Indonesian subtitles

← Apa yang terjadi setelah kita mengembangkan vaksin COVID-19?

Get Embed Code
38 Languages

Showing Revision 8 created 11/26/2020 by Nathaniel Luis Reyhan Soesilo.

  1. Anak saya lahir di bulan Januari 2020
  2. sesaat sebelum lockdown di Paris.
  3. Dia tidak pernah takut
    pada orang bermasker

  4. karena hanya itu yang dia tahu.
  5. Anak perempuan saya
    yang berusia tiga tahun

  6. tahu cara mengatakan
    "gel hydro-alcoolique."
  7. Itu adalah bahasa Perancis
    untuk gel hidroalkohol.

  8. Pengucapannya sebenarnya
    lebih baik dari saya.

  9. Namun tak seorang pun
    ingin memakai masker
  10. atau mencuci tangan dengan
    hand sanitizer setiap 20 detik.
  11. Kita melihat R&D dengan putus asa
    mencari sebuah solusi:
  12. sebuah vaksin.
  13. Hal ini sangat menarik

  14. karena kita menganggap penemuan vaksin
    sebagai sebuah Cawan Suci.
  15. Namun ada beberapa alternatif
    yang ingin saya bahas di sini.
  16. Saya bukan dokter, saya hanya konsultan.
  17. Klien saya fokus pada kesehatan --
  18. perusahaan biofarma, penyedia,
    institusi kesehatan global --
  19. dan mereka telah mendidik saya.
  20. Kita perlu menemukan alat
    untuk melawan COVID,
  21. dan kita harus membuatnya
    mudah diakses semua orang.
  22. Pertama, satu vaksin tidak akan
    menyelesaikan masalah ini.

  23. Yang kita butuhkan
    adalah alat yang sangat banyak.
  24. Kita butuh vaksin, obat, dan diagnosis
    untuk memastikan
  25. bahwa kita dapat mencegah,
    mengidentifikasi, dan menyembuhkan COVID
  26. dalam berbagai macam populasi.
  27. Kedua, ini tidak hanya
    tentang menemukan sebuah alat.

  28. Apa yang Anda kira akan terjadi
    ketika salah satu uji klinis
  29. membuktikan bahwa alatnya efektif?
  30. Apakah kita bisa lari ke apotek terdekat,
  31. mendapatkan produknya,
    lalu melepaskan masker
  32. dan lalu bisa melakukan
    ciuman Perancis?
  33. Tidak.
  34. Menemukan alat efektif hanyalah
    satu langkah dalam pertarungan besar ini
  35. karena ada perbedaan
    antara keberadaan produk
  36. dan akses ke produk tersebut.
  37. Sekarang Anda pasti berpikir,

  38. "Oh, itu berarti negara lain
    harus menunggu."
  39. Tidak, bukan itu poin saya.
  40. Bukan hanya orang lain
    yang harus menunggu,
  41. tetapi setiap dari kita juga harus.
  42. Hal sederhana dari COVID adalah
    kecepatan dan skalanya
  43. memaparkan kita semua dengan
    tantangan yang tidak terbiasa kita hadapi.
  44. Ingatkah ketika China lockdown?
  45. Apakah Anda terpikir
    kita akan ada di situasi yang sama
  46. beberapa minggu kemudian?
  47. Saya tentu tidak terpikir.
  48. Mari kita berpikir secara teoretis
    jika kita memiliki vaksin.

  49. Dalam hal ini, tantangan selanjutnya
    adalah pasokan.
  50. Perkiraan komunitas global saat ini
    adalah pada akhir tahun 2021,
  51. lebih dari satu tahun
    setelah vaksinnya ditemukan,
  52. kita akan memiliki dosis yang cukup
    untuk satu hingga dua miliar
  53. dari total delapan miliar orang di Bumi.
  54. Jadi, siapakah yang harus menunggu?
  55. Bagaimana dengan aksesnya
    ketika pasokan menipis?
  56. Skenario nomor satu:

  57. kita biarkan kekuatan pasar bermain,
  58. dan mereka yang dapat membayar
    dengan mahal atau dengan cepat
  59. akan mendapat akses
    ke produknya lebih dulu.
  60. Ini sama sekali tidak adil,
  61. tetapi skenario ini
    sangat mungkin terjadi.
  62. Skenario nomor dua:

  63. kita dapat setuju
    berdasarkan kesehatan masyarakat,
  64. siapa yang dapat produknya dulu.
  65. Katakanlah tenaga kesehatan
    menjadi prioritas utama,
  66. kemudian para lansia,
    setelah itu baru masyarakat umum.
  67. Sekarang izinkan saya lebih provokatif.

  68. Skenario nomor tiga:
  69. negara yang telah menunjukkan
    kemampuan mengelola pandemi dengan baik
  70. akan mendapatkan produknya lebih dulu.
  71. Ini hanya sekedar prediksi,
    bukan sepenuhnya fiksi ilmiah.
  72. Beberapa tahun lalu, ketika pasokan
    obat TBC tingkat dua menjadi langka,
  73. sebuah pasukan khusus dibentuk
  74. untuk menentukan negara mana
    yang punya sistem kesehatan yang bagus
  75. untuk memastikan bahwa
    produk didistribusikan dengan tepat
  76. dan pasien mengikuti
    rencana perawatan mereka dengan benar.
  77. Negara terpilih tersebut
    mendapatkan akses pertama.
  78. Atau skenario nomor empat:

  79. kita dapat menentukannya secara acak,
  80. misalnya, orang-orang divaksin
    pada hari ulang tahun mereka.
  81. Sekarang izinkan saya bertanya.

  82. Bagaimana perasaan Anda ketika
    membayangkan adanya vaksin di masa depan,
  83. namun Anda masih harus mengenakan masker
    dan anak-anak tetap bersekolah dari rumah,
  84. dan Anda tidak dapat bekerja
    sesuai keinginan
  85. karena Anda tidak memiliki akses
    ke produk tersebut?
  86. Bukankah setiap hari yang berlalu
    akan terasa tidak adil?
  87. Tetapi, coba tebak.
  88. Ada banyak penyakit yang bisa diobati
    dan disembuhkan,
  89. namun orang-orang tetap terinfeksi
    dan meninggal setiap tahunnya.
  90. Misalnya TBC:

  91. 10 juta orang terinfeksi setiap tahunnya.
  92. 1,5 juta orang sekarat,
  93. meskipun kita telah memiliki obatnya.
  94. Semua itu karena
    kita belum sepenuhnya mengetahui
  95. beberapa isu aksesnya yang penting.
  96. Akses yang merata
    adalah hal yang benar,

  97. tetapi di luar argumen kemanusiaan ini,
    saya harap kita bisa lebih sensitif lagi,
  98. mengetahui bahwa kita telah
    mengalaminya langsung,
  99. terdapat perdebatan ekonomi dan kesehatan
    terhadap akses merata.
  100. Argumen kesehatan mengatakan,
    selama virusnya hidup di suatu tempat,
  101. kita semua berisiko
    melihat kasus reimported.
  102. Argumen ekonomi berpendapat
    bahwa karena adanya ketergantungan
  103. di dalam ekonomi kita,
  104. ekonomi lokal tidak dapat mengulang
    jika yang lain tidak melakukannya.
  105. Pikirkan sektor yang bergantung
    pada mobilitas global
  106. seperti pesawat terbang
    atau travel dan pariwisata.
  107. Pikirkan rantai pasokan
    yang mengitari seluruh dunia
  108. seperti industri tekstil dan otomotif.
  109. Pikirkan pangsa pertumbuhan ekonomi
    yang berasal dari pasar negara berkembang.
  110. Kenyataannya, kita butuh semua negara
    untuk mengakhiri pandemi bersama-sama.
  111. Jadi, pemerataan akses
    bukan hanya hal yang tepat,
  112. tetapi juga bijak untuk dilakukan.
  113. Tetapi bagaimanakah caranya?
  114. Mari kita samakan pendapat
    mengenai arti dari "akses."

  115. Akses berarti ada produk yang tersedia
    dan bekerja dengan baik;
  116. telah disetujui oleh otoritas setempat;
  117. terjangkau;
  118. dan juga terbukti bahwa
    produknya bekerja
  119. di semua masyarakat
    yang membutuhkannya,
  120. termasuk wanita hamil, orang dengan
    penyakit sistem imun, atau anak-anak;
  121. ini juga bisa didistribusikan
    ke berbagai macam kalangan
  122. seperti rumah sakit atau klinik terpencil,
    daerah dengan iklim panas maupun dingin;
  123. dan kita dapat memproduksinya
    dalam skala yang tepat.
  124. Saya tahu itu daftar yang sangat panjang
  125. dan dalam situasi yang terkendali,
  126. kita akan mengatasi isu ini
    satu demi satu secara berurutan
  127. yang akan memakan waktu lama.
  128. Jadi, apa yang kita lakukan?
  129. Akses masih bukan
    sebuah tantangan baru,

  130. dalam hal COVID,
  131. saya harus mengatakan
    kita melihat kolaborasi yang luar biasa
  132. dari organisasi internasional, masyarakat,
    bidang industri, dan lainnya
  133. untuk mempercepat akses:
  134. bekerja secara paralel,
  135. mempercepat proses regulasi,
  136. mekanisme kebutuhan teknik,
  137. mengamankan pasokan,
    mobilisasi sumber daya, dan lain-lain.
  138. Namun, kita cenderung
    menghadapi situasi di mana, contohnya,
  139. vaksinnya harus disimpan terus menerus
    pada suhu -80 derajat Celsius;
  140. atau di mana pengobatannya perlu diberikan
    oleh tenaga kesehatan khusus;
  141. atau di mana diagnosisnya
    harus dianalisis oleh lab yang mutakhir.
  142. Lalu apa lagi yang bisa kita lakukan?
  143. Memaksa logika
    bahwa komunitas kesehatan global

  144. telah menganjurkan selama empat tahun,
  145. ada tambahan satu hal
    yang menurut saya dapat membantu.
  146. Ada sebuah konsep pada
    manufaktur dan pengembangan produk
  147. yang disebut "rancangan untuk biaya."
  148. Ide dasarnya adalah
  149. pengelolaan biaya terjadi bersamaan
    dengan perancangan produknya,
  150. dibandingkan dengan
    produk yang dirancang terlebih dahulu
  151. dan kemudian dikerjakan ulang
    untuk menekan biaya.
  152. Itu adalah metode sederhana
    yang menjamin
  153. bahwa ketika biaya telah dianggap
    sebagai kriteria utama sebuah produk,
  154. itu menjadi target sejak hari pertama.
  155. Dalam konteks kesehatan dan akses,

  156. saya kira ada potensi
    yang belum dimanfaatkan
  157. dalam R&D untuk akses,
  158. seperti "rancangan untuk biaya"
    manufaktur.
  159. Hal ini berarti,
    daripada mengembangkan produk,
  160. kemudian menyesuaikannya
    untuk memastikan akses yang merata,
  161. semua hal pada daftar
    yang saya sebutkan
  162. akan dibuat ke dalam proses
    R&D dari awal
  163. dan ini akan menguntungkan kita.
  164. Sebagai contoh,

  165. jika kita mengembangkan sebuah produk
  166. dengan mempertimbangkan akses merata,
  167. kita mungkin bisa mengoptimalkan
    skala yang lebih cepat.
  168. Menurut pengalaman saya,
    pengembang obat biasanya fokus
  169. pada penemuan dosis yang cocok
  170. hanya setelah mereka mengoptimalkan dosis
    dan melakukan penyesuaian.
  171. Bayangkan tentang produk kandidat
  172. yang bahan aktifnya
    adalah sumber daya yang langka.
  173. Bagaimana jika kita fokus
    pada pengembangan pengobatan
  174. yang menggunakan jumlah bahan aktif
    yang serendah mungkin?
  175. Itu dapat membantu kita memproduksi
    lebih banyak dosis.
  176. Kita ambil contoh lain.

  177. Jika kita mengembangkan
    produk dengan akses yang merata,
  178. kita mungkin bisa mengoptimalkan
    penyaluran massal lebih cepat.
  179. Di negara-negara maju,
  180. kita memiliki kapasitas sistem kesehatan
    yang kuat.
  181. Kita dapat menyalurkan produk
    sesuai keinginan.
  182. Jadi kita sering mengabaikan fakta
    bahwa produk dapat disimpan
  183. di lingkungan dengan pengontrol suhu
  184. atau memerlukan ahli tenaga medis
    untuk memberikannya.
  185. Tentu saja,
  186. lingkungan dengan pengontrol suhu
    dan ahli tenaga kesehatan
  187. tidak tersedia di semua tempat.
  188. Jika kita datangi R&D
  189. dengan pemikiran terbatas
    tentang sistem kesehatan yang lemah,
  190. kita mungkin akan jadi kreatif
  191. dan segera mengembangkan, contohnya,
    produk suhu-agnostik,
  192. atau produk yang mudah dikonsumsi
    seperti vitamin,
  193. atau formula jangka panjang,
    bukan dosis berulang.
  194. Jika kita mampu memproduksi
    dan mengembangkan
  195. alat sederhana tersebut,
    tentu ini akan menambah keuntungan
  196. dengan mengurangi beban
    sistem kesehatan dan rumah sakit
  197. untuk negara dengan penghasilan tinggi
    maupun rendah.
  198. Mengingat kecepatan virus

  199. dan besarnya konsekuensi
    yang kita hadapi,
  200. saya kira kita harus
    terus menantang diri sendiri
  201. untuk menemukan cara tercepat
    untuk membuat produk yang melawan COVID
  202. dan pandemi di masa depan
    yang mudah diakses semua orang.
  203. Menurut pandangan saya,

  204. kecuali jika virusnya menghilang,
  205. ada dua cara mengakhiri cerita ini.
  206. Entah neracanya condong ke satu arah:
  207. hanya beberapa dari kita
    mendapat akses ke produknya
  208. dan COVID masih menjadi ancaman
    bagi kita semua,
  209. atau kita seimbangkan neracanya,
  210. kita semua dapat akses ke senjatanya
    dan bangkit bersama-sama.
  211. R&D yang inovatif
    tak bisa mengalahkan COVID sendirian,
  212. namun manajemen inovatif R&D
    mungkin dapat membantu.
  213. Thank you.