Indonesian subtítols

← Dua hal penting agar Anda menjadi lebih bahagia | Dr. Gillian Mandich | TEDxWindsor

Obtén el codi d'incrustació
16 llengües

Showing Revision 8 created 03/08/2020 by Deera Army Pramana.

  1. Apa yang membuat Anda bahagia?
  2. Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar
    pertanyaan tersebut?
  3. Apa Anda mampu menjawabnya dengan cepat,
  4. atau Anda harus berpikir agak lama?
  5. Tampak seperti
    pertanyaan sederhana, bukan?
  6. "Apa yang membuat Anda bahagia?"
  7. Dan keinginan untuk menjadi bahagia
    adalah hal normal bagi manusia,
  8. Namun, terkadang tidak mudah
    untuk menjawab pertanyaan tersebut.
  9. Beberapa tahun lalu, saya mulai
    banyak berpikir tentang kebahagiaan.
  10. Saya lalu benar-benar bercermin
    pada kehidupan saya
  11. dan bertanya pada diri sendiri
    tentang kebahagiaan.
  12. Salah satu pertanyaan yang mulai
    saya pikirkan adalah
  13. "Apakah saya sebahagia
    yang saya bisa sekarang?"
  14. Saya merenungkannya
  15. dan sejujurnya, saya menyadari
    jawabannya adalah tidak.
  16. Saya tidak sebahagia yang saya bisa.
  17. Kemudian saya memikirkan alasannya.
  18. Karena, ketika Anda merenungkan
    segala hal tentang kehidupan,
  19. kita tidak pernah benar-benar diajarkan,
    secara formal, cara menjadi bahagia.
  20. Coba pikirkan.
  21. Di bangku sekolah, Anda mempelajari
    matematika dan sains,
  22. tetapi tidak tersedia kelas
    tentang cara menjadi bahagia.
  23. Gagasan-gagasan dan pertanyaan-pertanyaan
    ini mulai berkeliaran dalam benak saya,
  24. dan di waktu yang sama, saya sedang
    menjalani S-3 di bidang ilmu kesehatan.
  25. Karena tidak mampu
    menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi,
  26. Layaknya para peneliti pada umumnya,
    saya membaca hasil-hasil penelitian.
  27. Saya mulai belajar tentang kebahagiaan.
  28. Begitu menariknya hal yang saya pelajari,
  29. sehingga saya mengganti topik penelitian,
  30. dan mulai meneliti tentang kebahagiaan.
  31. Saya menulis disertasi
    terkait kebahagiaan.
  32. Terkait kebahagiaan,
  33. banyak data yang menunjukkan
    betapa pentingnya kebahagiaan.
  34. Namun, jika Anda memikirkan hidup Anda
    dan mengungkapkannya saat ini,
  35. tak peduli seberapa bahagia
    atau tidak bahagia,
  36. berdasarkan penelitian,
  37. sangat mungkin bagi Anda
    untuk menjadi lebih bahagia.
  38. Dan jika Anda tidak bisa lebih bahagia
    dalam hidup Anda,
  39. Anda mungkin melewatkan sesuatu
  40. dan tidak sedang hidup sebahagia mungkin.
  41. Coba pikirkan.
  42. Jika kehidupan Anda sekarang
    bukanlah yang paling bahagia,
  43. Anda seperti menjalani kehidupan analog,
  44. alih-alih kehidupan berkualitas tinggi.
  45. Sebagai peneliti kebahagiaan,
  46. saya mendapat banyak pertanyaan
    tentang kebahagiaan.
  47. Di antara pertanyaan itu,
    yang paling banyak ditanyakan adalah
  48. "Gillian, apa yang harus saya ketahui
    atau lakukan atau lihat,
  49. hal apakah yang harus saya ketahui
    untuk menjadi bahagia?"
  50. Dan tahukah Anda,
  51. faktanya, tidak ada hal semacam itu.
  52. Tidak ada pil ajaib untuk kebahagiaan.
  53. Andalah apotekernya.
  54. Semuanya terserah Anda.
  55. Tak seorang pun bisa menulis resep
    kebahagiaan Anda, kecuali Anda sendiri.
  56. Jadi, walaupun saya meneliti kebahagiaan,
    saya tak bisa meresepkannya untuk Anda.
  57. Tetapi, saya bisa berbagi dengan Anda
  58. dua hal paling berpengaruh
    yang saya pelajari dalam penelitian saya
  59. agar Anda menjadi lebih bahagia.
  60. Pertama, Anda tidak bisa
    hanya mengharapkan kebahagiaan.
  61. Kebahagiaan tidak begitu saja terjadi.
  62. Dibutuhkan kinerja, niat, dan usaha.
  63. Kebahagiaan bukanlah merupakan tujuan,
  64. melainkan sebuah penerapan.
  65. Hasil-hasil penelitian pun
    mendukung gagasan ini,
  66. Saya juga mengamatinya
    pada data penelitian saya.
  67. Saya bekerja sama dengan UC Berkeley
    untuk pendidikan S-3 saya
  68. dan melakukan percobaan secara online
    selama empat pekan
  69. terhadap mahasiswa saya.
  70. Hal yang mereka lakukan tiap pekan
    adalah menonton serangkaian video
  71. untuk belajar tentang
    mengapa kebahagiaan itu penting,
  72. rasa syukur, perhatian, persahabatan,
    relasi, hubungan sosial.
  73. Sehingga, saya harus merekrut mahasiswa
    untuk penelitian saya.
  74. Dan berdasarkan perhitungan ukuran sampel,
  75. saya membutuhkan 60 mahasiswa
  76. untuk memperoleh sampel yang cukup banyak.
  77. Jadi, saya mengirimkan surel
    kepada semua mahasiswa S-1 saya,
  78. saya memiliki 1.282 mahasiswa,
  79. semuanya menyatakan ingin terlibat
    dalam penelitian saya.
  80. Tidak hanya terdapat minat
    untuk menjadi bahagia,
  81. tetapi juga ada perubahan
    yang signifikan secara statistik
  82. pada kebahagiaan mahasiswa
    selama penelitian saya.
  83. Ketika mahasiswa memulai, sampai akhir,
    terlihat pada grafik
  84. mereka lebih bahagia di akhir penelitian
    karena Anda tidak bisa hanya berharap,
  85. Anda harus mengambil tindakan
    yang terencana untuk bahagia.
  86. Lalu, hal kedua yang saya pelajari adalah
    bahwa lingkungan berperan penting.
  87. Apa maksud saya?
  88. Ada sebuah penelitian
    di Universitas Missouri.
  89. Peserta penelitian dibawa ke laboratorium
    untuk mendengarkan penggalan musik.
  90. Grup pertama masuk,
  91. dan mereka mendengarkan penggalan musik
    "The Rite of Spring" karya Stravinsky.
  92. Lagu ini digambarkan sebagai
    lagu yang netral secara hedonis.
  93. Maksudnya adalah,
  94. lagu ini tidak terlalu membangkitkan
    perasaan positif, bahagia, atau senang.
  95. Saya akan memutar potongannya.
  96. Bunyinya seperti ini.
  97. (Musik: "The Rite of Spring")
  98. Salah satu grup,
    setengah dari jumlah peserta
  99. mendengarkan "The Rite of Spring"
    oleh Stravinsky,
  100. lalu setengah peserta lagi, masuk,
  101. dan mendengarkan
    karya dari Copland berjudul "Rodeo".
  102. Adapun lagu ini disebut positif
    secara hedonis,
  103. atau merupakan musik ceria.
  104. Bunyinya seperti ini.
  105. (Musik: "Rodeo")
  106. Bagaimana?
    Apakah Anda jadi lebih bahagia?
  107. (Tertawa)
  108. Jadi, ketika para peserta masuk
  109. dan mendengarkan musik
    yang ambigu dan netral
  110. atau musik yang ceria
  111. para peserta dibagi lagi.
  112. Sebagian peserta diminta,
    "Dengarkan saja penggalan musik ini."
  113. Sebagian lain diminta,
    "Dengarkan penggalan musik ini
  114. dan cobalah untuk lebih bahagia."
  115. Jadi, dari keempat grup yang ada
    dalam penelitian ini,
  116. satu-satunya yang merasakan peningkatan
    pada kebahagiaan mereka
  117. adalah grup yang mendengarkan
    musik positif
  118. dan mencoba untuk bahagia.
  119. Sedangkan grup yang mendengarkan
    musik ambigu dan netral
  120. tidak merasakan peningkatan serupa
    walaupun mereka berusaha untuk bahagia.
  121. Ini mengajarkan apa?
  122. Bahwa lingkungan penting.
  123. Niat saja tidak cukup.
  124. Ingin bahagia tidaklah cukup.
  125. Kita harus menciptakan lingkungan sekitar
  126. yang kondusif untuk mendukung
    kebahagiaan kita.
  127. Jadi, jika Anda memikirkan
    hidup Anda saat ini,
  128. Pikirkan lingkungan Anda berada:
  129. Siapa dan apa yang Anda pilih
    untuk berada di sekitar Anda?
  130. Siapa yang Anda ikuti di media sosial?
  131. Musik, buku audio, atau siniar
    seperti apa yang Anda dengarkan?
  132. Seberapa banyak Anda menonton berita?
  133. Lalu bagaimana perasaan Anda
    terkait semua itu?
  134. Semua hal ini sangatlah penting,
  135. dan memengaruhi kebahagiaan Anda.
  136. Sebagai penutup, saya ingin mengajak Anda
  137. merenungkan perasaan Anda saat ini,
  138. Seberapa bahagia Anda.
  139. Apa Anda merasa lebih bahagia,
    kurang bahagia?
  140. Bagaimanapun perasaan Anda,
  141. saya jamin, sangat mungkin
    untuk merasa lebih bahagia.
  142. Kemudian, dengan mengingat dua hal,
  143. yang pertama, Anda tak bisa
    hanya mengharapkan kebahagiaan.
  144. Kebahagiaan tak terjadi begitu saja.
  145. Kebahagiaan bukanlah sebuah tujuan,
  146. melainkan sebuah penerapan.
  147. Suatu hal yang harus kita kerjakan
    setiap hari jika ingin bahagia.
  148. Hal kedua adalah bahwa
    lingkungan kita juga penting.
  149. Jika kita sebisa mungkin
    memilih dengan teliti
  150. untuk menciptakan lingkungan sekitar
    yang kondusif terhadap kebahagiaan kita,
  151. mengingat kedua hal itu,
  152. dapat dipastikan bahwa Anda sedang menuju
    hidup yang lebih bahagia.
  153. Sebab, tak ada pil ajaib bagi kebahagiaan.
  154. Andalah sang apoteker.
  155. Terima kasih.
  156. (Tepuk Tangan)