-
Hi, namaku Tony
dan ini adalah episode ringkas Every Frame a Painting
-
--Dr. Lecter namaku Clarice Starling
Boleh ku berbicara denganmu?
-
Topik hari ini adalah memenangkan adegan.
Dalam drama, dua karakter masuk ke ruangan.
-
Mereka menginginkan sesuatu dari yang lain
--Boleh kulihat tanda pengenalmu?
-
Pertanyaannya adalah:
siapa yang mendapatkan apa yang mereka inginkan?
-
--Lebih dekat.
-
Pertama kau lihat mereka menatap ke lensa, memeriksa sesama
-
Walau lecter di penjara di framing ini menunjukan ia dan Clarice sederajat
-
Tapi, saat ia menjatuhkan serangan pertama:
-
--Itu kadaluarsa dalam seminggu.
Kau bukan FBI betulan, kan?
-
Kita bergerak ke 'dari bahu'
yang tiap orangnya
-
membangun pertahanan.
Dan siapa yang berkuasa disini?
-
--Mohon duduk.
Dia
-
Mulai sekarang, kita selalu melihat dia agak kebawah,
dan dia agak keatas
-
--Sekarang, beritahu aku,
apa yang Miggs katakan padamu?
-
Selagi ia menatap mata kia,
ia melihat keluar kamera.
-
Sekarang kita didalam kepalanya.
Jonathan Demme akan memperkuat ini
-
dengan membuat kamera menyorot
kemana Clarice melihat
-
hanya untuk membawa kita kembali ke Lecter.
--Kau tahu Florence?
-
Ingat, ia disini untuk membuatnya melihat survey.
Tiap kali ia terdengar kentara
-
--Aku hanya menanyakanmu untuk melihat ini.
Diantara kau mau atau tidak.
-
Kita kembali ke sudut 'standoff' ini.
Tapi Lecter penasaran
-
untuk satu hal...
--Kau tahu kenapa ia dipanggil Buffalo Bill?
-
Jadi kita berubah. Sekarang dia menatap mata kita,
dan dia menatap keluar kamera
-
Kita bergerak kedalam sudut pandangnya
karena ia betul-betul tertarik
-
Dan hubungan mereka mulai mencair
Kau bisa mengenalinya
-
saat momen itu terjadi.
-
--Sebagian besar pembunuh berantai menyimpan Piala.
--Aku tidak.
-
--Tidak, tidak kau memakannya
-
Kita pikir Clarice menang.
-
Dia membuat dia melihat surveynya,
dan kita dapat close-up.
-
menekankan kepentingannya.
-
Tapi Lecter memutuskan
untuk membalikkan kondisi.
-
--Kau tahu kau terlihat seperti apa dengan tasmu
dan sepatu murahanmu
-
kau terlihat seperti orang udik
-
Ini pertama kalinya kamera 'dolly' selama adegan ini
-
dan berhenti dengan menyorot lecter secara normal,
dan Clarice kurang seimbang
-
Saat dia kira dia akan menang...
-
dia kalah.
-
Kalau kau memerhatikan kau akan mendapatkan
Lecter tidak lagi menatap
-
ke kamera, tapi agak keluar sedikit
-
Karena mereka tidak saling bertatapan lagi.
-
--Kembalilah kau ke sekolah Staling kecil
-
Dia berbalik dari kamera, dan di cerminkan
di gambar selanjutnya saat ia melakukan hal yang sama
-
Saat Miggs melakukan aksinya,
kita mendapat gerakan kamera kedua
-
dan kita dapat 'two-shot' pertama
dari sepanjang adegan.
-
Akhirnya, mereka berdua masuk
kedalam gambar.
-
Kameranya mendongak keatas,
dan kita tahu bahwa
-
ini adalah awal dari sebuah hubungan.
-
--Aku tidak berpendapat Miggs bisa mengendalikan lagi,
walau ia gila, PERGI SEKARANG.
-
Yang membuat dinamikanya menarik adalah
Lecter memenangkan adegannya
-
lalu ia membuang kemenangannya karena alasannya.
Clarice mendapati apa yang ia inginkan
-
tapi terasa seperti dipermalukan. Jika kau
menikmati latihan kecil ini, Aku sangat
-
sarankan untuk menonton interaksi lainya
diantara dua karakter ini
-
dimana diantaranya memiliki jawaban
yang agak berbeda dari pertanyaan
-
"Siapa yang memenangkan adegannya?"