< Return to Video

(8) The Zorro of Zen: Two Levels of Truth | by Thich Nhat Hanh, 2014 06 17 (Plum Village, France)

  • 0:03 - 0:07
    Hari kemarin, kita berbicara
    tentang dua jenis kebenaran,
  • 0:07 - 0:12
    konvensional and ultima (<i>tertinggi</i>).
  • 0:12 - 0:19
    Pada tataran konvensional,
  • 0:19 - 0:26
    kita lihat ada awal,
    ada akhir dari semua hal.
  • 0:26 - 0:29
    Ada kelahiran, ada kematian,
  • 0:29 - 0:32
    ada keberadaan dan non keberadaan.
  • 0:32 - 0:40
    Kita tahu bahwa
    gagasan ini juga berguna.
  • 0:43 - 0:49
    Kita berbicara tentang tanggal lahir,
  • 0:49 - 0:51
    hari lahir.
  • 0:51 - 0:56
    Tanpa awal, sebuah hari lahir,
  • 0:56 - 0:59
    kita tidak bisa membuat kartu identitas/KTP.
  • 0:59 - 1:03
    Jadi kelahiran dan kematian itu penting.
  • 1:03 - 1:05
    Atas dan bawah juga penting.
  • 1:05 - 1:07
    Kiri dan kanan juga penting.
  • 1:07 - 1:12
    Mereka berguna pada tataran
    kebenaran konvensional.
  • 1:13 - 1:25
    Secara pandangan politik, Anda harus
    tahu apakah Anda ada di "kanan" atau "kiri".
  • 1:32 - 1:36
    Tapi ada dimensi lain dari kebenaran,
  • 1:36 - 1:39
    yaitu ultima (<i>yang tertinggi</i>).
  • 1:40 - 1:48
    Ilmuwan di zaman kita, mereka
    mencoba menyentuh ultima.
  • 1:48 - 1:58
    Karena saat mereka masuk ke
    dunia realita sub-atomik,
  • 1:58 - 2:06
    mereka harus melepaskan
    gagasan dan idenya.
  • 2:08 - 2:13
    Mereka belajar melepas "tampak luar",
  • 2:13 - 2:15
    tanda (<i>sign</i>).
  • 2:17 - 2:22
    Partikel adalah sebuah tanda,
    gelombang juga sebuah tanda.
  • 2:22 - 2:26
    Jika ilmuwan terjebak dalam
    bentuk luar partikel atau gelombang,
  • 2:26 - 2:32
    mereka tidak bisa melihat hakikat dari elektron.
  • 2:35 - 2:40
    Pada tataran konvensional,
  • 2:40 - 2:43
    sebuah partikel hanya bisa menjadi partikel,
  • 2:43 - 2:46
    tidak bisa menjadi gelombang.
  • 2:46 - 2:48
    Karena mereka memiliki
    dua bentuk yang berbeda,
  • 2:48 - 2:51
    seperti awan dan teh.
  • 2:51 - 2:53
    Bentuknya berbeda.
  • 2:53 - 2:56
    Tapi melihat secara mendalam, mereka sama.
  • 2:57 - 3:01
    Sebuah partikel bisa menjadi
    gelombang pada saat yang sama.
  • 3:01 - 3:03
    Jika Anda tidak bisa melihatnya,
  • 3:03 - 3:07
    Anda belum bisa memahami hakikat dari
  • 3:07 - 3:11
    gelombang atau partikel.
  • 3:13 - 3:19
    Partikel memiliki lokasi khusus dalam ruang.
  • 3:20 - 3:30
    Tapi saat Anda melihatnya sebagai gelombang,
    tempat khusus dalam ruang tersebut lenyap.
  • 3:31 - 3:38
    Jika Anda melihat lebih dalam, satu hal
    bisa ada di mana pun pada saat bersamaan.
  • 3:38 - 3:42
    Prinsip dari non-lokalitas.
  • 3:42 - 3:50
    Kita meninggalkan dunia kebenaran konvensional
    untuk menuju tataran yang lebih dalam.
  • 3:50 - 3:56
    Ilmuwan telah menghabiskan banyak waktu
    berjuang untuk bisa melepaskan
  • 3:56 - 4:04
    gagasannya, ide, dan tanda
    agar bisa mulai memahami
  • 4:04 - 4:11
    dunia sub-atomik.
  • 4:13 - 4:21
    Ada sains klasik yang diwakili oleh Newton.
  • 4:21 - 4:29
    Ada banyak kebenaran dalam sains tersebut.
  • 4:30 - 4:32
    Tapi itu tidak bisa menjelaskan segalanya.
  • 4:32 - 4:39
    Itu sebabnya Anda harus ke
    sains modern, fisika kuantum.
  • 4:40 - 4:48
    Fisika kuantum menyatakan banyak
    hal yang sepertinya bertentangan
  • 4:48 - 4:53
    dengan hal yang dinyatakan oleh sains klasik.
  • 4:54 - 5:01
    Jadi, fisika modern seperti kebenaran ultima.
  • 5:02 - 5:09
    Ada kesulitan dalam
    menghubungkan kedua jenis sains itu,
  • 5:09 - 5:14
    sains klasik dan sains modern.
  • 5:16 - 5:20
    Kita mengenali bahwa ada
    kebenaran dalam sains klasik,
  • 5:20 - 5:23
    dan ada kebenaran dalam sains modern.
  • 5:23 - 5:27
    Tapi secara tampak luar,
    mereka saling bertentangan.
  • 5:27 - 5:33
    Dan kita perlu mata rantai
    untuk menghubungkan keduanya.
  • 5:33 - 5:35
    Dalam tradisi Buddhis,
  • 5:35 - 5:39
    itu sesuatu yang bisa membantu kita
    menghubungkan satu tataran kebenaran
  • 5:39 - 5:45
    ke tataran kebenaran lain, sangatlah jelas.
  • 5:47 - 5:54
    Perbedaan itu, koneksi itu,
    berguna bagi kita untuk melihat
  • 5:54 - 5:59
    sifat sejati dari kelahiran dan kematian.
  • 6:09 - 6:13
    Ini tataran kebenaran konvensional.
  • 6:14 - 6:20
    Kita bisa melihatnya dalam
    gagasan awal, akhir,
  • 6:20 - 6:21
    kelahiran dan kematian,
  • 6:21 - 6:23
    keberadaan dan non-keberadaan,
  • 6:23 - 6:25
    kesamaan dan perbedaan.
  • 6:25 - 6:30
    Banyak pasangan yang berlawanan.
  • 6:31 - 6:38
    Ada Anda dan saya, ayah dan anak,
    dan mereka bukan satu sama lainnya.
  • 6:38 - 6:42
    Mereka berbeda satu sama lainnya.
  • 6:43 - 6:47
    Manusia berbeda dengan hewan.
  • 6:47 - 6:49
    Hewan berbeda dengan tumbuhan.
  • 6:49 - 6:52
    Tumbuhan berbeda dengan mineral.
  • 6:52 - 6:55
    Ada pemisahan seperti itu,
  • 6:55 - 7:00
    dan hal-hal di luar satu sama lainnya.
  • 7:02 - 7:06
    Saat kita amati dengan saksama,
    kita tidak melihatnya lagi.
  • 7:06 - 7:09
    Kita melihat hal di dalam satu sama lainnya.
  • 7:09 - 7:14
    Ayah di dalam anaknya,
    anak di dalam ayahnya;
  • 7:14 - 7:17
    Anda tidak bisa mengeluarkan ayah dari anaknya.
  • 7:18 - 7:20
    Lalu Anda menuju tataran kebenaran kedua.
  • 7:20 - 7:26
    Yang disebut kebenaran ultima.
  • 7:29 - 7:35
    Pada tingkat ini tidak ada awal, tidak ada akhir.
  • 7:36 - 7:39
    Tiada kelahiran, tiada kematian.
  • 7:39 - 7:42
    Gagasan tentang keberadaan
    dan non-keberadaan
  • 7:42 - 7:44
    telah disingkirkan.
  • 7:44 - 7:49
    Dan ada kebebasan mutlak di dalamnya.
  • 7:50 - 7:59
    Di sini kita melihat kepunahan, pelepasan
    semua gagasan dan konsep.
  • 8:01 - 8:07
    Dua jenis kebenaran sepertinya
    saling bertentangan satu sama lainnya.
  • 8:07 - 8:16
    Tapi ada mata rantai (<i>link</i>), cara, menghubungkan
  • 8:16 - 8:21
    kebenaran konvensional
    dengan kebenaran ultima.
  • 8:22 - 8:27
    Kita menggambar sesuatu seperti "Z" dari Zorro.
  • 8:27 - 8:38
    [<i>Thay menggambar garis diagonal,
    semua orang tertawa]
  • 8:40 - 8:47
    Dan garis ini, mewakili latihan <b>meditasi</b>,
  • 8:47 - 8:49
    yang bisa membawa kita dari
  • 8:49 - 8:55
    kebenaran konvensional
    menuju kebenaran ultima.
  • 8:57 - 9:04
    Ini [menunjuk ke garis bawah dari
    "Z"] mewakili wawasan kekosongan.
  • 9:04 - 9:06
    Kekosongan.
  • 9:06 - 9:13
    Dan kita tahu kekosongan
    bukan berarti ketiadaan (nothingness).
  • 9:20 - 9:23
    Lihatlah gelas ini.
  • 9:23 - 9:27
    Kosong.
  • 9:28 - 9:29
    Tapi...
  • 9:30 - 9:32
    Gelasnya kosong,
  • 9:32 - 9:36
    tapi tidak berarti gelasnya tidak ada di sana, kan?
  • 9:36 - 9:42
    Jadi kekosongan berbeda dengan ketiadaan.
  • 9:43 - 9:47
    Dan kekosongan selalu kekosongan dari sesuatu.
  • 9:47 - 9:51
    Kosong dari teh, saya setuju.
  • 9:51 - 9:53
    Tapi tidak kosong dari udara.
  • 9:53 - 9:55
    Gelasnya penuh udara.
  • 9:55 - 10:01
    Jadi, kosong berarti kosong akan sesuatu.
  • 10:04 - 10:11
    Itu sebabnya saat kita mendengar Bodhisatwa Awalokita
    menyatakan semuanya kosong, kita harus bertanya,
  • 10:11 - 10:19
    "<i>Mister</i> Bodhisatwa, Anda berkata bahwa
    semuanya kosong, tapi kosong dari apa?"
  • 10:20 - 10:27
    Beliau akan memberitahu kita bahwa
    semuanya kosong dari eksistensi yang terpisah.
  • 10:28 - 10:31
    Seperti bunga itu.
  • 10:33 - 10:36
    Bunga penuh oleh kosmos.
  • 10:37 - 10:41
    Saat Anda menatap sekuntum bunga,
    Anda melihat seluruh kosmos ada di dalamnya--
  • 10:41 - 10:44
    waktu, ruang,
  • 10:44 - 10:48
    sinar matahari, bumi, penyadaran (<i>consciousness</i>)
  • 10:48 - 10:50
    --semua di kosmos berkumpul
  • 10:50 - 10:55
    untuk membantu sekuntum bunga bermanifestasi
    sebagai sebuah keajaiban hidup.
  • 10:55 - 11:00
    Dan bunga itu milik Kerajaan Allah.
  • 11:01 - 11:05
    Penuh dengan kosmos, tapi kosong
    akan dirinya yang terpisah.
  • 11:05 - 11:08
    Karena jika kita menyingkirkan
    semua elemen non-bunga,
  • 11:08 - 11:11
    maka tidak ada bunga yang tersisa.
  • 11:11 - 11:15
    Jadi hakikat bunga adalah kekosongan.
  • 11:16 - 11:22
    Kekosongan berarti penuh akan semuanya,
    tapi kosong dari eksistensi yang terpisah.
  • 11:22 - 11:26
    Anda tidak bisa muncul secara mandiri.
  • 11:26 - 11:29
    Anda harus saling berkaitan dengan kami semua.
  • 11:30 - 11:33
    Itulah arti kekosongan.
  • 11:33 - 11:37
    Jika kita menyingkirkan leluhur, ayah,
  • 11:37 - 11:43
    ibu, pendidikan, makanan, tradisi,
  • 11:43 - 11:45
    tidak ada "kita" yang tersisa.
  • 11:45 - 11:48
    Kita terbuat dari elemen non-kita.
  • 11:49 - 11:51
    Tidak berarti kita tidak hadir di sana.
  • 11:51 - 11:53
    Kita [sangat] jelas hadir di sana.
  • 11:53 - 11:56
    Tapi kita tidak mempunyai
    eksistensi yang terpisah.
  • 11:56 - 12:01
    Itu sebabnya kata "menjadi" (<i>to be</i>)
    bisa menyesatkan.
  • 12:01 - 12:04
    Sebenarnya, "Saling berkaitan" (<i>to inter-be</i>).
  • 12:04 - 12:07
    Menjadi (<i>to be</i>) itu tidak mungkin.
  • 12:08 - 12:12
    Saling berkaitan (<i>to inter-be</i>)
    adalah kebenarannya.
  • 12:13 - 12:16
    Saat Anda melihat anak,
  • 12:16 - 12:18
    Anda melihat bahwa sang anak
    tidak bisa ada tanpa ayah.
  • 12:18 - 12:23
    Anak harus saling berkaitan dengan ayah,
    dengan ibu, dengan kakek,
  • 12:23 - 12:27
    dengan nenek, dengan semua hal lainnya.
  • 12:27 - 12:29
    Itulah kekosongan.
  • 12:30 - 12:37
    Jadi, kekosongan mewakili kebenaran ultima.
Title:
(8) The Zorro of Zen: Two Levels of Truth | by Thich Nhat Hanh, 2014 06 17 (Plum Village, France)
Description:

more » « less
Video Language:
English
Duration:
12:40

Indonesian subtitles

Revisions