< Return to Video

2012年12月02日新西兰 奥克兰玄艺综述解答会开示

  • 0:00 - 0:06
    Acara Tanya Jawab Seputar Metafisika
    Ceramah Master Lu
    Auckland, 2 Desember 2012
  • 0:08 - 0:12
    Yang terhormat para praktisi sesama
    dan umat Buddha,
  • 0:12 - 0:15
    yang terhormat para hadirin,
  • 0:15 - 0:20
    selamat datang menghadiri Acara Tanya
    Jawab Metafisika, Selandia Baru 2012
  • 0:20 - 0:26
    yang diselenggarakan oleh
    Stasiun Radio Oriental Australia.
  • 0:31 - 0:34
    Master penyebar Dharma Lu Junhong
  • 0:34 - 0:37
    adalah kepala stasiun
    Radio Oriental Australia.
  • 0:37 - 0:40
    Beliau telah menyebarkan ajaran Buddha
  • 0:40 - 0:43
    dan budaya tradisional Tiongkok
    selama 20 tahun.
  • 0:43 - 0:47
    Master Lu dengan semangat
    welas asih agung Bodhisattva Guanyin
  • 0:47 - 0:52
    menyelamatkan semua makhluk tanpa pamrih,
    melalui belajar Buddha dan melatih batin,
  • 0:52 - 0:54
    mengubah takdir diri sendiri,
  • 0:54 - 0:58
    tak terhitung pasien penyakit parah,
    kelompok pengangguran,
  • 0:58 - 1:00
    orang-orang yang
    keluarganya tidak bahagia,
  • 1:00 - 1:03
    melalui penyelamatan welas asih Master Lu,
  • 1:03 - 1:08
    penyakit sembuh secara ajaib,
    hidup mendapatkan kembali harapan,
  • 1:08 - 1:13
    keluarga bahagia,
    karier lancar, tubuh sehat,
  • 1:13 - 1:16
    kisah-kisah keajaiban
    yang tak terhitung jumlahnya,
  • 1:16 - 1:21
    oleh karena itu Master Lu juga
    dihormati sebagai Bodhisattva hidup,
  • 1:21 - 1:27
    inkarnasi Bodhisattva Guanyin.
  • 1:27 - 1:31
    Menyebarkan budaya Tiongkok,
    mempelajari intisari ajaran Buddha,
  • 1:31 - 1:36
    meneliti dunia totem,
    memupuk semangat ajaran Konfusius,
  • 1:36 - 1:41
    XLFM yang didirikan Master Lu,
    di seluruh dunia telah menciptakan
  • 1:41 - 1:44
    gelombang besar belajar Buddha
    dan melatih batin.
  • 1:44 - 1:48
    Dalam beberapa tahun terakhir,
    jejak penyebaran Dharma Master Lu
  • 1:48 - 1:51
    telah menjangkau berbagai tempat
    di seluruh dunia,
  • 1:51 - 1:54
    termasuk Amerika Utara,
    Asia, Eropa, Australia,
  • 1:54 - 1:58
    dan lebih dari seratus negara
    dan wilayah,
  • 1:58 - 2:03
    lebih dari 5 juta orang mengikuti Master
    untuk belajar Buddha dan melatih batin.
  • 2:03 - 2:11
    Situs web Master Lu bahkan dalam waktu
    3 tahun jumlah klik melampaui 18 juta.
  • 2:11 - 2:16
    Umat tersebar di seluruh dunia,
    mencakup semua lapisan masyarakat,
  • 2:16 - 2:20
    kelompok yang mendapat
    manfaat tidak terhitung jumlahnya.
  • 2:20 - 2:25
    Sebagai penyebar ajaran Buddha,
    pembimbing spiritual jiwa manusia,
  • 2:25 - 2:30
    Master Lu Jun Hong telah membantu
    5 juta orang di seluruh dunia
  • 2:30 - 2:33
    mendapatkan pembebasan batin,
    mengubah takdir,
  • 2:33 - 2:35
    lepas dari penderitaan dan
    memperoleh kebahagiaan,
  • 2:35 - 2:38
    mengingat kontribusi luar biasa
    yang telah dilakukan Master Lu
  • 2:38 - 2:42
    untuk perdamaian dunia dan
    perkembangan peradaban manusia,
  • 2:42 - 2:45
    pada bulan Juli 2012,
  • 2:45 - 2:50
    yang diselenggarakan oleh London Inggris,
    Konferensi Persatuan Agama Dunia,
  • 2:50 - 2:55
    Master Lu memperoleh kehormatan
    Penghargaan Perdamaian Dunia ini
  • 2:55 - 2:59
    dan gelar Duta Perdamaian
    Dunia Tahun Ini,
  • 2:59 - 3:00
    pada bulan Oktober
  • 3:00 - 3:05
    juga memperoleh Penghargaan Kontribusi
    Khusus Komunitas Etnis Persemakmuran Perak
  • 3:05 - 3:10
    yang diberikan di Majelis Tinggi
    Parlemen Inggris.
  • 3:10 - 3:12
    Pada bulan September 2012,
  • 3:12 - 3:18
    Master Lu Junhong diundang ke Universitas
    Harvard untuk memberikan ceramah,
  • 3:18 - 3:21
    menyebarkan budaya Tiongkok
    dan intisari ajaran Buddha,
  • 3:21 - 3:26
    hingga ke akademik tertinggi dunia.
  • 3:26 - 3:28
    Prestasi dan kehormatan ini
    bukan hanya
  • 3:28 - 3:32
    dari kalangan agama dunia,
    akademik, masyarakat arus utama,
  • 3:32 - 3:35
    merupakan pengakuan tertinggi
    terhadap Master Lu Junhong
  • 3:35 - 3:37
    yang puluhan tahun seperti sehari,
  • 3:37 - 3:41
    menyebarkan ajaran Buddha,
    menyelamatkan semua makhluk secara luas,
  • 3:41 - 3:47
    tetapi juga merupakan kebanggaan
    tertinggi kita para praktisi Buddha XLFM.
  • 3:47 - 3:51
    Hari ini cahaya Buddha Bodhisattva
    Guanyin bersinar ke mana-mana,
  • 3:51 - 3:52
    nektar tersebar di segala penjuru.
  • 3:52 - 3:57
    Master Lu Junhong telah datang ke Selandia
    Baru dengan penuh kesibukan perjalanan,
  • 3:57 - 3:59
    menjalin ikatan baik
    dengan semua makhluk,
  • 3:59 - 4:02
    percayalah pertemuan berjodoh hari ini,
  • 4:02 - 4:07
    pasti dapat membuka bab
    terbaru kehidupan Anda.
  • 4:07 - 4:10
    Susunan acara pertemuan kami
    sebagai berikut,
  • 4:10 - 4:13
    pertama, akan mengundang beberapa
    praktisi ke panggung untuk berbicara,
  • 4:13 - 4:17
    kemudian, Master Lu akan memberikan
    ceramah untuk kami,
  • 4:17 - 4:20
    selanjutnya, akan ada praktisi
    naik ke panggung,
  • 4:20 - 4:24
    berbagi dengan kami pengalaman
    dan pemahaman belajar Buddhanya,
  • 4:24 - 4:30
    kemudian, Master Lu akan melihat
    totem di tempat, menjawab pertanyaan.
  • 4:30 - 4:33
    Peradaban Tiongkok, sumbernya jauh
    dan alirannya panjang,
  • 4:33 - 4:35
    budaya tradisional,
    dikembangkan dan dibesarkan,
  • 4:35 - 4:38
    kebijaksanaan ajaran Buddha,
    bermanfaat bagi semua makhluk.
  • 4:38 - 4:40
    Master Lu Junhong
    memadukan kebijaksanaan
  • 4:40 - 4:42
    ajaran Buddha yang paling tinggi
    dan harmonis,
  • 4:42 - 4:44
    dengan hakikat kehidupan.
  • 4:44 - 4:47
    Melalui ajaran BHFF,
    membuat orang
  • 4:47 - 4:50
    mendapat pencerahan kebijaksanaan,
    mencapai pencerahan kehidupan.
  • 4:50 - 4:53
    Sekarang, mari kita berikan
    tepuk tangan yang paling meriah
  • 4:53 - 4:59
    untuk Master Lu Junhong
    yang terhormat dan welas asih.
  • 5:05 - 5:08
    Mari berikan tepuk tangan
    atas pemberian bunga
  • 5:08 - 5:10
    dari umat untuk Master Lu Junhong.
  • 6:42 - 6:43
    Pertama-tama
  • 6:43 - 6:49
    terima kasih kepada umat Buddha
    Selandia Baru
  • 6:49 - 6:51
    dan para pemimpin masyarakat setempat,
  • 6:51 - 6:54
    terima kasih kepada teman-teman
    yang telah berupaya
  • 6:54 - 6:56
    untuk pertemuan Dharma Selandia Baru,
  • 7:00 - 7:02
    terima kasih kepada naga langit
    pelindung Dharma,
  • 7:02 - 7:04
    Bodhisattva Guanyin
    yang penuh welas asih,
  • 7:04 - 7:07
    memungkinkan kita memiliki jodoh
  • 7:07 - 7:12
    untuk datang ke negara tetangga
    yang indah Selandia Baru
  • 7:12 - 7:14
    untuk menyebarkan ajaran Buddha.
  • 7:14 - 7:15
    terima kasih semuanya.
  • 7:20 - 7:25
    Sekarang bencana alam dan
    bencana manusia terus terjadi,
  • 7:25 - 7:30
    orang sangat sulit mengendalikan
    emosi mereka sendiri,
  • 7:30 - 7:34
    tidak ingin bertengkar tetapi tetap
    bertengkar,
  • 7:34 - 7:39
    sangat sedih namun
    tidak bisa mengendalikan diri,
  • 7:39 - 7:42
    setiap hari berkata melepaskan
    tetapi tidak bisa melepaskan,
  • 7:42 - 7:46
    semua ini berhubungan dengan jiwa.
  • 7:46 - 7:50
    Orang harus belajar
    mengendalikan diri mereka sendiri,
  • 7:50 - 7:53
    Karena ketika seseorang dapat
    mengendalikan diri mereka sendiri,
  • 7:53 - 7:58
    kamu dapat mengendalikan
    jiwa kamu sendiri,
  • 7:58 - 8:00
    yaitu harus mengendalikan
    jiwa mereka sendiri,
  • 8:00 - 8:04
    karena jiwa adalah yang paling penting,
    jadi bukan hanya kesehatan tubuh,
  • 8:04 - 8:07
    tetapi kesehatan tubuh dan jiwa.
  • 8:07 - 8:15
    jiwa kamu sehat
    maka tubuh kamu baru bisa sehat,
  • 8:15 - 8:20
    Kesehatan tubuh dan jiwa adalah
    tujuan masa depan,
  • 8:20 - 8:24
    sehat secara spiritual,
    penuh kegembiraan Dharma,
  • 8:24 - 8:28
    tubuh baru akan sehat.
  • 8:34 - 8:38
    Tanah yang indah ini Selandia Baru,
  • 8:38 - 8:42
    menurut laporan media,
  • 8:42 - 8:54
    setiap tahun ada 14.000 gempa bumi
    besar dan kecil;
  • 8:54 - 9:06
    dan sekarang perang Palestina-Israel telah
    menyebabkan ratusan orang tewas;
  • 9:06 - 9:13
    organisasi kecelakaan kerja PBB global
    telah menghitung bahwa
  • 9:13 - 9:18
    setiap detik ada 1,8 orang meninggal,
  • 9:18 - 9:24
    setiap hari ada 15-18 ribu
    orang meninggal;
  • 9:24 - 9:32
    Shanghai setiap tahun ada 35 ribu
    orang meninggal karena kanker usus.
  • 9:32 - 9:40
    Umat manusia harus memiliki kepercayaan,
  • 9:40 - 9:45
    meminta Tuhan dan Bodhisattva
    untuk membantu kita,
  • 9:45 - 9:49
    ini sudah menjadi masalah yang harus
    dipikirkan orang di dunia setiap hari.
  • 9:49 - 9:54
    Kita sendiri harus berpikir untuk
    menyelamatkan diri kita sendiri,
  • 9:54 - 9:57
    orang lain baru dapat
    menyelamatkan kita.
  • 9:57 - 10:01
    jika kamu bahkan diri sendiri pun
    tidak bisa menyelamatkan diri sendiri,
  • 10:01 - 10:03
    maka orang lain tidak dapat
    menyelamatkan kamu.
  • 10:03 - 10:10
    Baru-baru ini Master menerima surat,
  • 10:10 - 10:18
    ada sepasang suami istri yang baru
    menikah dua bulan sudah mau bercerai,
  • 10:18 - 10:22
    jodoh buruk kehidupan lampau meledak;
  • 10:22 - 10:28
    menikah bertahun-tahun
    tidak punya anak,
  • 10:28 - 10:31
    [dokter apa pun sudah diperiksa,
    obat apa pun sudah diminum,]
  • 10:31 - 10:35
    berlatih XLFM membaca sutra
    2 bulan langsung hamil;
  • 10:35 - 10:40
    masih ada seorang orang dalam
    keadaan vegetatif,
  • 10:40 - 10:42
    seluruh keluarga membaca sutra,
  • 10:42 - 10:46
    dengan ajaib terbangun—
    ini semua manfaat berlatih XLFM.
  • 10:51 - 11:03
    Mengapa orang yang berusia lanjut,
    ibu tua banyak ayah tua sedikit,
  • 11:03 - 11:08
    pikirkan mengapa?
  • 11:08 - 11:13
    Karena orang yang belajar Buddha
    dan berlatih hati banyak ibu tua,
  • 11:13 - 11:17
    jadi ibu tua hidup lebih lama.
  • 11:20 - 11:28
    Banyak orang ingin ada orang mulia
    yang membantu,
  • 11:28 - 11:33
    orang mulia, sebenarnya adalah
    kamu membantu orang lain,
  • 11:33 - 11:36
    orang lain kemudian
    sebaliknya membantu kamu,
  • 11:36 - 11:37
    ini adalah orang mulia.
  • 11:37 - 11:41
    Selalu ingin mendapat bantuan
    dari orang lain,
  • 11:41 - 11:43
    tetapi tidak ingin membantu orang lain,
  • 11:43 - 11:49
    diri sendiri tidak memiliki orang mulia;
  • 11:49 - 11:55
    orang yang memberi sedekah dan
    bantuan kepada orang,
  • 11:55 - 12:03
    baru bisa mendapat bantuan orang lain,
    baru bisa sering bertemu orang mulia;
  • 12:03 - 12:07
    [Jangan berkata "Saya ini orang
    tidak ada orang mulia yang membantu."
  • 12:07 - 12:09
    Saya harap kalian berpikir baik-baik,]
  • 12:09 - 12:11
    orang yang sering membantu orang lain,
  • 12:11 - 12:15
    pasti bisa sering mendapat
    bantuan dari orang mulia.
  • 12:20 - 12:25
    Setiap hari berkata pembalasan,
    dan takut pembalasan,
  • 12:25 - 12:27
    kita dan tidak tahu apa
    yang disebut pembalasan,
  • 12:27 - 12:28
    kalian tahu?
  • 12:28 - 12:32
    Master suka menggunakan BHFF untuk berbicara
    dengan semua orang lebih sederhana,
  • 12:32 - 12:34
    apa yang disebut pembalasan?
  • 12:34 - 12:36
    Pembalasan yang sederhana adalah
  • 12:36 - 12:39
    kamu memaki dia,
    selanjutnya dia akan memaki kamu.
  • 12:39 - 12:41
    Pembalasan yang lebih serius
    adalah apa?
  • 12:41 - 12:47
    Kamu hari ini di belakang mempermainkannya,
    kamu merugikannya, menjahatinya,
  • 12:47 - 12:51
    tetapi dia tahu setelahnya,
    dia akan melaporkan kamu,
  • 12:51 - 12:55
    dia akan mengejarmu,
    membuat kamu masuk penjara,
  • 12:55 - 12:57
    ini adalah pembalasan besar.
  • 12:57 - 12:59
    Masih ada satu jenis
    disebut pembalasan medan energi,
  • 12:59 - 13:04
    pikirkan, jika orang ini
    semua orang sedang memakinya,
  • 13:04 - 13:07
    tubuh orang ini pasti akan tidak baik,
  • 13:07 - 13:09
    orang ini semua orang
    sedang mengatakan dia baik,
  • 13:09 - 13:13
    orang ini pasti akan tubuh baik,
    semuanya baik,
  • 13:13 - 13:15
    jadi ini disebut pembalasan medan energi,
  • 13:15 - 13:18
    semoga semua orang
    memahami prinsip-prinsip ini.
  • 13:18 - 13:23
    Master berkata ketika seseorang
    mengambil buku Buddha untuk dibaca,
  • 13:23 - 13:27
    ketika seseorang ingin membantu orang lain,
  • 13:27 - 13:34
    sebenarnya berkah dan jodoh dia
    mulai ditanam.
  • 13:34 - 13:37
    Jadi ketika seseorang
    baik kepada orang lain,
  • 13:37 - 13:39
    kamu menanam ladang berkah.
  • 13:39 - 13:43
    Ketika seseorang
    kamu ingin membaca buku Buddha,
  • 13:43 - 13:46
    kamu menanam benih Buddha,
  • 13:46 - 13:51
    maka kata-kata Chan Tiongkok mengatakan,
    lahir adalah penderitaan,
  • 13:51 - 13:55
    seseorang dilahirkan,
    dia ditakdirkan akan menderita,
  • 13:55 - 13:59
    jadi ini disebut lahir adalah penderitaan.
  • 13:59 - 14:03
    Pikirkan, kita datang ke dunia manusia ini
    telah menderita berapa banyak,
  • 14:03 - 14:10
    manusia ya begitu sendirian datang,
    akhirnya seorang diri sendirian pergi,
  • 14:10 - 14:14
    sebenarnya adalah menderita, membayar
    hutang, membayar hutang karma.
  • 14:14 - 14:17
    Jadi harus memahami,
    harus berpikir jelas,
  • 14:17 - 14:19
    jangan untuk beberapa hal
    yang tidak menyenangkan
  • 14:19 - 14:21
    pergi bertengkar, pergi berkelahi,
  • 14:21 - 14:25
    begini akan membuat tubuh kamu, membuat
    masa depan kamu, membuat nasib kamu semua
  • 14:25 - 14:30
    akan menciptakan
    lebih banyak bayangan,
  • 14:30 - 14:32
    jadi harap kalian mengerti,
  • 14:32 - 14:36
    kehidupan manusia sebenarnya
    adalah perpisahan hidup dan mati,
  • 14:36 - 14:39
    penderitaan kosong tidak kekal,
    apakah begitu?
  • 14:39 - 14:42
    Pikirkan, orang yang disukai
    pasti harus berpisah,
  • 14:42 - 14:45
    orang yang dicintai
    tidak bisa bersama,
  • 14:45 - 14:48
    orang yang tidak disukai
    harus dilihat setiap hari,
  • 14:48 - 14:50
    inilah kehidupan,
  • 14:50 - 14:52
    pikirkan benar tidak,
  • 14:52 - 14:56
    anak kita lahir,
    sudah menjadi penagih hutang kita.
  • 14:56 - 14:58
    Jadi harus berpikir,
  • 14:58 - 15:03
    kehidupan berakhir dengan
    lahir tua sakit mati,
  • 15:03 - 15:05
    lahir sangat menderita,
  • 15:05 - 15:09
    tua sangat menderita,
    sakit lebih menderita,
  • 15:09 - 15:13
    mati waktu takut sampai mati.
  • 15:13 - 15:16
    Banyak orang tua baru saja sakit,
  • 15:16 - 15:21
    sekarang semua orang pikirkan, orang
    modern depresi mengapa begitu parah,
  • 15:21 - 15:23
    baru saja menemukan
    tubuh tumbuh benjolan kecil,
  • 15:23 - 15:26
    sebenarnya jika puluhan tahun yang lalu,
  • 15:26 - 15:30
    siapa pun tidak akan berpikir
    ini adalah kanker benar tidak?
  • 15:30 - 15:32
    Orang sekarang takut kanker.
  • 15:32 - 15:35
    Jadi hanya tumbuh sesuatu yang kecil,
  • 15:35 - 15:40
    langsung akan berpikir, apakah
    saya akan guru dokter kanker,
  • 15:40 - 15:43
    banyak anak juga akan takut.
  • 15:43 - 15:47
    Ibumu memang khusus
    mulut tidak bicara kata-kata baik,
  • 15:47 - 15:51
    jadi sangat mudah tumbuh kanker.
  • 15:51 - 15:56
    Ibu mendengar, aduh, biaya obat juga akan
    sangat mahal, juga harus menderita banyak,
  • 15:56 - 16:01
    takut yang tadinya tidak serius,
    menjadi kanker stadium akhir,
  • 16:01 - 16:03
    banyak yang ditakuti sampai sakit.
  • 16:03 - 16:07
    Kalian pikirkan, kita menjadi manusia
    mengerti beberapa prinsip Buddha,
  • 16:07 - 16:09
    sangat membantu kita,
  • 16:09 - 16:15
    karena reinkarnasi bergantian,
    itu tidak ada selamanya.
  • 16:15 - 16:16
    Semua orang pikirkan,
  • 16:16 - 16:21
    ayah ibu kita
    bukankah adalah kita hari ini,
  • 16:21 - 16:28
    ayah ibu kita demi kita, setiap hari memberi,
    setiap hari menyelamatkan orang,
  • 16:28 - 16:32
    dulu bekerja mencari uang,
    setiap hari makan banyak penderitaan,
  • 16:32 - 16:36
    membesarkan kita menjadi dewasa,
    mereka meninggalkan kita.
  • 16:36 - 16:42
    Pikirkan, kita sekarang bukankah
    demi anak-anak?
  • 16:42 - 16:46
    Sama saja, lahir tidak dibawa,
    mati tidak dibawa pergi,
  • 16:46 - 16:49
    demi satu kalimat,
    demi suatu hal tertentu,
  • 16:49 - 16:52
    kita bisa benar-benar tidak berhenti,
    kita bisa bertengkar tidak berhenti,
  • 16:52 - 16:55
    pikirkan, pantas tidak pantas?
  • 16:55 - 16:59
    Jadi belajar Buddha adalah harus mencapai
    pencerahan, adalah harus memahami prinsip,
  • 16:59 - 17:01
    kita harus dengan
    penderitaan sebagai kebahagiaan,
  • 17:01 - 17:04
    karena semua orang tahu,
    seseorang tidak menderita,
  • 17:04 - 17:08
    dia tidak akan pernah tahu
    hati yang tulus,
  • 17:08 - 17:10
    jadi kita membesarkan anak-anak,
  • 17:10 - 17:13
    sangat berharap membiarkan
    anak-anak menderita lebih banyak,
  • 17:13 - 17:18
    karena anak-anak menderita lebih banyak,
    dia akan bahagia.
  • 17:18 - 17:26
    Amerika memiliki seorang menteri luar negeri,
    menteri keuangan, dulu bernama Wilson,
  • 17:26 - 17:31
    menteri keuangan ini, dia berkata
    waktu kecilnya, dia pergi mandi,
  • 17:31 - 17:36
    dia baru saja satu menit
    sampai di tempat pancuran,
  • 17:36 - 17:38
    ayah ibunya akan membobol pintu masuk,
  • 17:38 - 17:43
    "kamu cepat tutup keran air,
    kamu jangan buang-buang air,
  • 17:43 - 17:49
    kamu tahu, kamu sabun waktu,
    kamu harus tutup keran air,
  • 17:49 - 17:52
    ini adalah metode
    yang sangat tidak hemat."
  • 17:52 - 17:58
    Jadi sampai sekarang,
    anak-anaknya juga sangat hemat,
  • 17:58 - 18:02
    hanya sabun langsung tutup keran air.
  • 18:02 - 18:04
    Pikirkan ini prinsip apa,
  • 18:04 - 18:07
    adalah mengerti satu prinsip,
  • 18:07 - 18:17
    adalah orang yang hemat mudah puas,
    orang yang sederhana sangat mudah bahagia.
  • 18:21 - 18:23
    Hidup di dunia manusia ini,
  • 18:23 - 18:25
    kita harus semakin sederhana
    semakin baik,
  • 18:25 - 18:27
    orang yang berpikir
    orang lain sangat buruk,
  • 18:27 - 18:31
    hati orang ini tidak akan
    memiliki hal-hal yang baik,
  • 18:31 - 18:37
    kita harus mengerti,
    menderita adalah membayar hutang,
  • 18:37 - 18:39
    latihan sejati adalah
    suatu keadaan pikiran,
  • 18:39 - 18:42
    kita harus benar-benar berlatih,
  • 18:42 - 18:46
    mendengar latihan banyak orang yang tidak
    belajar Buddha tahu latihan sangat sulit,
  • 18:46 - 18:50
    sebenarnya melatih hati, Master
    memberitahu kalian sangat mudah,
  • 18:50 - 18:53
    melatih hati adalah
    mengubah temperamen kamu,
  • 18:53 - 18:55
    temperamen buruk karakter buruk,
  • 18:55 - 18:57
    pikirkan apa yang disebut melatih hati,
  • 18:57 - 19:01
    adalah melatih hal-hal
    tidak baik di hati kamu,
  • 19:01 - 19:03
    apa yang disebut melatih perilaku,
  • 19:03 - 19:07
    adalah melatih perilaku tidak baik
    dalam kehidupan sehari-hari kamu,
  • 19:07 - 19:09
    inilah melatih hati dan melatih perilaku.
  • 19:13 - 19:17
    Jadi hati yang jernih
    harus mengurangi keinginan,
  • 19:17 - 19:19
    mengurangi keinginan
    adalah sedikit keinginan,
  • 19:19 - 19:23
    ketika seseorang keinginan semakin banyak,
    dia semakin tidak bisa puas,
  • 19:23 - 19:25
    karena orang
    yang keinginan semakin banyak,
  • 19:25 - 19:29
    dia tidak akan pernah bisa
    memuaskan dirinya sendiri,
  • 19:29 - 19:33
    karena setiap orang
    akan memiliki suatu keinginan,
  • 19:33 - 19:36
    jadi kita harus bahagia menerima takdir,
  • 19:36 - 19:41
    kita tahu belajar Buddha,
    kita tahu harus mengubah diri sendiri,
  • 19:41 - 19:43
    kita harus tahu nasib kita sendiri,
  • 19:43 - 19:45
    kita akan tidak ada yang dicari.
  • 19:45 - 19:51
    Pikirkan kita dulu sangat sulit,
    kita sekarang memiliki banyak,
  • 19:51 - 19:53
    kita mengapa masih tidak puas?
  • 19:53 - 19:55
    Harus mengerti harus gembira,
  • 19:55 - 19:59
    jadi dalam ajaran Buddha
    disebut kebahagiaan Dharma,
  • 19:59 - 20:00
    kebahagiaan Dharma adalah apa?
  • 20:00 - 20:04
    Adalah mengerti hati yang gembira,
    orang yang bisa tertawa,
  • 20:04 - 20:08
    orang ini baru bisa
    memperoleh kebahagiaan abadi,
  • 20:08 - 20:11
    jadi pepatah orang Tiongkok
    sangat masuk akal,
  • 20:11 - 20:13
    disebut puas selalu bahagia.
  • 20:19 - 20:23
    Di antara langit bumi semesta ini,
    ada satu prinsip,
  • 20:23 - 20:26
    adalah orang sedang menderita waktu,
  • 20:26 - 20:28
    sebenarnya sedang
    menghilangkan hambatan karma,
  • 20:28 - 20:32
    dia adalah sedang
    mengubah kekuatan karma kamu.
  • 20:32 - 20:34
    Semua orang pikirkan apakah begitu,
  • 20:34 - 20:38
    ketika kamu sakit gigi,
    kamu sangat tidak nyaman,
  • 20:38 - 20:40
    tetapi setelah sakit selesai,
  • 20:40 - 20:44
    kamu akan menghargai mulut kamu sendiri,
    jangan sembarangan makan sesuatu,
  • 20:44 - 20:46
    menghargai gigi kamu sendiri.
  • 20:46 - 20:50
    Ketika tubuh kamu sedang tidak baik,
    di rumah sakit waktu,
  • 20:50 - 20:50
    kamu akan bertekad,
  • 20:50 - 20:55
    saya tidak akan pernah lagi sakit,
    saya pasti harus hati-hati tubuh,
  • 20:55 - 20:58
    ini adalah sedang
    mengubah sifat hati kamu,
  • 20:58 - 20:59
    karena menderita
  • 20:59 - 21:03
    dapat membuat kekuatan karma kamu
    yang tidak baik, perlahan-lahan hilang.
  • 21:03 - 21:05
    Ambil contoh sederhana,
  • 21:05 - 21:09
    kamu melakukan hal yang salah,
    ketika orang lain sedang memarahi kamu,
  • 21:09 - 21:12
    sebenarnya kamu sudah sedang
    menghilangkan hambatan karma,
  • 21:12 - 21:17
    orang lain hari ini selesai memarahi kamu,
    dia tidak akan marah,
  • 21:17 - 21:18
    kamu menghilangkan karma ini,
  • 21:18 - 21:22
    dia hari ini tidak memarahi kamu,
    dia terus mengingat di hati,
  • 21:22 - 21:25
    kamu akan menerima
    penderitaan tersembunyinya,
  • 21:25 - 21:27
    adalah di belakang
    dia akan menusukmu satu pisau.
  • 21:27 - 21:30
    Jadi lebih baik
    membiarkan orang lain bicara keluar,
  • 21:30 - 21:33
    jadi menderita semakin banyak,
  • 21:33 - 21:36
    membayar hutang menghilangkan perilaku
    menghilangkan semakin banyak,
  • 21:36 - 21:42
    penderitaan habis kebahagiaan datang,
    hambatan karma berkurang, berkah banyak,
  • 21:42 - 21:45
    berkah secara alami akan datang,
  • 21:45 - 21:51
    jadi harap kita praktisi Buddha,
    harus mengerti apa itu hambatan karma.
  • 21:51 - 21:52
    Apa itu hambatan karma?
  • 21:52 - 21:59
    Sangat sederhana, hambatan karma
    adalah perbuatan sendiri, hasil pembalasan.
  • 21:59 - 22:02
    Kamu hari ini berbuat jahat,
  • 22:02 - 22:05
    adalah kamu membenci orang lain,
    kamu menyakiti orang lain,
  • 22:05 - 22:08
    kamu selanjutnya tunggu saja
    orang lain mencintaimu,
  • 22:08 - 22:10
    inilah hambatan karma,
  • 22:10 - 22:13
    banyak orang sedang
    mempermainkan orang lain waktu,
  • 22:13 - 22:16
    dia tidak berpikir suatu hari orang lain
    akan mempermainkan saya,
  • 22:16 - 22:21
    jadi hatinya merasa, "aduh, saya nyaman,
    saya membalas dendam."
  • 22:21 - 22:25
    Harus ingat, membalas dendam ini
    tidak akan pernah selesai dibalas,
  • 22:25 - 22:30
    karena kamu tidak baik kepadanya,
    selanjutnya dia pasti akan tidak baik kepadamu,
  • 22:30 - 22:33
    inilah dendam saling membalas kapan selesai.
  • 22:33 - 22:37
    Lihat, perang Iran-Irak
    berperang puluhan tahun,
  • 22:37 - 22:42
    anak-anak mereka sampai sekarang,
    masih demi nenek moyang mereka berperang,
  • 22:42 - 22:44
    kapan bisa selesai...
  • 22:44 - 22:49
    Master sangat kecil
    waktu sudah melihat Arafat,
  • 22:49 - 22:53
    tempat itu sedang berperang,
    perang sampai hari ini,
  • 22:53 - 22:57
    Master sudah harus usia sebesar ini,
    masih berperang.
  • 22:57 - 23:04
    Pikirkan, dendam saling membalas ini,
    tidak akan selesai, hanya dapat diselesaikan.
  • 23:04 - 23:08
    Belajar Buddha adalah kamu menyelesaikan
    untuk melepaskan simpul ikatan,
  • 23:08 - 23:10
    kamu baru bisa
    melepaskan kelahiran dan kematian,
  • 23:10 - 23:13
    jadi Master memberitahu semua orang,
  • 23:13 - 23:18
    kehidupan manusia kita, barang bawaan
    yang paling berat, kalian tahu adalah apa?
  • 23:18 - 23:22
    Barang bawaan yang paling berat, adalah
    kita selamanya membawa di badan,
  • 23:22 - 23:25
    itu adalah keserakahan.
  • 23:25 - 23:28
    Seseorang terus-menerus serakah,
  • 23:28 - 23:35
    saya ke mana pun harus bicara, satu kejadian
    kita di Australia yang terjadi kalian semua tahu,
  • 23:35 - 23:37
    kalian tidak tahu
    menerima telepon ini atau tidak,
  • 23:37 - 23:39
    satu telepon
    memberitahu kamu berkata,
  • 23:39 - 23:44
    kamu menang lotre, kamu menang
    satu juta dua juta,
  • 23:44 - 23:49
    kemudian menyuruh kamu
    membayar sedikit pajak, agen,
  • 23:49 - 23:52
    - ada telepon seperti ini tidak?
    - Ada.
  • 23:52 - 23:54
    Kemudian kita memiliki seorang pendengar,
  • 23:54 - 23:59
    dia benar-benar menerima telepon ini
    setelahnya dia senang luar biasa,
  • 23:59 - 24:03
    karena di telepon memberitahu dia,
    kamu jangan memberitahu orang lain,
  • 24:03 - 24:05
    kamu menang hadiah besar,
  • 24:05 - 24:09
    kamu hanya mengirim enam
    ribu dolar Australia ke Hong Kong kami,
  • 24:09 - 24:14
    kami langsung akan mengalihkan
    satu juta kamu, ke rekening kamu.
  • 24:14 - 24:16
    Dia senang luar biasa,
  • 24:16 - 24:18
    dia lari ke radio datang untuk janji,
  • 24:18 - 24:25
    dia berkata "Master Lu, kamu lihat saya baru-baru
    ini ada tidak ada keberuntungan keuangan?"
  • 24:25 - 24:27
    Hasilnya saya memberinya melihat totem,
  • 24:27 - 24:29
    "Saya berkata kamu adalah sial,
    kamu pasti kehilangan uang."
  • 24:29 - 24:33
    Dia baru memberitahu saya hal ini,
  • 24:33 - 24:36
    kamu pikirkan enam ribu dolar
    satu telepon ditipu orang,
  • 24:36 - 24:40
    masalah ini keluar di mana
    semua orang tahu?
  • 24:40 - 24:42
    Serakah, benar tidak?
  • 24:42 - 24:44
    Seseorang tidak serakah,
    hal apa pun tidak ada,
  • 24:44 - 24:47
    seseorang sekali serakah,
    hal apa pun ada,
  • 24:47 - 24:50
    jadi harus mengerti
    tidak boleh hati serakah.
  • 24:50 - 24:58
    Dahulu Buddha bertanya murid berkata,
    "Dunia apa yang paling berharga?"
  • 24:58 - 24:59
    Shakyamuni Buddha bertanya
  • 24:59 - 25:05
    "murid, di dunia ini, murid kalian tahu,
    benda apa yang paling berharga?"
  • 25:05 - 25:13
    Murid berkata, "Yang sudah hilang dan yang
    belum didapat, itu yang paling berharga."
  • 25:13 - 25:16
    Buddha diam tidak bicara.
  • 25:16 - 25:21
    Kemudian setelah beberapa tahun,
    mereka berubah sepenuhnya,
  • 25:21 - 25:24
    anak-anak murid mereka
    sangat sangat matang,
  • 25:24 - 25:31
    Buddha bertanya lagi,
    "Dunia apa yang paling berharga?"
  • 25:31 - 25:38
    Murid berkata, "Yang paling berharga di dunia,
    tidak lebih dari sekarang memiliki."
  • 25:38 - 25:42
    Kita sekarang memiliki,
    itu adalah hal yang paling berharga,
  • 25:42 - 25:47
    kita masa lalu sudah lewat,
    kita masa depan, kita belum mendapatkan,
  • 25:47 - 25:51
    jadi sekarang memiliki
    adalah yang paling berharga.
  • 25:51 - 25:54
    Jadi harap memiliki sekarang,
  • 25:54 - 25:57
    melupakan masa lalu,
    memandang masa depan,
  • 25:57 - 26:01
    hati kamu baru akan
    seperti laut luas tanpa batas.
  • 26:07 - 26:12
    Jadi mungkin kehidupan kita
    tidak memiliki apa-apa,
  • 26:12 - 26:15
    sebenarnya kita aslinya
    datang ke dunia manusia ini,
  • 26:15 - 26:20
    adalah tidak memiliki apa-apa, kita tidak
    membawa datang sesuatu apa pun,
  • 26:20 - 26:23
    Master melihat banyak orang
    mati-matian mencari uang,
  • 26:23 - 26:26
    mati-matian mengumpulkan kekayaan,
  • 26:26 - 26:31
    saya melihat mereka sebagai,
    mereka sedang melindungi warisan mereka.
  • 26:31 - 26:33
    Karena uang mereka
    menghasilkan sekali banyak,
  • 26:33 - 26:35
    mereka tidak bisa habis pakai,
  • 26:35 - 26:38
    mereka murni adalah
    meninggalkan warisan.
  • 26:38 - 26:41
    Pikirkan, yang tidak bisa habis dipakai,
  • 26:41 - 26:44
    kamu mati-matian mengambil kehidupan
    kamu sendiri untuk menghasilkan uang,
  • 26:44 - 26:49
    bukankah sedang oleh kamu perlahan-lahan
    menggunakan kehidupan untuk dikonsumsi habis?
  • 26:49 - 26:52
    Jadi jangan memberikan
    diri sendiri meninggalkan warisan,
  • 26:52 - 26:55
    juga jangan memberikan anak-anak
    meninggalkan warisan,
  • 26:55 - 26:57
    karena tidak meninggalkan warisan,
  • 26:57 - 27:01
    anak-anak tahu bagaimana berjuang,
    untuk diri sendiri bekerja belajar,
  • 27:01 - 27:03
    dapat memiliki lingkungan yang baik,
  • 27:03 - 27:05
    kamu meninggalkan
    terlalu banyak harta,
  • 27:05 - 27:06
    tunggu kamu sekali mati,
  • 27:06 - 27:10
    pertama kamu memberikan
    anak-anak membawa adalah masalah,
  • 27:10 - 27:14
    karena mereka langsung
    saudara kakak adik bermusuhan,
  • 27:14 - 27:19
    langsung akan gugatan, benar tidak?
  • 27:19 - 27:22
    Jadi harus mengerti
    harus meninggalkan kebajikan.
  • 27:22 - 27:28
    Master sering dengan semua orang
    di telepon menelepon waktu,
  • 27:28 - 27:30
    banyak orang menyuruh saya
    melihat ayah ibunya.
  • 27:30 - 27:34
    Beberapa orang menelepon, "Master
    kamu lihat ibu saya bagaimana."
  • 27:34 - 27:35
    Saya berkata "Ibu kamu sangat baik,
  • 27:35 - 27:38
    hidup waktu adalah
    orang yang sangat baik,
  • 27:38 - 27:39
    dia sekarang di surga."
  • 27:39 - 27:42
    Sangat senang berkata, "Benar Master Lu
    ibu saya benar-benar sangat baik,
  • 27:42 - 27:44
    dia tahu membantu orang lain."
  • 27:44 - 27:47
    Ada orang menyuruh saya melihat,
    "Kamu lihat ayah saya bagaimana."
  • 27:47 - 27:51
    Saya berkata "Ayah kamu sangat egois,
    hidup waktu untuk diri sendiri,
  • 27:51 - 27:52
    sekarang di alam bawah."
  • 27:52 - 27:54
    Dia berkata "Benar Master Lu,
  • 27:54 - 27:56
    ayah saya benar-benar terlalu egois,
    temperamen juga tidak baik."
  • 27:56 - 28:00
    Kamu pikirkan mati masih haru
    memberikan anak-anak bicara,
  • 28:00 - 28:02
    kita mengapa tidak mau
    meninggalkan kebajikan,
  • 28:02 - 28:04
    kita meninggalkan uang ada apa gunanya?
  • 28:04 - 28:06
    Menggunakan punya kamu
    masih memarahi kamu.
  • 28:06 - 28:09
    Jadi kita harus mengerti satu prinsip,
  • 28:09 - 28:12
    kita hidup di saat ini
    adalah yang paling penting,
  • 28:12 - 28:18
    kita hari ini baik, hari ini menguasai satu hari ini,
    menang dua hari esok,
  • 28:18 - 28:20
    jadi harus mengerti satu prinsip,
  • 28:20 - 28:26
    kita yang paling penting adalah hari ini
    harus hati jernih, harus hati tulus.
  • 28:26 - 28:28
    Hati tulus adalah apa?
  • 28:28 - 28:33
    Hati tulus adalah di rumah kamu,
    belakang ada satu gunung,
  • 28:33 - 28:38
    kamu sering dengan hati tulus kepada orang
    di rumah, kepada orang di masyarakat,
  • 28:38 - 28:41
    kamu adalah dengan hati tulus
    mendaki gunung ini,
  • 28:41 - 28:44
    jadi mereka adalah sandaran kamu.
  • 28:44 - 28:46
    Hati jernih adalah apa?
  • 28:46 - 28:49
    Membuat hati kamu sendiri
    menjadi tenang sedikit, bersih sedikit,
  • 28:49 - 28:52
    dia adalah taman belakang
    rumah kamu,
  • 28:52 - 28:59
    kamu sering ke taman belakang bermain,
    kamu memiliki taman belakang rumah kamu,
  • 28:59 - 29:03
    kamu akan memiliki bantuan
    semua makhluk kepada kamu,
  • 29:03 - 29:09
    jadi di dunia orang yang belajar Buddha dan orang
    yang tidak belajar Buddha adalah tidak sama,
  • 29:09 - 29:12
    orang yang belajar Buddha
    atau orang yang ingin belajar Buddha,
  • 29:12 - 29:16
    karena hatinya
    sudah mulai memiliki cahaya,
  • 29:16 - 29:20
    karena orang yang tidak belajar Buddha
    dia masih sedang mencari cahaya,
  • 29:20 - 29:22
    Master sering dengan semua orang bicara,
  • 29:22 - 29:25
    satu batang lilin hanya dapat
    menerangi kamu sendiri,
  • 29:25 - 29:27
    tetapi sangat cepat akan habis terbakar,
  • 29:27 - 29:31
    ketika kamu menyalakan lilin ini
    menyalakan semua orang,
  • 29:31 - 29:34
    walaupun lilin kamu ini habis terbakar,
  • 29:34 - 29:38
    lilin yang lain menerangi masa depan kamu.
  • 29:38 - 29:43
    Jadi harap semua orang harus
    baik-baik belajar Buddha berlatih.
  • 29:43 - 29:48
    Master sering dalam siaran
    menjawab banyak pertanyaan orang,
  • 29:48 - 29:52
    ada seorang wanita
    tersambung telepon Master,
  • 29:52 - 29:58
    Master begitu masuk langsung menunjukkan
    berkata kamu kehidupan sangat sulit,
  • 29:58 - 30:00
    pendengar ini langsung menangis,
  • 30:00 - 30:04
    Master langsung selanjutnya menunjukkan
    perasaan kamu sangat tidak baik,
  • 30:04 - 30:07
    kamu sering dipermainkan orang lain,
  • 30:07 - 30:10
    dan saya masih
    menggambarkan penampilannya,
  • 30:10 - 30:14
    saya berkata kamu punggung bungkuk,
    rambut kamu juga putih,
  • 30:14 - 30:18
    kamu menderita banyak, dan kamu
    menaruh penderitaan masih di dalam perut,
  • 30:18 - 30:21
    bicara sampai di sini,
    pendengar ini menangis besar,
  • 30:21 - 30:23
    diri sendiri benar-benar sangat menderita,
  • 30:23 - 30:26
    Master masih menunjukkan
    persendiannya sangat tidak baik.
  • 30:26 - 30:29
    Semua orang ingin tidak ingin
    mendengar rekaman ini?
  • 30:29 - 30:32
    Saya memberikan semua orang
    mendengar rekaman.
  • 30:32 - 30:34
    - Halo.
    - Master halo,
  • 30:34 - 30:37
    saya aslinya adalah melatih Tanah Suci.
  • 30:37 - 30:40
    Master, saya tahun 63 adalah kelinci.
  • 30:40 - 30:45
    Oh kamu orang ini
    kehidupan sangat sulit, sangat sulit,
  • 30:45 - 30:48
    - mendengar mengerti?
    - Mendengar mengerti.
  • 30:48 - 30:50
    Dan perasaan kamu sangat buruk,
  • 30:50 - 30:52
    kamu bertemu
    harus dipermainkan orang lain,
  • 30:52 - 30:55
    - kamu mendengar mengerti?
    - Mendengar mengerti.
  • 30:55 - 30:56
    Kamu sendiri tahu,
  • 30:56 - 30:57
    saya memberitahu kamu,
    baik-baik berlatih,
  • 30:57 - 31:01
    Master sekarang melihat penampilan kamu,
    benar-benar kasihan,
  • 31:01 - 31:06
    punggung sudah bungkuk,
    rambut sudah putih,
  • 31:06 - 31:07
    usia juga tidak besar,
  • 31:07 - 31:09
    kamu lihat
    kamu menderita berapa banyak.
  • 31:09 - 31:10
    Saya memberitahu kamu,
  • 31:10 - 31:13
    kamu orang ini tidak mau
    memberitahu orang lain penderitaan,
  • 31:13 - 31:17
    - semua menelan ke perut sendiri.
    - Benar benar benar, kamu bicara benar.
  • 31:17 - 31:19
    Kamu lihat?
  • 31:19 - 31:20
    Master semuanya melihat dapat,
  • 31:20 - 31:22
    masih ada paha kamu sangat buruk,
  • 31:22 - 31:25
    paha kamu, persendian sangat buruk,
    mendengar mengerti?
  • 31:25 - 31:31
    - Benar benar.
    - Baik-baik berlatih.
  • 31:31 - 31:32
    Tepuk tangan.
  • 31:36 - 31:42
    Master sering dalam siaran
    menjawab banyak pertanyaan orang,
  • 31:42 - 31:45
    sering begini
    menyelesaikan masalah mereka,
  • 31:45 - 31:46
    kemudian dengan mereka bicara,
  • 31:46 - 31:51
    sebenarnya kita manusia hidup di dunia,
    setiap orang memiliki hati cinta,
  • 31:51 - 31:54
    setiap orang harus
    mengerti memiliki satu hukum,
  • 31:54 - 31:56
    semua orang tahu
    Newton memiliki hukum Newton,
  • 31:56 - 31:58
    kalian tahu ajaran Buddha
    memiliki hukum apa?
  • 31:58 - 32:00
    Ajaran Buddha
    sudah lama memiliki hukum,
  • 32:00 - 32:03
    hukum ajaran Buddha
    disebut hukum sebab akibat,
  • 32:03 - 32:08
    kalian tahu kita hari ini menderita,
    adalah kita masa lalu membuat sebab.
  • 32:08 - 32:09
    Pikirkan apakah begitu,
  • 32:09 - 32:12
    banyak orang memanjakan anak,
    membuat anak menjadi manja,
  • 32:12 - 32:14
    tunggu sampai anak besar,
  • 32:14 - 32:16
    sebaliknya kepada orang tua sendiri
    tidak baik,
  • 32:16 - 32:18
    bukankah sebab yang kamu tanam?
  • 32:18 - 32:20
    Pikirkan berapa banyak orang
    paru-paru tidak baik,
  • 32:20 - 32:23
    usia tua emfisema paru, air paru,
  • 32:23 - 32:28
    bukankah karena waktu muda, makan terlalu
    banyak rokok, merokok, itu benar tidak?
  • 32:28 - 32:31
    Banyak orang makan
    sampai hati sendiri tidak baik,
  • 32:31 - 32:36
    bukankah waktu muda, kamu minum
    terlalu banyak alkohol, merusak hati?
  • 32:36 - 32:39
    Jadi ini bukankah
    membuat sebab dapat akibat?
  • 32:39 - 32:43
    Jadi orang harus mengerti
    hukum sebab akibat,
  • 32:43 - 32:47
    anak-anak kita ini datang ke dunia manusia,
    bukankah datang menagih hutang?
  • 32:47 - 32:49
    Pikirkan berapa banyak orang tua kita,
  • 32:49 - 32:52
    diri sendiri di dalam negeri
    masih belum selesai menagih,
  • 32:52 - 32:56
    masih harus lari ke Australia, lari ke
    Selandia Baru datang membayar hutang,
  • 32:56 - 33:02
    dalam negeri pensiun, putri lagi
    melahirkan anak, cucu lagi lari datang,
  • 33:02 - 33:05
    pikirkan bukankah
    hutang belum dibayar bersih?
  • 33:05 - 33:07
    Mengerti prinsip,
  • 33:07 - 33:11
    sekarang dalam masyarakat,
    banyak orang tidak tahu,
  • 33:11 - 33:15
    tetapi juga ada banyak nenek berkata,
    "Aduh, hutang tidak bisa habis dibayar."
  • 33:15 - 33:17
    Manusia benar-benar tidak bisa
    habis membayar hutang,
  • 33:17 - 33:19
    kamu tahu seumur hidup
    tidak bisa habis membayar,
  • 33:19 - 33:24
    dan orang masih memiliki satu masalah,
    suka bicara benar salah,
  • 33:24 - 33:27
    kalian tahu jika seseorang
    bicara benar salah,
  • 33:27 - 33:32
    sebenarnya kamu sudah
    oleh benar salah dililitkan.
  • 33:32 - 33:34
    Kalian pikirkan apakah begitu,
  • 33:34 - 33:38
    saya pernah di Singapura mengadakan
    upacara Dharma waktu dengan mereka bicara,
  • 33:38 - 33:41
    kalian tahu badai
    keuangan Asia Tenggara waktu,
  • 33:41 - 33:46
    Hong Kong berapa banyak orang saham turun,
    semua menjadi sakit jiwa?
  • 33:46 - 33:49
    Rumah sakit, rumah sakit jiwa Hong Kong
    semua penuh.
  • 33:49 - 33:53
    Kalian tahu mereka menggunakan metode
    apa untuk membantu mereka mengobati?
  • 33:53 - 33:56
    Tanya jelas, tahu mereka kalian membeli apa,
    saham membeli saham apa,
  • 33:56 - 34:02
    pura-pura membuat
    satu papan saham naik simulasi,
  • 34:02 - 34:04
    setiap hari membiarkan mereka melihat,
  • 34:04 - 34:09
    saham yang mereka sukai,
    setiap hari naik ke atas,
  • 34:09 - 34:12
    mereka di sana tertawa,
    "Aduh naik, aduh naik,"
  • 34:12 - 34:16
    datang mengobati penyakit jiwa mereka.
  • 34:16 - 34:18
    Pikirkan orang betapa kasihan,
  • 34:18 - 34:21
    manusia bukankah
    bergantung pada semangat?
  • 34:21 - 34:23
    Orang sekali tidak ada semangat,
  • 34:23 - 34:25
    kita manusia semangat bergantung
    pada suatu titik tertentu,
  • 34:25 - 34:31
    ketika titik dia ini runtuh,
    orang ini runtuh, benar tidak?
  • 34:31 - 34:32
    Pikirkan banyak orang,
  • 34:32 - 34:38
    ke kantor seorang gadis,
    setiap hari dengan bos main mata,
  • 34:38 - 34:45
    bos menyukainya, setiap hari melihatnya suka,
    selanjutnya dia membuat jaring cinta ini,
  • 34:45 - 34:47
    setiap hari menenun sedikit menenun sedikit,
  • 34:47 - 34:51
    menenun sampai akhir penderitaan
    tak terkatakan, benar tidak?
  • 34:51 - 34:55
    Jaring cinta ini siapa yang menenun,
    itu bukankah kamu sendiri yang menenun?
  • 34:55 - 34:56
    Setiap hari demi harta,
  • 34:56 - 34:59
    saya mau kaya raya
    pergi mati-matian untuk harta,
  • 34:59 - 35:03
    setiap hari membeli saham,
    setiap hari membeli lotre,
  • 35:03 - 35:05
    setiap hari menenun satu jaring kekayaan,
  • 35:05 - 35:12
    akhirnya oleh jaring kekayaan ini, membuat
    diri sendiri lagi terkunci, terikat, terikat,
  • 35:12 - 35:15
    pikirkan kita bodoh sampai tingkat apa.
  • 35:15 - 35:17
    Manusia bodoh tidak bodoh?
  • 35:17 - 35:21
    Setiap hari dalam tingkat
    yang sangat bodoh begini,
  • 35:21 - 35:25
    tidak membuka kebijaksanaan,
    karena kebijaksanaan itu tanpa batas.
  • 35:25 - 35:28
    Jadi banyak orang adalah
    memiliki kepandaian,
  • 35:28 - 35:30
    kepandaian tidak mewakili
    memiliki kebijaksanaan,
  • 35:30 - 35:35
    karena kepandaian hanyalah
    menghitung untung rugi kamu,
  • 35:35 - 35:38
    sedangkan kebijaksanaan itu
    adalah kamu melepaskan,
  • 35:38 - 35:41
    orang yang berani melepaskan
    dia baru bisa mendapat,
  • 35:41 - 35:43
    jadi disebut
    melepaskan untuk mendapat.
  • 35:49 - 35:55
    Kita setiap hari bermimpi,
    kita setiap hari hidup dalam mimpi,
  • 35:55 - 35:57
    kita sangat tidak tahu
    apa yang kita lakukan,
  • 35:57 - 36:00
    suatu hari ketika kita terbangun,
  • 36:00 - 36:04
    kita sudah tidak tahu kemana,
    kita tidak tahu dimana kita berada.
  • 36:04 - 36:06
    Coba kalian pikirkan,
  • 36:06 - 36:09
    ketika seseorang meninggal
    dan tidak memiliki tubuh fisik lagi,
  • 36:09 - 36:12
    ia akan kembali ke rumah
    untuk melihat keluarganya,
  • 36:12 - 36:13
    ia akan berbicara dengan keluarganya,
  • 36:13 - 36:15
    tetapi keluarganya
    tidak dapat melihatnya,
  • 36:15 - 36:19
    pada saat itu ia berbicara
    sebanyak apapun dengan keluarganya,
  • 36:19 - 36:21
    tetapi keluarganya
    tidak dapat menjawabnya,
  • 36:21 - 36:24
    ini perasaan seperti apa,
  • 36:24 - 36:27
    kalian dalam mimpi banyak orang
    memiliki perasaan seperti ini,
  • 36:27 - 36:28
    harap kalian harus melatih hati,
  • 36:28 - 36:32
    yaitu memperbaiki mimpi ini
    sedikit lebih baik,
  • 36:32 - 36:36
    jangan biarkan diri sendiri
    selamanya tenggelam dalam mimpi,
  • 36:36 - 36:38
    kemarin saya telah
    berkata kepada kalian semua,
  • 36:38 - 36:40
    hidup seperti naik kereta api,
  • 36:40 - 36:45
    dari stasiun awal kelahiran sampai akhir,
    hanya periode waktu seperti ini.
  • 36:45 - 36:48
    Waktu beberapa hari
    kita di dalam kereta,
  • 36:48 - 36:52
    setiap hari makan bermain,
    dengan cepat menjadi masa lalu.
  • 36:52 - 36:54
    Jadi jangan terikat,
  • 36:54 - 36:57
    hidup sangat singkat,
    kehidupan sangat menderita.
  • 36:57 - 37:01
    Jadi kita harus mengamati
    kehidupan tanpa akhir, apa artinya?
  • 37:01 - 37:07
    Kita harus tahu tubuh kita,
    jiwa kita sangat bersih.
  • 37:07 - 37:09
    Kita pasti harus belajar bersih,
  • 37:09 - 37:11
    kita harus mengamati
    hati tanpa ketetapan,
  • 37:11 - 37:15
    kita harus tahu hati kita
    setiap hari berubah,
  • 37:15 - 37:17
    semuanya dalam ketidakkekalan.
  • 37:17 - 37:18
    Apa yang disebut ketidakkekalan?
  • 37:18 - 37:21
    Hari ini berpikir seperti ini,
    besok berpikir seperti itu,
  • 37:21 - 37:23
    bukankah itu disebut ketidakkekalan?
  • 37:23 - 37:26
    Hari ini kamu melakukan hal ini,
    besok tidak ingin melakukannya lagi,
  • 37:26 - 37:27
    itu adalah ketidakkekalan.
  • 37:27 - 37:31
    Hal apa yang dapat
    kita pertahankan lama?
  • 37:31 - 37:33
    Tidak ada satu hal pun.
  • 37:33 - 37:36
    Kita hari ini membeli rumah,
    lusa dijual lagi.
  • 37:36 - 37:41
    Ayah ibu kita membantu kita membesarkan,
    beberapa hari lagi meninggalkan kita.
  • 37:41 - 37:45
    Anak-anak kita waktu kecil
    berkata kepada ayah ibu,
  • 37:45 - 37:49
    "Ibu kamu harus selamanya menemaniku,
    kita tidak bisa tanpa ibu,
  • 37:49 - 37:51
    ibu kamu pasti harus
    merawatku seumur hidup."
  • 37:51 - 37:55
    Ibu berkata, "Anak baik,
    ibu pasti merawatmu seumur hidup."
  • 37:55 - 37:59
    Ibu meninggalkan kita,
    ini semua adalah ketidakkekalan.
  • 37:59 - 38:03
    Pikirkan kehidupan,
    apakah kita layak kepada ibu?
  • 38:03 - 38:05
    Apakah kita layak kepada ayah?
  • 38:05 - 38:06
    Harus dipikirkan,
  • 38:06 - 38:09
    mengapa anak-anak kalian nanti
    tidak akan layak kepada kalian?
  • 38:09 - 38:11
    Karena balasan karma kalian,
  • 38:11 - 38:15
    kalian tidak membuat ayah ibu
    kalian sendiri nyaman dan senang,
  • 38:15 - 38:18
    jadi kalian juga
    akan menerima balasan karma.
  • 38:18 - 38:24
    Di Australia kami sama seperti Selandia Baru,
    banyak panti jompo,
  • 38:24 - 38:28
    orang tua usia tua
    dipindahkan ke panti jompo.
  • 38:28 - 38:33
    Hari Ibu, Hari Ayah, menulis kartu ucapan,
    orang tua senang setengah hari.
  • 38:33 - 38:38
    Pikirkan, seumur hidup membesarkan
    anak betapa tidak mudahnya,
  • 38:38 - 38:42
    jadi semua orang harus mengerti
    kehidupan tanpa ketetapan.
  • 38:42 - 38:46
    Kita harus benar-benar belajar,
    harus menggunakan hati untuk mencintai.
  • 38:46 - 38:52
    Praktisi Buddha seharusnya memandang
    generasi muda kita semua sebagai anak sendiri,
  • 38:52 - 38:57
    memandang orang tua semua
    sebagai ayah ibu kalian sendiri,
  • 38:57 - 38:59
    dengan begitu kamu baru
    akan memiliki kasih sayang,
  • 38:59 - 39:01
    baru akan memiliki
    cinta kasih universal,
  • 39:01 - 39:03
    itu baru cinta yang sejati.
  • 39:09 - 39:10
    Master berkata kepada semua orang,
  • 39:10 - 39:13
    hati kita seumur hidup
    setiap hari berubah,
  • 39:13 - 39:18
    sebenarnya lingkungan kita berubah,
    hati kita juga akan berubah.
  • 39:18 - 39:20
    Banyak orang ketika
    tidak punya uang satu wajah,
  • 39:20 - 39:25
    setelah punya uang satu wajah,
    sebenarnya ia sedang berubah.
  • 39:25 - 39:27
    Sebenarnya kita tidak perlu berubah,
  • 39:27 - 39:35
    karena hati sejati yang kita miliki dapat
    membuat semua kesulitan dapat diselesaikan,
  • 39:35 - 39:40
    jadi harus mengerti kita diam
    berubah tetapi hati tidak berubah,
  • 39:40 - 39:46
    kita harus menggunakan hati sejati untuk
    mengatasi hambatan, mengatasi kegagalan.
  • 39:46 - 39:50
    Jadi kita jangan membuat
    jebakan untuk diri sendiri
  • 39:50 - 39:52
    lalu menerjunkan
    kepala masuk ke dalamnya,
  • 39:52 - 39:54
    pikirkan apakah seperti itu.
  • 39:54 - 40:00
    Dan kita dengan sepenuh hati
    masih mencicipi pahit jaring kesedihan,
  • 40:00 - 40:03
    banyak anak perempuan
    banyak anak laki-laki, ayah ibu berkata
  • 40:03 - 40:07
    "kamu jangan pergi,
    tempat ini tidak boleh pergi,
  • 40:07 - 40:10
    orang ini kamu tidak boleh menikah
    dengannya, kamu akan menderita."
  • 40:10 - 40:12
    "Ibu, aku harus menikah dengannya,
  • 40:12 - 40:14
    kamu semakin bicara
    aku semakin menikah dengannya,
  • 40:14 - 40:16
    kamu bicara lagi
    aku sekarang langsung pergi."
  • 40:16 - 40:20
    Pikirkan bukankah ia
    sedang menjaring sendiri?
  • 40:20 - 40:24
    Harus mengerti
    hati sering harus merasa bersalah,
  • 40:24 - 40:26
    harus merasa tidak layak kepada orang,
  • 40:26 - 40:28
    kamu baru akan
    memiliki hati welas asih,
  • 40:28 - 40:31
    saya sering berkata
    suami istri tidak mudah,
  • 40:31 - 40:35
    jadi harus saling menyayangi,
    saling membantu.
  • 40:35 - 40:37
    Kamu harus kasihan perempuan,
  • 40:37 - 40:39
    menikah denganmu
    tidak punya apa-apa,
  • 40:39 - 40:41
    kamu memberinya apa?
  • 40:41 - 40:43
    Membantumu melahirkan anak,
    membantumu memasak,
  • 40:43 - 40:46
    membantumu menghidupi keluarga, masih
    harus membantumu memikul tanggung jawab,
  • 40:46 - 40:53
    dari gadis muda cantik, menikah denganmu
    sekarang menjadi pasangan tua,
  • 40:53 - 40:55
    ia memiliki apa?
  • 40:55 - 40:58
    Kamu masih ingin memarahi ya marahi,
    ingin memukul ya pukul.
  • 40:58 - 41:01
    Pikirkan apakah laki-laki betul tidak?
  • 41:01 - 41:07
    Sebaliknya banyak laki-laki, banyak
    perempuan juga harus memahami laki-laki.
  • 41:07 - 41:08
    Laki-laki memiliki air mata
    tidak mudah jatuh,
  • 41:08 - 41:10
    tekanan mereka sangat besar,
  • 41:10 - 41:13
    mereka pulang ke rumah
    mungkin akan marah,
  • 41:13 - 41:17
    kadang di kantor tidak senang,
    tidak bisa bicara, bagaimana?
  • 41:17 - 41:19
    Ya tidak bicara, sedih.
  • 41:19 - 41:21
    Jadi sering menyimpan kesedihan
    tidak mengeluarkan,
  • 41:21 - 41:23
    umur juga akan pendek.
  • 41:23 - 41:30
    Jadi ini alasan lain, mengapa laki-laki usia
    lanjut begitu sedikit, ibu tua begitu banyak,
  • 41:30 - 41:34
    karena ibu tua suka bicara,
    setelah bicara, setelah marahi,
  • 41:34 - 41:37
    ia selesai marah, ia selesai melampiaskan,
  • 41:37 - 41:40
    sedangkan laki-laki menekan di dalam hati,
    ia tidak mudah melampiaskan,
  • 41:40 - 41:42
    akhirnya ia mati.
  • 41:42 - 41:47
    Jadi saya harap hari ini semua tuan-tuan
    yang datang juga sedikit lebih terbuka,
  • 41:47 - 41:49
    nanti selamanya
    jangan disimpan di dalam hati,
  • 41:49 - 41:51
    yang harus dibicarakan harus dikatakan,
  • 41:51 - 41:54
    paling baik jangan bicara,
    juga jangan marah, itu yang terbaik.
  • 42:00 - 42:03
    Master memberitahu semua orang,
  • 42:03 - 42:06
    kita belajar Buddha adalah
    harus memandang kekuatan nama,
  • 42:06 - 42:10
    kekuatan nama ini
    sangat menyakiti orang,
  • 42:10 - 42:12
    karena nama, wah, saya punya nama ini,
  • 42:12 - 42:14
    sekali turun,
    tidak tahu apa-apa.
  • 42:14 - 42:17
    Kemarin ketika saya mengadakan dharma
    assembly kecil saya berkata kepada semua orang,
  • 42:17 - 42:19
    wah, dahulu Qin Shi Huang
    tidak tahu apa-apa,
  • 42:19 - 42:25
    kaisar pertama negara Qin yang memulai,
    menyatukan enam negara,
  • 42:25 - 42:29
    pada waktu itu siapa bicara tentang
    Qin Shi Huang tidak tahu apa-apa,
  • 42:29 - 42:32
    semua bertanya siapa tahu dia,
    tidak belajar sejarah, Qin Shi Huang siapa tahu dia,
  • 42:32 - 42:34
    jadi bagaimana, betul tidak?
  • 42:34 - 42:37
    Kemarin saya masih bercanda,
  • 42:37 - 42:46
    dahulu Insiden Xi'an, Zhang Xueliang,
    hebat kan, pangeran muda,
  • 42:46 - 42:48
    semua orang melihatnya sangat hebat,
  • 42:48 - 42:53
    pada waktu itu semua orang menyukainya,
    terkenal, sangat berkuasa, Zhang Xueliang,
  • 42:53 - 42:59
    sekarang anak-anak kecil ujian tanya dia,
    aktor utama Insiden Xi'an adalah siapa,
  • 42:59 - 43:04
    mereka mengisi, Zhang Xueyou.
  • 43:04 - 43:09
    Kamu pikirkan, hilang ya hilang,
    masa lalu ya masa lalu,
  • 43:09 - 43:11
    apa yang bisa dirindukan?
  • 43:11 - 43:14
    Masa lalu adalah hilang,
    hilang kita harus melepaskan,
  • 43:14 - 43:17
    melepaskan diri sendiri adalah pencerahan,
  • 43:17 - 43:20
    orang yang mencerahan
    adalah dapat memeluk turun.
  • 43:25 - 43:30
    Jadi, ingin mengubah diri sendiri,
    kita harus melepaskan.
  • 43:30 - 43:31
    Master berkata kepada semua orang,
  • 43:31 - 43:35
    ada seseorang lari
    mencari biksu besar berkata,
  • 43:35 - 43:38
    "Pendeta besar, saya tidak bisa
    melepaskan rumah,
  • 43:38 - 43:40
    saya tidak bisa melepaskan apa,
    saya tidak bisa melepaskan."
  • 43:40 - 43:43
    Pendeta ini berkata kepadanya,
  • 43:43 - 43:46
    "Kamu menerima
    begitu banyak penderitaan,
  • 43:46 - 43:49
    karena kamu tidak bisa
    melepaskan betul tidak,
  • 43:49 - 43:50
    kamu baru akan menderita."
  • 43:50 - 43:53
    "Pendeta, saya tahu
    saya tidak bisa melepaskan."
  • 43:53 - 43:57
    Kemudian pendeta menyuruhnya
    memegang gelas,
  • 43:57 - 44:01
    di dalam gelas ini,
    pendeta menuangkan air panas,
  • 44:01 - 44:02
    terus tuang, tuang, tuang,
  • 44:02 - 44:04
    ketika panas ia masih memegang,
  • 44:04 - 44:09
    tunggu sampai air panas semuanya
    meluap keluar, membakar tangannya,
  • 44:09 - 44:14
    orang ini segera melepaskan tangan,
    gelas jatuh, pecah.
  • 44:14 - 44:17
    Pendeta berkata kepadanya,
    "Kamu tahu tidak,
  • 44:17 - 44:21
    kamu ingin melepaskan,
    kamu tidak sakit tidak bisa melepaskan,
  • 44:21 - 44:24
    kamu ingin melepaskan harus sakit,
  • 44:24 - 44:26
    jadi orang yang melepaskan
    akan sakit sedikit,
  • 44:26 - 44:30
    tetapi ketika kamu sudah melepaskan,
    kamu tidak sakit lagi."
  • 44:36 - 44:41
    Jadi, ingin mengubah nasib sendiri,
    adalah harus berperang melawan diri sendiri,
  • 44:41 - 44:45
    karena musuh yang sebenarnya,
    kesulitan yang sebenarnya,
  • 44:45 - 44:47
    adalah dicari oleh dirimu sendiri.
  • 44:47 - 44:50
    Kali ini di bandara Auckland,
  • 44:50 - 44:54
    saya berkata kepada orang,
    seorang yang menyambut saya,
  • 44:54 - 44:58
    saya berkata kepadanya, saya berkata,
    "Kalian pikirkan,
  • 44:58 - 45:00
    diri sendiri
    harus mengalahkan diri sendiri,
  • 45:00 - 45:03
    jika kamu bahkan diri sendiri
    tidak bisa mengalahkan diri sendiri,
  • 45:03 - 45:05
    kamu marah, gelisah,
  • 45:05 - 45:09
    kamu tahu kegelisahan adalah
    dicari sendiri betul tidak,
  • 45:09 - 45:12
    marah juga adalah dilahirkan sendiri,
  • 45:12 - 45:14
    kamu tidak melahirkan
    dari mana datangnya marah?"
  • 45:14 - 45:16
    Ia di bandara mendengar saya
    bicara kalimat ini,
  • 45:16 - 45:18
    masih tidak mengerti,
    mata memandang saya,
  • 45:18 - 45:21
    saya hanya bisa memberinya
    bicara lebih sederhana lagi,
  • 45:21 - 45:25
    saya berkata, anak adalah dilahirkan,
    tidak melahirkan dari mana datangnya anak?
  • 45:25 - 45:28
    Marahmu adalah dilahirkan, kamu tidak
    melahirkan dari mana datangnya marah?
  • 45:28 - 45:31
    Kalian pikirkan,
    kegelisahan bukankah dicari sendiri?
  • 45:31 - 45:35
    Ambil contoh sederhana,
    rumahmu sendiri tadinya hidup cukup baik,
  • 45:35 - 45:38
    kamu di Tiongkok belum
    datang kunjungan keluarga,
  • 45:38 - 45:40
    lari ke rumah anak perempuan,
  • 45:40 - 45:44
    rumah anak perempuan ada apartemen
    tiga kamar satu ruang tamu,
  • 45:44 - 45:48
    sudah merasa sangat senang, "Wah,
    rumah anak perempuanku sangat besar."
  • 45:48 - 45:52
    Beberapa hari kemudian buka acara berkumpul,
    pergi bermain ke rumah orang,
  • 45:52 - 45:56
    "Wah, rumah orang begitu besar,"
    pulang ke rumah sedih.
  • 45:56 - 45:58
    "Saya harus membantu
    anak perempuan bersama,
  • 45:58 - 46:01
    usia saya walaupun tua,
    saya harus membantunya bekerja,
  • 46:01 - 46:04
    saya mau antar susu, antar koran,
    hasilkan uang,
  • 46:04 - 46:05
    saya harus
    membantu anak perempuan,
  • 46:05 - 46:08
    sebelum mati, saya harus
    membantunya membeli rumah."
  • 46:08 - 46:11
    Lihat kegelisahan bukankah datang?
  • 46:11 - 46:15
    Bersyukur selalu senang,
    sungguh, pikir terbuka.
  • 46:15 - 46:19
    Dulu kita mengayuh sepeda,
    sekarang di sini ada mobil dikendarai,
  • 46:19 - 46:22
    kamu peduli merek apa,
    bisa jalan bukankah baik?
  • 46:29 - 46:31
    Jadi saya tadi berkata
    kepada semua orang,
  • 46:31 - 46:34
    orang sederhana mudah bahagia,
  • 46:34 - 46:39
    jadi, ketidakberuntungan yang diberikan
    nasib kepada orang masih bisa ditahan.
  • 46:39 - 46:43
    Misalnya ketidakberuntungan yang diberikan
    nasib kepada orang kita masih bisa tahan,
  • 46:43 - 46:46
    kalian tahu apa yang paling
    tidak bisa menahan nasib,
  • 46:46 - 46:49
    adalah ketidakberuntungan yang
    ditambahkan diri sendiri kepada diri sendiri,
  • 46:49 - 46:53
    karena diri sendiri sangat mudah menambahkan
    ketidakberuntungan kepada diri sendiri,
  • 46:53 - 46:55
    karena masalah yang
    kamu datangkan lebih awal,
  • 46:55 - 46:57
    kamu tahan juga tidak bisa ditahan,
  • 46:57 - 47:03
    jadi keinginan tanpa jalan penyelamatan,
    yaitu orang yang keinginanmu kuat,
  • 47:03 - 47:06
    kamu tidak punya jalan
    menyelamatkan diri sendiri,
  • 47:06 - 47:09
    karena kamu selamanya tidak akan puas.
  • 47:09 - 47:10
    Kamu pikirkan,
  • 47:10 - 47:15
    stasiun radio Timur kami, kita di Australia,
    banyak ibu tua bapak tua datang,
  • 47:15 - 47:21
    "Master Lu, saya seumur hidup ini,
    semua ada hanya uang sedikit kurang."
  • 47:21 - 47:25
    Saya berkata "kamu semua sudah ada,
    kamu seharusnya puas,
  • 47:25 - 47:27
    kamu mengapa masih kurang uang?"
  • 47:27 - 47:30
    Ia berkata kepada saya, "Master Lu,
    saya mau baca mantra,
  • 47:30 - 47:34
    saya ingin rumah ada
    sedikit keberuntungan uang."
  • 47:34 - 47:36
    Saya berkata, "Ini sangat sulit,
  • 47:36 - 47:41
    karena nasib orang hanya
    keberuntungan jabatan dapat diminta,
  • 47:41 - 47:43
    tetapi keberuntungan uang
    tidak bisa diminta,
  • 47:43 - 47:45
    keberuntungan uang adalah
    cerita kehidupan lalu,
  • 47:45 - 47:47
    kehidupan ini baru akan ada."
  • 47:47 - 47:51
    Ia berkata, "Master Lu, kamu bukan bilang
    Zhun Ti Shen Zhou sangat baik?
  • 47:51 - 47:53
    Keinginan tercapai?"
  • 47:53 - 47:56
    Ia pergi membeli lotre.
  • 47:56 - 48:00
    Setelah membeli lotre,
    mata ditutup menggaruk,
  • 48:00 - 48:04
    mulut membaca Zhun Ti Shen Zhou.
  • 48:04 - 48:06
    Pikirkan, orang betapa kasihan
  • 48:06 - 48:10
    demi sedikit nama keuntungan,
    demi sedikit kepentingan diri sendiri,
  • 48:10 - 48:13
    ia menyerahkan dirinya.
  • 48:13 - 48:17
    Harus mengerti kita orang
    sebenarnya banyak sifat buruk.
  • 48:17 - 48:21
    Banyak orang berkata, wah, saya orang ini
    sifat buruk adalah bawaan lahir,
  • 48:21 - 48:22
    saya berkata kepada kalian,
  • 48:22 - 48:28
    sifat buruk bukan bawaan lahir,
    adalah kelahiran kemudian, mengerti tidak?
  • 48:28 - 48:32
    Sifat adalah dilatih menjadi buruk,
    paham tidak?
  • 48:32 - 48:34
    Walaupun ada beberapa
    bayangan kehidupan lalu,
  • 48:34 - 48:40
    tetapi pelatihan ekonomi,
    ia dapat membuat sifat menjadi baik.
  • 48:40 - 48:41
    Semua orang harus tahu,
  • 48:41 - 48:47
    marah, sifat tidak baik, adalah dulu ada
    marah baru ingin melepaskan, betul tidak?
  • 48:47 - 48:50
    Jika kamu tidak punya marah,
    kamu tidak akan melepaskan,
  • 48:50 - 48:53
    kamu pertama dulu jangan marah,
  • 48:53 - 48:55
    suami istri bertengkar
    juga seperti ini,
  • 48:55 - 48:58
    hari ini, orang sekarang kapasitas
    marah betapa kecil, sungguh,
  • 48:58 - 49:01
    sekarang istri
    kapasitas marah juga kecil,
  • 49:01 - 49:03
    suami hari ini,
    ia membuat suami masakan,
  • 49:03 - 49:06
    wah, sangat berusaha,
    suami juga pelit,
  • 49:06 - 49:08
    berbaring di sofa baca koran,
  • 49:08 - 49:14
    hari ini saya membuat masakan,
    kamu rasa baik ya?
  • 49:14 - 49:15
    Asin tidak asin?
  • 49:15 - 49:16
    Tidak asin.
  • 49:16 - 49:18
    Baik, tidak senang,
  • 49:18 - 49:20
    saya membuat begitu baik,
    kamu seperti ini,
  • 49:20 - 49:23
    hari kedua memberimu membuat
    sangat buruk, mulutku tidak senang,
  • 49:23 - 49:25
    "Hari ini masakanmu ini
    bagaimana seperti ini?"
  • 49:25 - 49:28
    "Lihat kamu orang ini,
    mau pilih tiga pilih empat,
  • 49:28 - 49:30
    kamu sendiri datang buat.
  • 49:30 - 49:33
    Kemarin bilang asin, hari ini bilang tawar,
    kamu sendiri datang buat."
  • 49:33 - 49:36
    Lihat, ini adalah marah,
    marah dilahirkan,
  • 49:36 - 49:38
    kamu jangan merasa
    ia bilang kamu tidak baik,
  • 49:38 - 49:39
    kamu tidak peduli,
  • 49:39 - 49:41
    "Saya memberimu makan
    ya memberimu makan," betul tidak?
  • 49:41 - 49:45
    Kadang tingkat sedikit lebih rendah,
    belum belajar waktu itu,
  • 49:45 - 49:50
    kamu berkata saya memberi
    makan sedikit sudah bisa kan?
  • 49:50 - 49:53
    Kalian tidak mengerti kata-kata saya?
  • 49:53 - 49:57
    Harus mengerti olok-olok diri sendiri,
    harus mengerti diri sendiri menghilangkan marah,
  • 49:57 - 50:00
    seseorang harus mengerti
    sendiri menghilangkan marah,
  • 50:00 - 50:01
    kamu baru tidak akan marah,
  • 50:01 - 50:05
    jadi orang hati benar,
    Buddha menjadi tuan,
  • 50:05 - 50:09
    seseorang hati selamanya benar,
    ia adalah Bodhisattva di hatimu menjadi tuan,
  • 50:09 - 50:13
    jika hati seseorang adalah jahat,
    ia adalah setan menjadi tuan,
  • 50:13 - 50:14
    setan menjadi tuan,
  • 50:14 - 50:17
    jadi orang yang tercerahkan
    adalah sifat asli,
  • 50:17 - 50:20
    orang yang mencerahan
    mengerti bagaimana baik kepada orang,
  • 50:20 - 50:22
    baru membuat orang
    bagaimana baik kepadamu,
  • 50:22 - 50:25
    orang yang bingung ada reinkarnasi,
  • 50:25 - 50:26
    jika kamu adalah orang yang bingung,
  • 50:26 - 50:29
    kamu selamanya dalam
    enam alam reinkarnasi,
  • 50:29 - 50:31
    hati jernih baru melihat sifat,
  • 50:31 - 50:32
    hatimu jelas,
  • 50:32 - 50:37
    kamu baru akan melihat hati nurani
    orang begitu baik, betul tidak?
  • 50:37 - 50:39
    Melihat sifat,
    kamu melihat sifat asli,
  • 50:39 - 50:44
    kamu tahu orang ternyata begitu baik,
    semua orang dapat berteman,
  • 50:44 - 50:47
    hari ini kalian datang
    semua adalah teman Buddha,
  • 50:47 - 50:51
    medan energi begitu baik,
    semua adalah orang baik,
  • 50:51 - 50:53
    ingin datang mencari lebih banyak kebaikan,
    kalian adalah Bodhi.
  • 50:53 - 50:56
    Jadi orang yang tercerahkan
    adalah Bodhi,
  • 50:56 - 51:00
    kalian selamanya dapat
    menemukan Bodhi, adalah Bodhisattva.
  • 51:05 - 51:08
    Master pernah
    berkata kepada semua orang,
  • 51:08 - 51:12
    saya sering membacakan
    mantra kepada banyak orang,
  • 51:12 - 51:14
    menyuruh mereka baca mantra,
  • 51:14 - 51:18
    setelah baca mantra ada pendengar telepon
    datang memberikan umpan balik, berkata
  • 51:18 - 51:22
    Master, tahun lalu
    kamu melalui induksi medan energi,
  • 51:22 - 51:27
    kamu memberitahuku berkata
    harus perhatikan tenggorokan dan hidung,
  • 51:27 - 51:29
    menyuruhnya banyak minum air hangat,
  • 51:29 - 51:32
    masih berkata dahaknya
    sangat banyak Master berkata.
  • 51:32 - 51:35
    Pada waktu itu pendengar ini
    setelah mendengar tidak ada perasaan,
  • 51:35 - 51:38
    setengah tahun berlalu,
    merasakan keluar,
  • 51:38 - 51:42
    terkena radang hidung,
    setiap hari hidung sangat sakit, pilek,
  • 51:42 - 51:44
    pendengar ini kagum sekali,
  • 51:44 - 51:48
    saya putarkan untuk semua orang,
    semua orang dengarkan.
  • 51:48 - 51:53
    Master kamu sungguh sangat dewa,
    tahun ini malam tahun baru telepon kan,
  • 51:53 - 51:54
    kemudian kamu
    dari medan energiku merasakan,
  • 51:54 - 51:56
    menyuruhku harus perhatikan tenggorokan,
  • 51:56 - 51:58
    saya waktu itu
    masih tidak ada perasaan khusus,
  • 51:58 - 52:02
    kemudian beberapa bulan kemudian
    saya terkena radang nasofaring,
  • 52:02 - 52:04
    kemudian setiap hari
    hidung sangat tidak nyaman,
  • 52:04 - 52:07
    kamu waktu itu menyuruhku
    pagi minum air hangat,
  • 52:07 - 52:08
    berkata dahakku sangat banyak,
  • 52:08 - 52:10
    saya waktu itu
    memang tidak ada perasaan,
  • 52:10 - 52:12
    tetapi hatiku ada perhatian,
  • 52:12 - 52:15
    kemudian saya terkena radang hidung,
    makan obat juga makan,
  • 52:15 - 52:17
    tetapi masih tidak sepenuhnya baik,
  • 52:17 - 52:23
    setiap hari pagi hidung sangat sakit,
    pilek banyak, hidung sangat tidak nyaman.
  • 52:23 - 52:24
    Jadi saya berkata kepadamu,
  • 52:24 - 52:25
    Master membantumu
    menunjukkan penyakit,
  • 52:25 - 52:28
    saya melihat dulu, saya berkata kepadamu,
  • 52:28 - 52:31
    banyak orang kali lalu ada orang saya membantunya
    melihat telinga berkata dia tidak baik,
  • 52:31 - 52:32
    ia di telepon berkata tidak ada,
  • 52:32 - 52:35
    saya berkata
    kamu dua minggu kemudian akan ada.
  • 52:35 - 52:38
    Sampai dua minggu,
    dari telinga tumbuh sesuatu,
  • 52:38 - 52:41
    hasilnya ke rumah sakit,
    ia masih telepon kembali memberitahu saya,
  • 52:41 - 52:42
    wah, Tuan Lu kamu sangat tepat.
  • 52:42 - 52:44
    Wah, sungguh orang sangat kasihan.
  • 52:44 - 52:50
    Masih ada yang pokoknya adalah kata-katamu,
    cepat atau lambat semua dapat dibuktikan,
  • 52:50 - 52:52
    saya sungguh kagum padamu.
  • 52:52 - 52:57
    Wah, kamu harus baik-baik terima kasih
    Bodhisattva Guanyin menyelamatkan kalian,
  • 52:57 - 52:59
    bukan saya,
    adalah Bodhisattva Guanyin.
  • 52:59 - 53:04
    Iya, Gan En Da Ci Da Bei Jiu Ku Jiu Nan
    Guang Da Ling Gan Guan Shi Yin Pu Sa Mo He Sa.
  • 53:08 - 53:10
    Rekaman ini seperti
    tersangkut bukan di tempat,
  • 53:10 - 53:17
    orang kalimat kedua belum selesai bicara,
    terpotong, Master Lu, ia memotongnya.
  • 53:17 - 53:21
    Nanti Master akan langsung
    melihat totem untuk kalian,
  • 53:21 - 53:24
    langsung menunjukkan
    penyakit di tubuh kalian,
  • 53:24 - 53:27
    kalian USG tidak perlu lakukan,
    cepat sekali,
  • 53:27 - 53:30
    dan berbagai aspek urusan kalian saya
    semua dapat membantu kalian menunjukkan,
  • 53:30 - 53:32
    langsung dapat melihat,
  • 53:32 - 53:35
    yang terbaik adalah
    rumah kalian sendiri, nanti,
  • 53:35 - 53:38
    di rumah orang yang meninggal,
    orang yang meninggal di mana,
  • 53:38 - 53:40
    Master semua akan
    membantu kalian melihat,
  • 53:40 - 53:44
    harap kalian nanti dapat terpilih.
  • 53:44 - 53:49
    Saya berkata kepada kalian,
    seseorang harus belajar alami,
  • 53:49 - 53:54
    apa saja alami datang alami pergi,
    kita dapat memutus kegelisahan.
  • 53:54 - 53:57
    Alami datang alami pergi,
    semua alami,
  • 53:57 - 54:00
    memecahkan kebodohan tanpa nama
    kebijaksanaan adalah Prajna, apa artinya?
  • 54:00 - 54:02
    Kamu harus memecahkan tanpa nama.
  • 54:02 - 54:02
    Tanpa nama adalah apa?
  • 54:02 - 54:03
    Tidak paham.
  • 54:03 - 54:05
    Kalian tahu mengapa
    akan membuat masalah?
  • 54:05 - 54:07
    Kita di dunia manusia
    mengapa akan melanggar hukum?
  • 54:07 - 54:11
    Karena kita tidak tahu hukum,
    jadi kita baru akan melanggar hukum.
  • 54:11 - 54:14
    Kita belajar orang tidak tahu
    hukum Buddha betul tidak?
  • 54:14 - 54:17
    Hukum adalah kita bilang alam Buddha,
  • 54:17 - 54:22
    kita tidak mengerti sila, kita mudah
    melanggar sila Buddha melanggar hukum.
  • 54:22 - 54:23
    Sebenarnya prinsip semua sama,
  • 54:23 - 54:27
    banyak orang permukaan
    tidak melakukan kesalahan,
  • 54:27 - 54:29
    dalam hukum lolos,
  • 54:29 - 54:32
    tetapi ia sangat cepat terkena kanker,
  • 54:32 - 54:34
    sebenarnya ia adalah
    hukum karma menghukumnya,
  • 54:34 - 54:37
    jadi semua orang harus
    mengerti jangan bingung.
  • 54:37 - 54:44
    Karena kamu bingung adalah kamu terhadap
    lingkungan hidup diri sendiri ini tidak paham,
  • 54:44 - 54:46
    jadi kamu baru akan bingung betul tidak?
  • 54:46 - 54:48
    Banyak orang tidak mengerti
  • 54:48 - 54:53
    kehidupan seseorang merasa
    ketika seseorang mengejar sesuatu,
  • 54:53 - 54:55
    kamu merasa ia sangat sangat indah,
  • 54:55 - 54:58
    kamu selamanya merasa,
    "Wah, hal ini sangat indah."
  • 54:58 - 55:00
    Ketika kamu mengejar sampai,
  • 55:00 - 55:04
    kamu akan merasa ia tidak seperti
    dalam bayanganmu sempurna.
  • 55:04 - 55:10
    Jadi ketika mengejar, ketika
    terpesona, kamu pasti bodoh.
  • 55:10 - 55:13
    Jadi harus mengerti jangan bodoh,
  • 55:13 - 55:16
    karena bodoh dan bingung
    kamu letakkan bersama.
  • 55:16 - 55:20
    Jadi alam ajaran Buddha bicara disebut
    keserakahan kebencian kebodohan.
  • 55:20 - 55:25
    Serakah akan benci,
    tidak dapat serakah segera akan benci,
  • 55:25 - 55:29
    setelah benci akan melakukan hal bodoh,
    itu adalah kebodohan.
  • 55:29 - 55:32
    Jadi harap semua orang harus memecahkan
    kebingungan membuka pencerahan,
  • 55:32 - 55:36
    jadi ajaran Buddha menyuruh kalian memecahkan
    kebingungan membuka pencerahan,
  • 55:36 - 55:37
    meninggalkan penderitaan
    mendapat kegembiraan.
  • 55:37 - 55:39
    Kita adalah harus
    meninggalkan penderitaan,
  • 55:39 - 55:40
    kita hari ini datang apa?
  • 55:40 - 55:41
    Belajar Buddha.
  • 55:41 - 55:42
    Saya berkata kepada kalian
  • 55:42 - 55:45
    banyak orang berkata minta Bodhisattva
    setengah hari tidak manjur,
  • 55:45 - 55:48
    saya berkata kepada kalian Bodhisattva
    sekali minta langsung manjur,
  • 55:48 - 55:51
    karena tidak manjur adalah
    hatimu masih tidak cukup tulus.
  • 55:51 - 55:53
    Jika Bodhisattva tidak manjur,
  • 55:53 - 55:56
    Guanyin tidak akan memberitahu kita
    berkata ada permintaan pasti kabulkan.
  • 55:56 - 56:00
    Saya dapat berkata kepada kalian,
    belajar Buddha minta Buddha pasti manjur.
  • 56:00 - 56:03
    Jika kalian sungguh-sungguh belajar,
    sungguh-sungguh minta,
  • 56:03 - 56:06
    pasti akan semakin semakin manjur.
  • 56:06 - 56:08
    Jika hari ini kalian minta masih tidak manjur,
  • 56:08 - 56:10
    kalian belajar Buddha apa,
    belajar ajaran apa?
  • 56:10 - 56:11
    Saya berkata kepada kalian,
  • 56:11 - 56:14
    kalian ikuti Master
    baik-baik belajar ajaran Buddha,
  • 56:14 - 56:18
    saya jamin kalian berubah,
    jamin kalian semakin semakin baik.
  • 56:24 - 56:28
    Orang sungguh sangat kasihan, sungguh,
  • 56:28 - 56:31
    saya kadang sering akan berkata kepada
    semua orang balasan karma seseorang.
  • 56:31 - 56:34
    Kalian pikirkan,
    kalian minum teh waktu itu,
  • 56:34 - 56:37
    lihat cakar ayam itu,
  • 56:37 - 56:40
    seperti tidak seperti
    tangan anak kecil?
  • 56:40 - 56:44
    Gigit, tulang dipilih,
    dipilih begitu bersih,
  • 56:44 - 56:49
    kalian pikirkan, orang ini bagaimana bisa
    melakukan perbuatan jahat ini?
  • 56:49 - 56:51
    Pikirkan betul tidak.
  • 56:51 - 56:52
    Saya berkata kepada kalian satu hal,
  • 56:52 - 56:57
    ada seorang petani,
    ia menaruh beberapa sawah,
  • 56:57 - 57:02
    sering ada ayam bebek itu
    lari datang makan padinya,
  • 57:02 - 57:04
    ia benci sekali,
  • 57:04 - 57:07
    ia pura-pura membuat jaring,
    di situ dipasang baik,
  • 57:07 - 57:12
    kemudian melihat ayam liar bebek liar ini
    datang, ia jaring satu tarik,
  • 57:12 - 57:15
    setelah tarik, ia tidak membunuh mereka,
  • 57:15 - 57:18
    patahkan setiap orang satu kaki,
  • 57:18 - 57:25
    biarkan ayam bebek itu pincang berjalan,
    ia biarkan mereka sakit,
  • 57:25 - 57:30
    hasilnya ia mulai tahun sakit,
    kedua kakinya semuanya busuk.
  • 57:30 - 57:32
    Setelah kedua kaki busuk,
  • 57:32 - 57:39
    masih mimpi ayam bebek itu terus dengan
    paruh mencari kakinya, mematuk kakinya,
  • 57:39 - 57:43
    kemudian kakinya enam tahun di tempat tidur
    tidak bisa bangun, sakit,
  • 57:43 - 57:52
    dan suara dari mulut seperti
    bebek bersuara, seperti ayam bersuara.
  • 57:52 - 57:57
    Kamu pikirkan balasan karma seperti ini,
    orang masih bisa melakukan perbuatan buruk.
  • 57:57 - 58:01
    Pikirkan, Master berkata
    kepada kalian semua adalah hal nyata.
  • 58:01 - 58:04
    Kita menjadi orang
    pasti harus ada hati welas asih,
  • 58:04 - 58:07
    pasti harus pikirkan
    orang sangat menderita.
  • 58:07 - 58:09
    Jadi saya tidak ingin
    tidak baik kepadanya,
  • 58:09 - 58:11
    kamu akan perlahan hilang marah.
  • 58:11 - 58:16
    Kamu pikir tempat kasihan dia,
    kamu akan hilang marah.
  • 58:16 - 58:19
    Ada seorang ibu tua ke stasiun radio
    kami berkata kepada Master,
  • 58:19 - 58:25
    berkata "Master, suami tuaku ada waktu itu,
    ia baik kepadaku saya tidak merasa,
  • 58:25 - 58:27
    saya setiap hari marahi dia.
  • 58:27 - 58:31
    Ia sekarang pergi, kemudian
    cari saya sangat rindu dia, saya sedih,
  • 58:31 - 58:33
    saya setiap hari
    hidup tidak seperti mati,
  • 58:33 - 58:36
    kalian bantu saya lihat ia di mana."
  • 58:36 - 58:39
    Saya berkata kepadanya,
    "Ia sekarang di mana mana.
  • 58:39 - 58:44
    Ibu tua, kamu harus tahu
    ketika memiliki harus syukur,
  • 58:44 - 58:48
    tidak ada sekali tidak ada hilang,
    berkah habis,
  • 58:48 - 58:51
    jadi ada waktu itu harus baik-baik syukur."
  • 58:51 - 58:55
    Hari ini semua orang di sini dengan
    Master ada ikatan Buddha ini,
  • 58:55 - 58:58
    dengan semua orang
    saling di antara ada ikatan perasaan,
  • 58:58 - 59:01
    hari ini kalian
    bersama semua adalah orang baik,
  • 59:01 - 59:03
    kalian mengapa tidak syukur?
  • 59:03 - 59:07
    Kalian hari ini rumah, anak-anak kalian,
    kalian semua harus syukur.
  • 59:07 - 59:10
    Karena orang yang bersyukur, orang bijak,
    kamu akan ada kebijaksanaan.
  • 59:10 - 59:14
    Semakin semakin menghargai berkah orang,
    semakin semakin akan ada kebijaksanaan.
  • 59:14 - 59:19
    Semakin semakin ada kebijaksanaan orang,
    Bodhisattva selalu menemani di samping.
  • 59:19 - 59:24
    Jadi harap kalian semakin jangan marah,
    semakin jangan gelisah,
  • 59:24 - 59:26
    semakin welas asih orang,
  • 59:26 - 59:28
    kamu akan semakin semakin punya berkah.
  • 59:36 - 59:40
    Saya telah berbicara banyak
    kepada kalian semua,
  • 59:40 - 59:47
    intinya kita harus tahu untuk bahagia,
    untuk memancarkan kegembiraan.
  • 59:47 - 59:49
    Master kemarin sudah
    bercerita kepada kalian semua,
  • 59:49 - 59:53
    sangat banyak anak yang hubungannya
    dengan ayah ibu sangat istimewa
  • 59:53 - 59:54
    bukan hanya masalah penagih utang,
  • 59:54 - 59:58
    karena banyak ibu yang ketika anaknya lahir,
    meminta saya untuk melihat,
  • 59:58 - 60:01
    anaknya sejak kecil paling disayang,
  • 60:01 - 60:04
    namun ketika besar,
    anak ini menyakitinya paling parah.
  • 60:04 - 60:07
    Saya lihat banyak di antaranya
    tahukah kalian apa itu,
  • 60:07 - 60:13
    yaitu kehidupan masa lalunya,
    anaknya dan ibunya adalah suami istri,
  • 60:13 - 60:14
    ini yang paling banyak.
  • 60:14 - 60:19
    Masih banyak juga suami istri di kehidupan ini
    menjadi ibu mertua dan menantu perempuan,
  • 60:19 - 60:22
    jadi ibu mertua dan menantu perempuan
    selamanya hubungannya tidak akan baik,
  • 60:22 - 60:23
    kalian semua tidak tahu.
  • 60:23 - 60:26
    Jadi suami istri bertengkar
    ini adalah siklus reinkarnasi.
  • 60:26 - 60:27
    Tahukah kalian mengapa bisa begitu?
  • 60:27 - 60:31
    Sangat sederhana, mengapa
    bisa begitu, sangat sederhana,
  • 60:31 - 60:34
    karena ibu mertua
    memiliki suami sendiri,
  • 60:34 - 60:37
    melahirkan anak laki-laki,
  • 60:37 - 60:42
    suaminya sudah besar,
    pergi menikahi orang lain,
  • 60:42 - 60:45
    menurut kalian apakah ibunya
    akan sangat senang?
  • 60:45 - 60:47
    Merasa seperti orang itu
    merebut suaminya, begitu sedihnya.
  • 60:47 - 60:50
    Jadi bagaimana mungkin hubungan ibu mertua
    dan menantu perempuan bisa baik?
  • 60:50 - 60:53
    Kalian harus tahu ini adalah jodoh.
  • 60:53 - 60:59
    Jadi kita harus mengerti bahwa
    terkadang perasaan kita sangat penting.
  • 60:59 - 61:03
    Ketika seseorang merasa tidak baik, merasa
    hubungan saya dengannya sangat tidak baik,
  • 61:03 - 61:06
    segera harus membaca Jie Jie Zhou.
  • 61:06 - 61:09
    Merasa bos ini tidak baik kepada kamu,
    segera baca Jie Jie Zhou.
  • 61:09 - 61:11
    Merasa akhir-akhir ini
    kamu akan tidak lancar,
  • 61:11 - 61:14
    kamu harus segera membaca
    Xiao Zai Ji Xiang Shen Zhou.
  • 61:14 - 61:16
    Sebenarnya mantra-mantra ini
    sangat sangat baik,
  • 61:16 - 61:19
    semuanya adalah mantra besar Bodhisattva,
  • 61:19 - 61:22
    semuanya adalah kitab suci
    Bodhisattva yang resmi,
  • 61:22 - 61:24
    jadi kalian setelah membacanya
    akan semakin baik.
  • 61:24 - 61:28
    Sebenarnya harus mengerti
    bahwa banyak orang berkata,
  • 61:28 - 61:33
    "Master Lu, saya tidak tahu apa itu roh halus,
    saya tidak tahu, saya tidak merasakan,
  • 61:33 - 61:35
    kamu bisa melihat
    sedangkan saya tidak bisa melihat."
  • 61:35 - 61:37
    Master mengajarkan kalian
    beberapa metode
  • 61:37 - 61:40
    untuk bisa merasakan apakah di tubuh
    sendiri ada roh halus atau tidak.
  • 61:40 - 61:45
    Pertama, jika kamu sering
    merasakan telapak kaki sangat dingin,
  • 61:45 - 61:50
    sering merasakan dingin yang menyeramkan,
    punggung sedikit menggigil,
  • 61:50 - 61:51
    itu yang pertama.
  • 61:51 - 61:55
    Kedua, bermimpi sering mengalami
    mimpi buruk, dikejar-kejar orang,
  • 61:55 - 61:57
    lari pun tidak bisa kabur,
  • 61:57 - 61:58
    itu yang kedua.
  • 61:58 - 62:05
    Ketiga, kamu sering tidak bisa
    mengontrol emosi sendiri, yaitu ingin marah.
  • 62:05 - 62:11
    Keempat, wajah kamu semakin
    berubah semakin galak,
  • 62:11 - 62:18
    dan ketika bertengkar berubah bentuk,
    pasti ada roh halus di tubuh kamu,
  • 62:18 - 62:20
    apakah kalian semua mengerti?
  • 62:20 - 62:26
    Ada sepasang suami istri
    datang ke kantor saya,
  • 62:26 - 62:32
    dua orang meminta saya melihat,
    lalu ketika melihat,
  • 62:32 - 62:34
    saya melihat roh halus
    masuk ke tubuh laki-laki itu,
  • 62:34 - 62:38
    laki-laki ini tiba-tiba saja di hadapan saya
    mulai memaki istrinya,
  • 62:38 - 62:39
    "Kamu jangan banyak bicara.
  • 62:39 - 62:42
    Saya memberitahumu bukan semuanya
    alah saya, bagaimana bagaimana..."
  • 62:42 - 62:44
    mulai memaki.
  • 62:44 - 62:47
    Setelah memaki,
    Master melihatnya dari atas,
  • 62:47 - 62:51
    saya melihat roh halus itu naik ke lehernya
    menarik rambutnya,
  • 62:51 - 62:55
    laki-laki itu memaki,
    seperti boneka,
  • 62:55 - 62:57
    kalian semua tidak bisa melihat,
  • 62:57 - 62:59
    jadi waktu bertengkar
    semuanya adalah roh halus.
  • 62:59 - 63:02
    Lalu saya berbicara kepada roh halus itu,
    "Kamu cepat pergi,
  • 63:02 - 63:03
    saya akan memintanya
    membaca kitab suci untukmu."
  • 63:03 - 63:08
    Ketika dia melompat pergi,
    laki-laki ini tiba-tiba tersadar,
  • 63:08 - 63:11
    langsung kepada saya
    "Master maaf maaf, maaf, maaf."
  • 63:11 - 63:14
    Langsung kepada istrinya,
    "Maaf, maaf."
  • 63:14 - 63:17
    Suami takut istri,
    dari mana keberanian sebesar itu?
  • 63:17 - 63:18
    Hantu yang memberikannya.
  • 63:22 - 63:25
    Jadi ketika seseorang sedang bertengkar,
  • 63:25 - 63:28
    kalian tidak bisa melihat
    semuanya ada roh halus,
  • 63:28 - 63:30
    jadi mengapa kalian berkata
    tidak bisa keluar,
  • 63:30 - 63:32
    mengapa terkadang semakin bertengkar
    semakin ingin bertengkar
  • 63:32 - 63:34
    yaitu dia senang.
  • 63:34 - 63:38
    Masih banyak juga anak yang digugurkan
    oleh ayah ibu di masa lalu ada di tubuhnya,
  • 63:38 - 63:40
    dia membuat ibu dan anak bertengkar,
  • 63:40 - 63:41
    kalian semua tidak tahu,
  • 63:41 - 63:42
    setelah dibacakan mantra
  • 63:42 - 63:46
    sudah berapa banyak orang mulai
    rumahnya semakin harmonis,
  • 63:46 - 63:47
    temperamen semua menjadi baik,
  • 63:47 - 63:50
    jadi mengapa tidak belajar,
    benar bukan?
  • 63:50 - 63:52
    Hanya membaca mantra
    membaca kitab suci lalu membaik,
  • 63:52 - 63:54
    jadi banyak orang mendapat manfaat.
  • 63:54 - 63:57
    Jadi jika kalian nanti memiliki
    empat jenis situasi ini,
  • 63:57 - 64:01
    saya berharap kalian segera
    harus membaca XFZ,
  • 64:01 - 64:03
    nanti XFZ ada semua, baik tidak?
  • 64:03 - 64:07
    Maka Master hari ini ingin bercerita
    kepada kalian semua,
  • 64:07 - 64:11
    terakhir bercerita sedikit
    yaitu kita praktisi Buddha,
  • 64:11 - 64:15
    Master hari ini meminjamkan
    cahaya ini kepada kalian,
  • 64:15 - 64:17
    setelah saya meminjamkan
    cahaya kepada kalian,
  • 64:17 - 64:20
    selanjutnya harus
    melihat kalian sendiri menyalakannya.
  • 64:20 - 64:23
    Jika kalian menyalakan cahaya ini
    semakin terang,
  • 64:23 - 64:27
    di hati kalian menyalakannya semakin terang
    dan masih bisa membantu orang lain,
  • 64:27 - 64:34
    menerangi diri sendiri, cahaya kalian akan
    semakin ke mana pun pergi di sana terang.
  • 64:34 - 64:40
    Jadi seseorang pasti harus mengerti, kegembiraan
    Dharma, kebahagiaan Dharma harus senang.
  • 64:40 - 64:45
    Kita hidup di dunia ini bukankah
    hanya seumur hidup yang singkat ini?
  • 64:45 - 64:49
    Shakespeare,
    di dalam dramanya sama saja,
  • 64:49 - 64:53
    ketika kita menonton drama Shakespeare,
  • 64:53 - 64:56
    pada dasarnya
    Romeo dan Juliet juga sudah ditakdirkan,
  • 64:56 - 65:00
    ketika kita menonton
    sudah tahu akhirnya berakhir dengan tragedi,
  • 65:00 - 65:02
    bukankah kehidupan manusia seperti ini?
  • 65:02 - 65:05
    Kita dilahirkan, kita sudah tahu
    kita pasti akan mati,
  • 65:05 - 65:07
    itu adalah berakhir dengan tragedi.
  • 65:07 - 65:10
    Mengapa kita masih
    dalam penderitaan ini
  • 65:10 - 65:13
    menciptakan lebih banyak
    penderitaan untuk diri sendiri?
  • 65:13 - 65:16
    Senang sedikit, berpikir terbuka sedikit,
    berpikir tembus sedikit,
  • 65:16 - 65:18
    itulah pencerahan.
  • 65:23 - 65:25
    Terima kasih semuanya.
  • 65:25 - 65:29
    Di atas panggung sangat panas,
    saya turun cuci muka,
  • 65:29 - 65:33
    segera naik untuk melihat
    totem untuk kalian, baik tidak?
  • 65:33 - 65:34
    Terima kasih semuanya.
  • 65:34 - 65:37
    Saya rasa teman-teman Selandia Baru
    sangat baik, penuh semangat,
  • 65:37 - 65:38
    masih harus
    berterima kasih kepada kalian.
  • 65:38 - 65:40
    Walaupun kalian ada 1.000 orang,
  • 65:40 - 65:43
    tetapi kami juga tidak seperti ada 5.000 orang
    yang bertepuk tangan,
  • 65:43 - 65:43
    terima kasih.
  • 65:50 - 65:53
    Mari kita sekali lagi
    dengan tepuk tangan yang meriah
  • 65:53 - 65:56
    berterima kasih kepada
    Master Lu Junhong yang sangat welas asih.
Title:
2012年12月02日新西兰 奥克兰玄艺综述解答会开示
Description:

more » « less
Video Language:
Chinese, Simplified
Duration:
01:05:58

Indonesian subtitles

Revisions Compare revisions