< Return to Video

(11) Rebirth, Reincarnation or Continuation? | A Teaching on Karma by Thich Nhat Hanh, 2009-06-21

  • 0:02 - 0:07
    Dalam tradisi agama,
  • 0:08 - 0:13
    kita cenderung untuk lebih percaya
    kepada sesuatu yang bertahan selamanya,
  • 0:13 - 0:16
    seperti roh.
  • 0:17 - 0:23
    Kita tahu bahwa dalam agama Buddha
    tidak ada gagasan tentang roh.
  • 0:24 - 0:31
    Anda bisa menyebutnya kesadaran, Anda bisa bayangkan,
    Anda bisa identifikasi kesadaran sebagai roh,
  • 0:31 - 0:36
    Anda juga bisa menyebut
    kesadaran sebagai rohmu,
  • 0:36 - 0:43
    dengan kondisi bahwa Anda tahu hakikatnya
    hanyalah sifat sinematografi;
  • 0:43 - 0:50
    kesadaranmu terbuat dari manifestasi
    kilatan instan pada suatu titik.
  • 0:51 - 0:57
    Jika Anda memahaminya, Anda bebas
    menggunakan kata apa saja, termasuk roh.
  • 0:57 - 1:02
    Tapi jika Anda menggunakan kesadaran, Anda
    berpikir bahwa kesadaran itu bertahan selamanya,
  • 1:02 - 1:06
    maka kata kesadaran itu salah.
  • 1:07 - 1:13
    Kesadaran, juga objek kesadaran,
  • 1:13 - 1:18
    mereka bermanifestasi
    sedemikian rupa seperti bioskop.
  • 1:19 - 1:20
    Bioskop.
  • 1:21 - 1:27
    Dan orang yang belajar tentang fisika kuantum,
    mereka mulai melihatnya dengan jelas.
  • 1:29 - 1:35
    Jadi saat kita cenderung percaya
    bahwa kesadaran itu kekal adanya,
  • 1:36 - 1:39
    roh itu kekal,
  • 1:39 - 1:42
    dan hanya tubuh yang hancur,
  • 1:42 - 1:48
    roh tetap ada dalam waktu yang lama
    --masuk surga atau neraka--
  • 1:48 - 2:04
    itu keyakinan akan eternalisme
    [thường kiến], 常見
  • 2:06 - 2:10
    Pandangan tentang kekekalan,
  • 2:10 - 2:13
    adalah Pandangan Salah (<i>Wrong View</i>).
  • 2:14 - 2:19
    Karena agama Buddha
    mengajarkan ketidakkekalan.
  • 2:19 - 2:24
    Dan ketidakkekalan sejalan dengan sains,
  • 2:24 - 2:29
    karena sains juga mengakui bahwa
    segala sesuatu tidaklah kekal,
  • 2:29 - 2:32
    dan eksis hanya dalam sekejap.
  • 2:33 - 2:41
    Itu berlaku bukan hanya pada kesadaran,
    tapi pada dunia, yaitu objek kesadaran.
  • 2:41 - 2:45
    Dan dalam agama Buddha dasar,
    kita belajar bahwa
  • 2:45 - 2:55
    Dharma, dengan huruf kapital "D,"
    adalah Dharma (ajaran Buddha),
  • 2:57 - 3:05
    tapi dharma, dengan huruf kecil "d,"
    berarti objek pikiran.
  • 3:05 - 3:08
    Objek pikiran.
  • 3:10 - 3:15
    Atau bisa diketahui.
  • 3:18 - 3:20
    Objek pikiran.
  • 3:21 - 3:24
    Jadi kita tahu bahwa dunia adalah objek pikiran.
  • 3:24 - 3:27
    Itu bisa kita pastikan.
  • 3:27 - 3:32
    Dan apakah dunia eksis dengan sendirinya,
  • 3:32 - 3:34
    kita tidak tahu pasti.
  • 3:34 - 3:38
    Tapi kita tahu pasti bahwa itu
    adalah objek pikiran.
  • 3:38 - 3:44
    Matahari, bulan, bumi, kosmos,
  • 3:44 - 3:47
    galaksi, mereka semua objek pikiran.
  • 3:48 - 3:52
    Tubuh kita juga objek pikiran kita.
  • 3:52 - 3:58
    Pikiran kita juga objek pikiran kita.
  • 4:00 - 4:06
    Jadi ada kemungkinan untuk
    menyelidiki objek pikiran kita
  • 4:06 - 4:11
    dan saat kita memahami objek pikiran,
    kita memahami pikiran kita,
  • 4:11 - 4:16
    karena pikiran dan objek pikiran,
    mereka saling berkaitan,
  • 4:16 - 4:20
    tidak bisa tanpa satu sama lainnya.
  • 4:22 - 4:27
    Pandangan Benar melampaui
    pandangan eternalisme.
  • 4:27 - 4:32
    Roh yang permanen, kekal adalah
    sesuatu yang tidak bisa diterima,
  • 4:32 - 4:39
    baik oleh umat Buddha umumnya
    atau ilmuwan pada umumnya.
  • 4:43 - 4:45
    Tapi pandangan yang berlawanan,
  • 4:45 - 4:51
    bahwa setelah tubuh ini hancur
    Anda akan sepenuhnya lenyap,
  • 4:51 - 4:55
    itu ekstrem yang lain.
  • 4:55 - 5:06
    Ini pandangan salah lain yang disebut
    penghancuran (annihilation).
  • 5:15 - 5:26
    <b>Annihilation</b> [merujuk ke papan tulis].
    Atau kita harus sebut pemusnahan ?
  • 5:30 - 5:33
    Mana yang bagus? [merujuk pada dua kata]
  • 5:33 - 5:46
    Yang kedua? Annihilationism, "isme".
  • 5:53 - 5:55
    Ini ekstrem [menunjuk ke kekekalan/eternalism],
  • 5:55 - 5:57
    dan ini ekstrem lainnya [menunjuk ke nihilisme].
  • 5:57 - 6:00
    Ini pandangan salah, ini pandangan salah lainnya.
  • 6:00 - 6:07
    Mengatakan Anda lenyap sepenuhnya
    bersama tubuh adalah pandangan yang salah.
  • 6:07 - 6:16
    Itu disebut nihilisme [đoạn kiến], 斷見。
  • 6:18 - 6:25
    Sebagai murid agama Buddha, Anda tidak
    terperangkap dalam kedua pandangan ini.
  • 6:26 - 6:34
    Dan kelahiran kembali, kelanjutan,
    harus dipahami sehubungan dengan
  • 6:34 - 6:40
    "tiada eternalisme, tiada pemusnahan".
  • 6:44 - 6:53
    Yang populer... agama Buddha devosi,
    agama Buddha yang populer
  • 6:53 - 6:55
    mungkin meyakini sesuatu..
  • 6:55 - 7:02
    mungkin mengadopsi
    pendekatan eternalistik.
  • 7:02 - 7:07
    Mereka berpikir bahwa setelah kehancuran tubuh,
  • 7:07 - 7:09
    Roh tetap sama
  • 7:09 - 7:11
    dan akan memasuki tubuh lain--
  • 7:11 - 7:19
    hewan atau pohon atau tupai
    atau rusa atau orang lain.
  • 7:19 - 7:24
    Orang itu mungkin berkulit putih,
    hitam, coklat, dan sebagainya.
  • 7:25 - 7:38
    Naif jika dilihat dari sudut pandang
    "Pandangan Benar".
  • 7:50 - 7:59
    Jika menyatakan bahwa, setelah kita mati,
  • 8:01 - 8:10
    kita meneruskan sebagai orang yang sama
    di bentuk kehidupan yang berbeda,
  • 8:10 - 8:18
    itu bukan agama Buddha
    yang mendalam, itu tidaklah ilmiah.
  • 8:18 - 8:25
    Karena ketidakkekalan selalu berubah.
  • 8:25 - 8:32
    Hakikat sinematografik tubuh dan pikiran
    tidak mengizinkan pemikiran seperti itu.
  • 8:32 - 8:39
    Jadi, bukan agama Buddha dan bukan ilmiah.
  • 8:41 - 8:48
    Tapi, sejumlah ilmuwan
    terperangkap dalam pandangan ini.
  • 8:48 - 8:51
    Mereka bukan ilmuwan yang baik.
  • 8:51 - 9:00
    Karena ilmuwan yang baik melihat
    bahwa tiada yang bisa lenyap
  • 9:01 - 9:05
    --tiada yang lahir, tiada yang mati-- hanya ada
  • 9:05 - 9:10
    manifestasi berkelanjutan dalam
    berbagai bentuk berbeda.
  • 9:10 - 9:17
    Seperti kelahiran kembali,
    seperti samsara, seperti kelanjutan,
  • 9:17 - 9:22
    tapi dari sudut ketidakkekalan dan tiada diri.
  • 9:22 - 9:28
    Banyak ilmuwan yang bisa melihat hal itu.
  • 9:28 - 9:41
    Jadi pemusnahan (<i>annihilation</i>)
    bukanlah ajaran Buddha maupun ilmiah.
  • 9:41 - 9:52
    Dan murid agama Buddha yang baik
    bisa melampaui kedua pandangan salah ini.
  • 9:52 - 10:00
    Gagasan kelahiran kembali, gagasan kelanjutan,
    bebas dari kedua pandangan ini, kalau tidak
  • 10:00 - 10:06
    bukanlah agama Buddha, tidaklah ilmiah.
  • 10:06 - 10:14
    Misalnya Anda adalah awan--
    ini sebagai gambaran dalam meditasi.
  • 10:14 - 10:23
    Anda terbuat dari kristal es atau air yang kecil.
  • 10:23 - 10:27
    Anda sangat ringan, dan Anda tidak jatuh.
  • 10:27 - 10:30
    Anda bisa mengambang.
  • 10:30 - 10:39
    Ada awan besar, jutaan ton air
    mengambang seperti itu.
  • 10:39 - 10:47
    Dan ada interaksi, tabrakan antara
    kristal-kristal es yang kecil.
  • 10:47 - 10:58
    Dan mereka menjadi satu potongan es besar
    dan jatuh, tetesan besar air dan jatuh
  • 10:58 - 11:00
    sebagai hujan.
  • 11:00 - 11:03
    Tapi mungkin di tengah jalan,
  • 11:03 - 11:08
    Anda bertemu satu blok udara panas,
  • 11:08 - 11:11
    jadi Anda menguap dan naik lagi
  • 11:11 - 11:18
    Anda turun, naik lagi, turun,
    naik--jadi transmigrasi, reinkarnasi,
  • 11:18 - 11:27
    kelahiran kembali, selalu terjadi di awan.
  • 11:27 - 11:34
    Awan tidak harus menjadi hujan
    untuk memulai hidup baru.
  • 11:34 - 11:38
    Selalu ada kehidupan baru
    pada awan di setiap momennya.
  • 11:38 - 11:46
    Jadi kelahiran kembali, kelanjutan terjadi
    pada kita dengan cara yang sama.
  • 11:46 - 11:56
    Karena di setiap momen kita menghasilkan
    pikiran, ucapan, dan perbuatan.
  • 11:56 - 11:59
    Dan perbuatan itu berpengaruh
    pada kita dan dunia.
  • 11:59 - 12:05
    Itu produk, karma, dan perbuatan kita.
  • 12:05 - 12:20
    Karma [業] adalah istilah yang sangat penting.
  • 12:20 - 12:30
    Lihatlah awan, dan jika Anda pikir bahwa awan
    hanya mengambang dan selalu awan yang sama,
  • 12:30 - 12:33
    itu tidak benar.
  • 12:33 - 12:34
    Awan sangat aktif.
  • 12:34 - 12:38
    Banyak aktivitas di dalam awan.
  • 12:38 - 12:59
    Awan bisa menghasilkan energi yang sangat hebat,
    cahaya listrik yang dihasilkan awan bisa menghancurkan
  • 12:59 - 13:02
    banyak hal dan sangat cepat.
  • 13:02 - 13:13
    Panas yang dihasilkan awan lebih panas
    daripada panas matahari.
  • 13:14 - 13:16
    Jadi kita kurang memahami awan.
  • 13:16 - 13:19
    Kita harus belajar lebih banyak tentang awan.
  • 13:19 - 13:27
    Awan tidak kekal, dan awan sangat aktif.
  • 13:27 - 13:36
    Kelahiran dan kematian, kelanjutan, kelahiran dan
    kelahiran kembali, terus berlanjut setiap momen
  • 13:36 - 13:39
    di awan.
  • 13:39 - 13:43
    Dan itu sangat membantu,
    karena kita seperti awan.
  • 13:43 - 13:47
    Kenyataannya, banyak awan dalam diri kita.
  • 13:47 - 13:51
    Kita terus minum awan setiap hari.
  • 13:51 - 13:58
    Kelahiran dan kematian terjadi di
    setiap momen kehidupan kita sehari-hari.
  • 13:58 - 14:02
    Kita tidak seharusnya berkata:
  • 14:03 - 14:06
    "Saya akan mati dalam
    20 atau 30 tahun," tidak!
  • 14:06 - 14:11
    Anda mati tepat di momen ini dan
    terlahir kembali tepat di momen ini.
  • 14:11 - 14:21
    Kelahiran kembali adalah sesuatu yang terjadi
    di sini dan saat ini, bukan di masa depan.
  • 14:22 - 14:24
    Ketika seseorang bertanya,
  • 14:24 - 14:30
    "Apa yang terjadi padaku saat aku mati?"
  • 14:33 - 14:38
    dan Anda bisa membantunya,
    dengan bertanya balik,
  • 14:38 - 14:43
    "Apa yang terjadipadaku di sini dan saat ini?"
  • 14:43 - 14:48
    Jika Anda tahu apa yang terjadi padamu
    di sini dan saat ini, Anda bisa menjawab
  • 14:48 - 14:51
    pertanyaan pertama dengan mudah.
  • 14:51 - 14:56
    Anda mengalami kelahiran dan
    kematian persis di saat ini.
  • 14:56 - 15:00
    Kelahiran kembali sedang
    berlangsung di saat ini.
  • 15:00 - 15:08
    Karena secara mental dan fisik, Anda bersifat
    sinematografik, dan Anda terlahir kembali
  • 15:08 - 15:16
    setiap saat, Anda diperbarui setiap saat
    untuk menjadi orang baru, makhluk baru.
  • 15:16 - 15:20
    Jika Anda tahu cara melakukannya,
    pembaruan Anda menjadi indah.
  • 15:20 - 15:27
    Dengan karma, Anda bisa pastikan
    kelanjutan yang indah, yang lebih baik.
  • 15:27 - 15:34
    Jika Anda tahu cara menangani pikiran,
    ucapan, dan perbuatan Anda,
  • 15:34 - 15:38
    Anda akan lebih indah.
  • 15:38 - 15:40
    Dan ini memungkinkan.
  • 15:40 - 15:43
    Itulah perbuatan, itulah karma.
  • 15:43 - 15:49
    Kenyataannya adalah Anda tidak perlu menunggu
    setelah Anda mati untuk melihat apa yang terjadi
  • 15:49 - 15:52
    pada Anda.
  • 15:52 - 15:55
    Lihatlah di momen kekinian,
    dan Anda melihat bahwa
  • 15:55 - 16:04
    kelahiran dan kematian sedang
    berlangsung dalam dirimu di setiap momen.
  • 16:06 - 16:12
    baik dalam tubuh dan kesadaran Anda.
  • 16:12 - 16:17
    Jika Anda benar-benar tahu apa yang
    sedang berlangsung di momen kekinian,
  • 16:17 - 16:24
    pertanyaan lainnya bisa dijawab
    dengan mudah, jawabannya serupa.
  • 16:26 - 16:31
    Setiap momen kehidupan kita
    sehari-hari, ada input, ada output.
  • 16:31 - 16:45
    Anda bernapas masuk, makan, ada ide baru,
    perasaan baru, dan lama...
  • 16:45 - 16:48
    ada output juga.
  • 16:48 - 17:04
    Ada hal yang keluar dari Anda,
    dalam hal tubuh, air seni, udara, air, dan
  • 17:04 - 17:13
    kosmos melalui Anda, memperbaruimu,
    dan Anda mengembalikan hal lain kepada kosmos
  • 17:13 - 17:16
    Anda memperbarui diri sendiri di setiap momen.
  • 17:16 - 17:28
    Kelahiran dan kematian tidak menunggu,
    namun terjadi saat ini, di momen kekinian.
  • 17:28 - 17:40
    Misalnya satu bagian awan bisa bertransformasi
    menjadi hujan dan jatuh lalu menjadi
  • 17:40 - 17:43
    bagian dari sungai.
  • 17:43 - 17:50
    Dan sisa awan melihat dari atas langit
    dan melihat kelanjutannya di bawah, di bumi
  • 17:50 - 17:53
    Dan awan melambai, "Semoga perjalananmu
    menyenangkan.
  • 17:53 - 18:00
    Aku menikmatinya di sini, tapi kamu, bagian diriku,
    kuharap kamu menikmatinya di bawah sana."
  • 18:00 - 18:07
    Mengambang di atas sini nyaman, tapi
    mengalir di bawah juga nyaman,
  • 18:07 - 18:12
    jadi Anda ada di atas dan di bawah.
  • 18:12 - 18:16
    Itulah awan kita.
  • 18:16 - 18:20
    Sebagai umat manusia,
    kita bisa melihatnya juga.
  • 18:20 - 18:26
    Saya bisa melihat diri sendiri
    di muridku dan temanku.
  • 18:26 - 18:32
    Saya mendoakan mereka beruntung, karena
    keberuntungan mereka adalah keberuntunganku.
  • 18:32 - 18:36
    Muridku dan temanku
    membawaku bersama mereka,
  • 18:36 - 18:40
    dan saya mendoakan
    yang terbaik untuk mereka.
  • 18:40 - 18:47
    Kebahagiaan dan penderitaanku
    bergantung pada mereka, saya berlanjut.
  • 18:47 - 18:51
    Saat saya melihat, diri saya
    bukan hanya ada di sini.
  • 18:51 - 18:54
    saya melihat diri saya di sana, di sana.
  • 18:54 - 19:00
    Lalu saya melambai, "Selamat menikmati waktumu di sana."
  • 19:00 - 19:03
    [tertawa] Itulah cara untuk melihat.
  • 19:03 - 19:07
    Anda melihat diri sendiri bukan hanya
    di tubuh ini, karena itu pandangan salah.
  • 19:07 - 19:14
    Anda melihat diri sendiri
    di mana saja, karena di setiap momen
  • 19:14 - 19:18
    Anda menghasilkan pikiran, ucapan,
  • 19:18 - 19:22
    perbuatan yang melanjutkan Anda di dunia ini.
  • 19:22 - 19:26
    Anda di sini, bukan hanya di sini.
  • 19:27 - 19:32
    Beberapa hari lalu, teman dari Thailand bertanya,
  • 19:32 - 19:36
    "Thay, apa yang terjadi saat
    Anda meninggal dunia?"
  • 19:36 - 19:40
    Dia duduk di sana, Mister Sutid.
  • 19:42 - 19:44
    Saya bilang "Saya tidak akan mati.
  • 19:44 - 19:48
    Saya akan berlanjut dengan
    temanku dan muridku.
  • 19:48 - 19:51
    Saya akan ada untuk waktu yang lama.
  • 19:51 - 19:56
    Saya ingin menikmati bepergian
    dan berada di sana-sini."
  • 19:56 - 20:01
    Jadi 100 tahun dari sekarang saat Anda datang ke
    Plum Village Anda masih bisa melihatku dalam
  • 20:01 - 20:08
    bentuk yang berbeda, lebih muda, lebih indah.
  • 20:08 - 20:13
    [tertawa] Karena sangat mungkin
    untuk menjadi lebih indah,
  • 20:13 - 20:15
    dalam cara berpikir kita,
  • 20:15 - 20:21
    dalam cara berucap dan bertindak, jika
    kita tahu cara menghasilkan Pandangan Benar.
  • 20:21 - 20:24
    Dengan Pandangan Benar, kita tidak menderita.
  • 20:24 - 20:28
    Kita bisa menghasilkan pikiran
  • 20:28 - 20:34
    welas asih, pengertian, pengampunan,
    dan diri kita terasa ringan.
  • 20:34 - 20:37
    Dan kita menyembuhkan dunia.
  • 20:37 - 20:42
    Jadi, memungkinkan untuk
    dilanjutkan dengan indah.
  • 20:42 - 20:49
    Awan bisa melakukan pemurnian diri
    di atas sana, jadi saat kita menjadi salju
  • 20:49 - 20:55
    atau sungai, itu akan indah.
  • 20:55 - 20:59
    Itu mungkin terjadi.
Title:
(11) Rebirth, Reincarnation or Continuation? | A Teaching on Karma by Thich Nhat Hanh, 2009-06-21
Description:

more » « less
Video Language:
English
Duration:
21:02

Indonesian subtitles

Revisions