Dua penyebab perusahaan menjadi gagal - dan cara menghindarinya
-
0:02 - 0:04Ini adalah dua alasan
perusahaan menjadi gagal: -
0:05 - 0:07mereka hanya melakukan hal sama,
-
0:08 - 0:11atau hanya menciptakan hal baru.
-
0:12 - 0:17Bagi saya, solusi sebenarnya
untuk pertumbuhan yang berkualitas -
0:17 - 0:20adalah mengenali keseimbangan
antara dua kegiatan: -
0:20 - 0:23eksplorasi dan eksploitasi.
-
0:23 - 0:25Keduanya penting,
-
0:25 - 0:27tetapi bisa terlalu banyak hal baik.
-
0:29 - 0:30Renungkanlah Facit.
-
0:31 - 0:33Sebenarnya saya
sudah cukup tua untuk mengingatnya. -
0:33 - 0:36Facit adalah perusahaan yang fantastis.
-
0:36 - 0:38Perusahaan itu lahir
di belantara hutan Swedia, -
0:38 - 0:42mereka membuat kalkulator
mekanik terbaik di dunia. -
0:43 - 0:44Semua orang menggunakannya.
-
0:45 - 0:49Apa yang Facit lakukan ketika
kalkulator elektronik muncul? -
0:50 - 0:52Mereka hanya terus
memproduksi kalkulator yang sama. -
0:53 - 0:57Dalam enam bulan,
setelah mencapai pendapatan maksimum ... -
0:57 - 0:58facit hilang.
-
0:59 - 1:00Hilang.
-
1:00 - 1:04Bagi saya, ironi tentang kisah Facit
-
1:04 - 1:07adalah saat mendengar tentang
para ahli Facit, -
1:07 - 1:12yang telah membeli kalkulator elektronik
kecil dan murah di Jepang -
1:12 - 1:16yang mereka gunakan
untuk menguji kalkulator mereka. -
1:16 - 1:17(Tawa)
-
1:17 - 1:20Facit melakukan terlalu
banyak eksploitasi. -
1:20 - 1:23Tapi eksplorasi bisa menjadi buruk juga.
-
1:23 - 1:24Beberapa tahun lalu,
-
1:24 - 1:28Saya bekerja bersama
sebuah perusahaan biotek Eropa. -
1:28 - 1:31Mari kita sebut OncoSearch.
-
1:31 - 1:32Perusahaan ini brilian.
-
1:33 - 1:37Mereka memiliki aplikasi yang dijanjikan
untuk mendiagnosa, bahkan menyembuhkan, -
1:37 - 1:40jenis kanker darah tertentu.
-
1:40 - 1:44Setiap hari adalah
menciptakan sesuatu yang baru. -
1:44 - 1:46Mereka sangat inovatif,
-
1:46 - 1:49dan mantranya adalah,
"Saatnya kita melakukan yang benar," -
1:49 - 1:52atau bahkan, "Kami ingin sempurna."
-
1:53 - 1:55Yang menyedihkan adalah,
-
1:55 - 1:56sebelum mereka menjadi sempurna --
-
1:56 - 1:58bahkan sebelum cukup baik --
-
1:58 - 2:00mereka menjadi usang.
-
2:01 - 2:04OncoSearch melakukan
terlalu banyak eksplorasi. -
2:06 - 2:10Saya pertama kali mendengar
tentang eksplorasi dan eksploitasi -
2:10 - 2:11sekitar 15 tahun yang lalu,
-
2:11 - 2:15ketika saya bekerja sebagai
sarjana tamu di Stanford University. -
2:15 - 2:18Pendiri idenya adalah Jim March.
-
2:18 - 2:23Bagi saya kekuatan ide itu
adalah kepraktisannya. -
2:23 - 2:25Eksplorasi.
-
2:25 - 2:28Eksplorasi adalah tentang
mendatangkan yang baru. -
2:29 - 2:30tentang pencarian,
-
2:30 - 2:31tentang penemuan,
-
2:31 - 2:33tentang produk baru,
-
2:33 - 2:35tentang inovasi baru.
-
2:36 - 2:39tentang mengubah batas kemampuan kita.
-
2:39 - 2:43Pahlawan kita adalah orang-orang
yang telah melakukan explorasi: -
2:43 - 2:44Madame Curie,
-
2:44 - 2:45Picasso,
-
2:45 - 2:47Neil Armstrong,
-
2:47 - 2:49Sir Edmund Hillary, dll
-
2:49 - 2:52Saya berasal dari Norwegia;
-
2:52 - 2:56semua pahlawan kami adalah penjelajah,
dan mereka pantas menjadi pahlawan. -
2:57 - 3:00Kita semua tahu bahwa
eksplorasi itu berisiko. -
3:00 - 3:02Kita tidak tahu hasilnya,
-
3:02 - 3:04kita tidak tahu
apakah akan menemukannya, -
3:04 - 3:07dan kita tahu bahwa risikonya tinggi.
-
3:07 - 3:09Eksploitasi adalah sebaliknya.
-
3:09 - 3:12Eksploitasi adalah memanfaatkan
pengetahuan yang kita miliki -
3:12 - 3:14untuk membuat yang baik, lebih baik.
-
3:14 - 3:18Eksploitasi adalah tentang membuat
kereta berjalan tepat waktu. -
3:18 - 3:22Yaitu tentang membuat produk
dengan lebih cepat dan lebih murah. -
3:23 - 3:25Eksploitasi tidak berisiko --
-
3:26 - 3:27dalam jangka pendek.
-
3:28 - 3:29Tetapi jika hanya mengeksploitasi,
-
3:29 - 3:32itu sangat berisiko dalam jangka panjang.
-
3:33 - 3:36Saya pikir kita semua
memiliki kenangan akan grup pop terkenal -
3:36 - 3:39yang terus menyanyikan lagu-lagu yang sama
-
3:40 - 3:43sampai menjadi usang
atau bahkan menyedihkan. -
3:44 - 3:46Itulah resiko eksploitasi.
-
3:49 - 3:52Jadi, jika kita mengambil perspektif
jangka panjang, kita mengeksplorasi. -
3:53 - 3:57Jika kita mengambil perspektif
jangka pendek, kita mengeksploitasi. -
3:58 - 4:00Anak-anak,
mereka mengeksplorasi sepanjang hari. -
4:01 - 4:03Setiap hari adalah eksplorasi.
-
4:03 - 4:05Saat beranjak tua,
-
4:05 - 4:06kita kurang mengeksplorasi
-
4:06 - 4:09karena sudah memiliki
pengetahuan untuk dieksploitasi. -
4:10 - 4:12Hal yang sama berlaku pada perusahaan.
-
4:13 - 4:17Secara alami,
perusahaan menjadi kurang inovatif -
4:17 - 4:18ketika sudah kompeten.
-
4:19 - 4:23Hal ini, tentu saja,
adalah kekhawatiran besar bagi CEO. -
4:23 - 4:28Saya sering mendengar pertanyaan
yang diutarakan dengan cara yang berbeda. -
4:28 - 4:29Sebagai contoh:
-
4:29 - 4:32"Bagaimana menjalankan dan
memperbaharui perusahaan -
4:32 - 4:34secara bersaman dengan efektif ? "
-
4:34 - 4:36Atau, "Bagaimana bisa memastikan
-
4:36 - 4:40perusahaan berubah
sebelum menjadi usang -
4:40 - 4:42atau terkena krisis? "
-
4:44 - 4:46Jadi, melakukan sesuatu
dengan benar itu sulit. -
4:46 - 4:50Melakukan keduanya bersamaan
adalah seni -- -
4:50 - 4:53yaitu mendorong eksplorasi dan eksploitasi
bersama-sama. -
4:53 - 4:55Satu hal yang kami temukan adalah
-
4:55 - 5:02bahwa hanya sekitar 2 persen perusahaan
dapat mengeksplorasi dan mengeksploitasi -
5:02 - 5:05pada saat yang sama secara efektif,
secara paralel. -
5:06 - 5:07Tetapi ketika mereka melakukannya,
-
5:07 - 5:10hasilnya sangat besar.
-
5:10 - 5:13Kita memiliki banyak contoh besar.
-
5:13 - 5:15Ada Nestlé yang menciptakan Nespresso,
-
5:15 - 5:19Ada Lego yang terjun ke film animasi,
-
5:19 - 5:21Toyota menciptakan mobil hibrida,
-
5:21 - 5:24Unilever mendorong keberlanjutan --
-
5:24 - 5:27ada banyak contoh,
dan manfaatnya besar. -
5:28 - 5:31Mengapa menyeimbangkan begitu sulit?
-
5:31 - 5:33Saya pikir itu sulit
karena ada begitu banyak perangkap -
5:34 - 5:36yang menjebak kita di tempat yang sama.
-
5:36 - 5:39Saya akan berbicara tentang dua hal,
tetapi sebenarnya banyak. -
5:39 - 5:42Mari kita berbicara tentang
perangkap pencarian abadi. -
5:43 - 5:44Kita menemukan sesuatu,
-
5:44 - 5:47tapi kita tidak memiliki kesabaran
atau kegigihan -
5:47 - 5:50untuk memanfaatkannya
dan membuatnya bekerja. -
5:50 - 5:53Jadi bukannya menggarap,
malah menciptakan sesuatu yang baru. -
5:53 - 5:54Begitu seterusnya,
-
5:54 - 5:56maka kita masuk dalam lingkaran setan
-
5:56 - 5:59untuk menciptakan ide-ide
tapi hasilnya menjadi frustrasi. -
6:00 - 6:03OncoSearch adalah contoh yang baik.
-
6:03 - 6:06Sebuah contoh yang terkenal,
tentu saja adalah Xerox. -
6:07 - 6:09Kita tidak hanya
menemukan hal ini di perusahaan. -
6:09 - 6:11Kita menemukannya juga pada sektor publik.
-
6:12 - 6:17Kita semua tahu bahwa reformasi
yang efektif apapun dalam pendidikan, -
6:17 - 6:20penelitian, perawatan kesehatan,
bahkan pertahanan, -
6:20 - 6:24dibutuhkan 10, 15,
mungkin 20 tahun untuk berhasil. -
6:24 - 6:27Tapi, kita lebih sering berubah.
-
6:27 - 6:30Kita benar-benar tidak memberi
mereka kesempatan. -
6:30 - 6:33Perangkap lain adalah perangkap sukses.
-
6:35 - 6:38Facit jatuh ke dalam perangkap sukses.
-
6:38 - 6:42Mereka benar-benar memegang
masa depan di tangan mereka, -
6:42 - 6:43tetapi tidak mampu melihatnya.
-
6:43 - 6:47Mereka begitu baik untuk membuat
apa yang mereka suka lakukan, -
6:47 - 6:48membuat mereka tidak mau berubah.
-
6:49 - 6:50Kita seperti itu juga.
-
6:51 - 6:54Ketika kita tahu sesuatu dengan baik,
kita menjadi sulit untuk berubah. -
6:55 - 6:56Bill Gates telah mengatakan:
-
6:57 - 7:00"Sukses adalah guru yang buruk.
-
7:00 - 7:04Ia menggoda kita ke dalam pemikiran
bahwa kita tidak akan gagal." -
7:04 - 7:06Itulah tantangan tentang kesuksesan.
-
7:08 - 7:11Jadi saya pikir ada beberapa pelajaran
yang berlaku untuk kita. -
7:11 - 7:13Dan berlaku untuk perusahaan.
-
7:14 - 7:17Pelajaran pertama adalah:
maju dari krisis. -
7:18 - 7:21Setiap perusahaan yang mampu berinovasi
-
7:21 - 7:24sebenarnya mampu juga membeli
asuransi di masa depan. -
7:25 - 7:28Netflix -- mereka begitu mudah untuk puas
-
7:28 - 7:30dengan distribusi
dari generasi sebelumnya, -
7:30 - 7:33tapi mereka selalu -- dan saya pikir
mereka akan selalu -- -
7:33 - 7:35terus berusaha untuk
perjuangan berikutnya. -
7:36 - 7:38Saya melihat perusahaan lain
yang mengatakan, -
7:38 - 7:42"Saya akan menang di siklus
inovasi berikutnya, apapun itu." -
7:44 - 7:47Kedua: berpikir dalam
berbagai skala waktu. -
7:47 - 7:49Saya akan menunjukkan sebuah grafik,
-
7:49 - 7:50dan saya pikir grafik ini indah.
-
7:50 - 7:52Setiap perusahaan yang kita lihat,
-
7:52 - 7:54mengambil perspektif satu tahun
-
7:54 - 7:56untuk mengetahui nilai dari perusahaan,
-
7:56 - 8:00inovasi biasanya menyumbang
hanya sekitar 30 persen. -
8:00 - 8:02Jadi ketika berpikir untuk satu tahun,
-
8:02 - 8:04inovasi sangat tidak penting.
-
8:04 - 8:08Majulah, ambil perspektif 10 tahun
pada perusahaan yang sama -- -
8:08 - 8:13Tiba-tiba, inovasi dan kemampuan
untuk perubahan terhitung 70 persen. -
8:14 - 8:16Tapi perusahaan tidak bisa memilih.
-
8:16 - 8:20Mereka perlu mendanai jalannya perusahaan
dan menggapai jangka panjang. -
8:21 - 8:22Ketiga:
-
8:22 - 8:24Undang karyawan berbakat.
-
8:24 - 8:27Saya pikir tidak mungkin bagi kita
-
8:27 - 8:31untuk dapat menyeimbangkan eksplorasi
dan eksploitasi oleh diri kita sendiri. -
8:31 - 8:33Saya pikir itu adalah kerja tim.
-
8:33 - 8:35Saya pikir kita perlu membuka diri
untuk tantangan. -
8:36 - 8:41Saya pikir tanda sebuah perusahaan besar
adalah terbuka untuk tantangan, -
8:41 - 8:43dan tanda pengelola perusahaan yang baik
-
8:43 - 8:46adalah menghadapi tantangan
dengan konstruktif. -
8:46 - 8:50Saya pikir begitu pula
dalam hal pengasuhan yang baik. -
8:51 - 8:53Terakhir: skeptis terhadap kesuksessan.
-
8:54 - 9:00Mungkin berguna untuk merenungkan
pesta kemenangan di Roma kuno, -
9:00 - 9:04ketika para jenderal,
setelah kemenangan besar, -
9:04 - 9:06merayakan kemenangannya.
-
9:07 - 9:09Masuk ke Roma dengan kereta,
-
9:10 - 9:14mereka selalu memiliki pendamping
yang berbisik di telinga mereka, -
9:14 - 9:16"Ingat, kau hanya manusia."
-
9:18 - 9:21Jadi intinya:
-
9:21 - 9:24menyeimbangkan eksplorasi dan eksploitasi
-
9:24 - 9:25memberikan hasil yang besar.
-
9:25 - 9:28Tapi itu sulit,
dan kita harus menyadarinya. -
9:28 - 9:33Saya ingin mengajukan dua pertanyaan
yang menurut saya berguna. -
9:33 - 9:37Pertanyaan pertama adalah,
melihat perusahaan Anda: -
9:37 - 9:42Di wilayah mana Anda melihat
bahwa perusahaan Anda dalam risiko -
9:42 - 9:44untuk jatuh ke dalam perangkap sukses,
-
9:44 - 9:47atau hanya menjadi autopilot?
-
9:47 - 9:50Dan apa yang dapat Anda lakukan
untuk mengatasinya? -
9:52 - 9:53Pertanyaan kedua adalah:
-
9:55 - 9:58Kapan terakhir mengeksplorasi
sesuatu yang baru, -
9:58 - 10:00dan apa dampaknya?
-
10:01 - 10:03Apakah seharusnya
dilakukan dengan lebih baik? -
10:04 - 10:05Dalam kasus saya, ya.
-
10:07 - 10:09Izinkan saya menyampaikan hal ini.
-
10:09 - 10:12Apakah Anda seorang pencari
-
10:12 - 10:16ataukah Anda cenderung
mengeksploitasi pengetahuan Anda, -
10:16 - 10:21Jangan lupa:
keindahan ada di dalam keseimbangan. -
10:21 - 10:23Terima kasih.
-
10:23 - 10:25(Tepuk tangan)
- Title:
- Dua penyebab perusahaan menjadi gagal - dan cara menghindarinya
- Speaker:
- Knut Haanaes
- Description:
-
more » « less
Apakah mungkin untuk menjalankan perusahaan dan melakukan perubahan pada waktu yang sama? Bagi pakar strategi bisnis Knut Haanaes, kemampuan untuk berinovasi setelah menjadi sukses adalah tanda dari sebuah organisasi yang besar. Dia berbagi wawasan tentang bagaimana keseimbangan antara menyempurnakan apa yang sudah kita ketahui dan mengeksplorasi ide-ide yang sama sekali baru - dan menjabarkan bagaimana untuk menghindari dua perangkap strategi utama.
- Video Language:
- English
- Team:
closed TED
- Project:
- TEDTalks
- Duration:
- 10:38
| TED Translators admin approved Indonesian subtitles for Two reasons companies fail -- and how to avoid them | ||
| Ngalim Siregar accepted Indonesian subtitles for Two reasons companies fail -- and how to avoid them | ||
| Ngalim Siregar edited Indonesian subtitles for Two reasons companies fail -- and how to avoid them | ||
| Ngalim Siregar edited Indonesian subtitles for Two reasons companies fail -- and how to avoid them | ||
|
Mardiyanto Saahi edited Indonesian subtitles for Two reasons companies fail -- and how to avoid them | |
|
Mardiyanto Saahi edited Indonesian subtitles for Two reasons companies fail -- and how to avoid them | |
|
Mardiyanto Saahi edited Indonesian subtitles for Two reasons companies fail -- and how to avoid them | |
|
Mardiyanto Saahi edited Indonesian subtitles for Two reasons companies fail -- and how to avoid them |
