< Return to Video

Hujan Dharma, dan Menjadi Sendiri

  • 0:06 - 0:08
    Selamat pagi, Sahabat terkasih.
  • 0:08 - 0:14
    Hari ini adalah 21 Oktober 2003.
  • 0:14 - 0:19
    dan kita berada di Lower Hamlet, Vihara Dhamma Nectar
  • 0:19 - 0:24
    di hari kedua retret IP (Israel-Palestina) kita.
  • 0:32 - 0:36
    Niat kita bukanlah untuk memberi Anda ide-ide.
  • 0:43 - 0:46
    Ide tentang kedamaian
  • 0:53 - 1:02
    Niat kita adalah untuk memberikan Anda
    kesempatan untuk
  • 1:04 - 1:10
    menyadari benih kedamaian dan sukacita
  • 1:10 - 1:13
    yang sudah ada di dalam diri Anda
  • 1:18 - 1:26
    Pesan Dhamma seperti awan.
    seperti hujan.
  • 1:29 - 1:44
    dan hujan ini dapat membantu benih dan tanah untuk tumbuh
    dan melahirkan bunga dan buah.
  • 1:48 - 1:53
    hujan bukanlah benihnya.
  • 1:54 - 2:00
    tapi hujan dapat membantu benih untuk tumbuh
    dan melahirkan bunga.
  • 2:00 - 2:02
    bunga pengertian
  • 2:02 - 2:04
    bunga kedamaian
  • 2:04 - 2:05
    bunga sukacita
  • 2:08 - 2:12
    maka dari itu, niat saya bukan untuk memberi Anda ide.
  • 2:12 - 2:20
    dan tujuan Anda datang kesini bukanlah untuk menerima ide baru dan menulisnya di buku nota.
  • 2:30 - 2:35
    Ketika hujan turun, kita membiarkan hujan untuk menembus tanah dan diserap oleh tanah.
  • 2:37 - 2:48
    dan ketika hujannya cukup
    maka semua benih-benih di tanah itu akan menyerap hujan tersebut
  • 2:48 - 2:52
    dan mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh.
  • 2:59 - 3:04
    Jadi, di ajaran Dhamma seperti ini, Anda tidak perlu melakukan apa-apa.
  • 3:04 - 3:09
    Anda tidak perlu mencoba untuk mengerti
  • 3:09 - 3:14
    Atau mencoba untuk merekam apa yang telah dikatakan.
  • 3:15 - 3:21
    Di pesan Dhamma seperti ini, Anda cukup membiarkan diri Anda untuk menyerap hujan tersebut.
  • 3:21 - 3:31
    Dan tiba-tiba, Anda akan sadar bahwa benih pengertian dan kebijaksanaan dan cinta kasih tumbuh di diri Anda
  • 3:31 - 3:34
    Tidak ada yang perlu Anda lakukan.
  • 3:34 - 3:37
    Anda cukup duduk. Dan izinkan hujan untuk diserap.
  • 3:37 - 3:45
    Dan Anda harus percaya, bahwa benih kedamaian, sukacita, dan kebahagiaan sudah ada di dalam diri Anda.
  • 3:46 - 3:50
    Benih dari Kerajaan Tuhan ada di dalam diri Anda.
  • 3:54 - 3:57
    Benih itu tidak berada di luar diri Anda.
  • 3:57 - 4:03
    Apabila Anda berpikir bahwa Tuhan ada di luar, dan Anda mencari Dia,
  • 4:04 - 4:09
    Anda tidak akan bertemu dengan Nya.
  • 4:09 - 4:14
    Itu seperti ombak yang lari untuk mencari air.
  • 4:15 - 4:17
    Ia tidak akan bertemu dengan air.
  • 4:17 - 4:20
    Ia harus kembali ke diri dia sendiri
  • 4:20 - 4:26
    dan menyadari bahwa air ada di dalam dirinya.
    maka, ada kesempatan.
  • 4:27 - 4:30
    Kita tidak mencari sesuatu di luar.
  • 4:30 - 4:34
    Ketika Brother dan Sister datang pagi ini untuk melafalkan mantra,
  • 4:34 - 4:40
    mereka tidak menujukan mantra untuk
  • 4:40 - 4:43
    seseorang di luar diri mereka sendiri.
  • 4:44 - 4:48
    Mungkin kepada Buddha, Bodhisattva, Oh Tuhan, tidak.
  • 4:49 - 4:53
    Mereka tidak menujukannya kepada Tuhan di luar diri mereka sendiri.
  • 4:53 - 4:55
    Dan mereka tahu akan hal ini.
  • 4:55 - 5:00
    Dan pelafalan itu seperti hujan
  • 5:00 - 5:10
    untuk menyirami benih-benih pengertian, kedamaian di dalam diri mereka sendiri.
  • 5:12 - 5:16
    Ketika Anda berdiri dan hormat ke arah ini,
  • 5:16 - 5:22
    Itu tidak berati Buddha atau Tuhan ada di arah ini. Bukan seperti itu.
  • 5:22 - 5:25
    Ketika kita hormat, kita menyentuh Yang Agung di dalam diri kita.
  • 5:25 - 5:28
    Kita menyentuh yang baik, yang indah, yang benar di dalam diri kita.
  • 5:29 - 5:35
    Ada kepercayaan bahwa tidak ada apapun di dalam diri kita dan ada sesuatu di arah sana.
  • 5:37 - 5:42
    Dan apabila Anda percaya bahwa ada sesuatu di arah sana,
    Anda salah.
  • 5:42 - 5:44
    Tidak ada apapun di arah sana.
  • 5:45 - 5:49
    Walaupun ada patung Buddha yang duduk di sana
  • 5:49 - 5:52
    Itu hanyalah batu-batuan.
  • 5:53 - 5:56
    Itu bukanlah Buddha.
  • 5:56 - 6:02
    Buddha adalah kapasitas untuk mengerti dan mencintai yang ada di setiap sel tubuh kita.
  • 6:02 - 6:05
    Jadi marilah kita tidak ditipu oleh bentuk.
  • 6:30 - 6:34
    Hadiah yang paling berharga
  • 6:36 - 6:39
    yang bisa kita berikan
  • 6:41 - 6:43
    kepada orang yang kita cintai
  • 6:47 - 6:50
    adalah energi pengertian kita
  • 6:53 - 6:54
    dan cinta kasih.
  • 6:59 - 7:03
    Apabila kita tidak memiliki pengertian dan cinta kasih di dalam diri kita,
  • 7:03 - 7:06
    kita tidak memiliki apapun yang dapat kita berikan kepada dia
  • 7:06 - 7:08
    atau kepada dunia ini.
  • 7:13 - 7:17
    Tetapi bagaimana caranya menumbuhkan pengertian dan cinta kasih?
  • 7:22 - 7:26
    Anda dapat menumbuhkan pengertian dan cinta kasih ketika Anda sendirian.
  • 7:36 - 7:46
    Menjadi sendirian tidak berarti Anda harus melepaskan diri dari masyarakat
    dan pergi ke gunung dan tinggal di gua.
  • 7:46 - 7:52
    Menjadi sendirian berarti Anda selalu bersama diri Anda sendiri,
    Anda tidak kehilangan diri Anda.
  • 7:55 - 7:58
    Anda duduk di tempat ramai. Tapi Anda bisa sendirian.
  • 8:00 - 8:01
    Anda tidak pernah kehilangan diri Anda sendiri.
  • 8:01 - 8:02
    Anda adalah selalu diri Anda sendiri.
  • 8:02 - 8:07
    Anda adalah seorang Tuan, bukan korban.
  • 8:13 - 8:18
    Ketika anda berlatih berjalan dengan penuh kesadaran,
  • 8:18 - 8:21
    Konsentrasi Anda ada di langkah Anda
  • 8:21 - 8:23
    dan nafas masuk dan nafas keluar Anda.
  • 8:25 - 8:28
    Walaupun Anda berjalan dengan 200 atau 300 orang,
  • 8:28 - 8:29
    Anda tetap sendiri.
  • 8:31 - 8:35
    Karena kesadaran dan konsentrasi ada di dalam diri Anda.
  • 8:35 - 8:41
    dan setiap nafas, setiap langkah memberikan nutrisi, memperkaya Anda,
  • 8:43 - 8:47
    dan membawa energi pengertian dan cinta kasih.
  • 8:47 - 8:50
    Karena bila Anda bukan diri Anda sendiri,
  • 8:50 - 8:52
    Anda tidak mampu mencintai.
  • 8:52 - 8:54
    Anda tidak mampu memberikan apapun.
  • 8:56 - 8:59
    Hidup sendiri, atau menjadi sendirian berarti
  • 8:59 - 9:02
    Anda pulang ke diri Anda sendiri
  • 9:02 - 9:06
    dan menjadi Tuan dari diri Anda sendiri
  • 9:06 - 9:09
    dan tidak membiarkan diri Anda untuk terhanyut
  • 9:09 - 9:15
    dan ini adalah latihan jalan berkesadaran dan latihan nafas yang dapat membantu Anda
  • 9:15 - 9:17
    untuk selalu kembali pulang ke diri Anda sendiri
  • 9:18 - 9:21
    jadi Anda dapat mendapatkan nutrisi
  • 9:22 - 9:28
    dan mengembangkan kesadaran, pengertian, dan cinta kasih.
  • 9:28 - 9:33
    Karena pengertian adalah dasar dari cinta kasih.
  • 9:33 - 9:37
    Apabila Anda tidak mengerti, Anda tidak mampu mencintai.
  • 9:37 - 9:41
    Apabila Anda tidak mengerti diri Anda sendiri, Anda tidak mampu mencintai diri Anda sendiri.
  • 9:41 - 9:46
    Apabila Anda tidak mengerti dia (laki-laki), Anda tidak mampu mencintai dia (laki-laki).
  • 9:47 - 9:51
    Apabila Anda tidak mengerti dia (perempuan), Anda tidak mampu mencintai dia (perempuan).
  • 9:51 - 9:54
    Jadi, pengertian adalah kata lain dari cinta.
  • 9:56 - 10:02
    Apabila Anda tidak mengerti pasangan Anda,
  • 10:03 - 10:06
    Anda tidak mengerti apapun tentang dia,
  • 10:06 - 10:10
    Anda tidak mengerti kesulitan dia, penderitaan dia,
  • 10:10 - 10:15
    keinginan terdalam dia, bagaimana Anda bisa mengatakan bahwa Anda mencintainya?
  • 10:18 - 10:21
    Dan bagaimana Anda bisa mengerti dia?
  • 10:21 - 10:24
    Anda harus menjadi diri Anda sendiri.
  • 10:24 - 10:28
    Dan ketika Anda melihat dia, Anda mulai melihat
  • 10:28 - 10:31
    Meilhat penderitaannya, kesulitannya,
  • 10:32 - 10:34
    Melihat keinginan terdalamnya,
  • 10:35 - 10:39
    Apabila Anda bukan diri Anda sendiri, bagaimana Anda bisa mendengar?
  • 10:40 - 10:43
    Bagaimana Anda bisa melihat secara mendalam?
  • 10:43 - 10:46
    Dan ketika ada pengertian,
  • 10:46 - 10:47
    kita bisa mencintai.
  • 10:48 - 10:50
    Cinta adalah air
  • 10:50 - 10:54
    yang mengalir dari sumber pengertian.
  • 11:05 - 11:08
    Hubungan itu bermakna
  • 11:13 - 11:19
    hanya ketika setiap orang adalah diri mereka sendiri.
  • 11:22 - 11:27
    Apabila Anda kosong, dan orang lain juga kosong,
  • 11:27 - 11:31
    maka tidak ada yang dapat diberikan kepada satu sama lain.
  • 11:32 - 11:34
    Kosong akan apa?
  • 11:36 - 11:37
    Kosong akan pengertian
  • 11:38 - 11:39
    Kosong akan cinta kasih
  • 11:40 - 11:42
    Kosong akan keindahan
  • 11:42 - 11:44
    Kosong akan kebenaran
  • 11:44 - 11:47
    Maka dari itu, kita harus menutrisi diri sendiri.
  • 11:48 - 11:51
    Maka dari itu, kita harus menjadi diri sendiri.
  • 11:59 - 12:02
    Ketika kita bertemu satu sama lain, kita senang berbicara.
  • 12:03 - 12:05
    Berbicara kepada seseorang sangatlah menyenangkan.
  • 12:05 - 12:07
    Saya tahu itu.
  • 12:10 - 12:16
    Tapi bila Anda tidak berlatih untuk berbicara dengan penuh kesadaran,
  • 12:16 - 12:26
    maka Anda membiarkan diri Anda untuk
  • 12:29 - 12:34
    Untuk menjadi terhanyut oleh pembicaraan.
  • 12:38 - 12:40
    Kita tidak mampu memberikan banyak hal
  • 12:40 - 12:45
    Dan orang lain....
  • 12:51 - 12:54
    Pastinya, ketika Anda memiliki sesuatu di dalam diri Anda,
  • 12:57 - 13:00
    yang sangat berharga
  • 13:02 - 13:04
    Anda bisa membaginya.
  • 13:04 - 13:06
    Anda bisa memberikannya.
  • 13:06 - 13:09
    Dan berbicara adalah salah satu cara untuk
  • 13:11 - 13:15
    memberikan dan mengekspresikan diri Anda.
  • 13:17 - 13:20
    Tapi apabila yang Anda punya adalah ide-ide kosong,
  • 13:20 - 13:22
    itu bukanlah hadiah yang sesungguhnya.
  • 13:22 - 13:26
    Anda mungkin mempunyai opini dan ide tentang segala hal
  • 13:30 - 13:34
    tetapi itu bukan apa yang diperlukan orang lain.
  • 13:35 - 13:38
    Apa yang diperlukan orang lain adalah pengertian anda
  • 13:38 - 13:39
    cinta Anda
  • 13:39 - 13:41
    dan wawasan Anda.
  • 13:41 - 13:44
    Wawasan Anda bukanlah ide-ide
  • 13:45 - 13:48
    tetapi sebagai realitas kehidupan Anda.
  • 13:49 - 13:52
    Ketika Anda hidup dengan wawasan Anda,
  • 13:52 - 13:55
    hidup dengan penuh welas asih dan sukacita,
  • 13:55 - 13:58
    dan inilah mengapa hubungan menjadi bermakna.
  • 14:08 - 14:11
    Apabila Anda tahu cara hidup sendiri,
  • 14:11 - 14:15
    Itu artinya kita tahu bagaimana menjadi diri kita sendiri,
  • 14:18 - 14:28
    bagaimana menumbuhkan energi kedamaian, pengertian, welas-asih di setiap momen
  • 14:30 - 14:33
    dan hubungan kita akan menjadi bermakna.
  • 14:34 - 14:37
    Setiap dari kita harus menjadi diri sendiri
  • 14:37 - 14:39
    supaya sebuah hubungan dapat menjadi bermakna.
  • 14:40 - 14:42
    Ini cukup simpel.
  • 14:46 - 14:54
    Inilah mengapa ketika Anda mempunyai 5 menit atau 10 menit untuk diri Anda sendiri,
  • 15:00 - 15:04
    Anda bisa manfaatkan 5 menit atau 10 menit ini
  • 15:06 - 15:09
    Untuk menutrisi diri Anda sendiri
  • 15:09 - 15:13
    untuk menjadi lebih solid
  • 15:14 - 15:16
    lebih bebas
  • 15:16 - 15:17
    lebih pengertian
  • 15:18 - 15:19
    lebih welas asih.
  • 15:21 - 15:24
    Karena ketika kita mencintai seseorang,
  • 15:24 - 15:27
    kita ingin memberikan
  • 15:29 - 15:31
    apa yang kita miliki.
  • 15:31 - 15:34
    Dan apa yang kita miliki adalah sukacita dan pengertian,
  • 15:35 - 15:36
    welas-asih
  • 15:36 - 15:41
    dan itu adalah hal terbaik yang bisa Anda berikan kepada orang yang Anda cintai.
  • 15:41 - 15:44
    Kita seharusnya bertanya kepada diri sendiri,
  • 15:44 - 15:48
    "Apa yang bisa saya berikan kepadanya?"
  • 15:48 - 15:51
    "Apakah saya punya sesuatu yang bisa diberikan?"
  • 15:53 - 15:55
    Apabila Anda ingin memiliki sesuatu untuk diberikan,
  • 15:55 - 15:57
    Kembangkanlah.
  • 15:57 - 16:00
    Dan anda mengembangkannya dengan menjadi sendiri.
  • 16:00 - 16:03
    Berjalan sendiri. Kembangkan sendiri.
  • 16:03 - 16:07
    Dan latihan nafas dan latihan jalan berkesadaran
  • 16:07 - 16:08
    dapat membantu Anda untuk
  • 16:08 - 16:09
    pulang ke diri Anda sendiri
  • 16:09 - 16:18
    dan mulai mendapatkan energi kebahagiaan dan kedamaian.
  • 16:18 - 16:21
    Bayangkan pohon yang berdiri di depan sana.
  • 16:23 - 16:27
    Karena pohon itu selalu berdiri di sana,
  • 16:27 - 16:33
    Ia selalu mendapatkan nutrisi dari Bumi.
  • 16:33 - 16:37
    Air, mineral, dan sinar matahari.
  • 16:37 - 16:42
    Dan dengan input itu, pohon dapat menutrisi batang-batangnya,
  • 16:42 - 16:44
    daun-daunnya
  • 16:44 - 16:47
    jadi bunga dapat bersemi.
  • 16:49 - 16:53
    dan banyak hal yang bisa pohon berikan kepada dunia ini.
  • 16:55 - 16:59
    dan bila kita pindahkan pohon itu,
  • 17:00 - 17:06
    maka akar pohon itu tidak dapat menyentuh tanah.
  • 17:06 - 17:10
    dan akar itu tidak mampu mendapatkan nutrisi
  • 17:10 - 17:13
    yang diperlukan untuk daun dan bunga-bunganya.
  • 17:13 - 17:16
    Kita seperti pohon.
  • 17:18 - 17:22
    Apabila kita tidak tahu cara pulang ke diri sendiri,
  • 17:27 - 17:29
    untuk menjadi sadar sepenuhnya
  • 17:29 - 17:37
    untuk mengembangkan dan berlatih melihat mendalam
    dan mendengar secara mendalam
  • 17:38 - 17:42
    maka kita tidak dapat mendapatkan nutrisi untuk diri kita sendiri.
  • 17:42 - 17:47
    kita tidak mempunyai banyak hal yang bisa kita berikan kepada orang yang kita cintai.
  • 17:50 - 17:51
    Di retret kita,
  • 17:51 - 17:55
    kita selalu ada waktu untuk diskusi
  • 17:57 - 18:00
    yang kita namakan "Diskusi Dhamma".
  • 18:00 - 18:05
    Diskusi dimana kita bisa memberikan wawasan kita
  • 18:05 - 18:08
    kebahagiaan kita, pengalaman kita,
  • 18:08 - 18:11
    Sangatlah bermakna.
  • 18:12 - 18:16
    Dan untuk kita yang tidak merasa harus mengatakan apa-apa
  • 18:16 - 18:21
    karena hal yang ingin kita bagikan belum begitu jelas
  • 18:21 - 18:23
    Anda tidak perlu berbicara
  • 18:24 - 18:26
    Anda hanya perlu mendengar
  • 18:26 - 18:32
    Izinkan diri kita untuk menyerap wawasan orang lain
  • 18:33 - 18:37
    Walaupun kita tidak mengatakan apa-apa,
    tetapi wawasan orang lain bisa bermanfaat untuk kita.
  • 18:37 - 18:40
    Dan manfaatnya untuk kita bukanlah ide-ide nya.
  • 18:40 - 18:45
    Tetapi pengalaman hidup mereka.
  • 18:46 - 18:49
    Dan itu adalah tugas kita untuk berbagi.
  • 18:49 - 18:53
    Apabila Anda memiliki pengalaman hidup,
  • 18:54 - 18:56
    Anda harusnya berbagi kepada Sangha.
  • 18:58 - 19:01
    dan ini adalah berbicara dengan penuh kesadaran.
  • 19:01 - 19:03
    Ini adalah diskusi Dhamma yang asli.
  • 19:03 - 19:07
    meliputi semuanya
  • 19:07 - 19:10
    dan Anda didorong untuk berbagi,
  • 19:10 - 19:14
    ketika Anda mempunyai sesuatu yang ingin dibagikan.
  • 19:16 - 19:18
    Kita harus seperti pohon.
  • 19:18 - 19:23
    Setiap menit dari hidup kita, kita mendapatkan nutrisi
  • 19:24 - 19:32
    Dan pastinya ada bunga dan buah yang bisa kita bagikan
  • 19:32 - 19:34
    Dan itu adalah kontribusi kita
  • 19:37 - 19:39
    Hadiah kepada dunia
Title:
Hujan Dharma, dan Menjadi Sendiri
Description:

more » « less
Video Language:
English
Duration:
19:42

Indonesian subtitles

Revisions