perusahaan besar teknologi
  55. Nah, penerbitan memang menguntungkan
    karena para pekerjanya tidak dibayar.
  56. Maksud saya, di industri lain,
    saya kira tidak ada,
  57. di mana pekerja utama,
  58. dalam hal ini, para penulis, mitra bestari/reviewer,
    tidak dapat bayaran apa-apa?
  59. Margin laba dalam banyak hal
    di dunia penerbitan sungguh tiada duanya,
  60. dan beberapa tahun lalu, saya membandingkannya dengan Facebook,
    kemudian saya menyadari ternyata keuntungan mereka hampir sama
  61. dari sekian perusahaan perangkat lunak yang paling sukses
    saat ini dalam hal margin laba.
  62. Dan tentu saja, Facebook punya
    skala yang hampir tak terbatas
  63. dan tak diragukan lagi tidak ada perusahaan lain
    yang lebih berhasil dalam lima atau sepuluh tahun terakhir.
  64. Jadi, penerbitan itu sangat menguntungkan, dan
  65. karena itu, para penerbit
    tidak terburu-buru melihat dunia berubah.
  66. Muncul pertanyaan besar
    mengapa marginnya sangat tinggi,
  67. misalnya, 35 persen lebih tinggi
    dari margin Google; Apa yang sedang terjadi di sana?
  68. Ya, dan tahu nggak, itu hanya
    karena kekuatan harga.
  69. Anda, jika Anda Elsevier, misalnya,
    Anda memiliki akses eksklusif;
  70. Anda menjual aliran
    konten ke universitas.
  71. Dan tahu nggak, itu tidak seperti kalau Anda
    pergi ke supermarket
  72. misalnya, jika ada sekaleng bir
    yang terlalu mahal, lalu Anda bisa memilih yang lain.
  73. Ini tidak seperti pustakawan universitas yang bisa mengatakan,
  74. "Baiklah, karena artikel Elsevier terlalu mahal,
    tahun ini kita hanya akan melanggan Wiley. "
  75. Anda membutuhkan semuanya.
  76. Jadi Anda bisa mengisi daya
    benar-benar sebanyak yang Anda inginkan,
  77. dan perguruan tinggi jarang
    yang benar-benar menolak.
  78. Mereka mungkin pura-pura menolak, tapi
    kenyataannya para dosen mesti memiliki akses,
  79. dan itu posisi yang sangat kuat
    untuk bisnis ini.
  80. Ini masalahnya di pasar.
  81. Pasar memamerkan apa
    yang disebut orang resiko moral (moral hazard),
  82. yang tidak ada kaitannya
    dengan moralitas, ini istilah ekonomi.
  83. Resiko moral muncul
    ketika pembeli barang
  84. bukan konsumen dari barang itu.
  85. Jadi, apa yang dimaksud barang di sini,
    di pasar penerbitan tradisional?
  86. Akses, tahu nggak,
    akses baca.
  87. Konsumen adalah orang-orang seperti saya
    yang ingin membaca artikelnya,
  88. pembeli, bukan saya,
    Saya sendiri tidak berniat berlangganan jurnal.
  89. Perpustakaan Harvard menghabiskan banyak uang
    uang berlangganan ke sejumlah besar jurnal.
  90. Jadi, saya tidak peka terhadap jurnal-jurnal ini,
    Karena saya tidak harus membayar tagihan.
  91. Uang itu nyata. Iya kan?
  92. Penerbitan ilmiah
    untuk jurnal adalah industri
  93. dengan pendapatan 10 miliar per tahun.
  94. Ini bukan uang sedikit.
    Ini jumlah uang yang signifikan.
  95. Jika Anda berpikir margin laba yang sebesar
    30 hingga 40 persen diambil dari situ,
  96. bisa dikembalikan
    ke lembaga riset,
  97. baik untuk membantu pengembangan sains,
  98. atau membantu universitas,
  99. dan, mempekerjakan lebih banyak peneliti,
    membayar dosen lebih banyak,
  100. membuat kuliah lebih terjangkau,
  101. maka aspek finansial ini merupakan gejala
  102. betapa tidak berpihaknya
    model komersial ini
  103. dengan upaya untuk tetap relevan
    dengan pengelolaan riset.
  104. Biasanya kita tidak memikirkan
    adanya hubungan
  105. antara laba
    perusahaan semacam itu, di satu sisi,
  106. dengan semakin meningkatnya
    biaya kuliah di perguruan tinggi
  107. tetapi ini mesti ada hubunganya ke situ.
  108. Kami tidak berbicara tentang
    masalah marjinal.
  109. Kami tidak berbicara tentang
    masalah internal para ilmuwan.
  110. Kami sedang berbicara tentang
    masalah sosial yang sangat mendasar.
  111. Apa yang akan menjadi masa depan masyarakat kita?
  112. Harga jurnal telah
    meningkat jauh di atas tingkat inflasi
  113. dan jauh di atas
    tingkat pertumbuhan anggaran perpustakaan.
  114. Tidak hanya bertahun-tahun,
    tetapi selama beberapa dekade.
  115. Dan ini adalah bencana besar.
  116. Sepuluh jam yang lalu,
    Anthem College ditutup.
  117. Saint Joseph College akan
    menutup pintunya.
  118. Terjerat utang, Dowling College
    juga akan menutup pintunya.
  119. Penutupan mendadak membuat para dosen
    kehilangan pekerjaan
  120. dan ribuan mahasiswa
    berebut mencari perguruan tinggi lain.
  121. Kalangan akademi
    belum benar-benar mengevaluasi
  122. biaya penuh
    komunikasi ilmiah.
  123. Sungguh anggaran perpustakaan
    telah menanggung beratnya beban itu,
  124. dan kita sering harus pergi
    menadahkan tangan ke bagian administrasi
  125. untuk meminta penambahan anggaran untuk jurnal,
  126. khususnya jurnal sains, teknologi,
    kedokteran,
  127. yang baru saja mengalami
    peningkatan harga yang pesat
  128. untuk alasan apa pun
    penerbit dapat mengklaim untuk itu.
  129. Dan agar keuntungan meningkat,
    Kelangkaan harus dipertahankan.
  130. Selamat datang di dunia penelitian
    yang terhalang paywall (pembayaran).
  131. - Pernahkah kamu terbentur paywall?
    - Tentu saja.
  132. Saya pasti kena paywall.
  133. Saya sering kena paywall.
  134. - Pernahkah Anda kena paywall?
    - Oh, ya.
  135. Saya kena paywall.
  136. Cukup sering, saya kena paywall, ya.
  137. Ketika saya masih mahasiswa,
    Saya tentu kena paywall.
  138. Saya sering kena paywall.
  139. - Bagaimana perasaanmu?
    - Saya merasa sangat kesal.
  140. Mahasiswa lulus,
    meraih gelar Master mereka,
  141. masuk dalam
    pusaran perusahaan
  142. lalu tiba-tiba mereka menyadari,
  143. bahwa mereka tidak memiliki
    akses ke hasil penelitian
  144. yang mereka butuhkan karena mereka tidak
    lagi berafiliasi dengan universitas.
  145. Mereka datang mengetuk pintuku. Dan
    Saya harus memberi tahu mereka, bahwa, sebagai pustakawan,
  146. Saya berada dalam posisi canggung ini,
    bahwa saya harus memblokir pengguna yang bukan anggota
  147. untuk mendapatkan akses ke penelitian yang didanai oleh publik.
  148. Dan itu sepenuhnya bertentangan dengan misi
    perpustakaan dan pustakawan.
  149. Jadi hal ini sungguh mengherankan.
  150. Apakah Anda memperkenalkan
    sedikit tentang diri Anda?
  151. Saya Dwight Parker,
  152. saya sedang
    menempuh kuliah program PhD di bidang psikologi pendidikan,
  153. Saya memutuskan bahwa saya perlu
    istirahat dulu dari kuliah,
  154. lalu saya jualan mobil.
  155. Saat saya kuliah,
    Saya memiliki akses ke banyak hal,
  156. tetapi begitu Anda berada di luar
  157. misalnya Anda, sumber daya yang sama itu
    tidak terbuka untuk Anda;
  158. setidaknya mereka tidak melakukannya pada saya.
  159. Di dalam, ya,
    psikologi pendidikan adalah milikku,
  160. dan sebagian besar penelitian yang dilakukan
    didanai oleh pemerintah,
  161. jadi uang pembayar pajak itu
    mendanai penelitian,
  162. yang mereka harus bayar untuk mengaksesnya,
    hal yang tidak masuk akal.
  163. - Maksud saya, ini tidak masuk akal.
    - Tentu saja.
  164. Belum lagi, itu adalah barang publik.
  165. Maksud saya, penelitian ilmiah tertentu.
  166. Saya harus bisa mengakses
    penelitian itu secara bebas.
  167. Maksudku, saya tidak punya 79,99 dolar atau ...
    untuk mengaksesnya.
  168. Tidak dengan menjual mobil.
  169. Bahkan mobil paling keren yang pernah ada.
  170. Jika saya bekerja untuk Elsevier,
    Saya mampu membelinya.
  171. Ya, atau salah satunya.
    Maksud saya, itu seperti ...
  172. Bagaimanapun. Kamu tahu. Kalian melakukannya,
    Anda tahu, itu sangat ...
  173. uang itu merusak
    semuanya, iya kan?
  174. Anda punya uang, Anda punya
    pemerintah, dan semua orang ...
  175. dan seakan-akan sains telah hilang.
    Sejujurnya, sains telah hilang.
  176. Istri saya mengidap
    emboli paru.
  177. Dan mereka tidak tahu pasti kenapa.
  178. Dan tidak ada lagi yang memastikan
    mengapa dia mengalami emboli paru.
  179. Penyebabnya bisa apa saja,
    dan saya mulai melakukan hal yang mesti saya lakukan,
  180. yaitu menelusur di internet
    dan mulai melakukan penelitian.
  181. Dan Anda terhalang oleh semua paywall penelitian medis ini
    di mana orang melakukan studi tentang emboli paru ini,
  182. dan saya tidak mampu membelanjakan uang
    untuk membaca makalah penelitian
  183. hanya untuk mengetahui bahwa artikel ternyata tidak relevan
    padanya. Relevan dengan keadaan kita.
  184. Mungkin terjadi. Mungkin juga tidak.
  185. Tapi tidak ada informasi yang cukup
    bagi saya untuk memastikannya!
  186. Tapi itu bisa menyelamatkan hidupnya!
  187. Alasan kita melakukan riset
    adalah bahwa kita berusaha memecahkan masalah
  188. masalah-masalah di dunia.
    Kita mencoba menyembuhkan penyakit;
  189. Kita mencoba mencari tahu
    tentang air bersih,
  190. kita mencoba untuk mencari tahu
    bagaimana cara membuat kemiskinan menjadi nol.
  191. Kita mencoba untuk benar-benar menghilangkan
    penyakit tertentu untuk selamanya.
  192. Dan, jika Anda ingin melakukan itu, kita harus
    memastikan bahwa setiap orang memiliki akses.
  193. Bukan hanya negara kaya,
    bukan hanya orang yang memiliki gelar Ph.D.
  194. tetapi semua orang mendapat akses
    untuk membaca penelitian ilmiah,
  195. memikirkan tentang hal itu, kemudian turut serta
    menyumbangkan ide-ide mereka.
  196. Dan ketika sebagian besar masyarakat
    tidak memiliki akses ke penelitian,
  197. maka kesempatan kita untuk menyelesaikan masalah besar
    secara signifikan lebih rendah.
  198. Penerbit telah menjadi
    bagian dari kurasi dialog ilmiah
  199. selama berabad-abad.
    Dan, dalam hal ini, mereka berkedudukan sangat penting.
  200. Pada saat yang sama, kita memiliki populasi
    global, yang sebagian besar
  201. tidak memiliki akses ke penelitian
    tentang perkembangan mutakhir
  202. dari bidang sains, kedokteran, budaya,
    teknologi, ilmu lingkungan.
  203. Dan dihadapkan dengan prospek mencoba
    memahami dunia tanpa akses
  204. ke pengetahuan yang terbaik tentang itu.
    Dan, dalam hal tertentu, ini tragis.
  205. Universitas-universitas di Barat punya
    dana yang sangat besar untuk perpustakaan mereka,
  206. jadi, mereka berada di ...
  207. mereka memiliki kapasitas untuk membeli jurnal,
    memberi akses kepada siswa mereka.
  208. Namun, dalam konteks negara berkembang,
    perpustakaan benar-benar miskin.
  209. Jadi, akhirnya Anda harus melakukan semuanya
    sendiri tanpa dukungan apa pun
  210. dari universitas atau perguruan tinggi.
  211. Dan bahkan jika Anda mencoba mendekati
    dosen atau profesor Anda,
  212. Anda mendapat jawaban yang sama,
    bahwa "kami pun melakukannya dengan cara yang sama,
  213. jadi Anda harus melakukannya
    dengan cara yang sama juga. "
  214. Jadi, ini terus berjalan, dan kita tidak mendapatkan
    hasil nyata dari situ.
  215. Jadi, penelitian saya lebih banyak
    dalam bidang fisika yang sangat mendasar.
  216. Relativitas yang spesifik, di sana.
  217. Dan kebanyakan makalah ini,
    sekali lagi, adalah
  218. "Anda harus membayarnya."
  219. Saya akan mengatakan saya tidak akan pernah
    membayar makalah apa pun,
  220. terutama dalam bidang ekonomi Venezuela,
    saat ini, bahkan lebih buruk, sayang sekali.
  221. Tetapi bahkan ketika saya masih
    menjadi mahasiswa di sana, Anda mesti
  222. menggunakan kartu kredit
    dan membeli sesuatu dari Internet.
  223. Jadi, dari kurangnya akses,
    sebuah gerakan bermunculan.
  224. Dan gerakan itu disebut Open Access
    (Akses Terbuka).
  225. Dalam bentuknya yang paling sederhana,
    Open Accesss adalah,
  226. Anda tahu, gratis dan
    akses tanpa hambatan ke informasi.
  227. Sangat sederhana, ini adalah cara untuk
    mendemokrasikan informasi.
  228. Ini untuk mengurangi perbedaan
    dan untuk mengedepankan kesetaraan.
  229. Ada banyak akademisi di luar sana
    yang bisa membangun dari penelitian
  230. yang sudah ada sebelumnya jika memang ada
    akses ke semua penelitian.
  231. Anda mungkin memiliki beberapa pikiran besar
    dari generasi kita
  232. yang tinggal di Republik Afrika Tengah yang
    tidak memiliki akses ke konten apa pun.
  233. Jadi, apa yang bisa mereka bangun dari sini;
    bagaimana mereka dapat membantu menggerakkan hal lebih maju dan lebih cepat?
  234. Dan saya pikir inilah yang dimaksud
    Open Access.
  235. Hal ini memungkinkan orang yang menginginkan
    akses ke pengetahuan
  236. untuk memiliki akses ke pengetahuan
    dan membawanya lebih maju.
  237. Saya kira saya memiliki semangat
    untuk Open Access sangatlah bagus.
  238. Yang menjadi kekhawatiran saya adalah
  239. saat seseorang memiliki
    semangat untuk Open Access
  240. lalu membuat mereka tidak mau memikirkan
    biayanya,
  241. serta manfaatnya.
  242. Saya khawatir jika Open Access kemudian
    menjadi sebuah agama
  243. atau ketika itu menjadi sesuatu yang keramat,
  244. yang mengharuskan Anda untuk mencintai
    apa pun yang ditempatkan di situ.
  245. Jika kita kehilangan kemampuan kita, atau
    yang lebih buruk lagi, kesediaan kita untuk berpikir kritis,
  246. untuk berpikir secara kritis dan analitis
    tentang model Open Access
  247. seperti yang kita lakukan tentang model akses berbayar,
    maka kita tidak lagi berjalan
  248. di alam akal dan sains;
    kita sekarang berjalan di ranah agama.
  249. Dan saya sendiri orang yang religius,
    Saya tidak berdaya melawan agama,
  250. tetapi penting untuk tidak mencampuradukkannya
    dengan sains.
  251. Saya bisa melihat sebabnya,
    terutama jika Anda berada di sisi lain,
  252. itu akan tampak religius.
    Ada banyak keyakinan pastinya, bukan?
  253. Ini adalah gerakan berbasis keyakinan
    bagi sebagian besar orang.
  254. Tetapi sebagian besar karya utama dari
    gerakan ini berasal dari literatur biomedis.
  255. Dari orang tua yang tidak dapat mengaksesnya, bukan?
    Dari anggota keluarga yang tidak dapat mengaksesnya.
  256. Dan sesuatu yang melibatkan unsur saksi
    dan kesaksian itu religius,
  257. setidaknya kesannya begitu, kan?
  258. Dan ada kekuatan nyata dalam saksi dan kesaksian,
    yng merupakan bagian dari gerakan evangelis.
  259. Dan kita bisa terlibat obrolan serius
    tentang inovasi,
  260. atau saya dapat memberi Anda kisah emosional;
    mana yang lebih viral?
  261. Pergerakan harus melibatkan berbagai hal, bukan?
    Pergerakan lebih besar dari organisasi;
  262. mereka lebih besar dari orang
    ketika mereka bekerja, iya kan?
  263. Itulah mengapa mereka bekerja: mereka ikut
    dalam longsoran yang bergulir ini.
  264. Bagi saya, mengapa saya
    melakukan ini karena adanya
  265. manfaat untuk efisiensi penelitian.
  266. Saya ingin melihat peningkatan
    efisiensi penelitian secara keseluruhan.
  267. Itulah tujuan saya secara keseluruhan.
  268. Jika Anda katakan, sains tertutup adalah cara untuk
    melakukan itu, saya akan mendukung sains tertutup.
  269. Tetapi efisiensi penelitian itu
    seiring dengan peningkatan kualitas,
  270. peningkatan inklusivitas, peningkatan keragaman,
    peningkatan inovasi.
  271. Hanya dengan memiliki lebih banyak orang yang
    dapat melakukan sesuatu adalah suatu keuntungan.
  272. Kita memiliki masalah besar untuk dipecahkan.
  273. Saya banyak terlibat,
    terlibat secara mendalam
  274. di masa awal
    Open Access dalam bidang ilmu hayat.
  275. Dan harapan kami adalah Open Access tidak
    hanya membawa perubahan akses yang sangat signifikan;
  276. kelihatannya benar-benar gila
    bahwa sebagian besar penelitian tidak tersedia
  277. bagi sebagian besar orang yang membutuhkannya.
  278. Saya pernah berkunjung ke Universitas Belgrade
    beberapa tahun yang lalu,
  279. dan saya bertemu dengan mahasiswa pasca
    sebelum kuliah saya,
  280. dan kami keliling
    di sekitar ruangan
  281. berbicara tentang apa
    yang dilakukan setiap peneliti,
  282. apa yang sedang mereka kerjakan
    untuk tesis mereka.
  283. Dan hampir semua orang di ruangan itu
    melakukan kognisi implisit.
  284. Dan itu luar biasa bahwa ada
    begitu banyak mahasiswa
  285. bekerja di bidang penelitian tertentu,
    dan aku berkata,
  286. "Mengapa kalian semua melakukan ini? Bagaimana itu
    menjadi ini menjadi bidang yang sangat populer? "
  287. Dan tanggapan langsung mereka adalah, yah,
    "Kami dapat mengakses literatur di area ini."
  288. "Maksud kamu apa?" Saya bilang.
  289. "Yah, karena ada karya dari semua
    peneliti terkemuka di bidang Anda,
  290. Anda semua meletakkan dokumen Anda secara online.
    sehingga kita dapat menemukannya.
  291. Dan kita bisa tahu apa yang terjadi
    saat ini dari literatur ini
  292. yang tidak bisa kami akses
    dalam sub-disiplin lainnya."
  293. Saya terpesona oleh itu, kan?
  294. Bahwa mereka membuat beberapa keputusan tentang apa
    apa yang akan mereka teliti berdasarkan apa yang bisa mereka akses.
  295. Ketika saya
    memimpin Perpustakaan
  296. dan kami telah melakukan
    pemotongan besar dalam anggaran langganan jurnal kami
  297. karena keterbatasan anggaran,
    hal yang sama yang dilakukan oleh perpustakaan lain,
  298. dan kami melakukan serangkaian diskusi kelompok untuk
    untuk melihat bagaimana orang mengatasinya.
  299. Dan salah seorang yang sangat berkesan
    bagi saya adalah seorang mahasiswa muda M.D. Ph.D.
  300. ketika dia berbicara dengan pembimbingnya.
    Dan pembimbingnya itu berkata:
  301. "Ini adalah bidang yang menarik.
    Bacalah bidang ini secara luas. "
  302. Dan dia berkata, "Jadi, saya harus membaca secara luas,
    tetapi saya menyadari bahwa kemampuan saya untuk membaca secara luas
  303. dibatasi oleh akses yang saya miliki.
  304. Dan oleh karena itu topik disertasi saya akan bergantung
    pada apa yang mampu saya beli,
  305. karena saya tidak bisa masuk dan membaca
    materi lain yang tidak lagi saya miliki aksesnya."
  306. Beberapa tantangan besar dunia
  307. tidak akan dapat dipecahkan
  308. oleh sekelompok peneliti.
  309. Dan kita tahu bahwa penelitian
    dan kolaborasi interdisipliner
  310. adalah cara untuk mencapai
    solusi itu lebih cepat.
  311. Dan karena begitu banyak dari
    tantangan itu yang sangat lazim
  312. - air bersih, keamanan pangan,
    pemanasan global, kesehatan masyarakat -
  313. ada banyak tantangan
    yang perlu dipecahkan
  314. sehingga tidak ada alasan mengapa kita tidak
    ingin melakukan segala hal yang kita bisa
  315. untuk mendorong kolaborasi itu
    dan untuk memungkinkannya terjadi.
  316. Pengetahuan medis dan keahlian luar biasa
    dapat ditemukan di setiap sudut dunia;
  317. kita hanya belum terlalu sering memantaunya.
  318. Jadi, seorang teman saya adalah seorang dokter bedah
    jantung anak di Stanford.
  319. Dia melakukan obeservasi
    ketika dia mengunjungi India,
  320. dan mengunjungi sebuah institusi
    yang kini telah memberikan perlakuan 10 kali
  321. lebih banyak pasien yang dia miliki,
    dan mereka bisa mendapatkan dengan
  322. hasil yang hampir sama baiknya
    saat dia di Stanford,
  323. dan mereka bisa melakukan ini dengan biaya
    yang hanya 5 hingga 10 persen dari biaya di Stanford.
  324. Dan, bagi saya, itu jenius!
    Itu jenius!
  325. Dan, Anda akan berpikir bahwa kita di dunia Barat
    ingin memahami
  326. apa yang terjadi di India sebagaimana
    mereka juga ingin melihat
  327. apa yang bisa kita lakukan dengan segala
    keajaiban teknologi kita.
  328. Mudah untuk menarik kesimpulan
    bahwa pengetahuan harus terbuka
  329. agar pengetahuan itu bisa terwujud
  330. Dan karena itu ada semacam rasa penasaran
    ketika itu belum juga terbuka.
  331. Tapi ini benar-benar terkait dengan
    sejarah bagaimana kita bisa sampai di sini.
  332. Mulai sejak jurnal ilmiah
    didirikan atau diciptakan pada pertengahan abad ke-17,
  333. penulis telah menulis untuk jurnal tanpa bayaran,
  334. dan mereka telah menulis demi dampaknya,
    bukan untuk uang.
  335. Untuk lebih memahami proses penelitian, kami
    melakukan perjalanan ke tempat di mana jurnal penelitian berasal:
  336. The Royal Society of London.
  337. Saya Stuart Taylor, saya
    direktur penerbitan di sini di The Royal Society.
  338. The Royal Society adalah akademi sains nasional
    milik Inggris.
  339. Lembaga ini didirikan pada tahun 1660
    sebagai perkumpulan ilmuwan terdahulu,
  340. seperti Robert Hook dan Christopher Wren.
  341. Beberapa tahun setelah itu, pada 1665,
    Henry Oldenburg di sini,
  342. yang menjadi sekretaris pertama perkumpulan,
    meluncurkan jurnal sains pertama di dunia
  343. berjudul Philosophical Transactions.
  344. Dan itu adalah pertama kalinya
    pencapaian dan penemuan ilmiah
  345. ilmuwan terdahulu
    tercatat secara resmi.
  346. Dan jurnal itu
    esensinya telah menjadi model
  347. bagi apa yang sekarang
    kita kenal saat ini dengan jurnal ilmiah.
  348. Mewujudkan empat prinsip pengarsipan,
    pendaftaran, diseminasi dan verifikasi.
  349. Jadi itu berarti bahwa penemuan Anda
    diasosiakan dengan nama Anda dan tanggal tertentu,
  350. setelah diverifikasi oleh peninjau dari kalangan rekan Anda,
    setelah itu disebarluaskan ke ilmuwan lain,
  351. dan juga diarsipkan untuk masa depan.
  352. Begitu ada jaringan digital,
    ilmuwan mulai berbagi keilmuan di antara mereka.
  353. Sejak itu, katakanlah awal tahun sembilan puluhan,
  354. akademisi telah serius
    mempromosikan Open Access.
  355. Bukan hanya menggunakan jaringan untuk mendistribusikan
    keilmuan dan penelitian,
  356. tapi mempromosikannya dan mencoba
    untuk membantu orang lain.
  357. Mungkin kedengarannya saya mengada-ada, tapi
  358. Saya benar-benar merasa pada saat itu
    dan saya tidak sendirian,
  359. bahwa jika kamu memiliki
    ide tertentu yang menakjubkan
  360. atau kamu melakukan suatu terobosan,
    kamu akan berpikir ini karena
  361. kamu memiliki inspirasi tertentu atau kamu
    bekerja lebih keras dari orang lain,
  362. tapi kamu tidak berpikir ini karena
    kamu memiliki akses khusus ke informasi.
  363. Sehingga tahun 1991, salah satu keinginan saya
    adalah menyamakan level arena bermain,
  364. yaitu, menyediakan akses ke informasi
    bagi setiap orang yang sama sekaligus,
  365. dan tidak memiliki
    kesenjangan akses.
  366. Empat puluh persen dari semua makalah yang ada
    diterbitkan di New England Journal of Medicine
  367. - dan kemudian the New England Journal
    of Medicine boleh dikata
  368. menjadi jurnal yang paling berdampak di dunia -
  369. tapi 40 persen dari penulis
    berasal dari wilayah dengan radius 150 mil dari Boston,
  370. di mana the New England Journal
    of Medicine bermarkas.
  371. Penerbitan sungguh permainan orang dalam (insider).
  372. Kita yang jadi orang dalam memiliki akses yang
    jauh lebih besar pada penerbitan dan juga membaca,
  373. karena kita dari kalangan yang lebih mampu dari lembaga.
  374. Ada banyak orang
    yang menderita karenanya
  375. dari sistem mutakhir ini
    di kalangan akademisi.
  376. Kita memiliki banyak dokter yang akan mendapatkan manfaat
    dari informasi yang mutakhir
  377. tentang cara perawatan terbaik
    yang dapat diberikan ke pasien.
  378. Ada banyak sekali penelitian
    yang telah dilakukan.
  379. Kadang-kadang rasanya lucu jika kita mencoba
    mengakses karya ilmiah yang ditulis di tahun 1975
  380. lalu masih terhalang oleh paywall.
    Rasanya tidak masuk akal.
  381. Jurnal penelitian telah lama ada
    sejak tahun 1665.
  382. Sekarang kita memiliki kemampuan untuk menjangkau
    berbagai wilayah di dunia, secara serentak
  383. terasa sangat dekat, dan
    ini merupakan keuntungan bagi para ilmuwan.
  384. Banyak penulis yang berpikir bahwa
    jika mereka menerbitkan di sebuah jurnal konvensional,
  385. khususnya jurnal konvensional besar,
    bergengsi tinggi, berdampak tinggi,
  386. jurnal konvensional berkualitas tinggi,
    mereka menjangkau setiap orang
  387. yang peduli dengan karya mereka.
    Ini tidak benar.
  388. Mereka menjangkau setiap orang
    yang cukup beruntung bekerja di sebuah lembaga
  389. yang cukup makmur
    untuk melanggan jurnal itu.
  390. Dan bahkan jika jurnal itu
    adalah jurnal utama yang perlu dilanggan atau yang best-seller sekali pun
  391. sehingga semua perpustakaan semestinya melanggannya,
    masih tetap ada perpustakaan lain yang tak mampu melanggannya.
  392. dan ada banyak perpustakaan
    yang sudah lama telah menghentikan langganan jurnal utama
  393. hanya karena tidak memiliki dana.
  394. Jadi, para penulis mendapatkan keuntungan
    dari luasnya audiens,
  395. dan dengan audiens yang lebih luas
    mereka mendapatkan manfaat dari dampak (impact) yang lebih besar,
  396. karena karyamu tidak akan berdampak,
    karyamu tidak dapat dikembangkan,
  397. atau dikutip atau diambil atau digunakan,
    kecuali orang-orang mengetahuinya.
  398. dan hampir semua ilmuwan menulis demi dampak.
  399. Bagian dari kegiatan
    akademisi adalah menggali persoalan,
  400. mencoba mencari tahu tentang
    apa yang telah mereka pelajari dari sebuah fenomena
  401. dan membaginya dengan yang lain
    sehingga orang lain itu kemudian bisa berkata,
  402. "Ah, bagaimana dengan ini, bagaimana dengan itu,
    apa kamu yakin?"
  403. atau "Oh ya, coba saya gunakan ini
    dengan cara lain."
  404. Jadi, sungguh, pengetahuan itu adalah sebuah percakapan,
    dan satu-satunya cara untuk menjalin percakapan
  405. adalah dengan saling memahami apa yang mereka katakan
    dan apa yang menjadi dasar dari apa yang mereka katakan itu.
  406. Jadi keterbukaan itu adalah hal yang fundamental
    bagi pengetahuan untuk berjalan sebagaimana mestinya.
  407. Ada satu mitos yang beredar
    tentang Akses Terbuka.
  408. Tidak ada peer review,
    kualitas rendah, dan seterusnya
  409. dan kita tahu itu
  410. ketika kita menempatkan barang kita secara terbuka,
  411. orang lihat, ya kan,
    jika kamu membual di luar sana,
  412. kamu akan segera ketahuan.
    Jika kamu melewatkan hal yang penting,
  413. misalnya suatu bukti,
    seseorang akan menunjukkan kamu di situ.
  414. Jika kamu tidak hati-hati dengan argumenmu,
    atau mengabaikan sebuah literatur penting,
  415. orang akan mengatakannya padamu.
    Dan oleh karena itu, Anda, sebagai seorang peneliti,
  416. akan memperoleh manfaat dari pengamatan,
    kritik, dan hal lainnya dari orang lain,
  417. sehingga penelitian Anda akan lebih baik,
    sehingga tidak lagi berkualitas rendah!
  418. Jika Anda tidak bekerja
    dalam lingkungan ini, Anda tidak memiliki koneksi,
  419. Anda tidak memiliki konsep,
    semacam, dampak dramatis
  420. bahwa ketegangan semacam ini
    akan dialami oleh setiap orang.
  421. Ya kan, ketika Anda misalnya melihat EPA
    [Badan Perlindungan Lingkungan]
  422. menutup halaman perubahan iklim
    di website-nya, ada dampak yang nyata,
  423. dan jelas untuk tidak memberikan
    informasi itu.
  424. Ada banyak informasi gratis di luar sana,
    dan kita tidak tahu seberapa besar masalah yang timbul karenanya.
  425. Hanya karena gratis belum tentu membuat informasi itu
    menjadi baik; tidak pula karena berbayar lalu informasi itu menjadi jelek,
  426. dan saya kira ketegangan semacam inilah
    yag akan selalu dihadapi masyarakat.
  427. Tentu saja, di awal munculnya
    gerakan Open Access,
  428. dan jurnal Open Access, pemahaman bahwa
    penerbitan Open Access itu tidak berkualitas tinggi
  429. sangat dominan,
    tapi sekarang sudah berubah.
  430. Open Access, bagi kami,
  431. sama sekali tidak mempengaruhi
    tingkat penilaian sejawat (peer review), ya kan?
  432. Kalau pun ada, ya,
    peer review-nya malah semakin baik.
  433. Sistem reward di
    beberapa negara, di beberapa negara berkembang
  434. masih mencerminkan sistem reward kita,
    di UK dan di US.
  435. Kami baru-baru ini melakukan survey yang menanyakan
    tentang persepsi para peneliti kita
  436. tentang Open Access, dan sebagian besar mereka,
    tahu nggak, mengatakan
  437. "Luar biasa, Open Access benar-benar
    yang kami butuhkan, kami membutuhkannya
  438. untuk mengabarkan kepada dunia tentang
    penelitian kami. Setiap orang butuh akses. Ini luar biasa."
  439. Namun, ketika kami menanyai para peneliti
    apa yang menjadi prioritas mereka
  440. ketika memilih jurnal, yang menjadi
    pertimbangan utama adalah impact factor
  441. level indeks, sementara prioritas terendah
    adalah Open Access.
  442. Jadi meskipun mereka memuji
    kelebihan Open Access,
  443. sayang sekali, karena pengaruh sistem penilaian,
    Open Access ditempatkan di peringkat bawah,
  444. karena mereka masih perlu
    memajukan karir mereka.
  445. Open Access telah menjadi
    bagian dari kita untuk beberapa saat.
  446. Dampaknya ternyata tidak
    secepat yang saya harapkan,
  447. dan saya agak khawatir bahwa
    dalam 5 tahun mendatang bisakah kita bergerak lebih cepat?
  448. Apa kira-kira penyebabnya
    sehingga jurnal penelitian ini begitu
  449. lambat berubah?
  450. Well, mungkin bisa kita katakan
    ia tahan banting.
  451. Saya kira ada semacam
    kelesuan. Seperti yang Anda ketahui,
  452. para akademisi mungkin adalah orang
    yang paling konservatif di muka bumi.
  453. Anda tahu, ya kan, mereka mungkin
    berinovasi dengan riset mereka,
  454. tapi struktur akademik itu
    sangat lambat berubah.
  455. Komunitas akademik
    sangat, sangat konservatif.
  456. Sangat sulit untuk berubah,
    untuk membuat perubahan sistem secara signifikan,
  457. dalam komunitas akademik.
    Proses kenaikan pangkat kita sekarang
  458. adalah sama
    keadaannya dengan masa 150 tahun yang lalu.
  459. Para penulis sangat sadar,
    bahwa kesempatan mereka maju,
  460. untuk meneruskan jabatannya,
    mendapatkan dana,
  461. dan segala aspek karirnya tergantung pada
    jurnal mana mereka melakukan publikasi.
  462. Dan keadaan ini
    menciptakan situasi semacam penjara
  463. di mana penulis tidak memiliki
    cara alternatif untuk melakukan publikasi
  464. kecuali mereka publikasi di jurnal-jurnal
  465. yang paling memungkinkan membantu mereka
    dalam peningkatan karir.
  466. salah satu hambatan besar
    Akses Terbuka sesungguhnya adalah
  467. penilaian kinerja
    dan jabatan dan segala hal terkait.
  468. Karena masih ada kecenderungan
    untuk mengatakan, oke,
  469. jika kamu menerbitkan empat artikel
    di jurnal peringkat atas,
  470. berarti kamu melakukan riset yang lebih baik.
  471. Meskipun kemudian artikel-artikel itu
    tidak pernah dikutip atau bahkan tidak pernah dibaca.
  472. tapi mereka menggunakan impact factor jurnal
    sebagai ukuran kualitas.
  473. Dan kita tahu, kita semua, bahwa impact factor itu
    bisa dimainkan dan dimanipulasi.
  474. Impact factor sesungguhnya
    jumlah rata-rata sitasi
  475. yang diperoleh sebuah jurnal,
    dalam rentang waktu dua tahunan.
  476. Impact factor adalah metrik sesat
    yang entah bagaimana telah berurat akar
  477. dalam sistem evaluasi dan metode penilaian
    bagi para peneliti di seluruh dunia.
  478. Anda bisa jadi membayar sebuah tas tangan Gucci
    jauh lebih mahal
  479. dari tas tangan yang baru saja
    Anda beli dari pinggir jalan.
  480. Impact factor telah
    menyesatkan keseluruhan sistem
  481. komunikasi ilmiah secara masif.
  482. Bahkan penemunya sendiri, Eugene Garfield,
    mengatakan bahwa impact factor ini semestinya tidak digunakan seperti itu.
  483. Lalu tentu Anda akan heran,
    ya kan, pasti ada yang salah.
  484. dan sifatnya yang ilmiah-palsu (faux-scientific),
    ya kan,
  485. bahwa angkanya akurat
    hingga tiga angka desimal,
  486. padahal jelas tidak, ini menunjukkan
    adanya indikasi pseudo-ilmiah.
  487. The Royal Society, beberapa tahun lalu,
    menandatangani dokumen yang disebut
  488. Deklarasi Penilaian Riset San Fransisco,
    atau disingkat DORA
  489. yang intinya mengajak institusi
    dan penyandang dana untuk menilai ilmuwan
  490. tanpa menggunakan impact factor.
  491. Jadi dengan mengacu kembali pada penilaian sejawat (peer review),
    dan dengan benar-benar melihat langsung karya tersebut
  492. dibanding sekedar bersandar pada metrik
  493. yang bagi banyak orang diyakini
    sebagai metrik yang memiliki banyak kekurangan.
  494. Tapi cara mengatasi masalahnya dengan
  495. menghentikan penilaian terhadap seorang akademisi
  496. berdasarkan jurnal di mana mereka melakukan publikasi.
  497. dan jika Anda bisa mengevaluasi
    seorang akademisi berdasarkan penelitian
  498. yang mereka hasilkan sendiri, ketimbang
    di mana mereka melakukan publikasi,
  499. saya kira Anda kemudian bisa mulai membolehkan
    para peneliti untuk melakukan publikasi,
  500. di jurnal-jurnal yang menyediakan pelayanan yang lebih baik,
    akses yang lebih baik, rendah biaya, dan hal semacam ini.
  501. Jurnal yang sangat selektif menolak karya
    yang sangat baik dan sangat layak diterbitkan,
  502. tapi mereka menolaknya karena
    tidak menunjukkan unsur kemajuan yang signifikan,
  503. atau artikelnya tidak akan jadi headline, sebagaimana
    artikel tentang penyakit atau stem cell.
  504. Jadi artikel itu ditolak kemudian
    masuk ke jurnal lain,
  505. melalui serangkaian peer review yang lain,
  506. dan anda bisa jadi mengalami siklus ini
    berkali-kali.
  507. dan sebenarnya alasan diterbitkannya
    PLOS One sungguh untuk mencoba menghentikan hal semacam itu,
  508. siklus yang berputar, berputar menghabiskan waktu
    baik para ilmuwan, reviewer, maupun editor,
  509. dan pada puncaknya, tahu kan,
    merugikan sains dan masyarakat.
  510. waktu yang dibutuhkan untuk mencapai
    jurnal peringkat atas dan mungkin malah tidak berhasil,
  511. dan kemudian pindah ke jurnal lain,
  512. mengurung bagian dari siklus riset itu
    dalam lingkaran waktu.
  513. Hal ini menjadi perhatian para penyandang dana riset
    yang membayar
  514. jutaan bahkan miliaran dollar
    untuk membiayai penelitian setiap tahun,
  515. agar penelitian itu nanti
    dapat diakses secara terbuka.
  516. Ada banyak jalan lain
    untuk sampai pada tahap ini,
  517. dan sudah banyak orang
    yang mengatakan, ayo lakukan secara bertahap,
  518. pertama, kita akan menciptakan
    apa yang disebut Akses Terbuka hijau (green Open Access),
  519. di mana Anda menyediakan akses ke konten
    tapi tanpa pengaturan hak guna yang melekat padanya.
  520. The Gates Foundation mengatakan,
    "Itu namanya setengah-setengah,
  521. jika Anda ingin melakukan ini, jangan setengah-setengah,
    laksanakan sepenuhnya."
  522. Dan sungguh saya bertepuk tangan untuk mereka
    karena tidak ingin mengambil langkah tengah.
  523. Mereka memiliki pandangan ke depan yang memadai
    dan, terus terang, memiliki pengaruh
  524. untuk mendesak agar hal ini terlaksana dengan benar
    sejak pertama.
  525. Dari prospektif Gate Foundation itulah
    kami dapat,
  526. melalui pendanaan kami,
    bekerja dengan penerima dana kami untuk mengatakan,
  527. "Ya, kami akan membiayai ini
    dan kami ingin Anda melakukan
  528. penelitian teknis dan ilmiah tertentu,
    dan mencapai hasil tertentu,
  529. tapi kami ingin Anda melakukannya
    dengan cara tertentu."
  530. Dan salah satu cara yang kami ingin
    orang-orang lakukan adalah memastikan
  531. hasil-hasil penelitian itu
    terbuka dan dapat diakses secara luas.
  532. dan, selain itu, kami ingin memastikan
    bahwa bukan hanya uang yang kami belanjakan
  533. secara langsung pada modal kami,
    dan sains dan teknologi baru
  534. yang membawa manfaat bagi orang-orang,
  535. tapi kami juga ingin melihatnya memiliki
    efek ganda sehingga informasi
  536. dan hasil-hasil penelitian yang kami danai menyebar
    untuk dimanfaatkan secara luas oleh komunitas ilmiah,
  537. komunitas akademisi untuk kemudian membangun
    dan memacu
  538. serta mengembangkan hasil-hasil penelitian
    yang kami capai.
  539. - Apa yang terlintas dalam pikiran Anda
    ketika mendengar nama Elsevier?
  540. Ya Tuhan. He-he.
  541. Hmm, ya. Elsevier di Afrika itu
    sesuatu yang menyusahkan (a pain in the neck),
  542. karena harganya
    terlalu tinggi buat kami,
  543. mereka tidak mau turun.
  544. Ya, saya kira kita bisa
    mengatakan bahwa Elsevier itu
  545. sebenarnya kontributor yang baik
    bagi komunitas penerbitan.
  546. - Elsevier. Apa yang terlintas di pikiranmu?
  547. Well, memiliki tingkat laba yang
  548. sayang sekali, menurut saya
    tidak menyenangkan
  549. dan tidak dapat didukung, karena
    dalam pandangan universitas,
  550. tentu saja, semuanya berasal dari dana publik.
  551. Praktek lisensi mereka
    telah berganti beberapa kali,
  552. You know, jika kita lihat lisensi komersial
    atau penggunaan Elsevier dalam 10 tahun terakhir,
  553. Saya kira mereka telah banyak melakukan perubahan
    yang membuat mereka
  554. lebih ramah pada peneliti atau penulis.
  555. Jadi, jelas ada evolusi di sana.
  556. Para penerbit ini, ketika
    kita menerbitkan sesuatu di sana,
  557. ini dibiayai oleh departemen kita.
    Ini adalah uang rakyat.
  558. Jadi kita bayar mereka dengan uang,
    tapi mereka justru menutup diri.
  559. Saya tidak akan menyebut
    mereka aktor yang buruk.
  560. Saya kira mereka melakukan banyak hal yang baik
    dalam mendukung inovasi
  561. dan berbagai inisiatif lintas industri.
  562. Ada banyak alasan kenapa
  563. orang-orang menyoroti
    Elsevier sebagai penjahat.
  564. Lihatlah laporan tahunannya;
    semuanya online.
  565. laba mereka meningkat; dividen mereka naik;
    mereka benar-benar sukses;
  566. mereka meraup sekitar dua miliar
    pounds laba tahun lalu.
  567. Secara umum, apakah industri kita
    memperlakukan peneliti dengan baik?
  568. apakah kita bertindak efektif sebagai bidan
    yang bertanggung jawab atas
  569. lahirnya ide atau konsep ilmiah ini
    dan membuatnya dapat diakses di seluruh dunia
  570. serta mendistribusikan dan menginvestasikannya kembali
    di masyarakat? Saya akan mengatakan ya.
  571. Saya secara pribadi menganggap Elsevier
  572. datang membawa
    banyak penerbit buruk;
  573. beberapa di antaranya layak
    dan diterima, saya kira.
  574. Saya kira mereka juga telah banyak menciptakan
    inovasi cerdas di bidang penerbitan
  575. dan telah kita ambil manfaat pelajaran darinya.
    Saya ingat ketika saya pindah ke UC Press,
  576. Saya telah pindah sekitar 20 tahun
    dari penerbitan komersial
  577. ke dunia penerbitan kampus yang nir-laba, dan
    kelihatannya yang menjadi kekhawatiran
  578. seorang kepala staf mengira
    saya akan mengubah UC Press menjadi Elsevier.
  579. yang tentu saja tidak terjadi.
    Tapi saya... Secara serius, saya kira
  580. kita yang berada di dunia penerbitan non-profit
    sesungguhnya dapat belajar
  581. banyak dari para kompetitor besar.
  582. Saya bekerja di Elsevier selama setahun,
    jadi saya mesti menyatakan penolakan;
  583. Saya juga bekerja selama 15 tahun
    untuk masyarakat ilmiah yang nir-laba.
  584. dan saya adalah penerbit jurnal di
    kedua lingkungan tersebut.
  585. Keduanya lingkungan yang berbeda. Dan bagi saya,
    pandangan mengenai penerbit komersial terbentuk
  586. tapi pengalaman saya datang dari
    masyarakat ilmiah.
  587. Saya bekerja untuk the American Astronomical
    Society, di mana misi utama kami
  588. adalah mengantarkan sains
    ke tangan ilmuwan
  589. pada saat mereka membutuhkannya,
    sesuai dengan keinginan mereka.
  590. Saya pergi ke penerbit komersial.
    Saya direkrut oleh mereka;
  591. Saya kira saya akan melakukan hal yang kurang lebih
    sama. tapi ternyata itu pekerjaan yang sesungguhnya.
  592. Pekerjaan saya adalah mengelola serangkaian jurnal
    untuk mendapatkan margin laba tertentu.
  593. dan ini bukan pekerjaan yang saya suka,
    ini tidak cocok dengan nilai-nilai yang saya anut.
  594. Jadi saya kembali lagi
    ke penerbitan nir-laba.
  595. Saya kira ini bukan karena mereka
    mereka makhluk jahat, tapi target mereka
  596. adalah untuk mengembalikan laba kepada para
    pemegang saham. Mereka bukan lembaga yang
    berorientasi misi.
  597. dan itu tidak masalah;
    mereka perusahaan komersial.
  598. pertanyaan saya, saat ini, di abad ke-21
    ketika kita memiliki mekanisme
  599. yang memungkinkan mengalirnya arus sains,
    apakah mereka membantu atau malah menyakiti?
  600. dan saya ingin melihat mereka
    menyesuaikan modelnya
  601. sedikit lebih membantu
    ketimbang mendatangkan mudarat.
  602. Tentu saja ada kritik
    yang dapat ditujukan pada Elsevier.
  603. Pasti ada kritik
    yang dapat ditujukan pada PLOS.
  604. Ada kritik yang dapat
    ditujukan pada tiap orang dan segala sesuatu.
  605. Saya tidak ingin menilai pembenaran
    kritik berdasarkan sasarannya.
  606. Saya mencoba membenarkan
    kritik berdasarkan kontennya.
  607. oh ya, baik, saya hanya ingin,
    memastikan seseorang menyampaikan ini.
  608. saya perlu menyampaikan seperti apa
    perusahaan Elsevier itu.
  609. Permusuhan yang sering kali mereka dapatkan,
    bukan semata karena uang;
  610. tapi tentang jenis perusahaan apa
    mereka ini, kan?
  611. Itu karena aksi yang sering mereka lakukan,
    mereka anti-perguruan tinggi.
  612. Jadi ketika mereka mengrim peringatan kepada,
    academia.edu,
  613. di mana akademisi mengunggah,
    file pdf artikel hasil riset mereka,
  614. kemudian mereka dipaksa untuk
    menghapusnya.
  615. Tentu saja ada tuntutan yang sama
    ditujukan ke Sci-Hub di tahun 2015.
  616. dan, ya, keduanya memang ilegal,
    tapi kaum akademisi tidak peduli;
  617. mereka tidak melihatnya seperti itu.
  618. Ketika saya mendapatkan surat
    teguran penarikan itu, saya tidak menerima
  619. surat teguran itu langsung dari Elsevier,
  620. mereka mengirimnya ke
    seorang pejabat di Princeton.
  621. Di surat teguran itu sendiri, hanya ada beberapa
    artikel yan tercantum dan ditulis oleh
    dua orang akademisi di Princeton.
  622. Sekarang, jika Anda lihat di website Princeton,
    mungkin ada ratusan kalau bukan ribuan,
  623. file pdf dari Elsevier.
  624. Lalu, kenapa mereka hanya menyorot sejumlah kecil
    artikel itu dan hanya pada dua peneliti itu?
  625. Saya tidak tahu pasti, tapi saya menduga
    mereka melakukan uji coba apakah ini berhasil atau tidak .
  626. Tak ada yang akan mencegah Elsevier
    melakukan penjelajahan web (web crawl),
  627. menemukan semua file pdf artikel mereka yg sudah terbit,
    dan melayangkan surat teguran penarikan secara masif
  628. kepada setiap orang yang melanggar perjanjian
    hak cipta mereka, tapi nyatanya mereka tidak melakukannya.
  629. Mereka bersikap seperti itu, menurut saya karena mereka
    mengambil langkah hati-hati.
  630. Mereka tidak ingin menciptakan
    gelombang kemarahan yang akan menghapus
  631. sumber tenaga kerja gratis
    yang mereka butuhkan.
  632. Jadi, ketika peristiwa itu terjadi,
    Saya berterima kasih kepada Princeton
  633. yang telah menekan balik mereka, dan
    mereka akhirnya mencabut surat teguran penarikan itu.
  634. Jadi saya kira mereka agaknya
    memahami apa akibatnya jika
  635. mereka benar-benar ingin melawan lembaga
    ilmuwan secara keseluruhan.
  636. Cara berpikir Elsevier
    sebagai sebuah organisasi sangat bertentangan
  637. dengan cara saya berpikir tentang bagaimana
    menurut akademisi tentang apa yang mereka lakukan.
  638. Kami mengajukan permintaan Freedom of Information (keterbukaan informasi) pada tiap perguruan tinggi di UK.
  639. Ternyata, pada tahun 2016, Elsevier mendapatkan
    42 juta pounds dari universitas di UK.
  640. Penerbit terbesar berikutnya adalah
    Wiley; pendapatannya sekarang mencapai 19 juta.
  641. Elsevier, Wiley, Springer,
    Taylor and Francis, dan Sage,
  642. dia antara mereka mendapatkan sekitar
    setengah dari dari anggaran, dan sisanya menyebar.
  643. Elsevier khususnya adalah pelobi yang kuat.
    Di Uni Eropa dan di Washington.
  644. Mereka mempekerjakan staf yang
    pada dasarnya menjadi pelobi full-time.
  645. Mereka melakukan pertemuan rutin
    dengan pihak pemerintah di berbagai belahan dunia
  646. untuk menyebarkan pahamnya.
  647. Ada paham khas
    dari para penerbit itu, yaitu
  648. bahwa penerbitan memang sewajarnya sangat mahal
    karena penerbitan butuh karyawan,
  649. copy editor, agen humas,
    managing editor, dan lain-lain.
  650. Ada banyak di antara institusi akademik,
    yang berupaya menanggulangi biaya berat itu,
  651. ditawari membeli jurnal penelitian
    dengan model Big-Deal (sistem paket),
  652. yang berbeda dengan model berlangganan jurnal tertentu saja.
  653. Tiap institusi,
    hampir semuanya melakukan negosiasi,
  654. dengan tiap penerbit untuk mendapatkan akses
  655. ke semua tulisan
    hasil penelitian yang dimiliki penerbit
  656. atau bagian besar dari data itu.
    Ini biasa disebut dengan model Big Deal.
  657. Jadi, paket berlangganan lah
  658. yang banyak dipilih oleh perpustakaan
  659. karena kita bisa
    menghemat uang lebih banyak,
  660. jadi persis seperti
    berlangganan program TV kabel.
  661. Anda mendapatkan banyak program siaran;
    tapi tidak semuanya Anda suka.
  662. Tapi bila Anda hanya mau melanggan
    judul tertentu saja,
  663. harganya jauh berlipat ganda,
    dan Anda takkan mampu membayarnya.
  664. Jadi kita terikat kontrak dengan konten
    yang bisa jadi kita suka maupun tidak suka
  665. demi mendapatkan harga rendah.
  666. Tapi, mereka bisa saja menghilangkan konten tertentu
    dari paket tanpa pemberitahuan
  667. Jadi, kalau penerbit memutuskan itu
    mereka tidak mau vendor memasukkan
  668. judul tertentu dari paketnya,
    mereka bisa tarik kapan saja.
  669. Dan ini tidak berarti
    Anda bisa membatalkan kontrak;
  670. penarikan itu berarti Anda tidak bisa lagi mengaksesnya,
    dan kita tidak punya kendali untuk membatalkannya.
  671. Meskipun akses institusional ke hasil penelitian mutakhir
    berjalan seperti berlangganan TV kabel,
  672. kami menemukan bahwa perpustakaan
    sungguh memiliki peran yang nyata.
  673. Apa yang perlu kita temukan adalah alasan bagi kita
    untuk berperan penting bagi masyarakat peneliti.
  674. Bagaimana kita memiliki nilai tambah pada persoalan ini,
  675. meski kita tidak mampu memberikan bantuan
  676. atas naiknya biaya
    publikasi elektronik?
  677. Dan kami menyadari itu
    kami bisa melakukan itu
  678. dengan tetap menjadi
    pepustakaan berbasis koleksi cetak.
  679. - Anda tidak bisa menarik kabel
    untuk memutuskan akses pada jurnal cetak.
  680. - Tidak, kita tidak bisa. Tidak bisa.
  681. Dan jika listrik mati, iya kan,
    kita masih bisa mengaksesnya pakai lampu senter.
  682. Anda tidak perlu login atau
    jadi anggota untuk menggunakan perpustakaan kami.
  683. Kami terbuka bagi semua publik; meski pun kami
    dibiayai oleh swasta, kami tetap buka untuk publik.
  684. Anda tidak perlu login; tiap orang bisa akses.
  685. Di zaman moderen, tiba-tiba saja,
    sistem berbasis cetak kelihatan lebih bagus.
  686. Mungkin sebagian masalah kami ini terjerat
    negosiasi dijital sejak awal.
  687. Jadi, coba bayangkan pasar siaran TV kabel,
    di mana Anda tidak tahu dan Anda tidak boleh tahu
  688. apa yang dibayar oleh tetangga sebelahmu
    atas paket yang sama Anda beli.
  689. - "Berapa Anda bayar langganan HBO?"
    - "Saya tidak boleh memberitahu Anda,
  690. Saya telah menandatangani kesepakatan dengan Comcast."
    Perpustakaan, perguruan tinggi selalu mengalami ini.
  691. Penerbit komersial dapat menawan kita
    dengan apa yang disebut surplus konsumen.
  692. Mereka tidak perlu menentukan batas harga
    yang memaksimalkan pendapatan
  693. atau laba mereka dari keseluruhan pasar.
  694. Mereka bisa menegosiasikan batas harga itu
    dengan tiap institusi.
  695. Dan itu penting, ya kan, karena ini,
    seperti engkau membeli perawatan kesehatan
  696. dokter dapat melihat bisa melihat kemampuan finansialmu,
    lalu berkata misalnya, "Hmm baiklah, jika Anda menginginkan perawatan ini,"
  697. dan, tahu kan, mereka tahu kamu orang kaya,
    "jadi biayanya, 500.000 dollar."
  698. Sementara jika Anda orang yang
    tidak memiliki banyak uang,
  699. mereka bisa membebankan biaya lebih rendah,
    tapi tentu saja masih dapat untung.
  700. Saya rasa, kurang lebih, seperti itu lah
    pasar penebitan berjalan, iya kan?
  701. Penerbit bisa melihat anggaran dana,
    betapa kayanya suatu institusi,
  702. berapa jumlah belanjanya,
    iya kan, dalam dekade yang lalu,
  703. lalu memasang harga sesuai
    dengan daya maksimalkemampuan kita
    berdasarkan perkiraan mereka.
  704. Ada banyak pilihan
    bagi perpustakan di sini.
  705. Perpustakan tidak harus
    menandatangani kontrak ini.
  706. dan perguruan tinggi negeri,
    seperti yang sudah dilakukan oleh University of Michigan
  707. dengan lebih transparan membuka
    apa saja yang kita beli dan berapa yang kita bayar.
  708. dan The Big Ten Academic Alliance (Aliansi 10 Perguruan Tinggi Besar),
    di mana kami jadi anggotanya,
  709. melakukan banyak hal yang transparan
    satu sama lain.
  710. Jadi, saya mencoba menguji transparansi The Big Ten.
    Sayangnya, yang saya temukan kurang lebih sama.
  711. Saya selalu simpati dengan pustakawan.
    yang berbaris melawan Elsevier,
  712. tapi respon saya selalu kepada mereka adalah
    "Batalkan." Anda tidak membatalkannya.
  713. "Kami tidak bisa mebatalkannya." Kamu bisa membatalkannya,
    tapi kamu harus melakukan pilihan itu,
  714. tapi tak satu pun melakukannya,
    sehingga mereka tetap kuat.
  715. Yah, dan saya kira begitulah
  716. begitulah proses negosiasi,
  717. ini masalah tradisional
  718. pengembangan koleksi
    di perpustakaan,
  719. ada banyak masalah.
    Tapi, ini persoalan negosiasi.
  720. Dan saya tidak melihat ada perubahan sama sekali, karena...
  721. - Bisakah universitas, seperti Rutgers, mengatakan pada orang lain
    apa yang mereka beli?
  722. - Tidak. Kami tidak bisa.
    - karena Anda terikat kontrak??
  723. - Yah, maksud saya, begitulah cara kerjanya,
    lagipula, bukan wewenang saya untuk mengatakan
  724. tentang persoalan ini,
    tapi demikianlah cara kerjanya,
  725. dan begitulah cara kerjanya dengan semua penerbit.
    Tidak sama dengan yang Anda dengar.
  726. Tapi begitulah, saya tidak tahu dengan apa
    saya bisa membandingkannya, tapi begitulah cara kerjanya,
  727. jadi saya kira tidak akan ada
    perubahan mengenai ini dalam waktu dekat.
  728. saya memahami kenapa sebuah perpustakaan
    ingin mendapatkan keuntungan yang kompetitif,
  729. ingin menunjukkan bahwa mereka
    mendapatkan keuntungan ekonomis,
  730. mendapatkan bagian konten yang lebih besar.
  731. dan masing-masing perpustakaan
    sangat lah berbeda satu sama lain,
  732. dan sebagian benar-benar harus menunjukkan
    semacam nilai yang berbeda,
  733. tapi itu pilihan. Perpustakaan tidak harus
    menandatangani klausul rahasia.
  734. Ini sering dilakukan sebagai akibat dari apa yang disebut
    keunggulan kompetitif dalam jangka pendek,
  735. tapi dalam jangka panjang,
    ini bukan keunggulan kompetitif.
  736. Ini justru mengurangi transparansi harga dan
    meningkatkan resiko membayar lebih besar,
  737. sekaligus potensi membayar lebih sedikit.
  738. Ini tersembunyi secara fraktal, ya kan? Segala hal dari
    perniagaan ini tersembunyi di tiap level.
  739. Berapa harganya, siapa yang bayar,
    apa persyaratannya, dan ini sengaja dilakukan.
  740. Ini untuk mencegah penawaran kolektif, ya kan?
    dan semua ini pada pokoknya mempertahankan
  741. pasar yang benar-benar tidak adil.
  742. Ada beberapa orang yang meyakini
    bahwa ada cukup uang
  743. saat ini dalam penerbitan ilmiah.
    Hanya perlu dibagikan;
  744. kita tidak perlu lagi cari uang. Kita hanya perlu
    mengubah cara yang ada di sistem.
  745. Ada beberapa jurnal yang sedang berkembang
    menemukan bahwa meninggalkan paradigma meraih laba
  746. adalah hal yang bermanfaat
  747. Jadi, pada kasus Lingua/Glossa,
  748. Apa yang terjadi adalah komunitas
  749. peneliti ini memutuskan untuk
    berhenti sampai di sini, kemudian
  750. semua anggota dewan editor mengundurkan diri.
    Dan membuat jurnal lain
  751. yang berbasis nir-laba,
    Open Access, dan lain-lain.
  752. Tidak banyak gerakan seperti ini,
    tapi apa yang ditunjukkan adalah
  753. gerakan ini, sungguh membawa hasil, Sehingga seluruh
    komunitas, atau para pimpinan komunitas
  754. -karena seperti itulah pada dasarnya dewan editor-
    pimpinan komunitas
  755. memutuskan berhenti secara kolektif;
    semua yang ada di dewan editor mengundurkan diri
  756. kemudian mula membangun sebuah jurnal baru dengan
    dengan focus yang sama dan, dengan cara,
  757. kualitas yang persis sama, karena
    apa yang membuat sebuah jurnal berkualitas?
  758. Bukan cetakan dari penerbit.
    tapi karena pimpinan redaksi.
  759. dan dewan editor, yang membuat
    semua keputusan ilmiah.
  760. Nama saya Johan Rooryck,
  761. Saya professor di bidang Linguistik Perancis
  762. di Leiden University.
  763. Dan saya juga
    seorang editor jurnal.
  764. Pertama, saya telah menjadi editor selama 16 tahun
    di Lingua, Elsevier.
  765. Pada tahun 2015, kami memutuskan untuk
    meninggalkan Elsevier dan bergabung dengan
    jurnal Open Access berjudul Glossa,
  766. yang maknanya pada dasarnya sama karena Glossa adalah terjemahan bahasa Yunani dari Lingua dalam bahasa Latin,
    untuk menunjukkan adanya kelanjutan.
  767. Jadi, di organisasi Lingua dulu,
    kami terdiri dari lima editor, jadi sebuah tim editiorial kecil.
  768. Empat associate editor;
    dan saya sebagai editor eksekutif.
  769. kemudian kami memiliki dewan editor
    sekitar 30 orang.
  770. Saya telah menyiapkan ini
    dua tahun sebelumnya,
  771. Jai maksud saya, Elsevier tidak tahu
    sama sekali hingga kami kemudian membelot.
  772. jadi selama dua tahun, antara 2013-2015, saya sudah
    berbicara dengan beberapa orang
  773. di dewan editor, tapi, tentu saja,
    semuanya berada di bawah radar.
  774. Dan saya sudah sampaikan ke semua anggota
    tim editorial saya dengan mengatakan,
  775. "Saya sedang sibuk menyiapkan ini.
    Jika kita lakukan ini, apa kamu ikut
  776. atau tidak dengan saya,
    karena saya harus tahu
  777. Dan karena.. atau kita lakukan ini bersama,
    atau tidak."
  778. sambil saya menatap mata mereka langsung,
    dan mereka semua berkata,
  779. ya, kalau kau lakukan ini,
    kami ikut.
  780. Peralihan dewan editor Elsevier di Lingua
    ke jurnal Akses Terbuka Glossa
  781. menjadi preseden bagaimana sebuah jurnal yang sukses
    dan disegani bisa mengubah
  782. model bisninsnya tapi tetap mempertahankan
    kredibilitas khusus bidang ilmu,
  783. kualitas peer-review,
    dan dampaknya secara keseluruhan.
  784. Kita hidup dalam kultur yang memprioritaskan
    kebangkitan awal, inovasi, dan kewirausahaan.
  785. dan nyatanya, sekarang, ada
    sebuah perusahaan yang bisa melakukan inovasi
  786. di bidang literatur ilmiah,
    yaitu Google.
  787. Dan begitulah, Google hebat; Saya pakai
    Google untuk segala macam seperti sebagian besar orang,
  788. tapi saya menginginkan andai ada
    seratusan perusahaan yang berkompetisi untuk itu.
  789. Saya ingin jika institusi nir-laba
    dapat bersaing dengan mereka dan mencoba
  790. menciptakan alternatif dan mengatakan,"Tahu nggak,
    ini semestinya tidak menjadi produk komersial;
  791. mestinya menjadi utilitas."
  792. dan kompetisi semacam itu
    mustahil tanpa Open Access.
  793. kompetisi semacam itu
    diolah menjadi Open Access.
  794. Dan Anda saksikan ini dari
    penerbit komersial besar,
  795. Anda tahu mereka memahami bahwa
    hal ini merupakan argumen penting.
  796. Mereka meletakkan pipet minuman kecil
    dan menyedot serpihan-serpihan kecil konten
  797. yang bisa Anda tambang teks-nya. Kita bisa
    membuat mobil yang bisa mengemudikan dirinya sendiri.
  798. Apakah Anda menjelaskan ke saya
    bahwa kita kita tidak bisa mengolah literatur lebih baik?
  799. Jika mobil bisa mengendalikan dirinya sendiri karena
    kekuatan komputasi yang kita miliki tersedia,
  800. dan ada banyak perusahaan yang bersaing
    untuk membuat mobil yang mengemudi sendiri
  801. maka ada pula untuk mengelola
    literatur biomedis
  802. dan membantu kita menentukan
    obat mana yang cocok dikonsumsi.
  803. Itu konsekuensi langsung
    literatur yang tertutup.
  804. Itu lah persoalan mendasar.
  805. Kita mulai memperjuangkan di Kongres
    hak akses pembayar pajak pada
    hasil penelitian yang didanai pajak.
  806. Respon yang paling umum
    kita terima dalam kunjungan resmi kami yang pertama,
  807. "Maksud Anda publik belum
    memiliki akses ke hasil penelitian ini?"
  808. Sepertinya, ada ketidakpercayaan
    di kalangan pembuat kebijakan. Bagi mereka
  809. yang terlintas di pikiran adalah 'ini persoalan sepele'.
  810. Para peneliti ingin
    karya mereka dibaca.
  811. Mereka ingin memajukan
    penemuan dan inovasi.
  812. Dan ketika saya meluangkan
    banyak waktu untuk memperjuangkan
  813. kenapa karya ilmiah mesti
    terbuka atau tertutup,
  814. akhirnya, kasus yang sebenarnya adalah, apakah kita menginginkan
    inovasi, atau tidak ingin inovasi?
  815. Dan saya pikir ada kasus yang jelas
    mengenai keterbukaan untuk membuka inovasi.
  816. Kita menyaksikan ada banyak penolakan keras daya cipta
    dari penerbit yang berkepentingan.
  817. Tapi saya kira ada juga
    faktor generasi di sini.
  818. Saya kira bagi generasi muda ilmuwan,
    mahasiswa, akademisi,
  819. model lama
    tidak masuk akal lagi.
  820. Publik mestinya malu
    membiarkan model seperti itu masih ada.
  821. Sekarang kita memiliki, serangkaian perangkat
    untuk menyebarkan pengetahuan, termasuk penelitian ilmiah,
  822. dengan cara yang
    tidak bisa kita lakukan 20 tahun lalu.
  823. Saya melihat penanganan kita
    di sektor akademik,
  824. dan dengan itu, saya mengacu
    secara khusus ke penerima dana kita,
  825. jadi kita sediakan dana untuk institusi akademik,
    dan secara tidak langsung kepada para akademisi
  826. dan ini berhasil, sungguh berhasil.
  827. Ada banyak apresiasi
    terhadap peran Open Access bagi hasil penelitian mereka.
  828. Mereka melihat ini sebagai
    sesuatu yang bermanfaat bagi mereka
  829. bisa mengakses
    informasi, data, dan seterusnya
  830. yang dihasilkan oleh orang lain,
    dan karena itu sungguh menyenangkan
  831. konsep informasi dengan
    data terbuka dan dapat dikases.
  832. Saya tidak pernah yakin
    oakan solusi yang tepat.
  833. sebenarnya, ketika
    saya bicara dengan penerbit, saya pikir,
  834. "Bolehkah saya lakukan ini?
    Atau tidak bolehkah saya melakukan ini?"
  835. Ada banyak sekali
    pertanyaan tentang hak cipta;
  836. Ada banyak sekali pertanyaan
    tentang kekayaan intelektual;
  837. Ada banyak sekali pertanyan
    tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh penulis
  838. jika mereka memutuskan untuk
    menerbitkan tulisan dengan jurnal tertentu.
  839. Rasanya banyak sekali pertanyaan
    pada tiap interaksi.
  840. Salah satu outlet yang efektif dan efisien
    menyalurkan pengetahuan adalah Sci-Hub,
  841. yang senantiasa menghubungkan orang
    secara langsung dengan pengetahuan yang mereka butuhkan,
  842. ketika mereka butuh, secara gratis.
  843. Anda tahu, kita
    yang bekerja di bidang komunikasi ilmiah
  844. banyak menulis, iya kan,
    sungguh perlu melihat Sci-Hub
  845. bagai sebuah colekan
    di pinggang dan seakan mengatakan,
  846. "lakukan lebih baik."
  847. Kita perlu melihat ke Sci-Hub sambil berkata,
    "Apa lagi yang bisa kita lakukan
  848. dengan infrastruktur
    yang sudah kita bangun
  849. untuk mendistribusikan artikel jurnal,
    mendistribusikan pengetahuan?"
  850. Karena Sci-Hub sudah memecahkan kodenya, iya kan?
    Dan mereka melakukannya dengan mudah.
  851. Dan saya kira kita perlu melihat
    apa yang terjadi di Sci-Hub,
  852. bagaimana ia berevolusi, siapa yang menggunakannya,
    siapa saja yang mengaksesnya,
  853. dan menjadikannya pelajaran bagi kita
    tentang hal apa lagi yang bisa kita lakukan.
  854. Halo, nama saya Alexandra Elbakyan
  855. dan saya pendiri proyek Sci-hub
  856. Saya kira pertanyaan semacam "colekan di pinggang"
  857. atau seperti yang orang lain katakan,
    sebuah gejala adanya sesuatu yang salah,
  858. mereka mengecilkan pentingnya Sci-Hub
  859. Sebelum Sci-Hub, sebagian besar publikasi ilmiah,
    berarti puluhan juta,
  860. terkunci
  861. Sci-Hub menyediakan akses ke massa pengetahuan
    yang luar biasa, Sci-Hub membuatnya terbuka
  862. dan Sci-Hub menjadi proyek pertama yang
    menyediakan ke publik
  863. dan akses massal ke sumber ilmiah utama
  864. Orang-orang menggunakan website seperti Sci-Hub,
    dianggap sebagai pembajak penerbitan ilmiah.
  865. Bagai Napster-nya penerbitan ilmiah.
  866. Saya tahu mereka telah melalui pertikaian hukum dengan
    Elsevier yang menutup mereka,
  867. tapi mereka buka lagi dengan website yang lain. Sci-Hub
    masih jalan dan aktif bahkan semakin populer dari sebelumnya.
  868. Jadi, jika saya mesti memberi saran kepada
    mahasiswa pasca, atau orang yang tidak punya afiliasi dengan institusi
  869. yang menyediakan akses
    ke jurnal, Sci-Hub adalah sumber yang sangat bagus,
  870. menyediakan akses gratis. Banyak orang tidak merasa
    bersalah menggunakan sumber ini
  871. persis seperti saat Napster muncul, karena
    industri saat ini berbuat kelewatan
  872. terhadap orang-orang yang membaktikan dirinya
    dan melakukan penelitian yang hebat,
  873. lalu mereka dimanfaatkan.
    Jadi, mengambil manfaat dari penerbit
  874. dan mengambil artikelnya secara gratis yang sesungguhnya
    digunakan untuk mendidik dan mengembangkan segala sesuatu
  875. untuk kepentingan publik,
    merupakan balasan yang ingin dilakukan
  876. oleh banyak orang.
  877. Dan saya sama sekali tidak keberatan dengan ini.
  878. Pada tahun 2017, ada sekitar 150 juta download publikasi limiah [di Sci-Hub]
  879. Cina berada di urutan teratas dengan 25 juta download
  880. dan berikutnya adalah India dengan 13 juta download
  881. USA, Brasil, Iran, Perancis, masing-masing
    4-10 juta download artikel ilmiah.
  882. Saya suka aksi itu yang
    saya anggap sebagai pembangkangan masyarakat.
  883. Saya kira ini penting.
    Saya kira inilah momen di mana kita bisa,
  884. mestinya ada diskusi tentang ini,
  885. dan saya khawatir diskusi tentang keterbukaan
    tidak akan membawa perubahan.
  886. Tetap saja, sebagaimana yang kita dengar,
    Sci-Hub sama dengan iblis. Sepertinya, harus begitu.
  887. Sci-hub pada dasarnya illegal.
    Itu jelas aktivitas kriminal,
  888. lalu kenapa semua orang menganggap wajar
    mengambil hak milik intelektual orang
  889. dan mencurinya begitu saja?
  890. Itu yang mengganggu pikiran saya.
  891. Ini bukan sekedar soal
    kenapa orang-orang tidak memiliki akses.
  892. Ini bahkan digunakan oleh orang-orang
    yang ada di institusi yang memiliki akses,
  893. karena Sci-Hub bekerja dengan cara yang sangat sederhana
    dan efisien.
  894. Apa yang ditunjukkan oleh Sci-Hub adalah
    tingkat frustrasi di kalangan sebagian besar akademisi
  895. terkait berapa kali
    mereka terbentur paywall (pembayaran).
  896. Kebanyakan yang saya lihat orang menyampaikan keberatannya karena Sci-Hub
  897. melanggar hukum. Jadi, Anda lihat, mereka tidak mempersoalkan orang yang mencuri
  898. dari penerbit ilmiah; mereka mempersoalkan pelanggaran hukum formal.
  899. Dan menurut sebagian orang, secara umum seseorang tidak boleh melanggar hukum,
  900. meskipun hukumnya tidak masuk akal
  901. Saya merasa kita berada di persimpangan,
    kita berada dalam periode selingan,
  902. dan sebaliknya orang-orang menginginkan
    ini berlalu dengan mengatakan,
  903. "Tahu tidak? Tak seorang pun dari kita
    yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi
  904. dalam 15-20 tahun mendatang."
  905. Apa yang kita tahu adalah
    bahwa kita berada di pinggir jurang
  906. di mana industri musik tumbang oleh Napster.
    Itu yang ditunjukkan Sci-Hub menurut saya.
  907. Tidak akan ada tuntutan bagi Sci-Hub
    andai kita berhasil
  908. atau jika industri penerbitan
    sukses, iya kan?
  909. Bisa dikatakan, apa yang kita lakukan adalah menciptakan
    kondisi di dua sisi, ya kan?
  910. kita dan industri penerbitan
    hingga saat ini.
  911. Jadi, Anda tahu, sekarang Anda lihat
    bagaimana potensi sebuah sistem
  912. memungkinkan Anda menemukan artikel apa saja.
    Saya telah menggunakan Sci-Hub untuk mengumpulkan artikel ayah saya.
  913. Ayah saya meninggal tahun ini, dia salah seorang
    penerima Nobel atas karyangan tentang perubahan iklim.
  914. Saya telah mencoba mebuat arsip untuk semua karyanya
    sehingga saya bisa mewariskannya ke anak saya, ya kan.
  915. Tapi saya tidak sanggup!
    Biayanya sekitar puluhan ribu dollar.
  916. Saya kira saya bukan satu-satunya orang yang butuh artikel.
    Saya bukan satu-satunya orang yang melakukan cara ini.
  917. Saya tidak mencoba mendistribusikan ulang
    artikel-artikel ini, ya kan?
  918. Saya hanya mencetaknya. Kemudian
    membundelnya untuk anak saya, ya kan?
  919. Jadi dia bisa kenal kakeknya, apa yang dilakukan
    kakeknya, karena di tidak akan ingat.
  920. Itulah kegagalan pasar.
    Kegagalan pasar yang luar biasa.
  921. Prioritas akan berubah.
  922. Dan saya yakin Elsevier adalah perusahaan yang penuh
    dengan orang-orang pintar, yang ingin penemuan baru lahir,
  923. tapi tidak punya ide yang lebih baik tentang
    bagaimana menghasilkan uang di tengah keadaan ini.
  924. Dan, sayang sekali bagi mereka, Internet
    menjadi latar belakang runtuhnya para penjaga gerbang ini.
  925. Mereka penjaga gerbang, dalam beberapa hal,
    berdiri di antara, penelitian dan penemuan baru.
  926. Elsevier selalu menjadi penerbit paling populer di Sci-Hub
  927. ini berarti, sebagian besar artikel yang di-download oleh pengguna,
  928. dari situs Elsevier, Science Direct.
  929. Mengenai perusahaan itu sendiri, saya suka slogannya
  930. Making Uncommon Knowledge Common
    [membuat pengetahuan yang tidak umum menjadi umum], berlebihan.
  931. Tapi setahu saya, Elsevier tidak menjalankan tugas ini dengan baik
  932. Malah Sci-Hub yang membantu mereka, sepertinya, untuk mencapai missinya itu
  933. Jika riset seseorang terhalang paywall,
    dan menghalangi saya melakukan riset
  934. di bidang itu sepanjang hidup saya, berapa
    lama lagi kita harus menunggu
  935. orang lain untuk dapat mengambil
    langkah evolusioner itu?
  936. Kadang-kadang, inovasi itu terkait orang yang tepat
    di ruang yang tepat, dan di waktu yang tepat.
  937. dan apa yang dilakukan paywall adalah memastikan
    kecilnya kemungkinan orang yang tepat
  938. berada pada tempat yang tepat
    pada waktu yang tepat untuk menyelesaikan persoalan.
  939. Setelah berbagai upaya dilakukan
    Elsevier menolak turut serta dalam film ini
  940. Transkrip Inggris: Elena Milova, Joshua Conway,
    anggota anonim lifespan.io
  941. Sinkronisasi: Giannis Tsakonas
    Terjemahan BI: Tim Sains Terbuka Indonesia