Mengapa saya jatuh cinta pada bilangan prima raksasa
-
0:01 - 0:04Ah ya....masa-masa kuliah,
-
0:04 - 0:08campuran memusingkan dari matematika murni tingkat Ph.D
-
0:08 - 0:10dan kejuaraan debat tingkat dunia,
-
0:10 - 0:15atau, seperti saya biasanya bilang, "Halo, gadis-gadis! Oh ya!"
-
0:15 - 0:17Tidak ada yang lebih seksi daripada Spence saat kuliah,
-
0:17 - 0:19asal tahu saja.
-
0:19 - 0:23Ini adalah saat yang sangat mendebarkan untuk seorang penyiar radio pagi yang sederhana
-
0:23 - 0:26dari Sydney, Australia, untuk berada disini di panggung TED
-
0:26 - 0:28di sisi dunia yang lain.
-
0:28 - 0:29Dan saya ingin Anda tahu, banyak hal yang Anda dengar
-
0:29 - 0:31tentang orang Australia adalah benar adanya.
-
0:31 - 0:33Sejak usia belia, kami menunjukkan
-
0:33 - 0:36bakat olahraga yang luar biasa.
-
0:36 - 0:40Di medan pertempuran, kami adalah para pejuang yang gagah berani.
-
0:40 - 0:41Apa yang Anda dengar itu benar.
-
0:41 - 0:45Sebagai orang Australia kami tidak keberatan untuk minum sedikit,
-
0:45 - 0:49kadang-kadang agak berlebihan, hingga menyebabkan situasi sosial yang memalukan. (Tertawa)
-
0:49 - 0:55Ini adalah pesta Natal di kantor ayah saya, bulan Desember 1973.
-
0:55 - 0:57Saya berusia hampir lima tahun. Bisa dibilang,
-
0:57 - 0:59saya menikmati hari itu lebih daripada Santa.
-
0:59 - 1:03Tetapi saya berdiri di hadapan Anda pada hari ini
-
1:03 - 1:04bukan sebagai seorang penyiar radio pagi,
-
1:04 - 1:08bukan sebagai seorang komedian, tetapi sebagai seseorang yang dulu,dan masih,
-
1:08 - 1:11dan yang akan selalu menjadi pakar matematika.
-
1:11 - 1:14Dan setiap orang yang pernah tersengat oleh pesona bilangan
-
1:14 - 1:17tahu bahwa sengatannya menggigit di usia belia dan gigitannya cukup dalam.
-
1:17 - 1:20Saya teringat ketika saya masih di kelas dua SD
-
1:20 - 1:22di sebuah sekolah negeri yang kecil dan indah
-
1:22 - 1:26yang disebut Boronia Park di pinggiran kota Sydney,
-
1:26 - 1:28dan saat mendekati jam makan siang, guru kami,
-
1:28 - 1:30Bu Russel, berkata kepada para murid-murid di kelas,
-
1:30 - 1:32"Anak-anak kelas dua. Kalian mau melakukan apa setelah makan siang?
-
1:32 - 1:35Saya belum punya rencana."
-
1:35 - 1:38Itu merupakan latihan berdemokrasi di sekolah,
-
1:38 - 1:42dan saya sangat mendukung sekolah demokratis, tapi kami hanya bertujuh.
-
1:42 - 1:44Jadi beberapa usulan yang kami ajukan seperti apa
-
1:44 - 1:47yang akan kami lakukan setelah makan siang jadi agak kurang bisa diterapkan,
-
1:47 - 1:49dan setelah beberapa saat, seseorang mengajukan usulan yang agak tolol
-
1:49 - 1:51dan Bu Russel langsung menohok mereka dengan pepatah halus,
-
1:51 - 1:53"Itu tidak akan berhasil.
-
1:53 - 1:57Itu seperti memasukkan pasak persegi ke dalam lubang bulat."
-
1:57 - 1:59Saat itu saya tidak berusaha tampak cerdas.
-
1:59 - 2:00Saya tidak berusaha lucu.
-
2:00 - 2:02Saya hanya mengacungkan tangan dengan sopan,
-
2:02 - 2:04dan ketika Bu Russel mengizinkan, saya katakan
-
2:04 - 2:07di depan teman-teman kelas dua saya, dan saya kutip,
-
2:07 - 2:10"Tapi Bu,
-
2:10 - 2:14kalau diagonal dari pasak persegi itu
-
2:14 - 2:18lebih kecil daripada diameter lubangnya,
-
2:18 - 2:21maka, pasak persegi itu akan masuk dengan mudah ke lubang bulat."
-
2:21 - 2:24(Tertawa)
-
2:24 - 2:28"Itu akan seperti melewatkan sepotong roti bakar melalui keranjang bola basket, kan?"
-
2:28 - 2:30Pertanyaan saya diikuti oleh keheningan canggung
-
2:30 - 2:31dari sebagian besar teman sekelas saya,
-
2:31 - 2:33sampai salah satu teman saya duduk di sebelah saya,
-
2:33 - 2:36Steven, seorang anak yang populer di kelas, mendekat
-
2:36 - 2:38dan memukul kepala saya dengan keras.
-
2:38 - 2:39(Tertawa)
-
2:39 - 2:42Waktu itu Steven berkata, "Lihat, Adam,
-
2:42 - 2:46kamu ada di persimpangan hidup yang penting, teman.
-
2:46 - 2:49Kamu bisa tetap duduk di sini dengan kami.
-
2:49 - 2:50Tapi kalau kamu masih bicara seperti itu lagi, kamu harus pergi dan duduk
-
2:50 - 2:54di sebelah sana dengan mereka."
-
2:54 - 2:56Saya memikirkannya selama sepersekian detik.
-
2:56 - 2:59Saya menatap ke peta jalan kehidupan,
-
2:59 - 3:03dan saya berlari ke arah jalan yang diberi nama "Kutu Buku"
-
3:03 - 3:09secepat kaki kecil saya yang pendek, gemuk, dan sakit asma bisa membawa saya.
-
3:09 - 3:12Saya jatuh cinta pada matematika sejak usia sangat belia.
-
3:12 - 3:15Saya menjelaskannya pada semua teman saya. Matematika itu indah.
-
3:15 - 3:17Matematika itu alamiah. Matematika ada dimana-mana.
-
3:17 - 3:20Bilangan adalah not musik,
-
3:20 - 3:25dengannya simfoni alam semesta ditulis.
-
3:25 - 3:27Descartes yang agung mengatakan sesuatu yang mirip.
-
3:27 - 3:30Alam semesta "ditulis dalam bahasa matematika."
-
3:30 - 3:34Dan hari ini, saya ingin menunjukkan kepada Anda salah satu dari not musik itu,
-
3:34 - 3:38sebuah bilangan yang begitu indah, begitu besar,
-
3:38 - 3:41yang menurut saya akan membuat Anda terpana.
-
3:41 - 3:44Hari ini kita akan bicara tentang bilangan prima.
-
3:44 - 3:48Saya rasa sebagian besar dari Anda pasti ingat bahwa enam bukan bilangan prima
-
3:48 - 3:50sebab dia tercipta dari 2 x 3.
-
3:50 - 3:54Tujuh adalah bilangan prima karena karena tercipta dari 1 x 7,
-
3:54 - 3:56tapi kita tidak bisa memecahnya lagi menjadi potongan yang lebih kecil,
-
3:56 - 3:58atau yang kita sebut faktor.
-
3:58 - 4:01Sekarang beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang bilangan prima.
-
4:01 - 4:03Satu bukan bilangan prima.
-
4:03 - 4:05Pembuktiannya seperti trik sulap di sebuah acara pesta
-
4:05 - 4:08yang terus terang hanya bisa berhasil di pesta tertentu saja.
-
4:08 - 4:11(Tertawa)
-
4:11 - 4:15Hal lain mengenai bilangan prima adalah, tidak ada bilangan prima terbesar yang sifatnya final.
-
4:15 - 4:16Selalu saja ada yang lebih besar.
-
4:16 - 4:18Kita tahu jumlah bilangan prima adalah tak berhingga
-
4:18 - 4:20berkat pakar matematika brilian Euclid.
-
4:20 - 4:23Ribuan tahun yang lalu, Ia membuktikannya untuk kita.
-
4:23 - 4:25Tapi hal ketiga tentang bilangan prima
-
4:25 - 4:26yang selalu membuat para pakar matematika penasaran
-
4:26 - 4:29di sepanjang masa,
-
4:29 - 4:31apakah bilangan prima terbesar yang kita ketahui?
-
4:31 - 4:36Hari ini kita akan memburu bilangan prima raksasa itu.
-
4:36 - 4:39Jangan takut dulu.
-
4:39 - 4:42Semua yang perlu Anda ketahui, dari semua ilmu matematika
-
4:42 - 4:46yang pernah Anda pelajari, lepaskan, pendam, lupakan,
-
4:46 - 4:48atau tidak pernah Anda pahami sama sekali,
-
4:48 - 4:50yang perlu Anda ketahui adalah ini:
-
4:50 - 4:55Jika saya berkata 2 ^ 5,
-
4:55 - 4:58saya membicarakan tentang lima buah bilangan kecil 2 yang berdiri berjajar
-
4:58 - 4:59dan dikalikan satu sama lain,
-
4:59 - 5:022 x 2 x 2 x 2 x 2.
-
5:02 - 5:06Jadi 2 ^ 5 adalah 2 x 2 = 4,
-
5:06 - 5:088, 16, 32.
-
5:08 - 5:11Kalau Anda paham sampai disitu, berarti Anda bisa mengikuti saya sepanjang perjalanan ini. Oke?
-
5:11 - 5:13Jadi 2 ^ 5,
-
5:13 - 5:15itu adalah lima buah bilangan dua yang dikalikan satu sama lain.
-
5:15 - 5:19(2 ^ 5) - 1 = 31.
-
5:19 - 5:2231 adalah bilangan prima, dan bilangan lima di pangkatnya
-
5:22 - 5:25juga bilangan prima.
-
5:25 - 5:29Dan sebagian besar bilangan prima raksasa yang pernah kita temukan
-
5:29 - 5:30berasal dari bentuk itu:
-
5:30 - 5:33dua pangkat sebuah bilangan prima, dikurangi satu.
-
5:33 - 5:35Saya tidak mau merinci lebih jauh mengapa demikian,
-
5:35 - 5:38karena sebagian besar mata Anda bisa berdarah-darah keluar dari kepala Anda kalau saya jelaskan,
-
5:38 - 5:42tapi cukup saya katakan bahwa sebuah bilangan dengan rumusan tersebut
-
5:42 - 5:46cukup mudah untuk diuji keprimaannya.
-
5:46 - 5:49Sebuah bilangan ganjil yang acak jauh lebih sulit untuk diuji.
-
5:49 - 5:51Tapi segera setelah kita mulai berburu bilangan prima raksasa,
-
5:51 - 5:53kita menyadari bahwa ternyata tidak cukup
-
5:53 - 5:56hanya dengan meletakkan sembarang bilangan prima di pangkatnya.
-
5:56 - 5:59(2 ^ 11) - 1 = 2047,
-
5:59 - 6:02dan Anda tak perlu saya memberi tahu Anda bahwa itu sama dengan 23 x 89.
-
6:02 - 6:04(Tertawa)
-
6:04 - 6:07Tapi (2 ^13) - 1, (2 ^17) - 1
-
6:07 - 6:11(2 ^19) - 1, semuanya adalah bilangan prima.
-
6:11 - 6:14Setelahnya, bilangan prima menjadi jauh lebih sulit dicari.
-
6:14 - 6:16Dan salah satu hal tetang perburuan terhadap bilangan prima raksasa yang sangat saya sukai
-
6:16 - 6:19adalah bahwa beberapa pemikir matematika besar
-
6:19 - 6:21sepanjang masa telah melakukan pencarian ini.
-
6:21 - 6:24Ini adalah pakar matematika Swiss Leonhard Euler.
-
6:24 - 6:27Di tahun 1700-an, para pakar matematika lainnya berkata
-
6:27 - 6:30Euler adalah pakar dari segala pakar.
-
6:30 - 6:33Ia sedemikian dihormati, sehingga mereka memasangnya pada mata uang Eropa
-
6:33 - 6:35di masa ketika perlakuan semacam itu masih merupakan bentuk pujian.
-
6:35 - 6:40(Tertawa)
-
6:40 - 6:43Euler menemukan bilangan prima terbesar di dunia pada masa itu:
-
6:43 - 6:45(2 ^ 31) - 1.
-
6:45 - 6:48Itu lebih dari dua miliar.
-
6:48 - 6:50Ia membuktikan bahwa itu merupakan bilangan prima dengan menggunakan tidak lebih dari
-
6:50 - 6:53pena bulu, tinta, kertas dan otaknya.
-
6:53 - 6:54Anda pikir itu bilangan yang besar.
-
6:54 - 6:58Sekarang kita tahu bahwa (2 ^ 127) - 1
-
6:58 - 6:59adalah bilangan prima.
-
6:59 - 7:01Benar-benar brutal.
-
7:01 - 7:05Lihat disini: panjangnya 39 digit.
-
7:05 - 7:08dibuktikan sebagai bilangan prima pada tahun 1876
-
7:08 - 7:10oleh pakar matematika bernama Lucas.
-
7:10 - 7:12Keren kau, Lucas!
-
7:12 - 7:14(Tertawa)
-
7:14 - 7:16Tapi salah satu hal yang luar biasa tentang pencarian bilangan prima raksasa,
-
7:16 - 7:18bukan hanya soal menemukan bilangan primanya.
-
7:18 - 7:22Kadang-kadang membuktikan sebuah bilangan lain bukan bilangan prima adalah sama asyiknya.
-
7:22 - 7:28Pada tahun 1876, Lucas kembali membuktikan kepada kita bahwa (2 ^ 67) - 1,
-
7:28 - 7:30hasilnya sepanjang 21 digit, bukan bilangan prima.
-
7:30 - 7:33Tapi dia tidak tahu faktor-faktornya berapa.
-
7:33 - 7:34Kita tahu itu sama seperti enam bukan bilangan prima, tapi kita tidak tahu
-
7:34 - 7:37apa faktornya seperti 2 x 3 yang hasil kalinya
-
7:37 - 7:38menghasilkan angka raksasa itu.
-
7:38 - 7:40Kita tidak tahu selama hampir 40 tahun
-
7:40 - 7:43sampai Frank Nelson Cole muncul.
-
7:43 - 7:45Dan pada suatu ajang bergengsi pertemuan pakar matematika Amerika,
-
7:45 - 7:49ia berjalan ke papan tulis, mengambil sebatang kapur,
-
7:49 - 7:52dan mulai menulis pangkat dari dua:
-
7:52 - 7:55dua, empat, delapan, 16 ---
-
7:55 - 7:57ayo, sama-sama, Anda tahu kelanjutannya ---
-
7:57 - 8:0132, 64, 128, 256,
-
8:01 - 8:05512, 1024, 2048.
-
8:05 - 8:08Saya berada di surga para kutu buku. Kita berhenti sebentar di sini.
-
8:08 - 8:11Frank Nelson Core tidak berhenti di situ.
-
8:11 - 8:12Ia terus dan terus
-
8:12 - 8:16dan menghitung pangkat 67 dari 2.
-
8:16 - 8:19Ia kurangi dengan satu, dan menulis hasilnya di papan.
-
8:19 - 8:23Suasana bersemangat dan sensasional yang mencekam memenuhi ruangan itu.
-
8:23 - 8:25Suasana menjadi semakin bergairah ketika ia kemudian menuliskan
-
8:25 - 8:30dua bilangan prima besar ini dalam format perkalian baku --
-
8:30 - 8:33dan dalam sisa waktu pemaparannya
-
8:33 - 8:38Frank Nelson Cole memecahkannya.
-
8:38 - 8:40Ia telah menemukan faktor-faktor prima
-
8:40 - 8:43dari (2 ^ 67) - 1.
-
8:43 - 8:45Ruangan menjadi gegap gempita ---
-
8:45 - 8:47(Tertawa) --
-
8:47 - 8:49ketika Frank Nelson Cole duduk,
-
8:49 - 8:52setelah memberikan satu-satunya pemaparan dalam sejarah matematika
-
8:52 - 8:55tanpa kata-kata.
-
8:55 - 8:58Ia mengakui kemudian bahwa itu tidak sulit dilakukan.
-
8:58 - 9:00Yang diperlukan adalah fokus. Dan dedikasi.
-
9:00 - 9:02Berdasarkan perkiraannya, Ia menghabiskan
-
9:02 - 9:06"hari Minggu selama tiga tahun."
-
9:06 - 9:09Tapi dalam bidang matematika,
-
9:09 - 9:12sebagaimana dalam begitu banyak bidang yang telah kita dengar dalam TED,
-
9:12 - 9:16era komputer tiba dan segalanya melaju dengan cepat.
-
9:16 - 9:19Ini adalah bilangan-bilangan prima terbesar yang kita ketahui
-
9:19 - 9:22dekade demi dekade, masing-masing mengalahkan yang sebelumnya
-
9:22 - 9:25begitu komputer mengambil alih dan kemampuan kita untuk menghitung
-
9:25 - 9:27terus berkembang dan berkembang.
-
9:27 - 9:30Ini adalah bilangan prima terbesar yang kita ketahui tahun 1996,
-
9:30 - 9:32tahun yang sangat emosional untuk saya.
-
9:32 - 9:34Itu adalah tahun ketika saya meninggalkan universitas.
-
9:34 - 9:37Saya harus memilih antara matematika dan media.
-
9:37 - 9:39Itu merupakan keputusan yang berat. Saya mencintai universitas.
-
9:39 - 9:43Gelar sarjana saya merupakan sembilan setengah tahun terbaik dalam kehidupan saya.
-
9:43 - 9:46(Tertawa)
-
9:46 - 9:49Tapi saya tiba pada kesadaran tentang kemampuan saya.
-
9:49 - 9:53Secara sederhana, di dalam ruangan yang penuh dengan orang yang dipilih secara acak,
-
9:53 - 9:55saya adalah seorang jenius matematika.
-
9:55 - 9:57Dalam sebuah ruangan yang penuh dengan pemegang gelar doktor matematika,
-
9:57 - 10:01saya sama dungunya dengan sekotak martil.
-
10:01 - 10:02Keahlian saya bukan dalam bidang matematika,
-
10:02 - 10:06tapi dalam menceritakan kisah tentang matematika.
-
10:06 - 10:08Dan selama kurun waktu sejak saya meninggalkan universitas,
-
10:08 - 10:11bilangan-bilangan itu sudah menjadi semakin besar,
-
10:11 - 10:12masing-masing mengalahkan pendahulunya,
-
10:12 - 10:17sampai akhirnya muncul orang ini, Dr. Curtis Cooper,
-
10:17 - 10:21yang selama beberapa tahun yang lalu memegang rekor bilangan prima terbesar,
-
10:21 - 10:24hanya untuk menyaksikannya dikalahkan oleh universitas saingan.
-
10:24 - 10:28Dan kemudian Curtis Cooper meraihnya kembali.
-
10:28 - 10:33Bukan bertahun-tahun yang lalu, bukan berbulan-bulan yang lalu, tapi beberapa hari yang lalu.
-
10:33 - 10:35Dalam sebuah momentum penuh keberuntungan,
-
10:35 - 10:39saya harus mengirimkan slide baru ke TED
-
10:39 - 10:41untuk menunjukkan pada Anda apa yang telah dilakukan orang ini.
-
10:41 - 10:44Saya masih ingat -- (Tepuk tangan) --
-
10:44 - 10:45Saya masih ingat saat peristiwa ini terjadi.
-
10:45 - 10:47Saya sedang melakukan siaran radio pagi hari.
-
10:47 - 10:48Saya melihat ke Twitter. Ada sebuah tweet:
-
10:48 - 10:50"Adam, kamu sudah lihat bilangan prima terbesar yang terbaru?"
-
10:50 - 10:52Saya gemetar --
-
10:52 - 10:54(Tertawa) --
-
10:54 - 10:57dan menghubungi wanita yang menjadi produser siaran radio saya di ruang sebelah,
-
10:57 - 10:59dan berkata, "Nona-nona, jangan dulu turunkan dulu berita utamanya.
-
10:59 - 11:01Kita tidak akan membicarakan berita politik hari ini.
-
11:01 - 11:03Kita tidak akan membicarakan olahraga hari ini.
-
11:03 - 11:05Mereka telah menemukan bilangan prima raksasa yang baru."
-
11:05 - 11:06Gadis-gadis itu hanya menggelengkan kepala mereka,
-
11:06 - 11:09memegang kepala mereka, dan membiarkan saya melakukan apa yang ingin saya lakukan.
-
11:09 - 11:11Berkat Curtis Cooperlah kita tahu,
-
11:11 - 11:14bilangan prima terbesar yang kita ketahui saat ini,
-
11:14 - 11:22adalah 2 ^ 57.885.161
-
11:22 - 11:24Jangan lupa kurangi dengan angka satu.
-
11:24 - 11:32Bilangan ini panjangnya hampir tujuh belas setengah juta digit.
-
11:32 - 11:35Jika Anda mengetikkannya di komputer dan menyimpannya sebagai file teks,
-
11:35 - 11:38ukurannya mencapai 22 megabit.
-
11:38 - 11:40Untuk Anda yang tidak terlalu kutu buku,
-
11:40 - 11:42bayangkan novel Harry Potter, oke?
-
11:42 - 11:44Ini adalah novel Harry Potter yang pertama.
-
11:44 - 11:46Ini adalah keseluruhan tujuh novel Harry Potter,
-
11:46 - 11:48karena penulisnya agak bertele-tele di ujung cerita.
-
11:48 - 11:52(Tertawa)
-
11:52 - 11:54Jika ditulis sebagai sebuah buku, bilangan ini akan ditulis sepanjang
-
11:54 - 11:59seluruh seri novel Harry Potter dan ditambah separuhnya.
-
11:59 - 12:04Ini adalah slide dari 1000 digit pertama dari bilangan prima ini.
-
12:04 - 12:07Jika, ketika TED dimulai pada jam 11 hari Selasa,
-
12:07 - 12:12kita menyajikan satu slide setiap detik,
-
12:12 - 12:17akan memakan waktu 5 jam hanya untuk menunjukkan bilangan itu kepada Anda.
-
12:17 - 12:20Saya sangat ingin melakukannya, tapi tidak dapat meyakinkan Bono.
-
12:20 - 12:23Begitulah.
-
12:23 - 12:27Bilangan ini panjangnya 17.500 slide,
-
12:27 - 12:31dan kita tahu pasti bahwa itu adalah bilangan prima
-
12:31 - 12:35sama seperti kita tahu bahwa tujuh adalah bilangan prima.
-
12:35 - 12:40Itu membuat saya begitu bergairah yang hampir menyerupai gairah seksual.
-
12:40 - 12:43Saya bercanda waktu saya bilang "hampir menyerupai".
-
12:43 - 12:45(Tertawa)
-
12:45 - 12:47Saya tahu apa yang Anda pikirkan:
-
12:47 - 12:52Adam, kami senang karena Anda senang,
-
12:52 - 12:54tapi mengapa kami harus peduli?
-
12:54 - 12:57Saya akan memberikan tiga alasan saja mengapa ini begitu indah.
-
12:57 - 13:01Pertama, seperti yang saya jelaskan, untuk bertanya kepada komputer
-
13:01 - 13:04"Apakah itu bilangan prima?" dan mengetikkannya dalam bentuk ringkas,
-
13:04 - 13:08dan kemudian hanya sekitar enam baris kode untuk menguji keprimaan,
-
13:08 - 13:10adalah pertanyaan yang terlalu sederhana untuk ditanyakan.
-
13:10 - 13:13Jawabannya akan sangat jelas berupa ya/tidak
-
13:13 - 13:16dan hanya perlu sedikit waktu berpikir.
-
13:16 - 13:18Bilangan prima raksasa merupakan cara yang sangat bagus untuk menguji
-
13:18 - 13:21kecepatan dan ketepatan chip komputer.
-
13:21 - 13:23Tetapi yang kedua, walaupun Curtis Cooper memang mencari bilangan prima raksasa tersebut,
-
13:23 - 13:25Ia bukan satu-satunya orang yang mencarinya.
-
13:25 - 13:27Laptop saya di rumah juga sedang mengecek
-
13:27 - 13:29empat calon potensial bilangan prima
-
13:29 - 13:32sebagai bagian dari networking perburuan bilangan prima melalui komputer di seluruh dunia
-
13:32 - 13:34untuk mencari bilangan raksasa ini.
-
13:34 - 13:36Penemuan bilangan prima tersebut sama seperti yang dilakukan
-
13:36 - 13:39orang-orang yang meneliti pemetaan rantai RNA,
-
13:39 - 13:42melakukan riset menggunakan data dari SETI dan proyek-proyek astronomis lainnya.
-
13:42 - 13:45Kita hidup di era di mana beberapa terobosan hebat di dunia
-
13:45 - 13:48tidak akan terjadi di dalam laboratorium atau aula akademik
-
13:48 - 13:50tetapi di komputer meja atau komputer jinjing,
-
13:50 - 13:52dan di dalam genggaman tangan setiap orang
-
13:52 - 13:55yang sekadar membantu melakukan riset.
-
13:55 - 13:57Tapi untuk saya ini luar biasa sebab ini merupakan gambaran
-
13:57 - 13:59dari zaman dimana kita hidup
-
13:59 - 14:04ketika pikiran manusia dan mesin dapat menaklukkan dunia bersama.
-
14:04 - 14:07Kita telah mendengar banyak tentang robot di TED.
-
14:07 - 14:08Kita sudah banyak mendengar tentang apa yang dapat dan tidak dapat mereka lakukan.
-
14:08 - 14:11Adalah benar, dewasa ini Anda dapat mengunduh ke dalam ponsel cerdas Anda
-
14:11 - 14:15sebuah aplikasi yang bisa mengalahkan sebagian besar grandmaster catur.
-
14:15 - 14:16Anda pikir itu hebat.
-
14:16 - 14:19Ini sebuah mesin yang melakukan sesuatu yang hebat.
-
14:19 - 14:21Ini adalah CubeStromer II
-
14:21 - 14:25yang mengambil sebuah kubus Rubik yang sudah diacak.
-
14:25 - 14:27Dengan menggunakan kemampuan sebuah ponsel cerdas
-
14:27 - 14:34ia dapat menganalisa kubus itu dan memecahkannya
-
14:34 - 14:37dalam waktu lima detik.
-
14:37 - 14:41(Tepuk tangan)
-
14:41 - 14:45Ini menakutkan bagi sebagian orang. Bagi saya ini menggairahkan.
-
14:45 - 14:48Betapa beruntungnya kita dapat hidup di zaman ini
-
14:48 - 14:52ketika pikiran manusia dan mesin dapat bekerja sama?
-
14:52 - 14:54Dalam sebuah wawancara tahun lalu, saya menerima pertanyaan dalam kapasitas saya
-
14:54 - 14:57sebagai seorang selebriti --dengan huruf "s" kecil-- di Australia,
-
14:57 - 14:59"Apa yang paling menonjol di tahun 2012 bagi Anda?"
-
14:59 - 15:00Orang-orang mengharapkan saya untuk berbicara tentang
-
15:00 - 15:03tim sepakbola Sydney Swans yang saya gemari.
-
15:03 - 15:06Dalam olahraga sepakbola asli Australia kami yang menakjubkan,
-
15:06 - 15:08mereka memenangkan pertandingan yang setara dengan Super Bowl.
-
15:08 - 15:11Saya ada di sana waktu itu. Hari itu merupakan hari yang sangat mengharukan dan menggairahkan.
-
15:11 - 15:13Tapi itu bukan momentum highlight saya di tahun 2012.
-
15:13 - 15:15Orang-orang berpikir itu mungkin sebuah wawancara yang saya lakukan dalam siaran saya.
-
15:15 - 15:17Mungkin seorang politisi. Muingkin sebuah terobosan.
-
15:17 - 15:19Mungkin buku yang saya baca, mungkin seni. Tidak, tidak, tidak.
-
15:19 - 15:21Mungkin itu sesuatu yang dilakukan oleh dua anak gadis saya yang cantik.
-
15:21 - 15:25Bukan itu. Hal yang paling spektakuler di tahun 2012, sudah jelas,
-
15:25 - 15:29adalah penemuan Partikel Higgs boson.
-
15:29 - 15:31Berikan kepada partikel dasar
-
15:31 - 15:34yang memberikan massa bagi partikel-partikel dasar lainnya.
-
15:34 - 15:36(Tepuk tangan)
-
15:36 - 15:39Dan yang begitu indah dari penemuan ini adalah bahwa
-
15:39 - 15:4150 tahun yang lalu Peter Higgs dan timnya
-
15:41 - 15:43mengajukan salah satu pertanyaan paling mendasar dari semua pertanyaan:
-
15:43 - 15:48Bagaimana mungkin bahwa partikel-partikel yang membentuk kita tidak memiliki massa?
-
15:48 - 15:52Saya jelas memiliki massa. Darimana datangnya massa itu?
-
15:52 - 15:54Dan ia mengajukan sebuah postulat
-
15:54 - 15:58bahwa terdapat sudatu bidang tak berhingga yang sangat kecil
-
15:58 - 16:00yang terbentang di seluruh semesta
-
16:00 - 16:02dan pada saat partikel-partikel lain melalui partikel-partikel tersebut
-
16:02 - 16:04dan berinteraksi, disitulah mereka memperoleh massa mereka.
-
16:04 - 16:07Seluruh komunitas ilmu pengetahuan berkata,
-
16:07 - 16:09"Ide yang hebat, Higgsy.
-
16:09 - 16:10Kita tidak tahu bagaimana kami akan bisa membuktikan hal itu.
-
16:10 - 16:12Ini berada di luar jangkauan kami."
-
16:12 - 16:15Dan hanya dalam 50 tahun,
-
16:15 - 16:21dalam masa hidupnya, sementara Ia duduk sebagai penonton,
-
16:21 - 16:24kita telah mendesain mesin terhebat yang pernah ada
-
16:24 - 16:27untuk membuktikan gagasan yang luar biasa ini
-
16:27 - 16:31yang berasal hanya dari pikiran seorang manusia.
-
16:31 - 16:34Itulah yang sangat menarik bagi saya tentang bilangan prima.
-
16:34 - 16:36Kita pikir bahwa bilangan itu mungkin ada di sana,
-
16:36 - 16:38dan kami mencari dan menemukannya.
-
16:38 - 16:42Itulah hakikat dari menjadi seorang manusia.
-
16:42 - 16:46Itulah artinya menjadi manusia.
-
16:46 - 16:48Atau seperti yang dikatakan sahabat saya Descartes,
-
16:48 - 16:50kita berpikir,
-
16:50 - 16:52maka kita ada.
-
16:52 - 16:53Terima kasih.
-
16:53 - 16:59(Tepuk tangan)
- Title:
- Mengapa saya jatuh cinta pada bilangan prima raksasa
- Speaker:
- Adam Spencer
- Description:
-
more » « less
Panjangnya berjuta-juta digit, dan diperlukan sepasukan pakar matematika dan mesin komputer untuk memburu mereka -- apa yang tidak dapat dikagumi dari bilangan prima raksasa? Adam Spencer, komedian dan pecinta matematika seumur hidupnya, menceritakan gairah yang dimilikinya akan bilangan-bilangan istimewa ini, serta keajaiban misterius tentang matematika.
- Video Language:
- English
- Team:
closed TED
- Project:
- TEDTalks
- Duration:
- 17:17
| Antonius Yudi Sendjaja edited Indonesian subtitles for Why I fell in love with monster prime numbers | ||
| Antonius Yudi Sendjaja edited Indonesian subtitles for Why I fell in love with monster prime numbers | ||
| Antonius Yudi Sendjaja approved Indonesian subtitles for Why I fell in love with monster prime numbers | ||
|
Dewi Barnas commented on Indonesian subtitles for Why I fell in love with monster prime numbers | |
|
Dewi Barnas accepted Indonesian subtitles for Why I fell in love with monster prime numbers | |
|
Dewi Barnas edited Indonesian subtitles for Why I fell in love with monster prime numbers | |
|
Dewi Barnas edited Indonesian subtitles for Why I fell in love with monster prime numbers | |
|
Dekrit Gampamole edited Indonesian subtitles for Why I fell in love with monster prime numbers |


Dewi Barnas
I personally love this speech, and it certainly is not an easy piece. Great job!