< Return to Video

《白话佛法 第七册》44 真实智慧得正庄严

  • 0:06 - 0:09
    44. Kebijaksanaan sejati
    memperoleh keagungan yang benar
  • 0:11 - 0:13
    Kita harus menghilangkan ego,
  • 0:13 - 0:16
    menghilangkan segala
    kemelekatan manusiawi.
  • 0:16 - 0:19
    Kita tidak boleh memiliki
    kemelekatan manusiawi,
  • 0:19 - 0:24
    jangan selalu berpikir "menurut saya
    seperti ini, saya pasti benar,
  • 0:24 - 0:28
    saya seharusnya begini,
    dahulu saya begitu."
  • 0:28 - 0:31
    Tidak ada yang seperti itu,
    kamu tetaplah dirimu yang dulu,
  • 0:31 - 0:33
    siapa kamu sebenarnya?
  • 0:33 - 0:35
    Jangan menjadi penguasa di luar,
  • 0:35 - 0:38
    di luar justru kita harus
    sering menundukkan kepala,
  • 0:38 - 0:42
    semakin sombong akan semakin
    mendatangkan masalah bagi diri sendiri.
  • 0:42 - 0:46
    Jadi, kita tidak boleh
    melekat pada siapa pun:
  • 0:46 - 0:51
    saya harus begini, kamu harus begitu.
  • 0:51 - 0:53
    Menghilangkan persepsi tentang makhluk
  • 0:53 - 0:55
    berarti menghilangkan kemelekatan
  • 0:55 - 0:58
    pada segala hal duniawi yang
    dibuat oleh manusia,
  • 0:58 - 1:02
    dengan kata lain,
    semua makhluk adalah orang baik,
  • 1:02 - 1:05
    saya tidak memiliki pendapat
    tentang semua makhluk,
  • 1:05 - 1:09
    saya tidak memiliki kemelekatan,
    mengerti?
  • 1:09 - 1:11
    Menghilangkan persepsi tentang
    kehidupan
  • 1:11 - 1:17
    berarti menghancurkan kemelekatan terhadap
    waktu, kehidupan masa lalu, dan usia.
  • 1:17 - 1:20
    Apa yang dilekatkan manusia
    dalam satu kehidupan?
  • 1:20 - 1:23
    Yaitu, "Kehidupan sebelumnya
    saya berutang padanya,
  • 1:23 - 1:25
    saya tidak bisa membayarnya."
  • 1:25 - 1:28
    Banyak wanita seperti ini,
  • 1:28 - 1:32
    ketika pernikahan hancur merasa
    berutang pada anak laki-lakinya,
  • 1:32 - 1:35
    terus-menerus bersikap baik
    kepada anaknya,
  • 1:35 - 1:38
    sampai akhirnya anaknya
    menjadi kurang ajar,
  • 1:38 - 1:40
    dia masih baik kepadanya,
  • 1:40 - 1:43
    sebenarnya, dia sedang
    menciptakan karma baru,
  • 1:43 - 1:46
    dia membiarkan anaknya
    menciptakan karma,
  • 1:46 - 1:50
    anaknya harus membayarnya
    di kehidupan berikutnya.
  • 1:50 - 1:53
    Jadi, jangan melekat pada hal-hal ini,
  • 1:53 - 1:57
    jangan merasa bahwa kamu berutang
    padanya di kehidupan sebelumnya,
  • 1:57 - 1:58
    berutang apa?
  • 1:58 - 2:02
    "Utang yang harus saya bayar
    sudah hampir lunas,"
  • 2:02 - 2:08
    sebenarnya ketika kamu mengatakan ini,
    utangmu benar-benar hampir lunas,
  • 2:08 - 2:11
    jika tidak, kamu akan terus membayar,
  • 2:11 - 2:16
    jika terus membayar, tidak
    akan pernah selesai, lepaskanlah.
  • 2:16 - 2:19
    Melepaskan itu sederhana,
  • 2:19 - 2:22
    belajarlah melepaskan
    ketika menonton televisi,
  • 2:22 - 2:27
    saat adegan paling menarik,
    seseorang datang dan mematikan televisi,
  • 2:27 - 2:29
    apakah kamu marah?
  • 2:29 - 2:34
    Tidak marah, ini namanya budi pekerti,
    inilah yang disebut melepaskan.
  • 2:34 - 2:36
    Kamu sabar, dengan tersenyum
    berkata,
  • 2:36 - 2:40
    "Saya memang ingin mematikannya, saya akan tidur." Sudah dilepaskan, semua menjadi gelap. Jika kamu marah, melompat dan berteriak: "Kamu ini egois, mengapa harus begitu?" Apakah orang seperti ini berlatih dengan baik?
  • 2:40 - 2:43
    Melepaskan,
    gelap gulita.
  • 2:43 - 2:47
    Kalau kamu marah,
    melompat, berteriak:
  • 2:47 - 2:51
    "Kamu ini orang egois,
    kenapa harus begini?"
  • 2:51 - 2:54
    Orang seperti ini
    apa latihan spiritualnya bagus?
  • 2:54 - 2:56
    Shifu memberitahu kalian semua,
  • 2:56 - 2:59
    kita hanya dengan mendobrak
    kemelekatan dalam beberapa aspek ini,
  • 2:59 - 3:02
    baru bisa masuk ke maksud asli Buddha,
  • 3:02 - 3:04
    makna asli Buddha,
  • 3:04 - 3:08
    yaitu membuat kamu mendapatkan
    kebijaksanaan kekosongan.
  • 3:08 - 3:13
    Praktisi BUddhis yang lama belajar Dharma
    ya harus belajar makna,
  • 3:13 - 3:15
    kalau kamu sudah lama belajar Dharma,
  • 3:15 - 3:18
    tidak belajar kebenaran sejati Buddha
    yang sesungguhnya,
  • 3:18 - 3:20
    apa maknanya bagimu?
  • 3:20 - 3:21
    Belajar sia-sia.
  • 3:21 - 3:24
    Kekosongan itu kebijaksanaan apa?
  • 3:24 - 3:27
    Yaitu mengikuti takdir,
    tidak peduli.
  • 3:27 - 3:31
    "Aduh, dia menipu uang saya,
    saya tidak bisa hidup",
  • 3:31 - 3:36
    "Aduh, dia anak saya,
    saya membesarkannya sedemikian besar,
  • 3:36 - 3:40
    bagaimana dia bisa seperti ini pada saya?
    Saya tidak mau hidup."
  • 3:40 - 3:44
    Kesulitan seperti apa pun adalah tingkat
    pembinaan yang diberikan pada kita,
  • 3:44 - 3:50
    kesulitan seperti apa pun adalah tangga,
    saya harus naik, melangkahi,
  • 3:50 - 3:52
    menginjak-injaknya di bawah kaki,
  • 3:52 - 3:57
    hidup di dunia
    ada jalan apa yang tidak bisa dilewati?
  • 3:57 - 3:59
    Memutus kekhawatiran adalah
    latihan spiritual,
  • 3:59 - 4:01
    memahami hidup mati adalah praktik.
  • 4:01 - 4:03
    Ini semua pepatah.
  • 4:03 - 4:08
    Memutus kekhawatiran yaitu melatih hati,
    kamu memutus kekhawatiran,
  • 4:08 - 4:10
    kamu sedang melatih hati,
  • 4:10 - 4:13
    kamu melatih hati yaitu
    harus memutus kekhawatiran,
  • 4:13 - 4:16
    tidak ada kekhawatiran lagi,
    maka kamu sudah berhasil,
  • 4:16 - 4:18
    hati sudah terlatih dengan baik.
  • 4:18 - 4:22
    Lalu, memahami hidup mati itu apa artinya?
  • 4:22 - 4:26
    Saya sama sekali tidak tahu
    orang masih akan hidup, masih akan mati,
  • 4:26 - 4:30
    karena mati ya hidup,
    hidup ya mati,
  • 4:30 - 4:34
    karena mati masih akan hidup,
    hidup masih akan mati,
  • 4:34 - 4:37
    hidup mati tidak ada habisnya,
  • 4:37 - 4:41
    karena manusia pada dasarnya
    hidup dalam siklus,
  • 4:41 - 4:43
    jadi disebut reinkarnasi.
  • 4:43 - 4:48
    Kamu mengerti jalan hidup mati,
    kamu bisa berhasil melatih hati,
  • 4:48 - 4:53
    berhasil melatih hati adalah
    kamu terbebas dari kekhawatiran.
  • 4:53 - 4:55
    Hal yang tidak bermanfaat
    bagi semua makhluk,
  • 4:55 - 4:59
    juga tidak bermanfaat
    bagi diri sendiri jangan dilakukan;
  • 4:59 - 5:01
    hal yang bermanfaat bagi semua makhluk,
  • 5:01 - 5:06
    tidak bermanfaat bagi diri sendiri,
    kita harus lakukan;
  • 5:06 - 5:10
    hal yang bermanfaat bagi semua makhluk,
    juga bermanfaat bagi diri sendiri,
  • 5:10 - 5:13
    kita wajib lakukan,
  • 5:13 - 5:16
    ini adalah metode yang
    memandu kalian menjadi manusia.
  • 5:16 - 5:21
    Hari ini kalian pergi memaki orang,
    pergi bertengkar dengan orang,
  • 5:21 - 5:23
    bermanfaat bagi orang tidak?
  • 5:23 - 5:27
    Tidak,
    hal seperti ini jangan dilakukan.
  • 5:27 - 5:29
    Bermanfaat bagi diri sendiri?
  • 5:29 - 5:32
    Marah setengah mati,
    juga tidak bermanfaat,
  • 5:32 - 5:33
    jangan dilakukan.
  • 5:33 - 5:37
    Hal yang menumbuhkan welas asih
    harus banyak dilakukan.
  • 5:37 - 5:42
    Kalau melakukan hal ini
    menumbuhkan hati welas asih kamu,
  • 5:42 - 5:44
    kamu harus banyak melakukan.
  • 5:44 - 5:47
    Hari ini kalian membagikan
    buku Shifu pada orang,
  • 5:47 - 5:51
    kalian melihat begitu
    banyak orang sangat kasihan,
  • 5:51 - 5:53
    bahkan buku Shifu yang sebagus ini
    tidak tahu,
  • 5:53 - 5:57
    Dharma Sederhana yang
    diajarkan Shifu sebagus ini,
  • 5:57 - 6:00
    orang ini kok tidak tahu sama sekali?
    Welas asih kan,
  • 6:00 - 6:04
    kalian saat membagi
    buku perasaan welas asih itu,
  • 6:04 - 6:08
    akan membuat kalian
    mendapat banyak kebajikan.
  • 6:08 - 6:10
    Hal yang bermanfaat bagi semua makhluk,
  • 6:10 - 6:13
    tidak bermanfaat
    bagi diri sendiri harus dilakukan,
  • 6:13 - 6:17
    walaupun bagi diri saya sendiri
    tidak terlalu bermanfaat,
  • 6:17 - 6:22
    tapi asalkan bisa membantu orang lain,
    saya senang,
  • 6:22 - 6:25
    saya akan lakukan,
    berkorban demi menyelamatkan orang.
  • 6:25 - 6:29
    Harus menyadari diri sendiri sudah lama
    berada di enam alam,
  • 6:29 - 6:32
    bagaimana baru bisa terbebas.
  • 6:32 - 6:38
    Kamu harus sering merasakan diri sendiri,
    saya di dunia ini sudah lama,
  • 6:38 - 6:41
    saya salah terlalu banyak hal,
  • 6:41 - 6:45
    usia saya tidak muda lagi,
    saya pacaran salah lima kali,
  • 6:45 - 6:50
    perasaan saya pernah tersiksa,
    saya pernah ditipu uang orang,
  • 6:50 - 6:54
    saya bertengkar dengan ayah ibu
    tak terhitung kali,
  • 6:54 - 6:58
    anak saya sekarang
    dididik saya jadi begini...
  • 6:58 - 7:02
    Terlalu lama,
    kenapa saya masih tidak mengerti?
  • 7:02 - 7:05
    Kenapa saya masih
    tidak mengubah diri sendiri?
  • 7:05 - 7:08
    Harus cepat,
    harus terbebas,
  • 7:08 - 7:12
    harus tahu diri sendiri salah banyak hal,
  • 7:12 - 7:16
    begini baru bisa selaras dengan
    hati orang lain,
  • 7:16 - 7:22
    karena kamu merasa terburu-buru,
    kamu baru akan bertemu dengan hati orang.
  • 7:22 - 7:24
    Pakai kata modern,
  • 7:24 - 7:29
    banyak gadis muda waktu
    menikah dengan suami ini,
  • 7:29 - 7:32
    selalu merasa diri sendiri cantik,
  • 7:32 - 7:37
    sampai usia lima enam puluhan,
    sampai wajah penuh kerutan,
  • 7:37 - 7:42
    masih belajar gaya
    waktu dua tiga puluhan mengikuti suami,
  • 7:42 - 7:45
    "saya mau ini, itu"
    ribut terus,
  • 7:45 - 7:48
    orang sudah lama membuang kamu.
  • 7:48 - 7:51
    Bicara sesuai dengan waktu yang ada,
  • 7:51 - 7:52
    betul tidak?
  • 7:52 - 7:55
    Lakukan sesuai dengan kondisi yang ada.
  • 7:55 - 8:01
    Harus mengerti memahami hati orang,
    baru bisa selaras dengan hati orang.
  • 8:01 - 8:03
    Kamu harus punya
    hati mengasihi orang lain
  • 8:03 - 8:05
    melebihi mengasihi diri sendiri,
  • 8:05 - 8:08
    mengasihi orang harus melebihi
    mengasihi diri sendiri,
  • 8:08 - 8:12
    orang ini baru orang yang punya hati baik.
  • 8:12 - 8:17
    Hanya tahu mengasihi diri sendiri,
    tidak pernah tahu mengasihi orang lain,
  • 8:17 - 8:22
    orang ini bagaimana bisa
    menjadi orang yang baik hati?
  • 8:22 - 8:25
    Mengasihi orang melebihi
    mengasihi diri sendiri,
  • 8:25 - 8:27
    baru disebut mengasihi orang.
  • 8:27 - 8:32
    Kalian sekarang satu per satu egois,
    hanya tahu mengasihi diri sendiri,
  • 8:32 - 8:34
    mana ada mengasihi orang?
  • 8:34 - 8:38
    Jadi, orang egois.
  • 8:38 - 8:41
    Kitab suci Buddha berkata,
    dua jenis keagungan.
  • 8:41 - 8:45
    Keagungan ada dua jenis:
    satu adalah kebijaksanaan,
  • 8:45 - 8:52
    kita dulu waktu di sekolah,
    kenapa banyak teman kecil suka kamu,
  • 8:52 - 8:58
    kenapa banyak teman kecil mengikuti kamu,
    karena kamu orang ini punya kebijaksanaan,
  • 8:58 - 9:05
    ketemu hal apa kamu bisa memikirkan cara,
    jadi, teman kecil mengikuti kamu.
  • 9:05 - 9:07
    Sederhana,
  • 9:07 - 9:11
    yaitu anak kecil ini punya otak,
    punya kebijaksanaan,
  • 9:11 - 9:14
    keagungan adalah kristal kebijaksanaan.
  • 9:14 - 9:17
    Keagungan kedua adalah berkah kebajikan.
  • 9:17 - 9:21
    Karena kamu punya moral,
    kamu baru akan punya berkah,
  • 9:21 - 9:25
    orang yang punya berkah,
    pasti punya moral.
  • 9:25 - 9:29
    Berkah kebajikan dan kebijaksanaan
    saling melengkapi,
  • 9:29 - 9:32
    orang yang punya kebijaksanaan,
    dia akan punya berkah kebajikan;
  • 9:32 - 9:36
    orang yang punya berkah kebajikan,
    dia akan punya kebijaksanaan.
  • 9:36 - 9:40
    Jadi, harus punya
    kebijaksanaan Bodhisattva yang lengkap.
  • 9:40 - 9:43
    Kalau kamu adalah Bodhisattva,
  • 9:43 - 9:47
    kamu harus melengkapi
    kedua keagungan seperti ini.
  • 9:47 - 9:51
    Artinya,
    kalau kamu hari ini adalah Bodhisattva,
  • 9:51 - 9:54
    pertama kamu harus punya kebijaksanaan,
  • 9:54 - 9:58
    kedua, kamu harus punya berkah kebajikan.
  • 9:58 - 10:03
    Shifu sebaliknya berkata,
    kita sekarang belajar Bodhisattva,
  • 10:03 - 10:09
    pertama kita harus belajar kebijaksanaan,
    harus memiliki sedikit berkah kebajikan.
  • 10:09 - 10:13
    Ekonomi tidak baik,
    banyak kebajikan tidak bisa dilakukan;
  • 10:13 - 10:16
    budi pekerti tidak baik,
    belajar Dharma tidak bisa belajar baik,
  • 10:16 - 10:18
    betul tidak?
  • 10:18 - 10:25
    Dulu, orang cacat tubuh tidak bisa
    menjadi bhiksu dan bhiksuni,
  • 10:25 - 10:27
    ini ditentukan Shakyamuni Buddha.
  • 10:27 - 10:31
    Kalau kamu orang putus tangan putus kaki,
  • 10:31 - 10:34
    kamu tidak bisa menjadi
    biksu dan biarawati,
  • 10:34 - 10:39
    karena sebab kehidupan masa lalumu,
    menyebabkan akibat kehidupan sekarang,
  • 10:39 - 10:41
    karena karma buruk kehidupan masa lalumu,
  • 10:41 - 10:44
    kamu kehidupan ini masih
    "menerima karma",
  • 10:44 - 10:47
    ini disebut kebenaran.
  • 10:47 - 10:52
    Jadi, orang yang belajar Dharma
    pasti harus punya moral.
  • 10:52 - 10:55
    Shifu berkata pada kalian,
    harus mengetahui sifat Buddha,
  • 10:55 - 10:59
    yaitu orang ini kalau mau belajar Buddha,
  • 10:59 - 11:02
    kamu harus bentuk rupa agung.
  • 11:02 - 11:07
    Ini sebabnya Shifu menyuruh
    kalian jarang bercanda di depan orang,
  • 11:07 - 11:11
    karena orang yang bercanda
    yaitu tidak agung,
  • 11:11 - 11:15
    sedangkan orang yang agung
    tidak sembarangan bercanda,
  • 11:15 - 11:19
    kalian lihat para pemimpin besar,
    presiden besar,
  • 11:19 - 11:23
    mereka tidak sembarangan bercanda,
  • 11:23 - 11:28
    sekali buka mulut langsung sembarangan
    bercanda orang itu tidak agung,
  • 11:28 - 11:29
    mengerti?
  • 11:29 - 11:35
    Orang ini kalau membedakan tanah Buddha,
    adalah bentuk rupa yang dibuat-buat.
  • 11:35 - 11:41
    Artinya, di hatimu,
    di tanah Buddha yang belajar Dharma ini,
  • 11:41 - 11:47
    kalau kamu menimbulkan hati pembeda,
    kamu yaitu pemikiran bentuk rupa,
  • 11:47 - 11:50
    yaitu pemikiran yang ada bentuk ada rupa.
  • 11:50 - 11:53
    Sedangkan yang berkata
    bisa berhasil sendiri,
  • 11:53 - 11:56
    yaitu, ada orang belajar Buddha,
  • 11:56 - 12:01
    dan berkata saya sendiri bisa
    menjadi Buddha, menjadi Bodhisattva,
  • 12:01 - 12:06
    ini disebut dia masih tinggal melekat
    pada lingkungan warna suara dan lainnya.
  • 12:06 - 12:08
    "Dia masih tinggal melekat",
  • 12:08 - 12:09
    artinya,
  • 12:09 - 12:13
    kalau kamu sering berkata diri sendiri
    latihan spiritual sangat baik,
  • 12:13 - 12:16
    berkata diri sendiri
    bagaimana bisa berhasil,
  • 12:16 - 12:20
    kamu orang ini sama dengan berhenti
  • 12:20 - 12:24
    di tingkat pembinaan warna suara aroma
    rasa sentuhan hukum,
  • 12:24 - 12:26
    sebenarnya artinya,
  • 12:26 - 12:31
    kamu orang ini tidak maju,
    karena kamu punya perasaan,
  • 12:31 - 12:35
    kamu terhadap dunia tubuh warna ini
    masih sangat penting bagimu,
  • 12:35 - 12:37
    tidak bisa terlepas dari itu,
  • 12:37 - 12:42
    sebenarnya kamu tidak bisa terlepas
    dari enam alam reinkarnasi.
  • 12:42 - 12:45
    Jadi,
    bukan keagungan sejati mengetahui sendiri,
  • 12:45 - 12:49
    yaitu sama sekali bukan
    keagungan yang sesungguhnya.
  • 12:49 - 12:52
    Kalau orang ini berkata padamu:
  • 12:52 - 12:57
    "Saya latihan spiritual sebaik apa,
    saya sudah mencapai tingkatan Bodhisattva,
  • 12:57 - 12:59
    saya bisa bagaimana."
  • 12:59 - 13:04
    Maka, orang ini yaitu tidak agung,
    sendiri menyombongkan diri,
  • 13:04 - 13:06
    orang meremehkanmu.
  • 13:06 - 13:09
    Kalau kamu bisa sendiri
    tidak melekat pada wujud,
  • 13:09 - 13:14
    latihan spiritual sampai tidak menganggap
    latihan spiritualmu sangat baik,
  • 13:14 - 13:19
    latihan spiritual sampai tidak melihat
    segala sesuatu di dunia manusia,
  • 13:19 - 13:21
    tidak ada warna suara aroma
    rasa sentuhan hukum,
  • 13:21 - 13:24
    tidak ada yang membuatmu merasa merasakan,
  • 13:24 - 13:28
    maka kamu orang ini
    mencapai wujud keagungan,
  • 13:28 - 13:32
    yaitu wujud keagungan Bodhisattva.
  • 13:32 - 13:37
    Keagungan harus punya hati bersih
    yang tidak melekat pada apa pun.
  • 13:37 - 13:39
    Keagungan itu apa?
  • 13:39 - 13:42
    Yaitu orang yang
    tidak ada pikiran kotor di hati,
  • 13:42 - 13:44
    orang baru akan agung.
  • 13:44 - 13:48
    Ambil contoh sederhana,
    kamu hari ini buat janji dengan dokter,
  • 13:48 - 13:52
    kenapa ada orang meremehkan
    dokter tertentu,
  • 13:52 - 13:56
    menganggap dokter ini
    hanya tahu cari uang,
  • 13:56 - 13:59
    beberapa kalimat langsung mengusir pasien,
  • 13:59 - 14:02
    dokter seperti ini agung?
  • 14:02 - 14:04
    Sama-sama dokter,
  • 14:04 - 14:09
    dulu dokter Bethune agung?
    Dia tidak terima uang,
  • 14:09 - 14:12
    sejauh itu datang ke Tiongkok
    membantu orang,
  • 14:12 - 14:15
    tidak terima uang,
    agung kan?
  • 14:15 - 14:18
    Orang menghormatinya,
    betul?
  • 14:18 - 14:22
    Seorang dokter tidak terima uang,
    hanya tahu membantu orang,
  • 14:22 - 14:27
    dokter ini sangat agung,
    besar dan mulia.
  • 14:27 - 14:32
    Kalau seorang dokter
    demi sedikit uang mengobati pasien,
  • 14:32 - 14:36
    kepribadiannya langsung menjadi rendah.
  • 14:36 - 14:39
    Kita harus bergantung pada
    kebijaksanaan sejati,
  • 14:39 - 14:43
    yaitu harus mengandalkan
    kebijaksanaan sejati diri sendiri
  • 14:43 - 14:45
    untuk menempuh jalan
    menuju hakikat diri.
  • 14:45 - 14:48
    yaitu harus menggunakan
    kebijaksanaan sejati
  • 14:48 - 14:52
    untuk mencapai kebersihan
    tanah hakikat diri sendiri.
  • 14:52 - 14:54
    hanya hati yang menampakkan.
  • 14:54 - 15:01
    Saat ini, karena kebijaksanaanmu keluar,
    hatimu benar-benar sangat baik,
  • 15:01 - 15:08
    maka kamu bisa menampakkan
    cahaya tak terbatas dan hati welas asih.
  • 15:08 - 15:13
    Ambil contoh sederhana,
    orang ini tidak pernah punya hati jahat,
  • 15:13 - 15:16
    dia bicara keluar,
    lakukan keluar,
  • 15:16 - 15:22
    perilakunya dan di otaknya,
    pasti semua hal baik.
  • 15:22 - 15:24
    Hanya hati menampakkan,
  • 15:24 - 15:29
    mengikuti hati terus menampakkan keluar
    adalah hal baik,
  • 15:29 - 15:33
    ini adalah kebijaksanaan benar
    berhasil tanah Buddha,
  • 15:33 - 15:35
    disebut keagungan benar.
  • 15:35 - 15:40
    Artinya, kamu karena
    punya kebijaksanaan benar,
  • 15:40 - 15:44
    kamu menjadi
    tanah Buddha yang benar di hatimu,
  • 15:44 - 15:47
    kamu yaitu keagungan benar.
  • 15:47 - 15:48
    Apa artinya?
  • 15:48 - 15:53
    Karena pura-pura serius,
    yaitu keagungan yang tidak benar,
  • 15:53 - 15:57
    pakai sebaik apa pun,
    orang bilang wajah manusia hati binatang,
  • 15:57 - 16:03
    keagungan benar yaitu hati yang benar,
    jadi, raut wajahnya,
  • 16:03 - 16:07
    perilaku yang dilakukannya
    baru semua benar,
  • 16:07 - 16:09
    ini disebut keagungan benar.
  • 16:09 - 16:16
    Hari ini Shifu bicara agak dalam,
    tapi memang bicara agak lambat,
  • 16:16 - 16:22
    lambat bicara bisa memberi
    kalian banyak ruang berpikir,
  • 16:22 - 16:24
    harap kalian belajar baik-baik.
Title:
《白话佛法 第七册》44 真实智慧得正庄严
Description:

more » « less
Video Language:
Chinese, Simplified
Duration:
19:27

Indonesian subtitles

Incomplete

Revisions Compare revisions