< Return to Video

Kontribusi para penjelajah perempuan - Courtney Stephens

  • 0:16 - 0:18
    Kini, kita masa bodoh
    dengan keingintahuan.
  • 0:18 - 0:20
    Kita yakin jika kita bekerja keras,
  • 0:20 - 0:22
    kita bisa berdiri
    di depan piramida,
  • 0:22 - 0:24
    menemukan spesies bunga baru,
  • 0:24 - 0:26
    atau bahkan pergi ke Bulan.
  • 0:26 - 0:28
    Namun, pada abad ke-18 dan 19,
  • 0:28 - 0:30
    perempuan memandang ke luar jendela
  • 0:30 - 0:32
    pada dunia yang tidak mungkin
    akan mereka jelajahi.
  • 0:32 - 0:35
    Kehidupan perempuan di
    zaman Ratu Victoria
  • 0:35 - 0:38
    banyak dihabiskan untuk pekerjaan
    rumah tangga dan bergunjing.
  • 0:38 - 0:40
    Meski melahap buku
    tentang perjalanan unik,
  • 0:40 - 0:42
    kebanyakan tak akan pergi dari
  • 0:42 - 0:43
    tempat kelahiran mereka.
  • 0:43 - 0:46
    Namun, ada beberapa
    perempuan Victoria, yang,
  • 0:46 - 0:47
    dengan keistimewaan
  • 0:47 - 0:48
    daya tahan,
  • 0:48 - 0:49
    dan kegigihan,
  • 0:49 - 0:52
    membentangkan layarnya ke alam liar.
  • 0:52 - 0:55
    Pada tahun 1869, Marianne North,
  • 0:55 - 0:57
    seorang tukang kebun dan
    pelukis amatir,
  • 0:57 - 0:58
    mengarungi samudra
    ke Amerika
  • 0:58 - 1:00
    dengan surat pengantar,
  • 1:00 - 1:00
    papan sangga,
  • 1:00 - 1:02
    dan kecintaan terhadap bunga.
  • 1:02 - 1:04
    Dia menempuh perjalanan
    hingga Jamaika,
  • 1:04 - 1:05
    Peru,
  • 1:05 - 1:06
    Jepang,
  • 1:06 - 1:07
    India,
  • 1:07 - 1:08
    Australia.
  • 1:08 - 1:11
    Bahkan dia mengunjungi semua benua
    kecuali Antartika
  • 1:11 - 1:13
    dengan tujuan untuk melukis
    jenis bunga baru.
  • 1:13 - 1:14
    "Aku kagum dengan banyaknya
  • 1:14 - 1:16
    objek yang harus dilukis," tulisnya.
  • 1:16 - 1:18
    "Bukit-bukit yang biru mempesona,
  • 1:18 - 1:20
    berbaris satu dengan yang lain.
  • 1:20 - 1:23
    Saya belum pernah melihat
    warna alami yang begitu kaya."
  • 1:23 - 1:24
    Tanpa pesawat ataupun mobil
  • 1:24 - 1:26
    dan terbatasnya jalan setapak,
  • 1:26 - 1:28
    menunggangi keledai,
  • 1:28 - 1:29
    menelusuri tebing,
  • 1:29 - 1:30
    dan menyeberangi rawa,
  • 1:30 - 1:31
    agar sampai ke tanaman yang dituju.
  • 1:31 - 1:34
    Semua dilakukan dengan
    pakaian sehari-harinya,
  • 1:34 - 1:35
    gaun panjang.
  • 1:35 - 1:38
    Dikarenakan fotografi
    belum sepenuhnya tercipta,
  • 1:38 - 1:41
    lukisan Marianne memberikan
    sekilas pandang bagi ahli botani Eropa,
  • 1:41 - 1:43
    beberapa tanaman
    paling aneh sedunia,
  • 1:43 - 1:46
    seperti kantong semar dari Kalimantan,
  • 1:46 - 1:48
    lili obor dari Afrika,
  • 1:48 - 1:50
    dan banyak spesies lain
    dinamai dengan namanya
  • 1:50 - 1:53
    sebagai orang Eropa pertama
    yang membuat katalog di alam liar.
  • 1:53 - 1:55
    Sementara itu di London,
  • 1:55 - 1:57
    Nona Mary Kingsley,
    seorang anak rumahan
  • 1:57 - 1:58
    dari dokter pengelana
  • 1:58 - 2:00
    yang suka mendengarkan
    kisah ayahnya
  • 2:00 - 2:02
    tentang adat suku pribumi di Afrika.
  • 2:02 - 2:04
    Di tengah masa penulisan buku,
  • 2:04 - 2:06
    ayahnya jatuh sakit dan
    meninggal dunia.
  • 2:06 - 2:09
    Ia pun memutuskan untuk
    menyelesaikan buku itu demi ayahnya.
  • 2:09 - 2:11
    Rekan-rekan ayahnya
    mencegahnya pergi
  • 2:11 - 2:13
    menakutinya dengan peta persebaran
    penyakit tropis,
  • 2:13 - 2:14
    tapi, ia tetap pergi,
  • 2:14 - 2:17
    mendarat di tempat yang sekarang
    Sierra Leone di tahun 1896
  • 2:17 - 2:20
    dengan dua koper besar dan
    rancangan buku.
  • 2:20 - 2:22
    Bertualang ke dalam hutan,
  • 2:22 - 2:23
    dia membuktikan adanya
  • 2:23 - 2:25
    makhluk yang masih dianggap mitos,
  • 2:25 - 2:26
    gorila.
  • 2:26 - 2:28
    Dia ingat berkelahi dengan buaya,
  • 2:28 - 2:30
    terjebak dalam tornado,
  • 2:30 - 2:32
    dan menggelitiki kuda nil
    dengan payungnya
  • 2:32 - 2:34
    agar menyingkir dari kanonya.
  • 2:34 - 2:36
    Terjatuh ke lubang berduri,
  • 2:36 - 2:39
    ia terselamatkan oleh
    roknya yang tebal.
  • 2:39 - 2:41
    "Seekor ular yang dimasak dengan baik
  • 2:41 - 2:44
    adalah salah satu makanan enak yang
    bisa didapat di sana," tulisnya.
  • 2:44 - 2:46
    Anda berpikir bahwa
    Indiana Jones lihai?
  • 2:46 - 2:49
    Kingsley dapat mengalahkannya
    dalam waktu singkat!
  • 2:49 - 2:50
    Namun, mengenai pembelotan,
  • 2:50 - 2:52
    mungkin tak ada penjelajah wanita
  • 2:52 - 2:54
    seberani Alexandra David-Neel.
  • 2:54 - 2:57
    Alexandra yang mempelajari
    agama-agama Timur
  • 2:57 - 2:58
    di rumahnya di Prancis,
  • 2:58 - 2:59
    sangat ingin membuktikan dirinya
  • 2:59 - 3:01
    pada akademisi Paris saat itu,
  • 3:01 - 3:03
    yang semuanya adalah laki-laki.
  • 3:03 - 3:05
    Dia memutuskan bahwa satu-satunya
    cara agar dianggap
  • 3:05 - 3:08
    adalah dengan mendatangi
    negeri dongeng Lhasa
  • 3:08 - 3:09
    di pegunungan Tibet.
  • 3:09 - 3:11
    "Orang-orang akan berkata,
  • 3:11 - 3:13
    "Wanita ini hidup dikelilingi
    hal yang dia ceritakan.
  • 3:13 - 3:16
    Ia menyentuh dan melihatnya,'" tulisnya.
  • 3:16 - 3:18
    Saat dia tiba di perbatasan di India,
  • 3:18 - 3:20
    dia dilarang untuk melintas.
  • 3:20 - 3:23
    Maka, dia pun menyamar
    menjadi pria Tibet.
  • 3:23 - 3:24
    Berbalutkan mantel bulu lembu
  • 3:24 - 3:26
    dan kalung tengkorak,
  • 3:26 - 3:28
    dia mendaki Himalaya yang sepi
  • 3:28 - 3:29
    hingga menuju Lhasa,
  • 3:29 - 3:31
    di mana pada akhirnya dia ditangkap.
  • 3:31 - 3:33
    Ia tahu makin berat perjalanan,
  • 3:33 - 3:34
    semakin unik ceritanya,
  • 3:34 - 3:37
    dia kemudian menulis buku
    tentang agama orang Tibet,
  • 3:37 - 3:39
    yang tidak hanya menimbulkan
    sensasi di Paris
  • 3:39 - 3:41
    tapi juga tetap berpengaruh sampai kini.
  • 3:41 - 3:43
    Para wanita pemberani ini, dan lainnya,
  • 3:43 - 3:44
    menjelajah demi membuktikan
  • 3:44 - 3:46
    bahwa hasrat untuk melihat
    semua sendiri
  • 3:46 - 3:49
    tidak hanya mengubah
    alur ilmu pengetahuan,
  • 3:49 - 3:51
    tapi juga mengubah ide tentang
    apapun yang mungkin.
  • 3:51 - 3:53
    Mereka menggunakan
    energi keingintahuan
  • 3:53 - 3:55
    untuk mencoba dan
    memahami sudut pandang
  • 3:55 - 3:57
    dan keunikan dari tempat-tempat baru,
  • 3:57 - 3:59
    karena mungkin mereka pun
  • 3:59 - 4:02
    dianggap tidak biasa oleh lingkungannya.
  • 4:02 - 4:03
    Tapi, perjalanan mengungkap
  • 4:03 - 4:06
    hal yang melampaui perjalanan itu sendiri,
  • 4:06 - 4:08
    sesuatu yang hanya bisa diungkap sendiri:
  • 4:08 - 4:10
    kesadaran atas jati diri mereka.
Title:
Kontribusi para penjelajah perempuan - Courtney Stephens
Description:

Simak pelajaran selengkapnya di: http://ed.ted.com/lessons/the-contributions-of-female-explorers-courtney-stephens

Selama era Victoria, jarang perempuan yang menjadi penjelajah ulung, namun beberapa perempuan tangguh dan pemberani telah membuat kontribusi besar dalam telaah tentang kawasan yang belum terjamah. Courtney Stephens meneliti tiga perempuan -- Marianne North, Mary Kingsley, dan Alexandra David-Néel -- yang tidak pernah menyerah (dan membuktikan kenapa kita harus bersyukur bahwa mereka melakukannya).

Materi oleh Courtney Stephens, animasi oleh Lizzi Akana.

more » « less
Video Language:
English
Team:
closed TED
Project:
TED-Ed
Duration:
04:26

Indonesian subtitles

Revisions