< Return to Video

2012年12月02日新西兰 奥克兰玄艺综述解答会开示

  • 0:00 - 0:06
    Acara Tanya Jawab Seputar Metafisika
    Ceramah Master Lu
    Auckland, 2 Desember 2012
  • 0:08 - 0:12
    Yang terhormat para praktisi sesama
    dan umat Buddha,
  • 0:12 - 0:15
    yang terhormat para hadirin,
  • 0:15 - 0:20
    selamat datang menghadiri Acara Tanya
    Jawab Metafisika, Selandia Baru 2012
  • 0:20 - 0:26
    yang diselenggarakan oleh
    Stasiun Radio Oriental Australia.
  • 0:31 - 0:34
    Master penyebar Dharma Lu Junhong
  • 0:34 - 0:37
    adalah kepala stasiun
    Radio Oriental Australia.
  • 0:37 - 0:40
    Beliau telah menyebarkan ajaran Buddha
  • 0:40 - 0:43
    dan budaya tradisional Tiongkok
    selama 20 tahun.
  • 0:43 - 0:47
    Master Lu dengan semangat
    welas asih agung Bodhisattva Guanyin
  • 0:47 - 0:52
    menyelamatkan semua makhluk tanpa pamrih,
    melalui belajar Buddha dan melatih batin,
  • 0:52 - 0:54
    mengubah takdir diri sendiri,
  • 0:54 - 0:58
    tak terhitung pasien penyakit parah,
    kelompok pengangguran,
  • 0:58 - 1:00
    orang-orang yang
    keluarganya tidak bahagia,
  • 1:00 - 1:03
    melalui penyelamatan welas asih Master Lu,
  • 1:03 - 1:08
    penyakit sembuh secara ajaib,
    hidup mendapatkan kembali harapan,
  • 1:08 - 1:13
    keluarga bahagia,
    karier lancar, tubuh sehat,
  • 1:13 - 1:16
    kisah-kisah keajaiban
    yang tak terhitung jumlahnya,
  • 1:16 - 1:21
    oleh karena itu Master Lu juga
    dihormati sebagai Bodhisattva hidup,
  • 1:21 - 1:27
    inkarnasi Bodhisattva Guanyin.
  • 1:27 - 1:31
    Menyebarkan budaya Tiongkok,
    mempelajari intisari ajaran Buddha,
  • 1:31 - 1:36
    meneliti dunia totem,
    memupuk semangat ajaran Konfusius,
  • 1:36 - 1:41
    XLFM yang didirikan Master Lu,
    di seluruh dunia telah menciptakan
  • 1:41 - 1:44
    gelombang besar belajar Buddha
    dan melatih batin.
  • 1:44 - 1:48
    Dalam beberapa tahun terakhir,
    jejak penyebaran Dharma Master Lu
  • 1:48 - 1:51
    telah menjangkau berbagai tempat
    di seluruh dunia,
  • 1:51 - 1:54
    termasuk Amerika Utara,
    Asia, Eropa, Australia,
  • 1:54 - 1:58
    dan lebih dari seratus negara
    dan wilayah,
  • 1:58 - 2:03
    lebih dari 5 juta orang mengikuti Master
    untuk belajar Buddha dan melatih batin.
  • 2:03 - 2:11
    Situs web Master Lu bahkan dalam waktu
    3 tahun jumlah klik melampaui 18 juta.
  • 2:11 - 2:16
    Umat tersebar di seluruh dunia,
    mencakup semua lapisan masyarakat,
  • 2:16 - 2:20
    kelompok yang mendapat
    manfaat tidak terhitung jumlahnya.
  • 2:20 - 2:25
    Sebagai penyebar ajaran Buddha,
    pembimbing spiritual jiwa manusia,
  • 2:25 - 2:30
    Master Lu Jun Hong telah membantu
    5 juta orang di seluruh dunia
  • 2:30 - 2:33
    mendapatkan pembebasan batin,
    mengubah takdir,
  • 2:33 - 2:35
    lepas dari penderitaan dan
    memperoleh kebahagiaan,
  • 2:35 - 2:38
    mengingat kontribusi luar biasa
    yang telah dilakukan Master Lu
  • 2:38 - 2:42
    untuk perdamaian dunia dan
    perkembangan peradaban manusia,
  • 2:42 - 2:45
    pada bulan Juli 2012,
  • 2:45 - 2:50
    yang diselenggarakan oleh London Inggris,
    Konferensi Persatuan Agama Dunia,
  • 2:50 - 2:55
    Master Lu memperoleh kehormatan
    Penghargaan Perdamaian Dunia ini
  • 2:55 - 2:59
    dan gelar Duta Perdamaian
    Dunia Tahun Ini,
  • 2:59 - 3:00
    pada bulan Oktober
  • 3:00 - 3:05
    juga memperoleh Penghargaan Kontribusi
    Khusus Komunitas Etnis Persemakmuran Perak
  • 3:05 - 3:10
    yang diberikan di Majelis Tinggi
    Parlemen Inggris.
  • 3:10 - 3:12
    Pada bulan September 2012,
  • 3:12 - 3:18
    Master Lu Junhong diundang ke Universitas
    Harvard untuk memberikan ceramah,
  • 3:18 - 3:21
    menyebarkan budaya Tiongkok
    dan intisari ajaran Buddha,
  • 3:21 - 3:26
    hingga ke akademik tertinggi dunia.
  • 3:26 - 3:28
    Prestasi dan kehormatan ini
    bukan hanya
  • 3:28 - 3:32
    dari kalangan agama dunia,
    akademik, masyarakat arus utama,
  • 3:32 - 3:35
    merupakan pengakuan tertinggi
    terhadap Master Lu Junhong
  • 3:35 - 3:37
    yang puluhan tahun seperti sehari,
  • 3:37 - 3:41
    menyebarkan ajaran Buddha,
    menyelamatkan semua makhluk secara luas,
  • 3:41 - 3:47
    tetapi juga merupakan kebanggaan
    tertinggi kita para praktisi Buddha XLFM.
  • 3:47 - 3:51
    Hari ini cahaya Buddha Bodhisattva
    Guanyin bersinar ke mana-mana,
  • 3:51 - 3:52
    nektar tersebar di segala penjuru.
  • 3:52 - 3:57
    Master Lu Junhong telah datang ke Selandia
    Baru dengan penuh kesibukan perjalanan,
  • 3:57 - 3:59
    menjalin ikatan baik
    dengan semua makhluk,
  • 3:59 - 4:02
    percayalah pertemuan berjodoh hari ini,
  • 4:02 - 4:07
    pasti dapat membuka bab
    terbaru kehidupan Anda.
  • 4:07 - 4:10
    Susunan acara pertemuan kami
    sebagai berikut,
  • 4:10 - 4:13
    pertama, akan mengundang beberapa
    praktisi ke panggung untuk berbicara,
  • 4:13 - 4:17
    kemudian, Master Lu akan memberikan
    ceramah untuk kami,
  • 4:17 - 4:20
    selanjutnya, akan ada praktisi
    naik ke panggung,
  • 4:20 - 4:24
    berbagi dengan kami pengalaman
    dan pemahaman belajar Buddhanya,
  • 4:24 - 4:30
    kemudian, Master Lu akan melihat
    totem di tempat, menjawab pertanyaan.
  • 4:30 - 4:33
    Peradaban Tiongkok, sumbernya jauh
    dan alirannya panjang,
  • 4:33 - 4:35
    budaya tradisional,
    dikembangkan dan dibesarkan,
  • 4:35 - 4:38
    kebijaksanaan ajaran Buddha,
    bermanfaat bagi semua makhluk.
  • 4:38 - 4:40
    Master Lu Junhong
    memadukan kebijaksanaan
  • 4:40 - 4:42
    ajaran Buddha yang paling tinggi
    dan harmonis,
  • 4:42 - 4:44
    dengan hakikat kehidupan.
  • 4:44 - 4:47
    Melalui ajaran BHFF,
    membuat orang
  • 4:47 - 4:50
    mendapat pencerahan kebijaksanaan,
    mencapai pencerahan kehidupan.
  • 4:50 - 4:53
    Sekarang, mari kita berikan
    tepuk tangan yang paling meriah
  • 4:53 - 4:59
    untuk Master Lu Junhong
    yang terhormat dan welas asih.
  • 5:05 - 5:08
    Mari berikan tepuk tangan
    atas pemberian bunga
  • 5:08 - 5:10
    dari umat untuk Master Lu Junhong.
  • 6:42 - 6:43
    Pertama-tama
  • 6:43 - 6:49
    terima kasih kepada umat Buddha
    Selandia Baru
  • 6:49 - 6:51
    dan para pemimpin masyarakat setempat,
  • 6:51 - 6:54
    terima kasih kepada teman-teman
    yang telah berupaya
  • 6:54 - 6:56
    untuk pertemuan Dharma Selandia Baru,
  • 7:00 - 7:02
    terima kasih kepada naga langit
    pelindung Dharma,
  • 7:02 - 7:04
    Bodhisattva Guanyin
    yang penuh welas asih,
  • 7:04 - 7:07
    memungkinkan kita memiliki jodoh
  • 7:07 - 7:12
    untuk datang ke negara tetangga
    yang indah Selandia Baru
  • 7:12 - 7:14
    untuk menyebarkan ajaran Buddha.
  • 7:14 - 7:15
    terima kasih semuanya.
  • 7:20 - 7:25
    Sekarang bencana alam dan
    bencana manusia terus terjadi,
  • 7:25 - 7:30
    orang sangat sulit mengendalikan
    emosi mereka sendiri,
  • 7:30 - 7:34
    tidak ingin bertengkar tetapi tetap
    bertengkar,
  • 7:34 - 7:39
    sangat sedih namun
    tidak bisa mengendalikan diri,
  • 7:39 - 7:42
    setiap hari berkata melepaskan
    tetapi tidak bisa melepaskan,
  • 7:42 - 7:46
    semua ini berhubungan dengan jiwa.
  • 7:46 - 7:50
    Orang harus belajar
    mengendalikan diri mereka sendiri,
  • 7:50 - 7:53
    Karena ketika seseorang dapat
    mengendalikan diri mereka sendiri,
  • 7:53 - 7:58
    kamu dapat mengendalikan
    jiwa kamu sendiri,
  • 7:58 - 8:00
    yaitu harus mengendalikan
    jiwa mereka sendiri,
  • 8:00 - 8:04
    karena jiwa adalah yang paling penting,
    jadi bukan hanya kesehatan tubuh,
  • 8:04 - 8:07
    tetapi kesehatan tubuh dan jiwa.
  • 8:07 - 8:15
    jiwa kamu sehat
    maka tubuh kamu baru bisa sehat,
  • 8:15 - 8:20
    Kesehatan tubuh dan jiwa adalah
    tujuan masa depan,
  • 8:20 - 8:24
    sehat secara spiritual,
    penuh kegembiraan Dharma,
  • 8:24 - 8:28
    tubuh baru akan sehat.
  • 8:34 - 8:38
    Tanah yang indah ini Selandia Baru,
  • 8:38 - 8:42
    menurut laporan media,
  • 8:42 - 8:54
    setiap tahun ada 14.000 gempa bumi
    besar dan kecil;
  • 8:54 - 9:06
    dan sekarang perang Palestina-Israel telah
    menyebabkan ratusan orang tewas;
  • 9:06 - 9:13
    organisasi kecelakaan kerja PBB global
    telah menghitung bahwa
  • 9:13 - 9:18
    setiap detik ada 1,8 orang meninggal,
  • 9:18 - 9:24
    setiap hari ada 15-18 ribu
    orang meninggal;
  • 9:24 - 9:32
    Shanghai setiap tahun ada 35 ribu
    orang meninggal karena kanker usus.
  • 9:32 - 9:40
    Umat manusia harus memiliki kepercayaan,
  • 9:40 - 9:45
    meminta Tuhan dan Bodhisattva
    untuk membantu kita,
  • 9:45 - 9:49
    ini sudah menjadi masalah yang harus
    dipikirkan orang di dunia setiap hari.
  • 9:49 - 9:54
    Kita sendiri harus berpikir untuk
    menyelamatkan diri kita sendiri,
  • 9:54 - 9:57
    orang lain baru dapat
    menyelamatkan kita.
  • 9:57 - 10:01
    jika kamu bahkan diri sendiri pun
    tidak bisa menyelamatkan diri sendiri,
  • 10:01 - 10:03
    maka orang lain tidak dapat
    menyelamatkan kamu.
  • 10:03 - 10:10
    Baru-baru ini Master menerima surat,
  • 10:10 - 10:18
    ada sepasang suami istri yang baru
    menikah dua bulan sudah mau bercerai,
  • 10:18 - 10:22
    jodoh buruk kehidupan lampau meledak;
  • 10:22 - 10:28
    menikah bertahun-tahun
    tidak punya anak,
  • 10:28 - 10:31
    [dokter apa pun sudah diperiksa,
    obat apa pun sudah diminum,]
  • 10:31 - 10:35
    berlatih XLFM membaca sutra
    2 bulan langsung hamil;
  • 10:35 - 10:40
    masih ada seorang orang dalam
    keadaan vegetatif,
  • 10:40 - 10:42
    seluruh keluarga membaca sutra,
  • 10:42 - 10:46
    dengan ajaib terbangun—
    ini semua manfaat berlatih XLFM.
  • 10:51 - 11:03
    Mengapa orang yang berusia lanjut,
    ibu tua banyak ayah tua sedikit,
  • 11:03 - 11:08
    pikirkan mengapa?
  • 11:08 - 11:13
    Karena orang yang belajar Buddha
    dan berlatih hati banyak ibu tua,
  • 11:13 - 11:17
    jadi ibu tua hidup lebih lama.
  • 11:20 - 11:28
    Banyak orang ingin ada orang mulia
    yang membantu,
  • 11:28 - 11:33
    orang mulia, sebenarnya adalah
    kamu membantu orang lain,
  • 11:33 - 11:36
    orang lain kemudian
    sebaliknya membantu kamu,
  • 11:36 - 11:37
    ini adalah orang mulia.
  • 11:37 - 11:41
    Selalu ingin mendapat bantuan
    dari orang lain,
  • 11:41 - 11:43
    tetapi tidak ingin membantu orang lain,
  • 11:43 - 11:49
    diri sendiri tidak memiliki orang mulia;
  • 11:49 - 11:55
    orang yang memberi sedekah dan
    bantuan kepada orang,
  • 11:55 - 12:03
    baru bisa mendapat bantuan orang lain,
    baru bisa sering bertemu orang mulia;
  • 12:03 - 12:07
    [Jangan berkata "Saya ini orang
    tidak ada orang mulia yang membantu."
  • 12:07 - 12:09
    Saya harap kalian berpikir baik-baik,]
  • 12:09 - 12:11
    orang yang sering membantu orang lain,
  • 12:11 - 12:15
    pasti bisa sering mendapat
    bantuan dari orang mulia.
  • 12:20 - 12:25
    Setiap hari berbicara tentang
    balasan karma,
  • 12:25 - 12:28
    tetapi tidak tahu apa itu balasan karma,
  • 12:28 - 12:32
    sederhananya,
  • 12:32 - 12:34
    [apa yang disebut pembalasan?
  • 12:34 - 12:36
    Pembalasan yang sederhana adalah]
  • 12:36 - 12:41
    yaitu kamu memaki dia,
    dia langsung memaki kamu,
  • 12:41 - 12:47
    atau kamu di belakang menjebak
    orang lain, lalu dijebak orang;
  • 12:47 - 12:51
    [tetapi dia tahu setelahnya,
    dia akan melaporkan kamu,
  • 12:51 - 12:55
    dia akan mengejarmu,
    membuat kamu masuk penjara,
  • 12:55 - 12:57
    ini adalah pembalasan besar.]
  • 12:57 - 12:59
    balasan karma medan energi,
  • 12:59 - 13:07
    yaitu semua orang memaki dia,
    dia akan tubuh tidak sehat,
  • 13:07 - 13:09
    semua orang mengatakan dia baik,
    tubuh sehat nasib baik.
  • 13:09 - 13:13
    [orang ini pasti akan tubuh baik,
    semuanya baik,
  • 13:13 - 13:15
    jadi ini disebut pembalasan medan energi,
  • 13:15 - 13:18
    semoga semua orang
    memahami prinsip-prinsip ini.]
  • 13:18 - 13:23
    Ketika seseorang mengambil
    buku Buddha untuk dibaca,
  • 13:23 - 13:27
    ketika seseorang ingin membantu
    orang lain,
  • 13:27 - 13:34
    berkah dan jodohnya mulai ditanam.
  • 13:34 - 13:37
    Ketika seseorang ingin berbuat baik
    kepada orang
  • 13:37 - 13:39
    maka menanam ladang berkah,
  • 13:39 - 13:46
    mendapat buku Buddha
    maka menanam benih Buddha.
  • 13:46 - 13:51
    Budaya Zen Tiongkok mengatakan,
    hidup adalah penderitaan,
  • 13:51 - 13:59
    sudah menderita berapa banyak
    setelah kita datang ke dunia?
  • 13:59 - 14:10
    Manusia datang sendirian dan
    akhirnya pergi sendirian lagi,
  • 14:10 - 14:14
    kehidupan adalah menderita dan
    membayar utang karma.
  • 14:14 - 14:17
    Di dunia manusia,
    harus berpikir jelas berpikir terang,
  • 14:17 - 14:19
    jangan lagi melakukan pertengkaran
    yang sia-sia,
  • 14:19 - 14:21
    pertengkaran hanya akan
  • 14:21 - 14:30
    membuat tubuh, masa depan,
    nasib memiliki lebih banyak bayangan.
  • 14:30 - 14:36
    Kehidupan adalah
    perpisahan hidup dan mati,
  • 14:36 - 14:39
    penderitaan kekosongan ketidakkekalan,
  • 14:39 - 14:45
    orang yang disukai tidak bisa bersama,
  • 14:45 - 14:50
    orang yang tidak disukai harus
    dilihat setiap hari,
  • 14:50 - 14:56
    anak juga adalah penagih hutang sendiri.
    Ini adalah kehidupan.
  • 14:56 - 15:02
    Kehidupan berakhir dengan
    lahir tua sakit mati,
  • 15:02 - 15:05
    siklus reinkarnasi bergantian
    tidak pernah berhenti,
  • 15:05 - 15:09
    masa lalu orang tua kita
    adalah hari ini kita.
  • 15:09 - 15:13
    [mati waktu takut sampai mati.
  • 15:13 - 15:16
    Banyak orang tua baru saja sakit,
  • 15:16 - 15:21
    sekarang semua orang pikirkan, orang
    modern depresi mengapa begitu parah,
  • 15:21 - 15:23
    baru saja menemukan
    tubuh tumbuh benjolan kecil,
  • 15:23 - 15:26
    sebenarnya jika puluhan tahun yang lalu,
  • 15:26 - 15:30
    siapa pun tidak akan berpikir
    ini adalah kanker benar tidak?
  • 15:30 - 15:32
    Orang sekarang takut kanker.
  • 15:32 - 15:35
    Jadi hanya tumbuh sesuatu yang kecil,
  • 15:35 - 15:40
    langsung akan berpikir, apakah
    saya akan guru dokter kanker,
  • 15:40 - 15:43
    banyak anak juga akan takut.
  • 15:43 - 15:47
    Ibumu memang khusus
    mulut tidak bicara kata-kata baik,
  • 15:47 - 15:51
    jadi sangat mudah tumbuh kanker.
  • 15:51 - 15:56
    Ibu mendengar, aduh, biaya obat juga akan
    sangat mahal, juga harus menderita banyak,
  • 15:56 - 16:01
    takut yang tadinya tidak serius,
    menjadi kanker stadium akhir,
  • 16:01 - 16:03
    banyak yang ditakuti sampai sakit.
  • 16:03 - 16:07
    Kalian pikirkan, kita menjadi manusia
    mengerti beberapa prinsip Buddha,
  • 16:07 - 16:09
    sangat membantu kita,
  • 16:09 - 16:15
    karena reinkarnasi bergantian,
    itu tidak ada selamanya.]
  • 16:15 - 16:21
    Orang tua demi kita
    menderita seumur hidup,
  • 16:21 - 16:28
    [orang tua setiap hari memberi,
    setiap hari menyelamatkan orang,
  • 16:28 - 16:32
    dulu bekerja mencari uang,
    setiap hari makan banyak penderitaan,]
  • 16:32 - 16:36
    membesarkan kita menjadi dewasa,
    kemudian meninggalkan kita,
  • 16:36 - 16:42
    dan sekarang kita juga
    demi anak tidak bisa melepaskan.
  • 16:42 - 16:46
    Harus mengerti "hidup tidak membawa
    datang mati tidak membawa pergi",
  • 16:46 - 16:52
    banyak orang demi satu kalimat,
    satu hal bertengkar tanpa henti,
  • 16:52 - 16:55
    ini akhirnya layak atau tidak layak?
  • 16:55 - 16:59
    Belajar Buddha harus mencapai
    pencerahan, harus memahami prinsip,
  • 16:59 - 17:01
    dari penderitaan menjadi kegembiraan,
  • 17:01 - 17:04
    orang yang tidak menderita
    tidak mengerti menghargai,
  • 17:04 - 17:08
    hanya banyak menderita
    baru mengerti menghargai berkah.
  • 17:08 - 17:13
    Jadi harus membuat anak sejak kecil
    banyak menderita banyak berlatih,
  • 17:13 - 17:18
    masa depan baru bisa lebih baik.
  • 17:18 - 17:26
    Amerika ada menteri keuangan
    bernama Paulson,
  • 17:26 - 17:36
    dia waktu kecil baru mulai mandi,
  • 17:36 - 17:38
    ayah ibu akan masuk mendadak
    mendidiknya
  • 17:38 - 17:52
    waktu menyabuni
    harus mematikan keran air,
  • 17:52 - 18:02
    jadi anaknya sendiri sekarang juga
    sangat mengerti berhemat air.
  • 18:02 - 18:07
    Jadi harus mengerti satu prinsip,
  • 18:07 - 18:17
    orang yang berhemat mudah puas,
    orang yang sederhana mudah bahagia.
  • 18:21 - 18:25
    Hidup di dunia manusia
    harus semakin sederhana semakin baik,
  • 18:25 - 18:27
    orang yang menganggap orang lain
    sangat buruk
  • 18:27 - 18:31
    hati dirinya sendiri
    juga sangat kompleks.
  • 18:31 - 18:37
    Harus mengerti menderita adalah
    membayar utang,
  • 18:37 - 18:39
    latihan sejati adalah suatu keadaan hati.
  • 18:39 - 18:42
    Harus sungguh-sungguh berlatih hati,
  • 18:42 - 18:45
    berlatih hati adalah mengubah
    sifat buruk karakter buruk,
  • 18:45 - 18:46
    membuang hal-hal tidak baik dalam hati;
  • 18:46 - 18:53
    berlatih perbuatan adalah membuang
    perilaku tidak baik dalam kehidupan.
  • 18:53 - 18:55
    [Temperamen buruk karakter buruk,
  • 18:55 - 18:57
    pikirkan apa yang disebut melatih hati,
  • 18:57 - 19:01
    adalah melatih hal-hal
    tidak baik di hati kamu,
  • 19:01 - 19:03
    apa yang disebut melatih perilaku,
  • 19:03 - 19:07
    adalah melatih perilaku tidak baik
    dalam kehidupan sehari-hari kamu,
  • 19:07 - 19:09
    inilah melatih hati dan melatih perilaku.]
  • 19:13 - 19:17
    Praktisi Buddha harus
    hati jernih keinginan sedikit,
  • 19:17 - 19:29
    semakin banyak keinginan seseorang
    semakin tidak bisa terpuaskan.
  • 19:29 - 19:33
    [karena setiap orang
    akan memiliki suatu keinginan,]
  • 19:33 - 19:36
    Kita harus gembira menerima takdir,
  • 19:36 - 19:41
    harus melalui belajar Buddha
    untuk mengubah diri sendiri,
  • 19:41 - 19:45
    jika seseorang tahu nasibnya sendiri,
    akan tanpa tuntutan.
  • 19:45 - 19:53
    Kita meskipun dulu sangat susah,
    tetapi kita sekarang memiliki banyak,
  • 19:53 - 19:55
    jadi kita harus mengerti gembira puas,
  • 19:55 - 19:59
    dalam ajaran Buddha disebut
    kegembiraan Dharma,
  • 19:59 - 20:04
    orang yang memiliki hati gembira,
  • 20:04 - 20:08
    orang yang bisa tertawa, baru bisa
    mendapat kegembiraan abadi,
  • 20:08 - 20:13
    jadi orang Tiongkok menyebut
    "puas selalu gembira".
  • 20:19 - 20:26
    Orang waktu menderita,
    sedang menghapus karma buruk,
  • 20:26 - 20:28
    mengubah kekuatan karma.
  • 20:28 - 20:32
    [dia adalah sedang
    mengubah kekuatan karma kamu.
  • 20:32 - 20:38
    Ketika seseorang sakit gigi, tubuh tidak
    sehat, meskipun akan sangat sedih,
  • 20:38 - 20:40
    tetapi setelah sakit berlalu,
  • 20:40 - 20:44
    akan lebih mengerti
    menghargai tubuh sendiri,
  • 20:44 - 20:46
    [menghargai gigi kamu sendiri.
  • 20:46 - 20:50
    Ketika tubuh kamu sedang tidak baik,
    di rumah sakit waktu,
  • 20:50 - 20:50
    kamu akan bertekad,
  • 20:50 - 20:55
    saya tidak akan pernah lagi sakit,
    saya pasti harus hati-hati tubuh,]
  • 20:55 - 20:58
    ini adalah mengubah sifat hati,
  • 20:58 - 21:03
    menderita dapat menghapus
    kekuatan karma buruk perlahan.
  • 21:03 - 21:12
    Semakin banyak menderita,
    semakin banyak menghapus utang,
  • 21:12 - 21:17
    [orang lain hari ini selesai memarahimu,
    dia tidak akan marah,
  • 21:17 - 21:18
    kamu menghilangkan karma ini,
  • 21:18 - 21:22
    dia hari ini tidak memarahi kamu,
    dia terus mengingat di hati,
  • 21:22 - 21:25
    kamu akan menerima
    penderitaan tersembunyinya,
  • 21:25 - 21:27
    adalah di belakang
    dia akan menusukmu satu pisau.
  • 21:27 - 21:30
    Jadi lebih baik
    membiarkan orang lain bicara keluar,
  • 21:30 - 21:33
    jadi menderita semakin banyak,
  • 21:33 - 21:36
    membayar hutang menghilangkan perilaku
    menghilangkan semakin banyak,]
  • 21:36 - 21:42
    setelah penderitaan datang kebahagiaan;
    karma buruk berkurang, berkah bertambah,
  • 21:42 - 21:45
    berkah secara alami akan datang.
  • 21:45 - 21:51
    Praktisi Buddha harus
    mengerti apa itu karma buruk,
  • 21:51 - 21:59
    karma buruk adalah hasil balasan
    dari perbuatan sendiri.
  • 21:59 - 22:02
    Hari ini berbuat karma membenci orang,
  • 22:02 - 22:10
    akan dibenci dan dibalas orang,
    ini adalah karma buruk.
  • 22:10 - 22:13
    [banyak orang sedang
    mempermainkan orang lain waktu,
  • 22:13 - 22:16
    dia tidak berpikir suatu hari orang lain
    akan mempermainkan saya,
  • 22:16 - 22:21
    jadi hatinya merasa, "aduh, saya nyaman,
    saya membalas dendam."]
  • 22:21 - 22:30
    Balas dendam
    tidak pernah selesai dibalas,
  • 22:30 - 22:33
    dendam membalas dendam
    kapan berakhir.
  • 22:33 - 22:37
    Perang Iran-Irak berperang
    puluhan tahun,
  • 22:37 - 22:42
    anak-anak mereka masih melanjutkan
    berperang demi permusuhan
  • 22:42 - 22:44
    yang ditinggalkan nenek moyang.
  • 22:44 - 22:49
    [Master sangat kecil
    waktu sudah melihat Arafat,
  • 22:49 - 22:53
    tempat itu sedang berperang,
    perang sampai hari ini,
  • 22:53 - 22:57
    Master sudah harus usia sebesar ini,
    masih berperang.
  • 22:57 - 23:03
    Dendam saling membalas ini,
    tidak akan selesai, harus diuraikan.]
  • 23:03 - 23:05
    Dan kita belajar Buddha adalah
  • 23:05 - 23:08
    harus melalui penyelesaian
    untuk menghilangkan ikatan karma,
  • 23:08 - 23:10
    melepaskan diri dari siklus hidup mati.
  • 23:10 - 23:18
    Beban terberat dalam kehidupan seseorang,
  • 23:18 - 23:25
    adalah hal yang selamanya dipikul
    di tubuh, yaitu keserakahan.
  • 23:25 - 23:35
    Sering ada orang menerima telepon
    mengatakan: Selamat kamu menang lotere.
  • 23:35 - 23:37
    [Tidak tahu kalian
    menerima telepon ini atau tidak,
  • 23:37 - 23:39
    satu telepon
    memberitahu kamu berkata,
  • 23:39 - 23:44
    kamu menang lotre, kamu menang
    satu juta dua juta,
  • 23:44 - 23:49
    kemudian menyuruh kamu
    membayar sedikit pajak, agen,
  • 23:49 - 23:52
    - ada telepon seperti ini tidak?
    - Ada.]
  • 23:52 - 23:55
    Kita ada umat menerima telepon
    seperti ini, memberitahu dia,
  • 23:55 - 23:59
    [dia benar-benar menerima telepon ini
    setelahnya dia senang luar biasa,
  • 23:59 - 24:03
    karena di telepon memberitahu dia,
    kamu jangan memberitahu orang lain,]
  • 24:03 - 24:05
    Kamu menang hadiah besar,
  • 24:05 - 24:09
    kamu transfer biaya administrasi
    ke Hong Kong,
  • 24:09 - 24:12
    kami akan memberi uang kepada kamu.
  • 24:12 - 24:16
    Dia percaya lalu mentransfer
    6 ribu dolar Australia kepada orang.
  • 24:16 - 24:18
    Dia lari ke stasiun radio
    mencari Master melihat totem,
  • 24:18 - 24:25
    berkata Master kamu lihat aku
    ada nasib keuangan atau tidak,
  • 24:25 - 24:29
    Master berkata kamu baru-baru
    ini akan sial rugi uang.
  • 24:29 - 24:40
    Hasilnya, dia ditipu orang dengan
    percuma 6 ribu yuan.—
  • 24:40 - 24:42
    Ini adalah keserakahan,
  • 24:42 - 24:50
    harus mengerti orang
    tidak boleh memiliki hati serakah.
  • 24:50 - 25:05
    Dahulu Buddha Sakyamuni bertanya murid,
    "Dunia apa yang paling berharga?"
  • 25:05 - 25:13
    Murid berkata, "Yang sudah hilang dan yang
    belum didapat, itu yang paling berharga."
  • 25:13 - 25:16
    Buddha tidak berbicara.
  • 25:16 - 25:21
    Kemudian setelah mengalami
    perubahan besar,
  • 25:21 - 25:24
    murid-murid juga setelah
    mengalami pengalaman kehidupan,
  • 25:24 - 25:31
    Buddha bertanya lagi,
    Dunia apa yang paling berharga?
  • 25:31 - 25:34
    Murid berkata, Di dunia yang
    paling berharga tidak lain adalah
  • 25:34 - 25:38
    yang sekarang dimiliki.—
  • 25:38 - 25:42
    Yang sekarang kita miliki adalah
    hal yang paling layak kita hargai,
  • 25:42 - 25:47
    masa lalu sudah berlalu,
    dan masa depan belum didapat,
  • 25:47 - 25:54
    jadi kita harus memiliki sekarang,
    melupakan masa lalu,
  • 25:54 - 25:57
    memandang masa depan,
  • 25:57 - 26:01
    hati baru akan
    seperti laut luas tanpa batas.
  • 26:07 - 26:12
    Mungkin kita seumur hidup
    tidak memiliki apa-apa,
  • 26:12 - 26:16
    sebenarnya kita datang ke dunia manusia
    memang tidak memiliki apa-apa,
  • 26:16 - 26:20
    hidup tidak membawa datang
    mati tidak membawa pergi.
  • 26:20 - 26:26
    Banyak orang dengan keras
    mengumpulkan uang menimbun kekayaan,
  • 26:26 - 26:30
    sebenarnya mereka hanya
    menyimpan warisan untuk diri sendiri,
  • 26:30 - 26:35
    karena uang yang diperoleh
    dengan keras dengan kehidupan,
  • 26:35 - 26:38
    [mereka murni adalah
    meninggalkan warisan.
  • 26:38 - 26:41
    Pikirkan, tidak bisa habis dipakai,
  • 26:41 - 26:44
    kamu mati-matian mengambil kehidupan
    kamu untuk menghasilkan uang,]
  • 26:44 - 26:49
    masih akan dikonsumsi
    dengan kehidupan.
  • 26:49 - 26:52
    Jadi kita jangan lagi meninggalkan
    warisan untuk diri sendiri dan anak,
  • 26:52 - 26:57
    karena ketika anak
    memiliki terlalu banyak warisan,
  • 26:57 - 27:01
    dia tidak mengerti bagaimana
    dengan usaha sendiri berjuang keras
  • 27:01 - 27:03
    untuk memiliki lingkungan yang baik;
  • 27:03 - 27:06
    meninggalkan warisan,
  • 27:06 - 27:10
    masih membuat saudara kandung
    bermusuhan mengajukan gugatan.
  • 27:10 - 27:19
    Jadi kita jangan meninggalkan
    harta untuk generasi penerus,
  • 27:19 - 27:22
    tetapi harus meninggalkan
    kebajikan untuk generasi penerus.
  • 27:22 - 27:28
    Banyak orang menelepon meminta
    Master
  • 27:28 - 27:34
    melihat orang tua yang sudah meninggal,
  • 27:34 - 27:36
    ada orang yang Master lihat
    orang tuanya semasa hidup
  • 27:36 - 27:38
    sangat suka membantu orang lain,
  • 27:38 - 27:40
    jadi setelah meninggal
    sekarang di surga;
  • 27:40 - 27:42
    "Benar Master Lu
    ibu saya benar-benar sangat baik,
  • 27:42 - 27:44
    dia tahu membantu orang lain."
  • 27:44 - 27:50
    dan beberapa orang Master melihat
    ayahnya semasa hidup sangat egois,
  • 27:50 - 27:52
    jadi masih di neraka menderita,
  • 27:52 - 27:55
    Master setelah melihat totem,
    anaknya langsung berkata:
  • 27:55 - 27:56
    Ya, ayah saya sangat egois.
  • 27:56 - 27:59
    —Jadi kamu lihat orang tua tidak
    meninggalkan kebajikan,
  • 27:59 - 28:01
    kita mengapa tidak mau
    meninggalkan kebajikan,
  • 28:01 - 28:04
    setelah meninggal masih harus
    dikomentari oleh keturunan.
  • 28:04 - 28:07
    Jadi kita harus meninggalkan
    kebajikan untuk generasi penerus.
  • 28:07 - 28:12
    Harus mengerti hidup di masa sekarang
    adalah yang paling penting,
  • 28:12 - 28:18
    menangkap satu hari ini
    mengalahkan dua hari esok.
  • 28:18 - 28:26
    Jadi hari ini harus hati jernih,
    harus hati tulus.
  • 28:26 - 28:33
    Hati tulus seperti di belakang rumah
    ada gunung,
  • 28:33 - 28:36
    sering hati tulus memperlakukan
    keluarga dan teman
  • 28:36 - 28:38
    adalah hati tulus mendaki gunung,
  • 28:38 - 28:41
    jadi hati tulus akan membuat
    kamu memiliki sandaran,
  • 28:41 - 28:44
    membuat kamu memiliki
    gunung sandaran;
  • 28:44 - 28:49
    hati jernih adalah membuat hati
    sendiri menjadi tenang, bersih sedikit,
  • 28:49 - 28:52
    hati jernih seperti taman belakang rumah,
  • 28:52 - 28:56
    kamu sering pergi bermain,
    sering pergi merawat,
  • 28:56 - 28:59
    akan memiliki taman belakang
    yang bersih,
  • 28:59 - 29:03
    juga akan memiliki bantuan
    makhluk hidup kepada kamu.
  • 29:03 - 29:12
    Di dunia orang yang belajar Buddha dan
    orang yang tidak belajar Buddha berbeda,
  • 29:12 - 29:16
    praktisi Buddha dan orang yang ingin
    belajar Buddha dalam hati memiliki cahaya,
  • 29:16 - 29:20
    orang yang tidak belajar Buddha
    masih mencari cahaya.
  • 29:20 - 29:23
    Satu lilin dinyalakan hanya bisa
    menerangi diri sendiri,
  • 29:23 - 29:27
    dan ketika lilin ini menyalakan
    semua orang,
  • 29:27 - 29:34
    walaupun lilin ini habis terbakar,
  • 29:34 - 29:38
    lilin lain masih bisa menerangi
    masa depan kamu.
  • 29:38 - 29:43
    [Jadi harap semua orang harus
    baik-baik belajar Buddha berlatih.
  • 29:43 - 29:48
    Master sering dalam siaran
    menjawab banyak pertanyaan orang,
  • 29:48 - 29:52
    ada seorang wanita
    tersambung telepon Master,
  • 29:52 - 29:58
    Master bisa langsung menunjukkan
    bahwa kehidupannya sangat sulit,
  • 29:58 - 30:00
    penelepon ini langsung menangis,
  • 30:00 - 30:04
    selanjutnya menunjukkan
    asmaranya sangat tidak baik,
  • 30:04 - 30:07
    sering dipermainkan orang lain,
  • 30:07 - 30:10
    dan saya masih
    menggambarkan penampilannya,
  • 30:10 - 30:14
    punggungnya bungkuk dan
    rambutnya juga putih,
  • 30:14 - 30:18
    sangat menderita dan
    memendam semuanya di dalam hati.
  • 30:18 - 30:21
    Penelepon ini menangis besar,
  • 30:21 - 30:23
    dia benar-benar
    sangat menderita,
  • 30:23 - 30:26
    Master juga menunjukkan
    persendiannya sangat tidak baik.
  • 30:26 - 30:29
    Semua orang ingin
    mendengar rekaman ini?
  • 30:29 - 30:32
    Saya akan memutarkan rekaman ini.
  • 30:32 - 30:34
    - Halo.
    - Halo, Master
  • 30:34 - 30:37
    awalnya saya melatih
    aliran Tanah Suci.
  • 30:37 - 30:40
    Master, saya
    kelahiran 1963 shio kelinci.
  • 30:40 - 30:45
    Kehidupanmu sangat sulit, sangat sulit,
  • 30:45 - 30:48
    - Apakah mengerti?
    - Mengerti.
  • 30:48 - 30:52
    Asmaramu juga sangat buruk,
    pasti akan dipermainkan orang lain,
  • 30:52 - 30:55
    - Apakah mengerti?
    - Mengerti.
  • 30:55 - 30:56
    Kamu sendiri juga tahu,
  • 30:56 - 30:57
    saya beritahumu,
    baik-baik berlatih,
  • 30:57 - 31:01
    Master sekarang melihat penampilanmu,
    benar-benar kasihan,
  • 31:01 - 31:06
    punggung sudah bungkuk,
    rambut sudah putih,
  • 31:06 - 31:09
    padahal masih muda,
    lihat, seberapa banyak penderitaanmu.
  • 31:09 - 31:14
    Saya beritahumu, kamu selalu
    memendam semuanya ke diri sendiri
  • 31:14 - 31:17
    Benar
  • 31:17 - 31:19
    Tepat, kan.
  • 31:19 - 31:22
    Master bisa melihat semuanya,
    selain itu pahamu sangat buruk,
  • 31:22 - 31:25
    persendian sangat buruk, mengerti?
  • 31:25 - 31:31
    - Benar.
    - Baik-baik berlatih.
  • 31:31 - 31:32
    Tepuk tangan.
  • 31:36 - 31:42
    Master sering menjawab banyak
    pertanyaan orang di siaran,
  • 31:42 - 31:45
    menyelesaikan masalah mereka
    seperti ini,
  • 31:45 - 31:46
    kemudian bicara dengan mereka.]
  • 31:46 - 31:51
    Kita hidup di dunia ini dengan
    hati penuh kasih,
  • 31:51 - 31:54
    dan di mana pun ada aturan;
  • 31:54 - 31:56
    [semua orang tahu
    Newton memiliki hukum Newton,
  • 31:56 - 31:58
    kalian tahu ajaran Buddha
    memiliki hukum apa?
  • 31:58 - 32:03
    ajaran Buddha menjelaskan bahwa
    hukum sebab akibat
  • 32:03 - 32:09
    membuat kita mengalami penderitaan
    karena tindakan kita di masa lalu.
  • 32:09 - 32:12
    Banyak orang tua terlalu memanjakan
    anak hingga merusak mereka,
  • 32:12 - 32:14
    [tunggu sampai anak besar,
  • 32:14 - 32:16
    sebaliknya kepada orang tua sendiri
    tidak baik,
  • 32:16 - 32:18
    bukankah sebab yang kamu tanam?]
  • 32:18 - 32:28
    ada yang paru-parunya bermasalah
    karena merokok saat muda,
  • 32:28 - 32:36
    dan ada yang hatinya rusak karena
    terlalu banyak minum alkohol,
  • 32:36 - 32:43
    sehingga kita perlu memahami
    hukum sebab akibat.
  • 32:43 - 32:47
    [Anak-anak ini datang ke dunia manusia,
    bukankah seolah-olah sedang menagih utang?
  • 32:47 - 32:49
    Coba pikirkan,
    begitu banyak orang tua kita,
  • 32:49 - 32:52
    juga diri kita sendiri di Tiongkok,
    yang belum selesai “menagih”,
  • 32:52 - 32:56
    lalu masih harus pergi ke Australia atau
    Selandia Baru untuk “membayar utang”.
  • 32:56 - 32:59
    Sudah pensiun di Tiongkok,
  • 32:59 - 33:02
    tetapi datang ke Selandia Baru
    karena putrinya melahirkan anak,
  • 33:02 - 33:05
    pikirkanlah, bukankah itu
    seperti utang yang belum lunas?
  • 33:05 - 33:07
    Jika mengerti prinsipnya,
  • 33:07 - 33:10
    di masyarakat sekarang banyak
    orang tidak paham,
  • 33:10 - 33:12
    tetapi masih banyak ibu
    yang berkata,
  • 33:12 - 33:15
    “Aduh, utang itu tidak akan
    pernah selesai dibayar.”
  • 33:15 - 33:19
    Manusia memang tidak bisa menuntaskan
    semua utang seumur hidupnya.
  • 33:19 - 33:24
    Dan ada satu masalah lain pada manusia,
  • 33:24 - 33:27
    yaitu suka membicarakan benar dan salah.]
  • 33:27 - 33:31
    Jika seseorang sibuk menilai
    benar dan salah,
  • 33:31 - 33:35
    sebenarnya dia sendiri sudah terjebak
    dalam urusan benar dan salah itu.
  • 33:35 - 33:38
    [Master di pertemuan Dharma
    Singapura pernah mengatakan
  • 33:38 - 33:41
    mengenai badai keuangan Asia Tenggara.]
  • 33:41 - 33:44
    Di Hong Kong ada banyak orang yang
    bangkrut karena bermain saham
  • 33:44 - 33:46
    lalu mengalami gangguan jiwa,
  • 33:46 - 33:49
    [Rumah sakit, rumah sakit jiwa Hong Kong
    semua penuh.
  • 33:49 - 33:53
    Kalian tahu mereka menggunakan metode
    apa untuk membantu mereka mengobati?
  • 33:53 - 33:56
    sampai-sampai beberapa
    rumah sakit jiwa
  • 33:56 - 34:09
    membuat papan saham simulasi
    yang menampilkan saham favorit pasien,
  • 34:09 - 34:12
    [mereka di sana tertawa,
    "Aduh naik, aduh naik,"]
  • 34:12 - 34:16
    selalu naik untuk membantu
    merawat kondisi mereka
  • 34:16 - 34:18
    [Pikirkan betapa kasihan manusia itu,
  • 34:18 - 34:21
    bukankah manusia hidup
    bergantung pada semangat?
  • 34:21 - 34:25
    Jika seseorang kehilangan semangatnya,
  • 34:25 - 34:28
    dan titik tempat semangat itu bertumpu
    hancur,
  • 34:28 - 34:31
    maka orang itu pun ikut jatuh,
    benar bukan?
  • 34:31 - 34:32
    Pikirkan banyak orang,
  • 34:32 - 34:38
    misalnya seorang gadis di kantor,
    setiap hari menggoda bosnya,
  • 34:38 - 34:45
    bos menyukainya, dan karena
    setiap hari melihat bos menyukainya,
  • 34:45 - 34:47
    ia pun mulai menenun jaring
    cinta sedikit demi sedikit,
  • 34:47 - 34:51
    sampai akhirnya ia terjerat
    dalam penderitaan, benar bukan?
  • 34:51 - 34:55
    Jaring cinta itu siapa yang membuat,
    bukankah kamu sendiri yang menenunnya?
  • 34:55 - 34:56
    Setiap hari demi harta,
  • 34:56 - 34:59
    ingin kaya raya sampai rela
    bekerja mati-matian,
  • 34:59 - 35:03
    setiap hari membeli saham,
    membeli lotre,
  • 35:03 - 35:05
    dan menenun jaring kekayaan,
  • 35:05 - 35:12
    tetapi akhirnya justru terperangkap dan
    terikat oleh jaring kekayaan itu sendiri,
  • 35:12 - 35:15
    coba pikirkan betapa bodohnya kita.
  • 35:15 - 35:17
    Manusia bodoh atau tidak?
  • 35:17 - 35:21
    Setiap hari berada
    dalam kebodohan seperti itu,
  • 35:21 - 35:25
    tidak membuka kebijaksanaan, padahal
    kebijaksanaan tidak memiliki batas.]
  • 35:25 - 35:29
    Harus tahu pintar dan kebijaksanaan
    berbeda,
  • 35:29 - 35:32
    banyak orang sangat pintar,
    tetapi tidak memiliki kebijaksanaan,
  • 35:32 - 35:35
    pintar adalah menghitung untung rugi,
  • 35:35 - 35:38
    dan kebijaksanaan adalah
    mengerti merelakan,
  • 35:38 - 35:43
    mau merelakan baru bisa mendapat.
  • 35:49 - 35:54
    Kita hidup di dunia manusia ini
    seperti sedang bermimpi setiap hari,
  • 35:54 - 35:57
    setiap hari kita tidak tahu apa
    yang sebenarnya kita lakukan,
  • 35:57 - 36:04
    dan ketika kita tersadar dari mimpi itu
    kita tidak tahu lagi ke mana harus pergi.
  • 36:04 - 36:09
    Ketika seseorang meninggal,
  • 36:09 - 36:13
    dia bisa datang ke rumah dan
    berbicara kepada keluarganya
  • 36:13 - 36:15
    tetapi keluarganya
    tidak dapat melihatnya,
  • 36:15 - 36:21
    meski dia berbicara sebanyak apa pun
    keluarganya tetap tidak bisa menanggapi,
  • 36:21 - 36:24
    bayangkan seperti apa perasaan itu,
  • 36:24 - 36:27
    dalam mimpi banyak orang pernah
    merasakan hal serupa,
  • 36:27 - 36:28
    dan sekarang kita belajar Buddha
  • 36:28 - 36:32
    serta melatih batin agar bisa membuat
    “dunia mimpi” ini menjadi lebih jernih,
  • 36:32 - 36:34
    kita harus mencapai pencerahan dan
  • 36:34 - 36:36
    jangan selamanya terjebak
    dalam dunia mimpi.
  • 36:36 - 36:40
    Harus dipahami bahwa hidup itu
    seperti naik kereta,
  • 36:40 - 36:45
    [dari stasiun awal kelahiran sampai akhir,
    hanya periode waktu seperti ini.
  • 36:45 - 36:48
    Waktu beberapa hari
    kita di dalam kereta,
  • 36:48 - 36:52
    setiap hari makan bermain,
    dengan cepat menjadi masa lalu.
  • 36:52 - 36:54
    Jadi jangan terikat,]
  • 36:54 - 36:57
    cepat berlalu, singkat,
    dan penuh kepahitan.
  • 36:57 - 37:01
    Kita harus “mengamati tubuh yang
    tidak murni dan hati yang tidak kekal”.
  • 37:01 - 37:07
    [Kita harus tahu tubuh kita,
    jiwa kita sangat bersih.
  • 37:07 - 37:09
    Kita pasti harus belajar bersih,
  • 37:09 - 37:11
    kita harus mengamati
    hati tanpa ketetapan,
  • 37:11 - 37:15
    kita harus tahu hati kita
    setiap hari berubah,
  • 37:15 - 37:16
    semuanya dalam ketidakkekalan.
  • 37:16 - 37:18
    Apa itu ketidakkekalan?]
  • 37:18 - 37:23
    Ketidakkekalan berarti hari ini berpikir
    seperti ini, besok berubah pikiran;
  • 37:23 - 37:26
    hari ini kita melakukan sesuatu,
    besok tidak melakukannya lagi;
  • 37:26 - 37:27
    [itu adalah ketidakkekalan.
  • 37:27 - 37:31
    Hal apa yang dapat
    kita pertahankan lama?
  • 37:31 - 37:33
    Tidak ada satu hal pun.]
  • 37:33 - 37:36
    hari ini membeli rumah,
    besok menjualnya kembali;
  • 37:36 - 37:41
    orang tua membesarkan kita,
    lalu suatu saat meninggalkan kita…
  • 37:41 - 37:45
    [Anak-anak kita waktu kecil
    berkata kepada ayah ibu,
  • 37:45 - 37:49
    "Ibu kamu harus selamanya menemaniku,
    kita tidak bisa tanpa ibu,
  • 37:49 - 37:51
    ibu kamu pasti harus
    merawatku seumur hidup."
  • 37:51 - 37:55
    Ibu berkata, "Anak baik,
    ibu pasti merawatmu seumur hidup."
  • 37:55 - 37:57
    Ibu meninggalkan kita,]
  • 37:57 - 37:59
    inilah dunia yang tidak kekal.
  • 37:59 - 38:03
    Renungkan sepanjang hidup kita,
  • 38:03 - 38:06
    apakah semua yang kita lakukan
    sudah layak untuk orang tua kita?
  • 38:06 - 38:09
    Banyak orang menerima balasan
    karma
  • 38:09 - 38:15
    karena tidak membuat orang tua
    mereka merasa tenang dan bahagia.
  • 38:15 - 38:18
    [jadi kalian juga
    akan menerima balasan karma.
  • 38:18 - 38:24
    Di Australia kami sama seperti
    Selandia Baru, banyak panti jompo,
  • 38:24 - 38:28
    orang tua usia tua
    dipindahkan ke panti jompo.
  • 38:28 - 38:33
    Hari Ibu, Hari Ayah, menulis kartu ucapan,
    orang tua senang setengah hari.
  • 38:33 - 38:38
    Pikirkan, seumur hidup membesarkan
    anak betapa tidak mudahnya,]
  • 38:38 - 38:42
    Kita harus memahami bahwa
    hidup ini tidak kekal.
  • 38:42 - 38:43
    Praktisi Buddha harus benar-benar
  • 38:43 - 38:46
    belajar memakai hati untuk
    menyayangi semua makhluk,
  • 38:46 - 38:52
    melihat generasi muda
    seperti anak sendiri
  • 38:52 - 38:57
    dan generasi tua
    seperti orang tua sendiri,
  • 38:57 - 39:01
    barulah muncul cinta kasih dan
    cinta yang lebih besar,
  • 39:01 - 39:03
    dan itulah cinta yang sejati!
  • 39:09 - 39:13
    Kita sepanjang hidup selalu mengalami
    perubahan hati,
  • 39:13 - 39:18
    lingkungan berubah dan
    hati kita juga ikut berubah.
  • 39:18 - 39:21
    [Banyak orang saat tidak punya uang
    menunjukkan satu sikap,
  • 39:21 - 39:25
    lalu setelah punya uang menunjukkan
    sikap yang berbeda—
  • 39:25 - 39:27
    sebenarnya ia sedang berubah.]
  • 39:27 - 39:35
    Sebenarnya hati tulus yang kita miliki
    mampu menyelesaikan semua kesulitan,
  • 39:35 - 39:40
    kita harus membuat lingkungan
    boleh berubah tetapi hati tetap teguh,
  • 39:40 - 39:46
    kita harus memakai ketulusan hati untuk
    menghadapi hambatan dan kegagalan.
  • 39:46 - 39:50
    Jadi jangan membuat jebakan
    untuk diri sendiri
  • 39:50 - 39:52
    dan justru masuk ke dalamnya,
  • 39:52 - 39:55
    banyak orang masih rela
    merasakan kesedihan,
  • 39:55 - 39:58
    semua ini terjadi karena hati ikut
    berubah mengikuti lingkungan
  • 39:58 - 40:00
    dan pikiran menjadi tidak jernih.
  • 40:00 - 40:03
    Banyak putri tidak mau mendengar
    nasihat orang tua, orang tua berkata,
  • 40:03 - 40:09
    Putriku kamu tidak boleh menikah
    dengannya, kamu akan menderita.
  • 40:09 - 40:12
    Putri menjawab, Saya tetap harus
    menikah dengannya,
  • 40:12 - 40:16
    kalau Ibu dan Ayah bicara lagi
    saya akan kabur dari rumah.
  • 40:16 - 40:20
    Coba pikir, bukankah itu seperti
    menjerat diri sendiri?
  • 40:20 - 40:24
    Seseorang sering merasa harus
    bersalah
  • 40:24 - 40:26
    dan merasa tidak layak di hadapan
    orang lain
  • 40:26 - 40:28
    baru bisa memiliki hati
    penuh welas asih.
  • 40:28 - 40:31
    Sebenarnya suami istri sama-sama
    menjalani hal yang tidak mudah,
  • 40:31 - 40:35
    mereka harus saling menyayangi
    dan saling membantu.
  • 40:35 - 40:37
    Pria harus memahami wanita,
  • 40:37 - 40:41
    karena wanita yang mengikuti pria
    sepanjang hidup tidaklah mudah,
  • 40:41 - 40:46
    melahirkan anak, memasak, dan
    membantu menanggung tanggung jawab,
  • 40:46 - 40:53
    dari gadis muda yang cantik sampai
    menjadi orang yang menua
  • 40:53 - 40:55
    dan kehilangan pesonanya;
  • 40:55 - 40:58
    [Kamu masih ingin
    memarahi dan memukulnya.
  • 40:58 - 41:01
    Pikirkan.]
  • 41:01 - 41:04
    sebaliknya, wanita juga harus
    memahami pria,
  • 41:04 - 41:10
    pria memikul tekanan besar
    tetapi jarang mengungkapkannya,
  • 41:10 - 41:13
    [mereka pulang ke rumah
    mungkin akan marah,
  • 41:13 - 41:17
    kadang di kantor tidak senang,
    tidak bisa bicara, bagaimana?
  • 41:17 - 41:19
    Ya tidak bicara, sedih.]
  • 41:19 - 41:21
    sering memendam kesedihan
    sehingga jika tidak dilepaskan
  • 41:21 - 41:23
    hidupnya bisa menjadi lebih singkat.
  • 41:23 - 41:27
    Jadi inilah alasan lain mengapa jumlah
    pria lanjut usia jauh lebih sedikit
  • 41:27 - 41:30
    sementara nenek-nenek lebih banyak,
  • 41:30 - 41:32
    karena para ibu tua suka berbicara,
  • 41:32 - 41:34
    setelah berbicara dan
    setelah memarahi,
  • 41:34 - 41:37
    mereka sudah selesai marah,
    sudah selesai melampiaskan,
  • 41:37 - 41:40
    sedangkan pria memendam semuanya
    di dalam hati dan sulit meluapkannya,
  • 41:40 - 41:42
    akhirnya mereka
    bisa meninggal karenanya.
  • 41:42 - 41:45
    Jadi saya berharap hari ini semua
    bapak-bapak yang datang
  • 41:45 - 41:46
    bisa sedikit lebih terbuka,
  • 41:46 - 41:49
    nanti seterusnya jangan
    menyimpan semuanya di dalam hati,
  • 41:49 - 41:51
    kalau memang perlu dibicarakan
    maka katakanlah,
  • 41:51 - 41:54
    paling baik tidak perlu banyak bicara
    dan juga tidak perlu marah,
  • 41:54 - 41:56
    itulah yang paling baik.]
  • 42:00 - 42:06
    Belajar ajaran Buddha berarti tidak
    terpaku pada urusan nama dan keuntungan,
  • 42:06 - 42:10
    karena keduanya bisa sangat
    merugikan diri sendiri dan orang lain.
  • 42:10 - 42:12
    [karena nama, wah, saya punya nama ini,
  • 42:12 - 42:14
    sekali turun,
    tidak tahu apa-apa.]
  • 42:14 - 42:17
    Kemarin saat saya mengadakan
    pertemuan dharma kecil,
  • 42:17 - 42:21
    saya berkata kepada semua orang bahwa
    dulu Qin Shi Huang itu tidak dikenal;
  • 42:21 - 42:24
    Dahulu Qin Shi Huang menaklukkan
    enam negara dan menjadi kaisar besar,
  • 42:24 - 42:27
    tetapi kini semua itu sudah lama
    berlalu dan tinggal menjadi sejarah.
  • 42:27 - 42:29
    [dan kalau ada yang menyebut
    Qin Shi Huang,
  • 42:29 - 42:34
    orang-orang bertanya siapa dia
    karena mereka tidak belajar sejarah.
  • 42:34 - 42:37
    Kemarin saya juga bercanda bahwa
  • 42:37 - 42:46
    dulu dalam Insiden Xi'an,
    Zhang Xueliang itu sangat hebat,
  • 42:46 - 42:48
    seorang pangeran muda
    yang dipandang luar biasa,
  • 42:48 - 42:53
    disukai banyak orang, terkenal,
    dan sangat berpengaruh.
  • 42:53 - 42:56
    Tapi sekarang kalau anak-anak
    mengikuti ujian
  • 42:56 - 42:59
    dan ditanya siapa
    tokoh utama Insiden Xi'an,
  • 42:59 - 43:04
    mereka malah menjawab
    Zhang Xueyou.]
  • 43:04 - 43:09
    Maka, yang sudah tiada biarlah tiada,
    yang sudah berlalu biarlah berlalu,
  • 43:09 - 43:11
    apa lagi yang perlu disesali?
  • 43:11 - 43:17
    Melepaskan diri adalah
    jalan menuju pencerahan,
  • 43:17 - 43:21
    dan orang yang tercerahkan adalah
    orang yang mampu melepaskan,
  • 43:25 - 43:30
    jadi untuk berubah,
    kita pun harus belajar melepaskan.
  • 43:30 - 43:35
    Ada seseorang pergi menemui
    seorang biksu besar dan berkata,
  • 43:35 - 43:40
    “Guru, saya tidak bisa melepaskan
    rumah, saya tidak bisa melepaskan…”
  • 43:40 - 43:46
    Biksu menjawab, “Kamu mengalami
    begitu banyak penderitaan
  • 43:46 - 43:49
    karena kamu tidak mau melepaskan,
    maka kamu terus menderita!”
  • 43:49 - 43:53
    Orang itu berkata, “Guru, saya tahu, tapi
    saya benar-benar tidak bisa melepaskan.”
  • 43:53 - 43:57
    Lalu guru meminta dia memegang
    sebuah gelas,
  • 43:57 - 44:01
    kemudian menuang air panas ke dalamnya
  • 44:01 - 44:04
    terus-menerus sampai air meluap
    dan membakar tangannya,
  • 44:04 - 44:14
    hingga akhirnya ia menjatuhkan
    gelas itu karena tak tahan lagi.
  • 44:14 - 44:16
    Biksu berkata kepadanya,
  • 44:16 - 44:17
    “Kalau kamu ingin melepaskan,
  • 44:17 - 44:21
    rasa sakitlah yang
    membuatmu bisa melakukannya;
  • 44:21 - 44:24
    tanpa rasa sakit kamu
    tidak akan mau melepaskan.”
  • 44:24 - 44:27
    Jadi, saat melepaskan memang
    terasa sangat menyakitkan, tetapi
  • 44:27 - 44:30
    setelah itu kamu
    tidak akan merasakan sakit lagi!
  • 44:36 - 44:41
    Untuk mengubah nasib sendiri
    berarti berjuang melawan diri sendiri,
  • 44:41 - 44:45
    karena musuh dan kesulitan
    sesungguhnya berasal dari diri kita,
  • 44:45 - 44:47
    sehingga diri sendirilah yang
    harus dikalahkan.
  • 44:47 - 44:50
    [Kali ini di bandara Auckland,
  • 44:50 - 44:54
    saya berkata kepada seseorang
    yang menjemput saya,
  • 44:54 - 44:57
    saya berkata kepadanya,
    "Coba kalian pikirkan,
  • 44:57 - 45:00
    diri sendiri harus bisa
    mengalahkan diri sendiri,
  • 45:00 - 45:03
    kalau kamu bahkan tidak bisa
    mengalahkan dirimu sendiri,
  • 45:03 - 45:09
    kamu marah, gelisah, kamu tahu
    kegelisahan itu dicari sendiri kan,
  • 45:09 - 45:11
    marah juga kamu yang
    melahirkan sendiri,
  • 45:11 - 45:14
    kalau kamu tidak melahirkannya,
    dari mana datangnya marah?"
  • 45:14 - 45:16
    Ia mendengarkan perkataanku
  • 45:16 - 45:18
    tapi tetap tidak mengerti,
    hanya memandang saya,
  • 45:18 - 45:21
    saya hanya bisa menjelaskannya
    lebih sederhana lagi,
  • 45:21 - 45:22
    anak itu dilahirkan,
  • 45:22 - 45:25
    kalau tidak dilahirkan
    dari mana datangnya anak?
  • 45:25 - 45:27
    Marahmu juga kamu yang melahirkan,
  • 45:27 - 45:29
    kalau bukan dari kamu
    dari mana datangnya marah?
  • 45:29 - 45:31
    Bukankah kegelisahan itu dicari sendiri?
  • 45:31 - 45:35
    Ambil contoh sederhana, di rumahmu
    sendiri tadinya kalian hidup cukup baik,
  • 45:35 - 45:38
    kamu di Tiongkok belum pergi
    menjenguk keluarga,
  • 45:38 - 45:40
    lalu berkunjung ke
    rumah putrimu,
  • 45:40 - 45:44
    rumah putrimu adalah
    apartemen tiga kamar satu ruang tamu,
  • 45:44 - 45:48
    kamu sudah merasa sangat senang,
    "Wah, rumah putriku besar sekali."
  • 45:48 - 45:52
    Beberapa hari kemudian ikut acara kumpul,
    pergi bermain ke rumah orang lain,
  • 45:52 - 45:56
    "Wah, rumah orang begitu besar,"
    pulang ke rumah malah sedih.
  • 45:56 - 45:58
    "Saya harus membantu putriku,
  • 45:58 - 46:01
    walaupun sudah tua,
    saya harus membantunya bekerja,
  • 46:01 - 46:04
    saya mau antar susu, antar koran,
    mencari uang,
  • 46:04 - 46:06
    saya harus membantu putriku,
  • 46:06 - 46:08
    sebelum mati saya harus
    membantunya membeli rumah."
  • 46:08 - 46:11
    Lihat, bukankah kegelisahan muncul?
  • 46:11 - 46:15
    Bersyukur itu selalu membawa
    rasa senang, sungguh, buka pikiran saja.
  • 46:15 - 46:19
    Dulu kita mengayuh sepeda, sekarang
    di sini ada mobil yang bisa dikendarai,
  • 46:19 - 46:22
    kenapa peduli mereknya apa,
    bisa jalan saja bukankah sudah baik?]
  • 46:29 - 46:34
    orang yang hidup sederhana
    lebih mudah menemukan kebahagiaan.
  • 46:34 - 46:43
    Jika nasib memberikan kesialan
    pada kita, itu masih bisa ditahan;
  • 46:43 - 46:55
    tetapi bila kita sendiri menambah
    kesialan pada diri sendiri,
  • 46:55 - 46:57
    itu jauh lebih sulit ditanggung.
  • 46:57 - 47:03
    Keinginan yang tak terkendali
    tidak memberi jalan keluar,
  • 47:03 - 47:09
    dan orang yang dikuasai keinginan kuat
    tidak mampu menolong dirinya sendiri.
  • 47:09 - 47:13
    [Kamu bayangkan, di stasiun
    radio Oriental kami di Australia,
  • 47:13 - 47:15
    banyak orang tua datang berkata,
  • 47:15 - 47:18
    “Master Lu, sepanjang hidup saya,
    saya sudah punya semuanya,
  • 47:18 - 47:21
    hanya uang saya yang masih kurang.”
  • 47:21 - 47:25
    Saya menjawab, “Kalian sudah punya
    banyak, kalian seharusnya puas,
  • 47:25 - 47:27
    mengapa masih merasa kurang uang?”
  • 47:27 - 47:30
    Lalu ia berkata, “Master Lu,
    saya mau baca sutra
  • 47:30 - 47:34
    supaya rumah saya punya sedikit
    keberuntungan rezeki.”
  • 47:34 - 47:36
    Saya menjelaskan, “Ini sangat sulit,
  • 47:36 - 47:40
    karena dalam nasib seseorang hanya
    keberuntungan jabatan yang bisa dimohon,
  • 47:40 - 47:43
    sedangkan keberuntungan
    uang tidak bisa diminta,
  • 47:43 - 47:47
    itu adalah hasil dari kehidupan lampau
    baru muncul di kehidupan sekarang.”
  • 47:47 - 47:51
    Ia lalu berkata, “Master Lu, bukankah Anda
    bilang Zhun Ti Shen Zhou sangat baik?
  • 47:51 - 47:53
    Keinginan bisa terkabul?”
  • 47:53 - 47:56
    Ia pun pergi membeli lotre.
  • 47:56 - 48:00
    Setelah membeli lotre, ia menutup
    mata sambil menggosok
  • 48:00 - 48:04
    dan membaca Zhun Ti Shen Zhou.
  • 48:04 - 48:06
    Bayangkan, betapa kasihan orang
  • 48:06 - 48:10
    yang demi sedikit nama dan keuntungan,
    demi sedikit kepentingan pribadi,
  • 48:10 - 48:13
    sampai menyerahkan dirinya seperti itu.
  • 48:13 - 48:17
    Harus mengerti sebenarnya manusia
    memiliki banyak sifat buruk.]
  • 48:17 - 48:21
    Banyak orang sifat buruk,
    menyebut "bawaan lahir",
  • 48:21 - 48:28
    sebenarnya sifat buruk bukan bawaan lahir,
    tetapi setelah lahir.
  • 48:28 - 48:32
    [Karakter seseorang bisa dibentuk
    menjadi buruk melalui kebiasaan.
  • 48:32 - 48:34
    Meskipun ada pengaruh dari
    kehidupan masa lalu,
  • 48:34 - 48:37
    namun melalui
    pembelajaran yang tepat,
  • 48:37 - 48:40
    karakter itu bisa diperbaiki
    menjadi baik.]
  • 48:40 - 48:42
    Kemarahan
    adalah sifat yang tidak baik,
  • 48:42 - 48:45
    semuanya berawal dari adanya
    rasa marah di dalam hati
  • 48:45 - 48:47
    baru kemudian diungkapkan keluar,
  • 48:47 - 48:50
    jadi seseorang harus belajar menghilangkan
    amarah dalam dirinya sendiri
  • 48:50 - 48:53
    agar tidak mudah marah.
  • 48:53 - 48:55
    [Suami istri bertengkar juga seperti ini,
  • 48:55 - 48:58
    sekarang orang-orang
    mudah sekali marah, sungguh,
  • 48:58 - 49:01
    sekarang istri juga mudah marah,
  • 49:01 - 49:03
    hari ini istri memasak untuk suami,
  • 49:03 - 49:06
    wah, sangat berusaha keras,
    tapi suami pelit pujian,
  • 49:06 - 49:08
    hanya berbaring di sofa
    sambil baca koran,
  • 49:08 - 49:14
    istri bertanya "Hari ini saya memasak,
    kamu rasa enak ya?
  • 49:14 - 49:15
    Apakah asin?"
  • 49:15 - 49:16
    "Tidak asin."
  • 49:16 - 49:18
    Istri menjadi tidak senang,
  • 49:18 - 49:20
    saya memasak dengan baik,
    kamu responnya seperti ini,
  • 49:20 - 49:23
    hari kedua istri sengaja memasak
    sangat buruk, suami mengeluh
  • 49:23 - 49:25
    "Mengapa masakanmu tidak enak?"
  • 49:25 - 49:30
    "Lihat kamu ini, mau pilih-pilih,
    kamu sendiri saja yang masak.
  • 49:30 - 49:33
    Kemarin bilang asin, hari ini hambar,
    kamu sendiri saja yang masak."
  • 49:33 - 49:36
    Lihat, inilah amarah,
    amarah muncul,
  • 49:36 - 49:39
    kamu jangan pikir dia bilang
    kamu tidak baik, kamu tidak peduli,
  • 49:39 - 49:41
    "Saya kasih makan ya kasih makan,"
    benar tidak?
  • 49:41 - 49:45
    Kadang tingkat pemahaman
    masih rendah, belum belajar waktu itu,
  • 49:45 - 49:50
    kamu bilang saya kasih makan
    sedikit sudah cukup kan?
  • 49:50 - 49:53
    Kalian tidak mengerti
    maksud kata-kata saya?
  • 49:53 - 49:55
    Harus mengerti
    mengolok-olok diri sendiri,
  • 49:55 - 49:57
    mengerti cara menghilangkan
    amarah diri sendiri,
  • 49:57 - 50:00
    seseorang harus mengerti sendiri
    cara menghilangkan amarah,
  • 50:00 - 50:01
    baru kamu tidak akan marah.]
  • 50:01 - 50:05
    Jika hati seseorang baik dan lurus,
  • 50:05 - 50:09
    maka sifat Buddha yang
    berkuasa dalam dirinya;
  • 50:09 - 50:14
    jika hati tidak baik,
    maka sifat iblis yang berkuasa.
  • 50:14 - 50:22
    Maka dari itu, orang yang sadar
    akan mengenal jati dirinya yang sejati,
  • 50:22 - 50:24
    sedangkan orang yang bingung akan
  • 50:24 - 50:28
    terus menerus terjebak dalam
    lingkaran kelahiran kembali.
  • 50:28 - 50:31
    Ketika hati sudah jernih barulah
    bisa melihat hakikat sejati,
  • 50:31 - 50:33
    dan orang yang sadar
    akan mengenal pencerahan.
  • 50:33 - 50:36
    [Ketika kamu memahami hakikat
    seseorang,
  • 50:36 - 50:38
    kamu melihat sisi baik
    mereka yang sebenarnya,
  • 50:38 - 50:41
    kamu menyadari ternyata orang itu
    sangat baik,
  • 50:41 - 50:44
    semua orang bisa menjadi teman,
  • 50:44 - 50:46
    hari ini kalian semua yang datang
    adalah umat Buddha,
  • 50:46 - 50:49
    energinya positif,
    semuanya adalah orang-orang baik,
  • 50:49 - 50:52
    yang ingin datang untuk mencari
    lebih banyak kebaikan lagi,
  • 50:52 - 50:53
    itulah pencerahan sejati.
  • 50:53 - 50:56
    Jadi orang yang sudah tercerahkan
    itulah yang disebut pencerahan,]
  • 50:56 - 50:59
    Jika kamu mampu terus menerus
    menemukan pencerahan itu,
  • 50:59 - 51:01
    berarti kamu adalah Bodhisattva!
  • 51:05 - 51:08
    [Master pernah
    berkata kepada semua orang,
  • 51:08 - 51:11
    saya sering mengajarkan sutra
    kepada banyak orang
  • 51:11 - 51:14
    dan meminta mereka
    membaca sutra tersebut.
  • 51:14 - 51:16
    Setelah membaca sutra,
    ada pendengar radio
  • 51:16 - 51:18
    yang menelepon
    untuk memberikan tanggapan.
  • 51:18 - 51:23
    Dia berkata, "Master,
    tahun lalu pernah berkata
  • 51:23 - 51:27
    untuk memperhatikan
    tenggorokan dan hidungku,
  • 51:27 - 51:32
    memintaku banyak minum air hangat,
    dan mengatakan dahakku sangat banyak,"
  • 51:32 - 51:35
    Saat itu dia tidak merasakan apa-apa
    setelah mendengar nasihat tersebut.
  • 51:35 - 51:38
    Setengah tahun berlalu,
    baru dia merasakan akibatnya
  • 51:38 - 51:40
    yaitu terkena radang hidung.
  • 51:40 - 51:42
    Setiap hari hidungnya
    sangat sakit dan pilek.
  • 51:42 - 51:44
    Pendengar ini sangat kagum,
  • 51:44 - 51:48
    saya akan putarkan rekamannya
    untuk kalian.
  • 51:48 - 51:53
    Master, kamu benar-benar luar biasa,
    pada malam tahun baru waktu menelepon,
  • 51:53 - 51:56
    kamu merasakan dari energiku dan
    memintaku memperhatikan tenggorokan.
  • 51:56 - 51:58
    Saya waktu itu belum merasakan
    apa-apa yang khusus.
  • 51:58 - 52:02
    Beberapa bulan kemudian saya
    terkena radang tenggorokan dan hidung.
  • 52:02 - 52:04
    Setiap hari hidung saya
    sangat tidak nyaman.
  • 52:04 - 52:06
    Kamu waktu itu menyuruhku
    minum air hangat di pagi hari
  • 52:06 - 52:08
    dan mengatakan dahakku
    sangat banyak.
  • 52:08 - 52:11
    Saya memang tidak
    merasakan apa-apa waktu itu,
  • 52:11 - 52:12
    tetapi saya tetap memperhatikannya.
  • 52:12 - 52:16
    Kemudian saya benar-benar terkena
    radang hidung dan sudah minum obat,
  • 52:16 - 52:17
    tetapi belum sembuh sepenuhnya.
  • 52:17 - 52:23
    Setiap pagi hidung sangat sakit,
    pilek, dan hidung sangat tidak nyaman.
  • 52:23 - 52:25
    Master membantu
    menunjukkan penyakitmu.
  • 52:25 - 52:28
    Saya melihat terlebih dahulu dan
    memberitahumu.
  • 52:28 - 52:31
    Banyak orang yang dulu pernah saya
    bantu mengatakan kondisinya buruk.
  • 52:31 - 52:32
    Dia menjawab
    tidak ada masalah.
  • 52:32 - 52:35
    Saya berkata padanya dua minggu
    akan bermasalah.
  • 52:35 - 52:37
    Benar saja setelah dua minggu,
  • 52:37 - 52:40
    ada sesuatu yang tumbuh di
    telinganya dan dia pergi ke rumah sakit.
  • 52:40 - 52:42
    "Wah, Master Lu, kamu sangat tepat."
  • 52:42 - 52:44
    Wah, orang ini benar-benar kasihan.
  • 52:44 - 52:47
    Ada juga yang mengatakan bahwa
  • 52:47 - 52:50
    kata-katamu, cepat atau lambat,
    semuanya terbukti benar
  • 52:50 - 52:52
    dan saya sungguh kagum padamu.
  • 52:52 - 52:54
    Wah, kamu harus berterima kasih
  • 52:54 - 52:56
    kepada Bodhisattva Guanyin
    yang menyelamatkan kalian,
  • 52:56 - 52:59
    bukan saya, ini semua berkat
    Bodhisattva Guanyin.
  • 52:59 - 53:02
    Terima kasih Bodhisattva Guanyin
    yang Maha Welas Asih, Maha Penyayang,
  • 53:02 - 53:08
    Penolong dalam Kesulitan,
    Pendengar Suara Dunia yang Maha Agung.
  • 53:08 - 53:10
    Rekaman ini seperti terpotong
    tidak pada tempatnya
  • 53:10 - 53:14
    karena orang tersebut belum selesai
    bicara kalimat keduanya,
  • 53:14 - 53:17
    sudah dipotong oleh Master Lu.
  • 53:17 - 53:21
    Nanti Master akan langsung
    melihat totem untuk kalian
  • 53:21 - 53:24
    dan langsung menunjukkan
    penyakit di tubuh kalian.
  • 53:24 - 53:27
    Kalian tidak perlu melakukan USG
    karena prosesnya sangat cepat.
  • 53:27 - 53:32
    Berbagai urusan kalian juga bisa kubantu
    tunjukkan dan bisa langsung terlihat.
  • 53:32 - 53:35
    Yang terbaik adalah melihat
    rumah kalian sendiri.
  • 53:35 - 53:38
    Nanti juga bisa melihat almarhum
    keluarga dan di mana alam mereka.
  • 53:38 - 53:40
    Master akan membantu kalian
    melihat semuanya.
  • 53:40 - 53:44
    Semoga kalian bisa terpilih nanti.]
  • 53:44 - 53:49
    Seseorang harus belajar bahwa segala
    sesuatu datang dan pergi secara alami,
  • 53:49 - 53:57
    dengan begitu kita bisa
    menghilangkan kegelisahan.
  • 53:57 - 54:00
    Menghilangkan ketidaktahuan adalah
    kebijaksanaan atau prajna,
  • 54:00 - 54:03
    sedangkan ketidaktahuan berarti
    tidak memahami sesuatu.
  • 54:03 - 54:11
    Di dunia ini, orang yang tidak
    mengerti hukum akan melanggar hukum,
  • 54:11 - 54:17
    orang yang tidak memahami
    ajaran agama
  • 54:17 - 54:22
    akan mudah melanggar
    aturan Buddha dan melanggar hukum.
  • 54:22 - 54:29
    Banyak orang sepertinya lolos
    dari hukuman,
  • 54:29 - 54:32
    tetapi cepat atau lambat akan
    menderita penyakit buruk,
  • 54:32 - 54:34
    ini adalah hukum karma
    yang menghukum,
  • 54:34 - 54:37
    jadi jangan pernah
    merasa beruntung bisa lolos.
  • 54:37 - 54:46
    Kalau tidak memahami kehidupan
    kita sendiri, kita akan menjadi bingung,
  • 54:46 - 54:55
    saat kita mengejar sesuatu,
    kita merasa hal itu sangat indah,
  • 54:55 - 54:58
    tetapi setelah benar-benar
    mendapatkannya,
  • 54:58 - 55:04
    ternyata tidak sesempurna
    yang kita bayangkan.
  • 55:04 - 55:10
    Jadi, saat mengejar sesuatu dengan
    terpesona itulah kita menjadi bodoh,
  • 55:10 - 55:12
    [Maka dari itu harus paham
    jangan sampai tidak bijaksana,
  • 55:12 - 55:15
    karena ketidakbijaksanaan dan
    kebingungan itu saling terkait.]
  • 55:15 - 55:18
    Jadi dalam ajaran Buddha
    disebutkan ada tiga racun,
  • 55:18 - 55:20
    keserakahan, kebencian,
    dan kebodohan—
  • 55:20 - 55:25
    ketika serakah tidak terpenuhi
    kita jadi benci,
  • 55:25 - 55:29
    dan setelah benci kita menjadi bodoh.
  • 55:29 - 55:34
    Karena itu kita harus menghilangkan
    kebingungan dan membuka pemahaman,
  • 55:34 - 55:37
    melepaskan penderitaan
    untuk mendapatkan kebahagiaan.
  • 55:37 - 55:39
    [Kita harus meninggalkan penderitaan,
  • 55:39 - 55:41
    untuk itu kita datang hari ini
    belajar ajaran Buddha.
  • 55:41 - 55:45
    Banyak orang mengeluh sudah berdoa pada
    Bodhisattva lama tapi tidak dikabulkan,
  • 55:45 - 55:47
    padahal sebenarnya Bodhisattva
    langsung mengabulkan
  • 55:47 - 55:49
    jika hati kita benar-benar tulus.
  • 55:49 - 55:53
    Kalau tidak dikabulkan,
    berarti hati kita belum cukup tulus.
  • 55:53 - 55:56
    Bodhisattva Guanyin berjanji akan
    mengabulkan setiap permintaan yang tulus.
  • 55:56 - 56:00
    Saya bisa katakan, belajar Buddha dan
    berdoa kepada Buddha pasti berhasil.]
  • 56:00 - 56:03
    Seseorang hanya perlu belajar ajaran
    Buddha dengan hati tulus
  • 56:03 - 56:06
    dan berdoa kepada Buddha,
    pasti akan berhasil!
  • 56:06 - 56:09
    Banyak orang tidak berhasil
    karena hatinya tidak tulus.
  • 56:09 - 56:14
    Jika kamu belajar ajaran Buddha
    dengan tulus mengikuti Master,
  • 56:14 - 56:18
    Master jamin kamu pasti akan
    berubah dan menjadi lebih baik!
  • 56:24 - 56:27
    [Manusia sangat menyedihkan,
  • 56:27 - 56:31
    setiap kejahatan yang dilakukan manusia
    pasti akan mendapat balasan karma.
  • 56:31 - 56:37
    Coba kalian pikirkan, waktu kalian minum
    teh dan melihat cakar ayam goreng itu,
  • 56:37 - 56:40
    apakah tidak mirip dengan
    tangan anak kecil?
  • 56:40 - 56:44
    Dagingnya digigit,
    tulangnya dipilih sampai bersih,
  • 56:44 - 56:49
    coba pikirkan, bagaimana manusia
    bisa melakukan perbuatan sekejam ini?
  • 56:49 - 56:51
    Renungkan baik-baik.]
  • 56:51 - 56:59
    Ada seorang petani yang sering
    mengalami ayam liar dan bebek liar
  • 56:59 - 57:04
    datang memakan hasil sawahnya,
    dia sangat kesal,
  • 57:04 - 57:12
    kemudian menggunakan jaring
    untuk menangkap mereka,
  • 57:12 - 57:15
    tetapi tidak membunuh mereka,
  • 57:15 - 57:18
    hanya memukul kaki setiap ayam
    dan bebek liar hingga satu kakinya patah,
  • 57:18 - 57:25
    sehingga ayam dan bebek itu
    hanya bisa berjalan dengan pincang.
  • 57:25 - 57:30
    Akibatnya di hari tuanya dia sakit
    dan kedua kakinya membusuk,
  • 57:30 - 57:39
    bahkan bermimpi ayam dan bebek
    mematuk kakinya dengan paruh mereka,
  • 57:39 - 57:43
    selama enam tahun dia terbaring
    di tempat tidur tidak bisa bangun,
  • 57:43 - 57:52
    sangat menderita, dan suara
    erangannya seperti suara ayam dan bebek.
  • 57:52 - 57:57
    Melihat balasan karma seperti ini, apakah
    manusia masih tega berbuat kejahatan?
  • 57:57 - 58:01
    [Semua yang Master katakan
    adalah hal nyata.]
  • 58:01 - 58:04
    Sebagai manusia harus memiliki
    hati yang penuh welas asih,
  • 58:04 - 58:11
    sering memikirkan keadaan orang lain,
    maka amarah akan hilang.
  • 58:11 - 58:16
    [Kalau kamu memikirkan kondisinya
    yang kasihan, kemarahanmu akan hilang.
  • 58:16 - 58:19
    Ada seorang ibu tua datang ke stasiun
    radio kami dan berkata,
  • 58:19 - 58:22
    "Master, dulu ketika
    suami saya masih hidup,
  • 58:22 - 58:25
    dia baik kepada saya
    tapi saya tidak menghargainya,
  • 58:25 - 58:27
    saya setiap hari memarahinya.
  • 58:27 - 58:31
    Sekarang dia sudah meninggal, lalu saya
    sangat merindukannya, saya sedih,
  • 58:31 - 58:36
    saya setiap hari hidup menderita sekali,
    tolong bantu saya lihat dia ada di mana."
  • 58:36 - 58:39
    Saya menjawab kepadanya,
    "Dia sekarang ada di mana-mana.
  • 58:39 - 58:44
    Ibu, kamu harus tahu kalau masih
    memiliki sesuatu harus bersyukur,
  • 58:44 - 58:48
    kalau tidak ada lagi ya sudah hilang,
    keberuntungan habis,
  • 58:48 - 58:51
    jadi waktu masih ada harus
    benar-benar bersyukur."]
  • 58:51 - 58:55
    Hari ini semua orang di sini
    memiliki ikatan batin dengan Master,
  • 58:55 - 58:58
    dan kita semua memiliki hubungan
    perasaan satu sama lain.
  • 58:58 - 59:01
    Hari ini kalian semua adalah
    orang-orang baik,
  • 59:01 - 59:03
    mengapa kalian tidak bersyukur?
  • 59:03 - 59:06
    Kalian hari ini memiliki rumah dan anak,
    kalian semua harus bersyukur.
  • 59:06 - 59:09
    Karena orang yang bersyukur
    adalah orang bijaksana,
  • 59:09 - 59:10
    dan kamu
    akan memiliki kebijaksanaan.
  • 59:10 - 59:14
    Semakin menghargai berkat yang ada,
    semakin memiliki kebijaksanaan.
  • 59:14 - 59:17
    Semakin seseorang memiliki
    kebijaksanaan,
  • 59:17 - 59:19
    Bodhisattva akan
    selalu menemani di sisinya.
  • 59:19 - 59:24
    Jadi harap kalian jangan mudah marah,
    jangan mudah gelisah,
  • 59:24 - 59:28
    semakin kamu berwelas asih,
    kamu akan semakin diberkati.
  • 59:36 - 59:40
    Saya telah berbicara banyak
    kepada kalian semua,
  • 59:40 - 59:47
    intinya kita harus tahu cara berbahagia
    dan memancarkan kegembiraan.
  • 59:47 - 59:49
    Master kemarin sudah menjelaskan,
  • 59:49 - 59:53
    sangat banyak anak yang hubungannya
    dengan orang tua sangat rumit,
  • 59:53 - 59:55
    bukan hanya soal penagih utang,
  • 59:55 - 59:58
    karena banyak ibu yang ketika anaknya
    lahir meminta saya untuk meramalnya,
  • 59:58 - 60:01
    padahal anaknya sejak kecil
    paling disayang,
  • 60:01 - 60:04
    tetapi ketika sudah besar, anak ini
    justru menyakiti ibunya paling dalam.
  • 60:04 - 60:07
    Saya lihat banyak di antaranya
    tahukah kalian apa itu,
  • 60:07 - 60:10
    yaitu hubungan di kehidupan sebelumnya,
  • 60:10 - 60:13
    anak dan ibunya dulu adalah
    pasangan suami istri,
  • 60:13 - 60:14
    ini yang paling sering terjadi.
  • 60:14 - 60:17
    Masih banyak juga pasangan
    di kehidupan sekarang,
  • 60:17 - 60:19
    dulunya adalah mertua
    dan menantu,
  • 60:19 - 60:22
    makanya mertua dan menantu perempuan
    hubungannya sulit untuk harmonis,
  • 60:22 - 60:26
    Jadi pertengkaran suami istri
    adalah bagian dari reinkarnasi.
  • 60:26 - 60:31
    Tahukah kalian mengapa bisa begitu?
    Jawabannya sangat mudah,
  • 60:31 - 60:37
    karena ibu mertua memiliki suami sendiri,
    melahirkan anak laki-laki,
  • 60:37 - 60:42
    ketika anaknya sudah dewasa,
    pergi menikahi wanita lain,
  • 60:42 - 60:44
    menurut kalian apakah ibunya
    akan sangat senang?
  • 60:44 - 60:47
    Merasa seperti wanita itu merebut
    anaknya yang dulu seperti suaminya,
  • 60:47 - 60:50
    Jadi bagaimana mungkin hubungan
    mertua dan menantu bisa baik?
  • 60:50 - 60:53
    Kalian harus tahu
    ini adalah ikatan karma.
  • 60:53 - 60:59
    Jadi kita harus mengerti bahwa
    terkadang perasaan kita sangat penting.
  • 60:59 - 61:03
    Ketika seseorang merasa tidak nyaman,
    merasa hubunganku dengannya tidak baik,
  • 61:03 - 61:06
    segera harus membaca Jie Jie Zhou.
  • 61:06 - 61:09
    Merasa atasan ini tidak baik kepada kamu,
    segera baca Jie Jie Zhou.
  • 61:09 - 61:11
    Merasa akhir-akhir ini
    kamu tidak lancar,
  • 61:11 - 61:14
    kamu harus segera membaca
    Xiao Zai Ji Xiang Shen Zhou.
  • 61:14 - 61:16
    Sebenarnya sutra-sutra ini
    sangat baik,
  • 61:16 - 61:19
    semuanya adalah sutra besar Bodhisattva,
  • 61:19 - 61:22
    semuanya adalah kitab suci
    Bodhisattva yang resmi,
  • 61:22 - 61:24
    jadi setelah membacanya
    kalian akan semakin baik.
  • 61:24 - 61:28
    Banyak orang bilang ke Master Lu,
  • 61:28 - 61:31
    "Saya tidak tahu apa itu roh halus,
    saya tidak mengerti,
  • 61:31 - 61:33
    saya tidak merasakan apa-apa,
  • 61:33 - 61:35
    Master bisa melihat
    tapi saya tidak bisa."
  • 61:35 - 61:37
    Master akan mengajarkan
    beberapa cara
  • 61:37 - 61:40
    untuk merasakan ada tidaknya
    roh halus di tubuh kalian sendiri.
  • 61:40 - 61:45
    Pertama, kalau sering merasa
    telapak kaki dingin sekali,
  • 61:45 - 61:50
    sering merasa dingin yang menusuk
    tulang, punggung agak merinding,
  • 61:50 - 61:51
    itu tanda pertama.
  • 61:51 - 61:55
    Kedua, sering mimpi buruk,
    dikejar-kejar dalam mimpi,
  • 61:55 - 61:58
    mau lari tidak bisa kabur,
    itu tanda kedua.
  • 61:58 - 62:05
    Ketiga, sering tidak bisa mengendalikan
    emosi sendiri, mudah sekali marah.
  • 62:05 - 62:11
    Keempat, wajah kalian makin lama
    makin terlihat galak,
  • 62:11 - 62:14
    dan saat bertengkar wajah berubah
    menakutkan,
  • 62:14 - 62:20
    kalau begitu pasti ada
    roh halus di tubuh kalian.
  • 62:20 - 62:26
    Ada sepasang suami istri
    datang ke kantor saya,
  • 62:26 - 62:29
    mereka berdua minta
    saya melihat kondisi mereka,
  • 62:29 - 62:31
    lalu saat saya melihat,
  • 62:31 - 62:34
    saya melihat ada makhluk halus
    masuk ke tubuh si suami.
  • 62:34 - 62:38
    Si suami ini tiba-tiba saja di depan
    saya mulai memaki istrinya,
  • 62:38 - 62:39
    "Kamu jangan banyak bicara.
  • 62:39 - 62:42
    Saya kasih tahu ini bukan semua
    salah saya."
  • 62:42 - 62:44
    dia mulai memaki.
  • 62:44 - 62:47
    Setelah memaki,
    Master melihatnya dengan mata batin,
  • 62:47 - 62:51
    saya melihat makhluk halus itu
    naik ke lehernya dan menarik rambutnya,
  • 62:51 - 62:54
    si suami itu memaki seperti
    boneka yang dikendalikan,
  • 62:54 - 62:56
    kalian semua tidak bisa melihat hal ini,
  • 62:56 - 62:59
    jadi waktu bertengkar sebenarnya
    karena pengaruh makhluk halus.
  • 62:59 - 63:01
    Lalu saya bicara ke
    arwah itu,
  • 63:01 - 63:03
    "Kamu cepat pergi, saya akan minta
    dia baca XFZ untukmu."
  • 63:03 - 63:08
    Ketika makhluk itu pergi,
    si suami ini tiba-tiba sadar,
  • 63:08 - 63:11
    langsung bilang ke saya
    "Master maaf maaf, maaf, maaf."
  • 63:11 - 63:14
    Langsung minta maaf ke istrinya
    juga, "Maaf, maaf."
  • 63:14 - 63:17
    Padahal suami biasanya takut istri,
    dari mana keberanian sebesar itu tadi?
  • 63:17 - 63:22
    Hantu yang memberikannya.
  • 63:22 - 63:25
    Jadi ketika seseorang
    sedang bertengkar,
  • 63:25 - 63:28
    kalian tidak bisa melihat semuanya
    ada pengaruh makhluk halus,
  • 63:28 - 63:32
    mengapa tidak bisa berhenti bertengkar
    dan semakin bertengkar semakin hebat,
  • 63:32 - 63:34
    itu karena makhluk halusnya senang.
  • 63:34 - 63:37
    Masih banyak anak yang digugurkan
    oleh orang tua di masa lalu
  • 63:37 - 63:38
    menempel di tubuh mereka,
  • 63:38 - 63:40
    anak ini membuat
    ibu dan anak bertengkar,
  • 63:40 - 63:42
    kalian semua tidak menyadarinya.
  • 63:42 - 63:43
    Setelah dibacakan sutra,
  • 63:43 - 63:46
    sudah banyak keluarga
    menjadi semakin harmonis,
  • 63:46 - 63:50
    sifat semua orang menjadi lebih baik,
    jadi mengapa tidak mau belajar, benar kan?
  • 63:50 - 63:52
    Hanya dengan membaca sutra
    keadaan membaik,
  • 63:52 - 63:54
    jadi banyak orang mendapat manfaat besar.
  • 63:54 - 63:57
    Jadi jika kalian nanti mengalami
    salah satu dari empat situasi ini,
  • 63:57 - 64:01
    saya harap kalian segera
    harus membaca XFZ,
  • 64:01 - 64:03
    nanti di XFZ ada semuanya, oke?
  • 64:03 - 64:07
    Lalu Master hari ini ingin
    bercerita kepada kalian semua,
  • 64:07 - 64:11
    yang terakhir sedikit cerita yaitu
    kita sebagai praktisi Buddha,
  • 64:11 - 64:15
    Master hari ini meminjamkan
    cahaya ini kepada kalian.
  • 64:15 - 64:17
    Setelah saya meminjamkan
    cahaya kepada kalian,
  • 64:17 - 64:20
    selanjutnya tergantung kalian
    sendiri untuk menyalakannya.
  • 64:20 - 64:23
    Jika kalian menyalakan
    cahaya ini semakin terang,
  • 64:23 - 64:27
    di hati kalian menyalakannya semakin
    terang dan bisa membantu orang lain,
  • 64:27 - 64:34
    menerangi diri sendiri, maka cahayamu
    akan menerangi ke mana pun kalian pergi.
  • 64:34 - 64:40
    Kegembiraan dan kebahagiaan dalam
    Dharma harus dirasakan dengan senang hati.
  • 64:40 - 64:45
    Kita hidup di dunia ini bukankah
    hanya seumur hidup yang singkat ini saja?
  • 64:45 - 64:49
    Shakespeare
    dalam dramanya juga sama,
  • 64:49 - 64:53
    ketika kita menonton drama Shakespeare,
  • 64:53 - 64:56
    pada dasarnya Romeo dan Juliet
    juga sudah ditakdirkan,
  • 64:56 - 65:00
    ketika kita menonton sudah tahu
    akhirnya berakhir tragis,
  • 65:00 - 65:02
    bukankah kehidupan manusia seperti ini?
  • 65:02 - 65:05
    Kita dilahirkan,
    kita sudah tahu pasti akan mati,
  • 65:05 - 65:07
    itu adalah akhir yang tragis.
  • 65:07 - 65:09
    Mengapa kita
    masih dalam penderitaan ini
  • 65:09 - 65:13
    menciptakan lebih banyak
    penderitaan lagi untuk diri sendiri?
  • 65:13 - 65:16
    Bersenang-senanglah sedikit,
    berpikirlah lebih terbuka dan jernih,
  • 65:16 - 65:18
    itulah yang disebut pencerahan.
  • 65:23 - 65:25
    Terima kasih semuanya.
  • 65:25 - 65:29
    Di atas panggung sangat panas,
    saya turun sebentar untuk cuci muka,
  • 65:29 - 65:33
    sebentar lagi naik lagi untuk
    melihat totem bagi kalian, oke?
  • 65:33 - 65:34
    Terima kasih semuanya.
  • 65:34 - 65:37
    Saya rasa teman-teman Selandia
    Baru penuh semangat,
  • 65:37 - 65:38
    saya masih harus
    berterima kasih kepada kalian.
  • 65:38 - 65:40
    Walaupun kalian hanya
    1.000 orang,
  • 65:40 - 65:43
    tetapi tepuk tangan tidak
    kalah meriah dengan 5.000 orang,
  • 65:43 - 65:45
    terima kasih.
  • 65:50 - 65:53
    Mari kita sekali lagi dengan tepuk
    tangan yang meriah
  • 65:53 - 65:56
    berterima kasih kepada
    Master Lu Junhong yang sangat welas asih.
Title:
2012年12月02日新西兰 奥克兰玄艺综述解答会开示
Description:

more » « less
Video Language:
Chinese, Simplified
Duration:
01:05:58

Indonesian subtitles

Revisions Compare revisions