< Return to Video

Tips menciptakan ketegangan dalam tulisan - Victoria Smith

  • 0:08 - 0:10
    Apa yang membuat kisah horor seram?
  • 0:10 - 0:12
    Mungkin kau bisa menambahkan
    monster mengerikan,
  • 0:12 - 0:13
    banjir darah,
  • 0:13 - 0:15
    dan kejutan di setiap sudut,
  • 0:15 - 0:19
    tetapi penulis horor klasik
    H.P. Lovecraft menulis,
  • 0:19 - 0:24
    "Rasa takut tertua dan terkuat
    datang dari yang tak diketahui."
  • 0:24 - 0:27
    Penulis menciptakan rasa takut
    bukan dari mengungkap horornya,
  • 0:27 - 0:31
    tetapi dengan membiarkan pembaca
    terjebak dalam antisipasi.
  • 0:31 - 0:35
    Dengan kata lain, dalam kondisi tegang.
  • 0:35 - 0:39
    Contoh paling umum ada
    di dalam film horor dan novel misteri.
  • 0:39 - 0:41
    Apa yang ada di rumah berhantu itu?
  • 0:41 - 0:44
    Siapa di antara tamu makan malam
    yang jadi pembunuhnya?
  • 0:44 - 0:47
    Tetapi, unsur ketegangan
    juga ada di genre lain.
  • 0:47 - 0:49
    Akankah si pahlawan berhasil?
  • 0:49 - 0:51
    Apakah pasangan itu akan bersama?
  • 0:51 - 0:56
    Rahasia gelap apa yang menyiksa
    si karakter utama?
  • 0:56 - 1:00
    Kuncinya adalah menciptakan
    satu atau beberapa pertanyaan,
  • 1:00 - 1:02
    yang membuat pembaca
    menginginkan jawabannya
  • 1:02 - 1:08
    dan menundanya sambil membuat mereka
    tertarik dan menebak-nebak.
  • 1:08 - 1:13
    Jadi, teknik apa saja
    yang bisa kamu gunakan dalam tulisan?
  • 1:13 - 1:15
    Batasi sudut pandang.
  • 1:15 - 1:19
    Hindari narator serba tahu
    yang melihat dan menjelaskan semuanya,
  • 1:19 - 1:23
    ceritakan kisahmu
    lewat perspektif si karakter.
  • 1:23 - 1:26
    Mereka mungkin tidak tahu apa-apa,
    seperti pembaca,
  • 1:26 - 1:29
    dan saat mereka tahu lebih banyak,
    kita juga sama.
  • 1:29 - 1:33
    Novel klasik seperti "Dracula" berkisah
    lewat surat dan buku harian
  • 1:33 - 1:35
    di mana karakter menyampaikan kisah mereka
  • 1:35 - 1:38
    dan ketakutan menghadapi
    apa yang akan datang.
  • 1:38 - 1:41
    Selanjutnya, pilih lokasi
    dan imaji yang tepat.
  • 1:41 - 1:47
    Rumah tua atau kastil
    dengan lorong berliku dan pintu rahasia
  • 1:47 - 1:51
    menunjukkan ada hal-hal buruk
    yang disembunyikan.
  • 1:51 - 1:56
    Malam hari, kabut, dan badai
    dapat membatasi pandangan
  • 1:56 - 1:59
    serta menghambat pergerakan karakter.
  • 1:59 - 2:03
    Itulah sebabnya London era Victoria
    menjadi latar belakang populer.
  • 2:03 - 2:07
    Bahkan tempat-tempat dan barang biasa
    bisa jadi menyeramkan
  • 2:07 - 2:10
    seperti di novel Gothic "Rebecca"
  • 2:10 - 2:17
    ketika bunga-bunga di rumah baru si tokoh
    digambarkan merah seperti darah.
  • 2:17 - 2:20
    Ketiga: bemainlah dengan gaya dan bentuk.
  • 2:20 - 2:24
    Kamu bisa membangun ketegangan
    bukan hanya dari apa yang terjadi
  • 2:24 - 2:28
    tetapi juga bagaimana hal itu disampaikan.
  • 2:28 - 2:32
    Edgar Allan Poe menuliskan kondisi mental
    narator di "The Tell-Tale Heart"
  • 2:32 - 2:36
    dengan kalimat terputus-putus
    yang berhenti tiba-tiba.
  • 2:36 - 2:39
    Juga kalimat-kalimat singkat lain
    di dalam cerita
  • 2:39 - 2:44
    memadukan kecepatan
    serta keheningan yang membebani.
  • 2:44 - 2:46
    Di layar lebar, sinematografi
    Alfred Hitchcock
  • 2:46 - 2:51
    terkenal dengan penggunaan
    keheningan panjang dan sorotan ke tangga
  • 2:51 - 2:54
    untuk menciptakan rasa tidak nyaman.
  • 2:54 - 2:56
    Keempat: gunakan ironi dramatis.
  • 2:56 - 2:59
    Jangan biarkan pembacamu
    terkatung-katung.
  • 2:59 - 3:02
    Terkadang, ketegangan terbaik dihasilkan
  • 3:02 - 3:08
    lewat bocoran rahasia ke pembaca,
    tetapi tidak ke karakter.
  • 3:08 - 3:11
    Teknik ini disebut ironi dramatis,
  • 3:11 - 3:13
    di mana misterinya bukan yang akan terjadi
  • 3:13 - 3:18
    tetapi kapan dan bagaimana
    si karakter akan tahu.
  • 3:18 - 3:20
    Dalam kisah klasik "Oedipus Rex",
  • 3:20 - 3:24
    karakter utama tidak tahu
    dia membunuh ayahnya
  • 3:24 - 3:25
    dan menikahi ibunya.
  • 3:25 - 3:30
    Tetapi penonton tahu dan melihat Oedipus
    mengetahui kebenarannya
  • 3:30 - 3:34
    menciptakan kisah dengan klimaks tragis.
  • 3:34 - 3:36
    Akhirnya, ada pemotongan mendadak.
  • 3:36 - 3:38
    Jangan gunakan terlalu banyak.
  • 3:38 - 3:43
    Ada yang menganggapnya trik murahan,
    tetapi ini memang efektif.
  • 3:43 - 3:47
    Ini adalah ketika suatu bab, episode,
    volume, atau musim
  • 3:47 - 3:51
    dipotong tepat sebelum sesuatu
    yang penting terjadi,
  • 3:51 - 3:55
    atau di tengah situasi berbahaya
    yang nyaris tak ada harapan.
  • 3:55 - 3:58
    Saat penantian, entah sebentar atau lama,
  • 3:58 - 4:02
    membuat kita membayangkan
    apa yang akan terjadi,
  • 4:02 - 4:04
    menciptakan ketegangan ekstra.
  • 4:04 - 4:07
    Hal yang buruk akan berhasil dihindari,
  • 4:07 - 4:10
    menciptakan kelegaan
    dan pelepasan emosional.
  • 4:10 - 4:14
    Tetapi kita tidak berhenti khawatir
    dan membayangkan saat berikutnya
  • 4:14 - 4:17
    ketika sang protagonis
    menghadapi bencana.
Title:
Tips menciptakan ketegangan dalam tulisan - Victoria Smith
Description:

Kunjungi halaman Patreon kami: https://www.patreon.com/teded

Tonton versi penuh: https://ed.ted.com/lessons/how-to-make-your-writing-suspenseful-victoria-smith

Apa yang membuat kisah horor menarik? Monster mengerikan dan banjir darah mungkin pilihan yang bagus, tetapi seperti kata penulis horor H. P. Lovecraft: "Rasa takut tertua dan terkuat adalah terhadap yang tidak diketahui." Penulis menciptakan rasa takut tidak dengan mengungkapkan kengeriannya, tetapi dengan membiarkan pembaca terkatung-katung di dalam kondisi tegang. Victoria Smith memberi beberapa tips untuk menambah unsur ketegangan di dalam tulisan.

Kuliah oleh Victoria Smith, disutradari oleh Silvia Prietov.

Terima kasih kepada patron kami untuk dukungannya! Tanpa Anda, kami tak akan bisa membuat video ini.

Carlos Castillo, Sage Curie, Ana Maria, Vignan Velivela, Ibel Wong, Ahmad Hyari, A Hundred Years, Eden Sher, Rikke Borgaard, IamJo , Travis Wehrman, Minh Tran, Louisa Lee, Kiara Taylor, KFerg, Hoang Viet, Nathan A. Wright, Joren Schiks, Аркадий Скайуокер, Milad Mostafavi.

more » « less
Video Language:
English
Team:
closed TED
Project:
TED-Ed
Duration:
04:36

Indonesian subtitles

Revisions