Indonesian subtitles

← Untuk mengubah kesejahteraan anak, abaikan ras

Get Embed Code
29 Languages

Showing Revision 24 created 12/22/2020 by Ade Indarta.

  1. Saya ingin Anda membayangkan diri
    sebagai pekerja Komisi Perlindungan Anak
  2. dan harus menangani kasus
    kekerasan anak.

  3. Anda masuk ke rumah, tanpa informasi,
    tiba-tiba, dan tidak diundang.
  4. Hal pertama yang Anda lihat adalah
    kasur di tengah kamar, di lantai.
  5. Tiga anak tertidur di lantai.
  6. Ada meja kecil di dekatnya
    dengan beberapa asbak,
  7. kaleng bir kosong.
  8. Perangkap tikus besar dipasang
    di sudut ruangan,
  9. di dekat tempat anak-anak tidur.
  10. Jadi Anda membuat catatan.
  11. Sebagian tugas Anda adalah
    menyisir seluruh rumah.
  12. Anda mulai dari dapur,
    di mana hanya ada sedikit makanan.
  13. Anda melihat kasur lain
    di kamar tidur, di lantai,
  14. yang digunakan sang ibu dengan bayinya.
  15. Melihat semua itu,
    ada 2 kemungkinan yang terjadi:

  16. Anak-anak tak terurus,
    lalu diambil dari rumah,
  17. dan dijaga oleh negara
    sementara waktu
  18. Atau mereka tetap bersama keluarganya
  19. dan mendapat bantuan kesejahteraan.
  20. Saat menjadi pekerja
    Komisi Perlindungan Anak,

  21. saya melihat hal-hal seperti ini
    sepanjang waktu.
  22. Beberapa kondisinya baik,
    beberapa buruk.
  23. Bayangkan Anda berada di rumah itu,
  24. apa yang terlintas dalam pikiran Anda.
  25. Apa petunjuk keputusan Anda?
  26. Apa yang memengaruhi opini Anda
    tentang keluarga itu?
  27. Apa ras, etnis, keluarga itu?
  28. Saya ingin Anda paham
    jika anak-anak itu berkulit putih,

  29. kemungkinan keluarga mereka
    tetap bersama setelah kunjungan itu.
  30. Riset dari University of Pennsylvania
  31. menemukan rata-rata keluarga kulit putih,
    mendapatkan bantuan dan dukungan
  32. dari sistem kesejahteraan anak.
  33. Dan kasus mereka tidak diselidiki
    secara utuh.
  34. Di sisi lain,
    jika anak-anak itu berkulit hitam,
  35. mereka 4 kali lebih mungkin
    untuk dikeluarkan,
  36. mereka menghabiskan waktu
    yang lebih lama di pengasuhan,
  37. dan sulit menemukan mereka
    di panti asuhan yang baik.
  38. Pengasuhan dimaksudkan sebagai
    perlindungan langsung

  39. bagi anak yang berisiko tinggi.
  40. Tapi itu juga jalan keluar yang
    kacau dan traumatis dari keluarga.
  41. Penelitian di University of Minnesota
  42. menemukan bahwa anak-anak
    yang menjalani pengasuhan
  43. memiliki lebih banyak
    masalah perilaku dan internal
  44. dibanding yang tetap bersama keluarganya
    saat menerima bantuan dan dukungan.
  45. Skenario yang saya sebutkan sebelumnya
    tidak jarang.

  46. Seorang ibu tunggal,
    hidup di perumahan sederhana
  47. dengan keempat anaknya.
  48. Dan tikus membuat mereka tidak bisa
    menyimpan makanan,
  49. apalagi makanan segar di rumah.
  50. Apakah pantas anak-anak itu
    diambil dari ibunya?
  51. Emma Ketteringham,
    seorang pengacara keluarga,

  52. mengatakan bahwa jika Anda tinggal
    di lingkungan yang miskin,
  53. sebaiknya jadilah
    orangtua yang sempurna.
  54. Dia berkata, kita sering membuat standar
    yang tidak adil & terjangkau
  55. pada orang tua miskin
    yang membesarkan anak-anaknya.
  56. Lingkungan dan etnis
  57. memengaruhi apakah anak itu
    diambil atau tidak.
  58. Selama 2 tahun menangani
    kesejahteraan anak,
  59. saya membuat keputusan
    berisiko tinggi.
  60. Dan saya melihat bagaimana
    nilai-nilai pribadi memengaruhi pekerjaan.
  61. Sekarang, sebagai pekerja sosial
    di Florida State University,

  62. saya memimpin institut
  63. membantu penelitian kesejahteraan anak
    yang paling inovatif dan efektif.
  64. Riset menyatakan ada 2 kali lebih banyak
    anak kulit hitam di panti asuhan,
  65. 28%,
  66. dibandingkan populasi keseluruhan, 14%.
  67. Dan meskipun ada
    beberapa alasan mengapa,
  68. saya ingin membahas satu alasan:
  69. bias implisit.
  70. Kita mulai dengan "implisit"

  71. Di bawah alam sadar,
    sesuatu yang tidak Anda sadari.
  72. Bias - kebiasaan dan sikap
  73. yang kita miliki tentang
    kelompok orang tertentu.
  74. Jadi, bias implisit inilah yang meninjau
    latar belakang
  75. setiap keputusan yang kita buat.
  76. Bagaimana kita menanganinya?
  77. Saya bagikan
    solusi yang menjanjikan ini.

  78. Hampir setiap negara bagian,
  79. ada banyak anak kulit hitam
    yang masuk panti asuhan.
  80. Tetapi data menyatakan
    bahwa Nassau County,
  81. sebuah komunitas di New York,
  82. telah berhasil mengurangi jumlah
    anak kulit hitam yang dipindahkan.
  83. Dan pada tahun 2016, saya masuk
    ke komunitas itu dengan tim
  84. dan memimpin studi penelitian
  85. menemukan adanya pembuatan keputusan
    yang bias.
  86. Inilah caranya.

  87. Seorang pekerja menanggapi
    laporan kekerasan anak.
  88. Mereka pergi ke rumah itu,
  89. namun sebelum anak itu diambil,
  90. pekerja harus kembali ke kantor
  91. dan melaporkan apa yang ia temukan.
  92. Tapi bedanya :
  93. Ketika dia mempresentasikan
    ke komite,
  94. mereka menghapus
    nama, etnis, lingkungan, ras
  95. semua informasinya.
  96. Mereka fokus pada apa yang terjadi,
    daya keluarga, latar belakang
  97. dan kemampuan orang tua melindungi anak.
  98. Dengan informasi itu,
    komite membuat rekomendasi,
  99. tanpa mengetahui ras keluarganya.
  100. Penghapusan buta membuat dampak
    yang drastis di komunitas itu.
  101. Pada tahun 2011, 57% anak-anak
    yang masuk panti asuhan, berkulit hitam.
  102. Namun 5 tahun setelah penghapusan buta,
    angkanya turun menjadi 21%.
  103. (Tepuk tangan)

  104. Ini yang kami pelajari saat berbicara
    dengan beberapa pekerja.

  105. "Ketika sebuah keluarga punya
    masa lalu dengan departemen,
  106. kita yang memberatkan mereka
    dengan masa lalu itu,
  107. walaupun mereka telah mencoba
    untuk berubah."
  108. "Ketika saya melihat kasus
    dari gedung apartemen,
  109. lingkungan, atau kode pos tertentu,
  110. saya langsung berpikir hal yang buruk."
  111. “Kesejahteraan anak sangat subjektif,
    karena berhubungan dengan emosional.
  112. Tidak ada orang yang tidak memiliki emosi
    dalam pekerjaan ini.
  113. Dan sangat sulit meninggalkan
    semua barang di depan pintu
  114. saat melakukan misi ini.
  115. Jadi, mari hilangkan
    subjektivitas ras dan lingkungan
  116. dan Anda mungkin mendapatkan
    hasil yang berbeda. "
  117. Penghapusan buta tampaknya
    membawa kita lebih dekat

  118. untuk memecahkan masalah bias implisit
    dalam keputusan pengasuhan.
  119. Langkah saya selanjutnya adalah
    menemukan cara
  120. menggunakan kecerdasan buatan
    dan pembelajaran mesin
  121. untuk meningkatkan skala proyek
  122. dan dapat diakses oleh negara bagian lain.
  123. Kita bisa mengubah kesejahteraan anak.
  124. Kami dapat minta
    pertanggungjawaban organisasi
  125. untuk mengembangkan
    kesadaran sosial karyawan.
  126. Kita meminta
    pertanggungjawaban diri
  127. untuk memastikan keputusan kita didorong
    oleh etika dan keselamatan.
  128. Bayangkan kesejahteraan anak
    berfokus pada relasi dengan orang tua,
  129. memberdayakan keluarga,
  130. dan tidak melihat kemiskinan
    sebagai kegagalan.
  131. Mari bekerja sama untuk membangun sistem
  132. yang ingin membuat keluarga lebih kuat
    daripada memisahkan mereka.
  133. Terima kasih.

  134. (Tepuk tangan) (Sorakan)