Kehidupan Penuh Kebaikan - Persembahan Ulang Tahun ke-70 Ajahn Brahm
-
0:20 - 0:25Disemua tradisi,
nampaknya, yang semua orang ketahui, -
0:25 - 0:33bagaimana cara kita membentuk silsilah baru
atau seorang pemimpin baru membangun silsilahnya sendiri? -
0:33 - 0:40Mereka harus memiliki sesuatu yang unik
yang membedakan mereka dari orang lain. -
1:22 - 1:26Saya masih mengingat dengan jelas
pertemuan pertama saya dengan Ajahn Brahm, -
1:26 - 1:28Kurang lebih sekitar tahun 1993.
-
1:29 - 1:31Pada saat berdiam di Vajirarama,
-
1:33 - 1:36ada bhikkhu senior asal Jerman
bernama Bhante Nyanavimala -
1:37 - 1:42yang sangat berdedikasi terhadap
kehidupan pertapaan yang keras. -
1:42 - 1:47Saya bilang ke Ajahn Brahm: sebaiknya kamu
bicara dengan bhikkhu Jerman tersebut -
1:47 - 1:48namanya Venerable Nyanavimala.
-
1:48 - 1:51Saya akan atur pertemuanmu dengannya.
-
1:51 - 1:55Setelah itu Ajahn Brahm dan seorang bhikkhu
lainnya masuk ke sebuah ruangan -
1:55 - 1:59dan saya saat itu ragu,
apakah saya bergabung atau tidak? -
1:59 - 2:04Saya pikir biarkan mereka yang berbicara
dengan Venerable Nyanavimala. -
2:04 - 2:07dan saya tetap berada di ruangan saya
-
2:07 - 2:10dan saya mendegar suara menggelegarnya
Venerable Nyanavimala, tahukah -
2:10 - 2:14suara tersebut terdengar terus menerus.
-
2:15 - 2:18Waktu itu saya berpikir, wow,
saya berpura-pura tidak mendengar -
2:18 - 2:21ceramah luar biasa dari
Venerable Nyanavimala -
2:22 - 2:28Akhirnya pintu ruangan terbuka dan
Ajahn Brahm keluar bersama bhikku lainnya -
2:28 - 2:33Saya pandangi Ajahn Brahm dan nampaknya
mata beliau terlihat berbinar-binar. -
2:33 - 2:37Beliau bilang, wow, itu salah satu
ceramah terbaik yang saya pernah dengar. -
3:12 - 3:20Tahun 1981, ada sekelompok orang dari
Australia Barat, Perth dan sekitarnya, -
3:20 - 3:22Saya belum pernah ke Perth,
-
3:22 - 3:27Mereka mengunjungi Wat Pah Pong
dan juga Wat Nanachat. -
3:27 - 3:35Tujuan mereka adalah mencoba mengundang
guru spiritual atau bhikkhu barat -
3:35 - 3:38untuk ke Australia,
-
3:38 - 3:42khususnya ke Perth
untuk mendirikan sebuah biara hutan. -
3:42 - 3:46Saat itu nampaknya, yah,
terlalu ambisius -
3:47 - 3:52melihat kondisi komunitas Buddhis
di Australia Barat -
3:52 - 3:53pada saat itu.
-
3:53 - 3:57Anggota kelompoknya tidak banyak
tapi mereka sangat berdedikasi. -
3:58 - 4:02Ajahn Chah awalnya tidak berkenan
menyetujui rencana mereka tersebut -
4:03 - 4:08alasan utamanya karena saat itu
kami adalah bhikkhu muda -
4:09 - 4:11dan Perth itu sangat jauh.
-
4:14 - 4:16Seringkali, seingat saya
-
4:16 - 4:18saat para bhikkhu kemungkinan
harus kelaparan berhari hari. -
4:18 - 4:23Ada saatnya seingat saya saat
Ajahn Jagaro dan Ajahn Brahm, -
4:23 - 4:27pada waktu itu juniornya AJahn Jagaro,
-
4:27 - 4:30mereka tahu ada makanan di kulkas
tapi mereka tidak bisa memakannya -
4:30 - 4:33karena tidak ada umat yang
datang untuk mempersembahkannya -
4:33 - 4:39Hal-hal seperti itu yang jelas
pasti akan menyulitkan para bhikkhu -
4:41 - 4:45dan kemungkinan hal itu menjadi penyebab
venerable Puriso kembali lagi ke Bangkok -
4:45 - 4:48dan beliau digantikan oleh AJahn Brahm.
-
4:49 - 4:51Dan tentunya kita semua tahu
akhirnya menjadi apa beliau sekarang. -
4:51 - 4:54Saat pertama kali tiba beliau kurus.
-
4:54 - 4:58Beliau sangat-sangat kurus.
-
4:58 - 5:03AJahn Jagaro bilang ke saya
"pria ini adalah bhikkhunya bhikkhu". -
5:04 - 5:06Kami bangun jam tiga pagi
-
5:06 - 5:11dilanjutkan dengan membaca parita atau
meditasi bersama di jam empat -
5:11 - 5:14yang biasanya berlangsung seharian
sampai sebelum malam tiba -
5:14 - 5:20Sebelum malam tiba
kami bersama-sama merapihkan ruang makan -
5:21 - 5:26setelah dirapihkan kami berangkat
pindapatta selama satu setengah jam. -
5:37 - 5:43Suatu ketika ada sebuah conference
yang cukup menarik di Jepang -
5:43 - 5:46dihadiri para bhikkhu dari seluruh dunia
-
5:46 - 5:50termasuk Ajahn Brahm yang
saat itu termasuk grup Australia -
5:50 - 5:52Dan beliau melakukan aksi berikut…
-
5:52 - 5:57Beliau angkat sebuah gelas - saya
analogikan dengan benda ini. -
5:57 - 6:01Saya tidak pernah lupa.
Jadi, dia angkat gelas dan bertanya ke saya -
6:01 - 6:07Analayo, bagaimana memastikan air ini
benar benar diam. -
6:08 - 6:10Dan saya mulai berpikir, hmm,
-
6:10 - 6:13Bahuku harus rileks,
gelasnya digenggam dengan lembut. -
6:13 - 6:17Dan selanjutnya beliau hanya menaruh
kembali gelas tersebut, dan membiarkannya. -
6:17 - 6:25Aksi tersebut total merubah pemahamanku
dan cara pengembangan diriku -
6:25 - 6:26untuk berkonsentrasi.
-
6:26 - 6:30Setelahnya, duduk berlatih
dan menerapkannya, -
6:30 - 6:32Pemahaman saya menjadi sangat berbeda
-
6:32 - 6:34sebelumnya tentang apa itu konsentrasi,
apa itu meditasi -
6:34 - 6:36apa itu Samatha, ketenangan, dan maknanya
-
6:36 - 6:39Dan banyak hal-hal lainnya tidak hanya
mengenai melepaskan -
6:39 - 6:44dan membiarkan pikiran secara alami
beristirahat dan fokus dengan sendirinya. -
6:44 - 6:47Dan hal ini telah sangat membantu saya
-
6:47 - 6:52untuk melatih diri sendiri, dan membentuk
cara saya mengajarkan tentang meditasi. -
7:20 - 7:25Secara tidak sengaja saya mengambil
beberapa CD dari para bhikkhu barat. -
7:25 - 7:28dan saya sedikit berprasangka
terhadap bhikkhu barat -
7:28 - 7:31karena saya berpikir mereka tidak terlalu
memahami Dhamma secara mendalam. -
7:31 - 7:34Ajaran asli umumnya berasal dari Asia
-
7:34 - 7:37dimana para Bhikkhu ditahbiskan
sejak usia lima tahun (tertawa) -
7:37 - 7:40Layaknya guru spiritual saya.
-
7:40 - 7:42Sehingga waktu itu saya tidak tertarik.
-
7:42 - 7:46Tapi saya melihat sebuah CD lain
berlabel nama yang saya tidak kenal, -
7:46 - 7:48dan namanya, Ajahn Brahmavamso.
-
7:48 - 7:53dan saya pikir OK, coba saya dengarkan.
Sesuatu dalam Bahasa Inggris, -
7:53 - 7:56karena guru saya berbicara Bahasa Birma.
-
7:56 - 8:01Saya dengarkan ceramahnya dan dari
ceramah pertamanya saja saya sudah terpukau -
8:01 - 8:05karena saya tidak pernah mendengarkan
ceramah tentang topik khusus tersebut -
8:05 - 8:07secara terperinci dan sesuai konteksnya.
-
8:07 - 8:11Setelah ceramah kedua
seluruh tubuh saya dipenuhi kebahagiaan -
8:11 - 8:14dan hati saya terasa terbuka
dimana saya ada keinginan kuat -
8:14 - 8:18Saya harus bertemu dengan orang ini;
saya harus bertemu dengan guru ini. -
8:19 - 9:13Pembacaan paritta
-
9:15 - 9:19Yang beliau tunjukkan adalah cara hidupnya
dan prilakunya -
9:19 - 9:21juga cara mengkotbahkan Dhamma,
-
9:21 - 9:23Hal tersebut sangatlah penting untuk kami
-
9:23 - 9:25Bahkan saat beliau menjelaskan meditasi
-
9:25 - 9:28Saat beliau menjelaskan tentang meditasi
dengan pendekatang yang berbeda, -
9:28 - 9:30Beliau tidak menyebutnya konsentrasi murni
-
9:31 - 9:35Beliau menyebutnya menenangkan diri
dan berada di satu titik. -
9:35 - 9:40Cara beliau melakukannya berbeda.
Bukan cara pada umumnya. -
9:40 - 9:43Tentunya cara tersebut menginspirasi kami,
para bhikkhu. -
9:43 - 9:46Maksud saya, untuk umat biasa,
semua lelucon beliau sangat membantu. -
9:46 - 9:48Tetapi untuk kami para bhikkhu
-
9:48 - 9:52gaya hidup beliau yang
sangat membantu kami -
9:52 - 9:55dan kami menyaksikan beliau mempraktikan
apa yang beliau ucapkan -
9:55 - 9:57dan tindakan tersebut menginspirasi kami.
-
9:57 - 10:00Menurut saya Sang Buddha sangatlah
fleksibel saat beliau berbicara -
10:00 - 10:03Beliau berbicara dengan para umat
saat mereka melakukan aktifitas sehari-hari -
10:03 - 10:06Beliau berbicara dengan para petani,
Beliau berbicara kepada banyak orang. -
10:06 - 10:10Anda bukannya mengambil meriam dan berkata
"lihat kemari, ini satu-satunya jalan". -
10:10 - 10:14Secara keseluruhan adalah
mencoba menginspirasi orang lain -
10:14 - 10:18tergantung dari situasi saat itu,
jika anda berbicara, maka itu berguna -
10:18 - 10:23Kita berbicara kepada mereka berdasarkan
apakah sesuai dengan lingkungan mereka. -
10:23 - 10:26Dan menurut saya Ajahn Brahm,
beliau melakukannya dengan baik. -
10:26 - 10:29Berbicara tidak harus
sesuai sumber buku, -
10:29 - 10:32tapi sedemikian caranya banyak orang
mudah memahaminya -
10:32 - 10:33dan mereka bisa terinspirasi olehnya.
-
10:33 - 10:36menurut saya beliau berhasil.
-
10:37 - 10:43Bertahun-tahun, saya mendegarkan ceramah
beliau yang mudah diterima dan populer -
10:43 - 10:47tentang berbagai isu dan masalah
terkait kehidupan sehari-hari umat biasa. -
10:48 - 10:52Dan selama bertahun-tahun, karenanya,
saya mengetahu beliau telah -
10:52 - 10:58membuat Dhamma mudah diterima dan
tersedia and bermanfaat untuk umat biasa. -
10:58 - 11:02dengan kata lain,
Dhamma dapat menangani segala -
11:02 - 11:08masalah nyata apapun yang muncul, ketika
hidup di dunia ini sebagai seorang buddhis -
11:14 - 11:19Dahulu ada Facebook fan page untuk
Ajahn Brahm. -
11:19 - 11:24Penasaran saya lihat,
terjadinya bertahun-tahun yang lalu. -
11:24 - 11:28Saya lihat jumlah penggemarnya
di page tersebut. -
11:28 - 11:30Dan penasaran, waktu itu saya lihat juga
fan page -
11:30 - 11:32dari Rolling Stones.
-
11:33 - 11:38Waktu itu Ajahn Brahm punya
lebih banyak penggemar dari Rolling Stones -
11:43 - 11:48Beliau sudah banyak menulis buku, dan
buku "Mindfulness, Bliss and Beyond", -
11:48 - 11:51contohnya, mengajarkan kita
bagaimana cara bermeditasi -
11:53 - 11:56dan mengajarkan kita bahwa meditasi
bukanlah doa, bukan juga perenungan. -
11:56 - 11:57Menurut saya banyak dari kita berpikir
-
11:57 - 12:00meditasi itu seperti
kamu pergi kesana dan meminta sesuatu. -
12:19 - 12:31Penekanan beliau pada samatha vipassana...
bukan satu atau lainnya. -
12:31 - 12:35melainkan ketenangan dan pemahaman
-
12:35 - 12:41yang nyatanya sangat sesuai dengan yang
disampaikan dan ditekankan oleh Ajahn Chah -
12:41 - 12:47Tapi seringnya di kalangan umat Buddha,
hingga hari ini, maksud saya, ada saja -
12:47 - 12:52disampaikan sedemikian rupa, kembali,
patuhi aturan berikut, ... -
12:52 - 12:54anda lakukan ini atau lainnya,
-
12:54 - 12:56dan jika anda lakukan ini, jangan lakukan itu.
-
12:56 - 13:03Jadi, penekanan beliau sekali lagi
pada kebutuhan konsentrasi yang dalam, -
13:03 - 13:09instruksi beliau untuk cara
mendapatkan kondisi tersebut -
13:09 - 13:13menurut saya telah membawa banyak,
-
13:13 - 13:24semacam pembaharuan dalam
mempraktikan meditasi -
13:24 - 13:26sesuai tradisi Buddhis.
-
13:41 - 13:44Ketika saya berkunjung ke Wat Pah Nanachat
di bagian timur laut Thailand, -
13:44 - 13:49Tidak sengaja saya membaca
buku meditasi yang ditulis Ajahn Brahm, -
13:49 - 13:52berjudul, Mindfulness, Bliss and Beyond.
-
13:52 - 13:54Saat saya membacanya,
-
13:54 - 13:58Saya berteriak “Eureka!”
-
13:58 - 14:00dengan membaca buku tersebut
-
14:03 - 14:10teka-teki meditasi yang belum terpecahkan
akhirnya terpecahkan juga. -
14:11 - 14:15Saya mulai bermeditasi sejak saya
masih mahasiswa baru -
14:15 - 14:20dan saya berlatih sangat keras dengan
sekuat tenaga saya. -
14:20 - 14:26Saya bertemu banyak guru, banyak
membaca buku tentang meditasi, -
14:26 - 14:28Tapi saat itu belum ada guru.
-
14:28 - 14:33Belum ada buku yang mengajarkan “lepaskan”
-
14:33 - 14:37mengajarkan, melepaskan semua keinginan.
-
14:37 - 14:43Saya beruntung bisa tinggal bersama beliau
di biara Bodhinyana Australia. -
14:43 - 14:50Saya belajar banyak melalui ajaran beliau,
-
14:52 - 14:54perilakunya,
-
14:55 - 14:57sikapnya.
-
15:00 - 15:06Ingatan saya tentang Ajahn Brahm
cukup jelas -
15:06 - 15:14yaitu beliau selalu seingat saya sebagai
seorang yang paling bahagia -
15:15 - 15:20baik hati, ceria
sangat positif. -
15:20 - 15:26Hampir tidak pernah menampakkan rasa
yang negatif -
15:26 - 15:31atau rasa sedih.
-
15:31 - 15:37Beliau selalu kelihatan bersemangat,
punya energi baik, ramah ke setiap orang -
15:37 - 15:43Saya rasa tidak ada satu pun
yang tidak akur dengan Ajahn Brahm. -
15:43 - 15:46Ada sejumlah bhikkhu yang tidak akur
dengan sesamanya. -
15:46 - 15:49Semuat orang rukun dengan Ajahn Brahm
-
15:49 - 15:53dan nampaknya beliau juga rukun
dengan semua orang. -
15:59 - 16:03Sekilas memandang beliau, dia layaknya
seperti orang barat pada umumnya. -
16:03 - 16:05Bentuk fisik dan gerak-gerik beliau bagus
-
16:05 - 16:07Beliau mudah disukai,
bicaranya terus terang. -
16:07 - 16:11Saya pernah bertanya ke beliau bagaimana
mengatur makan ketika bermukim disini. -
16:11 - 16:14Beliau bisa mengkonsumsi makanan Isaan.
Tapi sejak pindah ke Perth, -
16:14 - 16:17Beliau tidak bisa memakannya lagi.
Makanan tersebut terlalu pedas. -
16:17 - 16:21Bermukim kembali di dunia barat, lidahnya
menjadi terbiasa dengan makanan barat. -
16:21 - 16:25Ketika beliau bermukim di Thailand
beliau bisa makan makanan Isaan -
16:25 - 16:27Setelah itu beliau tidak bisa. Pedas.
-
16:27 - 16:30Kami terbiasa menyiapkannya untuk beliau.
-
16:30 - 16:35Sekarang kami harus menyiapkan dua jenis
makanan lain seperti Pizza. -
16:46 - 16:49Saya teringat beberapa hari pertama
saat saya mendegarkan ceramah beliau, -
16:49 - 16:51Saya sering merasakan rasa piti sukha.
-
16:51 - 16:55Saya waktu itu selalu menangis dan
sangat berbahagia, -
16:55 - 16:57Ceramah beliau selalu menginspirasi saya.
-
16:57 - 17:02Tanpa beliau saya rasa tidak mungkin
kita memiliki Dhammasara, -
17:02 - 17:04kami memiliki banyak bhikkhuni.
-
17:07 - 17:09Seringkali banyak orang bisa berceramah
dengan baik, -
17:10 - 17:11tapi mereka belum tentu
-
17:11 - 17:13benar-benar mempraktikannya,
-
17:14 - 17:18tapi beliau adalah seseorang yang bisa
menjelaskan caranya dan mempraktikannya. -
17:24 - 17:28Saat Ajahn Brahm dan para bhikkhu sangha
dari Australia -
17:28 - 17:30memberi pentahbisan kepada perempuan
-
17:32 - 17:34di tahun 2009
-
17:35 - 17:41aksi beliau merupakan sesuatu
yang sangat mengharukan. -
17:42 - 17:44saya sangat terharu karena
-
17:46 - 17:50secara nyata saudara saya,
para saudara bhikkhu saya, -
17:51 - 17:52masih memahami naskah
-
17:52 - 17:57masih membaca naskah dengan semangat
yang sang Buddha inginkan adanya. -
17:57 - 18:01Hal itu menjadi pesan penting bagiku.
-
18:01 - 18:04Tahukah, saya tidak memberitahu beliau,
-
18:07 - 18:13tapi aksi itu sangat bermakna bagi seorang
yang saat itu berjuang sendirian. -
18:17 - 18:21Maaf! maaf… maaf karena menangis,
-
18:21 - 18:27hanya ingin memberi tahu betapa
pentingnya pergerakan beliau -
18:27 - 18:31dan juga untuk pergerakan sangha,
pergerakan sangha theravada. -
18:42 - 18:46Saya tidak mungkin berada dalam
situasi seperti saya sekarang ini -
18:46 - 18:49jika saya seorang perempuan.
-
18:49 - 18:51Saya akan sulit menjadi biarawan.
-
18:51 - 18:54tentunya tidak mudah bagi saya
untuk menemputkan tempat. -
18:54 - 18:57Saya tidak akan didukung.
-
18:57 - 18:59Dan ini sungguh tidak adil.
-
19:00 - 19:04Dan untuk kasus diskriminasi,
-
19:04 - 19:08kami yang menerima keuntungan
dari sistem tersebut, -
19:08 - 19:13tanpa perasaan bersalah,
tapi kami harus bertanggung jawab. -
19:13 - 19:17Dan kami harus melangkah maju
untuk mengatasi diskriminasi seperti itu. -
19:17 - 19:20Saya bersyukur Ajahn Brahm,
dan juga Bhikkhu Bodhi, -
19:20 - 19:22sangat lantang bersuara tentang hal ini,
-
19:22 - 19:24dan juga Bhante Gunaratana,
-
19:24 - 19:27serta sejumlah para biarawan
penting dan terkemuka -
19:27 - 19:29yang sangat jelas di posisi yang sama.
-
19:38 - 19:40Ajahn Brahmavamso - saya memuja beliau
-
19:43 - 19:48karena beliau adalah satu-satunya
yang mengambil langkah tegas -
19:49 - 19:57melawan tradisi lama.
-
19:57 - 20:04Mereka adalah biarawan tradisional
mereka tidak mematuhi Sang Buddha. -
20:27 - 20:31Sayangnya aspek budaya
dari sebuah negara -
20:31 - 20:36Seringkali mengambil alih para pemilik
murni dari sebuah agama. -
20:36 - 20:38Dan hal itu terjadi pada agama Buddha.
-
20:38 - 20:41Tapi Ajahn Brahm melihat lebih jauh.
-
20:41 - 20:49Dan beliau menahbiskan para bhikkuni
mengikuti ajaran murni dari Sang Buddha. -
20:51 - 20:55Sang Buddha bersabda
anda membutuhkan para bhikkhu, -
20:55 - 20:58para bhikkhuni, umat pria dan wanita
untuk menjalankan Dhamma. -
20:58 - 21:01Dan Sang Buddha bahkan berkata
dia tidak akan Parinibbana -
21:01 - 21:05sebelum empat majelis tersebut kuat.
-
21:05 - 21:08Tahukah, mereka saat itu mempraktikan
ajaran murni, -
21:08 - 21:10mereka mampu mengajarkan umat lainnya,
-
21:10 - 21:13mereka dapat melestarikan
ajaran Sang Buddha. -
21:15 - 21:22Saya pikir jika Buddha Theravada di Asia
ingin pindah ke abad 21, -
21:22 - 21:27mereka harus mengatasi
ide yang sempit dan membatasi tersebut -
21:27 - 21:32yang pada dasarnya diwariskan dari
pola pikir di abad pertengahan. -
21:46 - 21:49Pertama dari buku
-
21:49 - 21:51kemudian ketika di
Bodhinyana -
21:51 - 21:57ada upasampada
untuk empat bhikkhuni, -
21:58 - 22:03Ajahn Vayama, Ven Seri, Ven Nirodha
dan Ven Hasapanna. -
22:03 - 22:08Kami berterima kasih pada Ajahn Brahm
yang memiliki keberanian untuk -
22:09 - 22:15peduli terhadap salah satu pilar yang
keberadaannya harus dibangkitkan kembali -
22:15 - 22:25Para siswa Ajahn Brahm
juga sangat berani. -
22:44 - 22:49Saya senang kita tidak mundur
kita tetap melaksanakan penahbisan mereka -
22:49 - 22:53karena cukup tertekan juga
ketika seseorang terus mengingatkan -
22:53 - 22:57bahwa kalian melakukan sesuatu
yang sesungguhnya… -
22:58 - 23:01contohnya, menyebabkan perpecahan.
-
23:01 - 23:07Terkadang merasa bersalah,
sangat bersalah, menyebabkan -
23:07 - 23:11masalah bagi Sangha,
hal-hal seperti itu misalnya. -
23:13 - 23:17Saya hanya menjaga lebih banyak sila.
Saya tidak melakukan hal lain - -
23:17 - 23:20- melukai orang lain.
-
23:30 - 23:34Saya mendengar pendirian beliau
mendukung wanita, -
23:36 - 23:39atau wanita menjadi biarawati dan lainnya
-
23:40 - 23:43dan terkejut bagaimana beliau
diperlakukan di Thailand. -
23:43 - 23:48Saya pikir hal itu salah satu
topik yang sangat penting -
23:48 - 23:51untuk didiskusikan terkait
agama Buddha modern. -
23:55 - 24:00Ajahn Brahm menyukai Dhamma.
Ajahn Brahm adalah biarawan yang baik. -
24:00 - 24:03Beliau adalah biarawan unggul.
-
24:03 - 24:10Beliau sopan, bertanggung jawab,
dan tidak egois. -
24:13 - 24:19Anda tidak perlu berada di bawah kekuasaan
Wat Nong Pah Pong, atau siapapun. -
24:20 - 24:23Anda tetap pengikut Ajahn Chah.
-
24:23 - 24:27Anda tetap pengikut Sang Buddha
-
24:28 - 24:35Anda di Perth Ajahn Brahm
Anda harus menjadi diri sendiri. -
24:35 - 24:40Selalu bahagia, berani, unggul.
-
24:46 - 24:54Keuntungannya adalah Ajahn Brahm
bisa melakukan apapun sesuai keinginannya. -
24:54 - 24:56Beliau tidak perlu banyak melapor
-
24:56 - 25:01atau banyak diinterogasi
agar tetap dekat -
25:01 - 25:06sejumlah tata krama dan
norma-norma budaya yang penting -
25:06 - 25:08dalam keluarga tersebut,
-
25:08 - 25:14yang sebenarnya tidak menjadi prinsip
dari pelatihan para biarawan. -
25:14 - 25:18Hal itu semacam kebudayaan Thailand saja.
-
25:18 - 25:21Beliau bisa terbebas dari kekangan itu.
-
25:21 - 25:27dan beliau bisa bebas membentuk gayanya
di setiap penampilannya, -
25:27 - 25:31ajarannya,
biara-biara yang beliau urus, -
25:31 - 25:33para bhikkhu yang beliau latih.
-
25:33 - 25:35Beliau memperoleh kebebasan luar biasa
-
25:35 - 25:42untuk membentuk tradisi kebhikkhuan
itu adalah warisannya, jika anda inginkan. -
25:42 - 25:45Seringkali kita diberikan petunjuk
saat kita siap untuk sesuatu. -
25:45 - 25:47dan sepertinya...
segalanya terhubung secara alami -
25:47 - 25:50karena kita siap melihat apa adanya.
-
25:50 - 25:51Luar biasa!
-
25:53 - 25:56Ajahn Brahmali,
saya punya pertanyaan untuk anda -
25:56 - 26:01[Penanya] Jika anda berlatih meditasi
setiap hari -
26:03 - 26:06Agama Buddha dari Barat sebenarnya
menjelaskan agama tersebut -
26:06 - 26:08dengan cara yang seharusnya dijelaskan,
-
26:08 - 26:12bukan penghormatan terhadap leluhur,
bukan berdoa kepada Sang Buddha, -
26:13 - 26:16melainkan pemahaman tentang
empat kebenaran mulia, -
26:17 - 26:19tentang pemahaman yang benar.
-
26:19 - 26:23Dan hal-hal tersebut yang Ajahn Brahm
sangat kuasai. -
26:23 - 26:29Dan beliau menyajikan keunikan,
sebuah gaya unik untuk pengajarannya. -
26:30 - 26:34Dan pecundang terbesar di seluruh dunia
adalah Sang Buddha. -
26:34 - 26:38Beliau adalah pecundang terbesar.
Beliau kehilangan segalanya. -
26:39 - 26:45Saran saya, "silahkan, kehilanganlah!"
-
26:45 - 26:48(tertawa)
-
26:50 - 26:52Hal itu yang kita selalu lakukan.
Kita kehilangan semua. -
26:52 - 26:55Kehilangan kemelekatan kita.
-
26:56 - 27:00Kehilangan semua ide kita tentang
pencapaian dari kehilangan segalanya. -
27:00 - 27:05Menghilang. Lenyap.
Itu adalah jalannya. -
27:05 - 27:07Saya pikir saat orang melihat beliau,
-
27:07 - 27:14jika mereka bertemu dan melihat beliau
segalanya ada gurauan dan candaan. -
27:14 - 27:17saya pikir hal itu kedengarannya
-
27:17 - 27:23semacam mengganggu, mungkin,
keseriusan pelatihan beliau. -
27:23 - 27:28Ajaran beliau selalu berfokus
untuk membawa setiap orang ke Nibbana. -
27:30 - 27:32yang pada dasarkan sangat sempit,
-
27:32 - 27:36tapi beliau mampu melakukannya sedemikian
rupa dapat meraih banyak orang. -
27:36 - 27:40Salah satu keahlian yang tidak dihargai
adalah kemampuan -
27:40 - 27:46untuk meraih banyak orang
dan menginspirasi sebanyak-banyaknya orang -
27:46 - 27:51dengan ajaran Dhamma yang
sangat sederhana dan mudah diterima -
27:51 - 27:55tapi dapat membawa ke
pemahaman yang mendalam dan -
27:55 - 27:58terobosan dan tahapan dari meditasi.
-
27:58 - 28:01Seringkali orang menganggapnya
sebagai ajaran tertinggi -
28:01 - 28:04seperti Jhana atau Nibbana dan lainnya
-
28:04 - 28:06dan mereka akan menenggelamkan
dan merahasiakannya -
28:06 - 28:09agar mereka bisa berpura-pura menjangkau
untuk keperluan banyak pendengar. -
28:09 - 28:11Ajahn Brahm tidak pernah seperti itu.
-
28:11 - 28:14yang beliau lakukan adalah menunjukkan
adanya ajaran yang nyata dan bermanfaat -
28:14 - 28:16yang mudah, sederhana dan mudah dipahami
-
28:16 - 28:19setiap orang bisa menerapkannya
disini dan saat ini juga. -
28:19 - 28:25Dan jika kita mengembangkannya
kita bisa bercita-cita, bahkan mewujudkan, -
28:25 - 28:28hal-hal yang baik, berkemampuan tinggi,
mendalam, dan sangat agung ini. -
28:28 - 28:33Cara beliau yang sedemikian rupa dapat
membawa Dhamma ke dunia luar -
28:33 - 28:35melalui ceramah yang direkam
-
28:35 - 28:38melalui Youtube,
melalui channel Youtube BSWA, -
28:38 - 28:43beliau membawa Dhamma
untuk bisa didengarkan oleh banyak orang -
28:43 - 28:47orang-orang yang mungkin belum pernah
tertarik dengan Agama Buddha atau meditasi. -
28:47 - 28:51Semua ceramah beliau sangat sesuai,
mereka terkait dengan kehidupan sehari-hari -
28:51 - 28:55Beliau membahas bagaimana mengatasi
orang yang sulit dihadapi, emosi -
28:55 - 28:58bagaimana menangani kebencian.
-
28:58 - 29:00Hal-hal tersebut mengena ke setiap orang.
-
29:01 - 29:04Bagaimana cara hidup beretika
di dunia ini, -
29:04 - 29:09Bagaimana menerapkan etika Buddhis untuk
menghadapi dilema dan tantangan hidup. -
29:11 - 29:18Bagaimana menggunakan praktik Buddhis,
perenungan, dan konsentrasi untuk -
29:21 - 29:25membuat pikiran lebih dapat
beradaptasi dan berfungsi -
29:25 - 29:28di interaksi sehari-hari kita
dengan orang lain -
29:28 - 29:32dan menghadapi situasi yang sulit
yang terjadi di dunia ini. -
29:33 - 29:37Yah, saya pikir Ajahn Brahm telah
bertugas dengan sangat baik menyajikan -
29:37 - 29:39ajaran dengan cara tersebut.
-
29:50 - 29:55Ajahn sebenarnya telah berkontribusi
ke semua komunitas Buddhis -
29:55 - 29:57secara internasional.
-
29:57 - 30:01Karena beliau punya pabrik bhikkhu disini
dan pabrik bhikkhu tersebut sudah -
30:01 - 30:04total penuh
dan dengan daftar tunggu yang panjang. -
30:04 - 30:07Dan orang yang sedang menjalani
pelatihan disana -
30:08 - 30:11berasal dari berbagai negara.
Mereka adalah kelompok orang internasional -
30:12 - 30:14Banyak tempat di
negara Buddhis -
30:16 - 30:19kita susah sekali untuk membuat orang
mau menjadi Bhikkhu. -
30:19 - 30:21Tetapi disini kita memiliki
daftar tunggu yang panjang. -
30:21 - 30:24Dan kita pikir hal ini nanti akan membantu
untuk kontribusi berikutnya -
30:24 - 30:26saat para bhikkhu menyelesaikan
pelatihan mereka -
30:26 - 30:29mereka akan membantu membawa
seluruh komunitas. -
30:32 - 30:37Beliau memiliki sebuah pabrik bhikkhu,
mereka semua mengantri. -
30:37 - 30:41Sebenarnya saya mengenal Ajahn Brahm
saat saya baru ditahbiskan menjadi bhikkhu -
30:43 - 30:47Saya saat itu mendengarkan ceramah Dhamma
di komunitas Bhavana, -
30:48 - 30:50dimulai dengan Bhikkhu Bodhi.
-
30:50 - 30:56Tapi ceramah Bhikkhu Bodhi terlalu dalam,
dan sangat dalam dan sangat akademik. -
30:57 - 30:59Sehingga setelah mendengarkan ceramah
Bhikkhu Bodhi, -
31:00 - 31:03Saya cari di google dan menemukan
ceramah Ajahn Brahm. -
31:03 - 31:08Dan saya menemukan ceramahnya
berisi selera humor yang baik. -
31:08 - 31:16Beliau salah dari para bhikkhu barat
yang seimbang dari sisi teori dan praktek, -
31:17 - 31:21menginstitusikannya sebagai pendekatan
-
31:21 - 31:24dan hal tersebut bukan sesuatu yang saling
lepas yang, -
31:24 - 31:28khususnya di tradisi Thai,
-
31:29 - 31:35saat itu,
seperti menjadi pembeda terbesar. -
31:35 - 31:40Bhikkhu praktek, tidak belajar teori,
Bhikkhu yang belajar teori, tidak praktek. -
31:47 - 31:51Bhikkhu Thai hampir semua mengikuti
semacam budaya -
31:52 - 31:54dimana mereka harus menghormati raja mereka
-
31:54 - 31:55dengan cara sama
-
31:57 - 32:00bhikkhu menghormati
kepala bhikkhu atau kepala biara. -
32:00 - 32:05Jadi, saat anda tiba disini,
tidak hubungan seperti itu, -
32:05 - 32:08antara bhikkhu junior
dan bhikkhu senior. -
32:08 - 32:12sehingga sulit dibangun
butuh waktu untuk membangun -
32:12 - 32:15Oleh karena itu lebih baik mengirimkan
para bhikkhu ke Thailand -
32:15 - 32:17untuk berlatih dan kembali lagi.
-
32:17 - 32:19Sekarang tidak bisa mengirimkan lagi.
-
32:20 - 32:24Supaya mereka punya perilaku tersebut,
bagaimana menangani kepala bhikkhu. -
32:24 - 32:26Tapi disini, mereka tidak mendapatkannya.
-
32:26 - 32:31Jadi, belaiu harus menghadapi para bhikkhu
dengan banyak strategi. -
32:31 - 32:35Oleh karena itu menurut saya Ajahn Brahm
sangat ahli dalam menanganinya, -
32:35 - 32:41karena cara demokratis adalah
cara yang Sang Buddha ajarkan ke kita. -
32:42 - 32:46Jadi bagaimana mengatasi orang dan
bagaimana melakukan Vinayakamma, -
32:46 - 32:49melakukan Vinaya dan berlatih Vinaya.
-
32:49 - 32:53Cara tersebut mengikuti
cara Sang Buddha. -
32:57 - 32:59Cara Ajahn Brahm membabarkan Dhamma
-
32:59 - 33:03bukan hanya umat Buddha
yang mendapatkan manfaat -
33:03 - 33:09tapi juga non-Buddhis.
-
33:09 - 33:15karena tujuan dari Dhamma adalah
-
33:15 - 33:21untuk kebaikan, kesejahteraan,
keselamatan dan kebahagiaan semua makhluk. -
33:21 - 33:30jadi tujuan dari pembabaran Dhamma
bisa tercapai. -
33:38 - 33:42Beliau menyediakan tempat yang indah
sangat indah, -
33:42 - 33:44satu-satunya di dunia,
-
33:46 - 33:51untuk memberikan tempat yang nyaman
untuk berlatih. -
33:51 - 33:56Saya telah pergi ke berbagai tempat untuk
berlatih. Anda tidak bisa mengalahkannya. -
33:56 - 34:03Jadi, saya menghargai visi kedepannya
Ajahn untuk menyiapkan tempat seperti itu. -
34:03 - 34:09Dimana saja beliau punya tur mengajar
beliau memilki retret meditasi, -
34:10 - 34:14bagi saya, hal itu sebagai merasakan
Dhamma kembali, -
34:15 - 34:16tidak hanya mendengarkannya.
-
34:16 - 34:21Jadi merasakan, berlatih, belajar,
-
34:21 - 34:27hanya itu caranya saya mengumpulkan
kebajikan, kebajikan diri sendiri. -
34:30 - 34:33Ketika saya belajar dari Ajahn Brahm
tentang "berdiam diri" -
34:33 - 34:36Saya akhirnya merasakan
nimitta untuk pertama kalinya. -
34:36 - 34:39Sungguh sangat berbeda dari
nimitta di Pah Awk. -
34:39 - 34:42Selama pelatihan "berdiam diri" disini
-
34:42 - 34:44Saya akhirnya mengerti
ajaran Sang Buddha. -
34:44 - 34:48Ketika kembali ke Korea saya coba
ajarkan dengan cara tradisional Korea -
34:48 - 34:51dan cara asli Sang Buddha
sesuai yang diajarkan Ajahn Brahm. -
34:51 - 34:55pelatihan tradisional saya selama 30 tahun
berubah total -
34:55 - 35:01hanya dari satu pelatihan dari Ajahn Brahm
-
35:01 - 35:04Setiap orang yang belajar ajaran asli
dari agama Buddha -
35:04 - 35:07tahu pengajaran luar biasa Ajahn Brahm.
-
35:07 - 35:15Saya sangat bersyukur dan berterima kasih
pada AJahn Brahm dan kelompoknya disini. -
35:50 - 35:54Dua tahun lalu, saat kita menyusun
sebuah program untuk beliau di Malaysia, -
35:54 - 35:55beliau menulis balasan, kata beliau
-
35:55 - 36:00"Victor, saya tidak muda lagi!
saya bhikkhu tua." -
36:00 - 36:08Jadi sekarang kami harus hati-hati
karena seringkali tanpa sadar -
36:08 - 36:12orang disekeliling kita sebenarnya
bertambah tua. -
36:12 - 36:17dan seiring para guru berumur,
kita harus merawat mereka dengan baik. -
36:23 - 36:27Selama enam tahun mengenal beliau
beliau telah bekerja dengan sangat keras -
36:27 - 36:34dan saya berharap beliau ada waktu untuk
dirinya sendiri. Itu harapan saya -
36:36 - 36:41dan untuk sungguh-sungguh menyerap,
-
36:41 - 36:50menerima kasih sayang dan penghormatan,
penghargaan, ucapan terima kasih. -
37:09 - 37:11Ini Ajahn Brahm
Itu Ajahn Brahm -
37:11 - 37:15Saya tidak mengenalnya sama sekali
dia adalah bagian dari imajinasiku. -
37:15 - 37:19Dia itu fatamorgana. Dia itu hayalan.
-
37:19 - 37:22Dia seperti pesulap
di persimpangan jalan. -
37:22 - 37:24Apa cerita yang paling anda suka tentang
Ajahn Brahm -
37:24 - 37:28Cerita yang disuka tentang Ajahn Brahm
adalah saat beliau sedang diwawancara -
37:28 - 37:30dan beliau merasa muak
beliau lalu memutuskan untuk kabur -
37:30 - 37:31Dadaaah!
-
37:31 - 37:33(tertawa)
- Title:
- Kehidupan Penuh Kebaikan - Persembahan Ulang Tahun ke-70 Ajahn Brahm
- Description:
-
more » « less
Video ini merupakan sebuah persembahan untuk Ajahn Brahm, disiapkan untuk ulang tahun beliau yang ke-70 pada 7 Agustus 2021. Video tersebut berisi klip-klip wawancara dari para Bhikkhu dan Bhikkhuni terkenal, seperti Ven Somdet Thepsirin, Bhikkhu Bodhi, Ven Analayo, Dhammananda Bhikkhuni, Ven Mettavihari, dan Ven Bhikkhuni Kusuma. Terdapat cuplikan Biara Bodhinyana untuk para Bhikkhu di Australia Barat, Biara Dhammasara untuk para Bhikkhuni, dan juga Thailand.
- Video Language:
- English
- Team:
Buddhist Society of Western Australia
- Duration:
- 38:52
| stevannie edited Indonesian subtitles for A Life of Kindfulness - A Tribute to Ajahn Brahm on His 70th Birthday | ||
| lelyhiryanto edited Indonesian subtitles for A Life of Kindfulness - A Tribute to Ajahn Brahm on His 70th Birthday | ||
| lelyhiryanto edited Indonesian subtitles for A Life of Kindfulness - A Tribute to Ajahn Brahm on His 70th Birthday | ||
| lelyhiryanto edited Indonesian subtitles for A Life of Kindfulness - A Tribute to Ajahn Brahm on His 70th Birthday | ||
| lelyhiryanto edited Indonesian subtitles for A Life of Kindfulness - A Tribute to Ajahn Brahm on His 70th Birthday | ||
| lelyhiryanto edited Indonesian subtitles for A Life of Kindfulness - A Tribute to Ajahn Brahm on His 70th Birthday | ||
| Indira Fernando edited Indonesian subtitles for A Life of Kindfulness - A Tribute to Ajahn Brahm on His 70th Birthday | ||
| lelyhiryanto edited Indonesian subtitles for A Life of Kindfulness - A Tribute to Ajahn Brahm on His 70th Birthday |