-
Hari kemarin, kita berbicara
tentang dua jenis kebenaran,
-
konvensional and ultima (<i>tertinggi</i>).
-
Pada tataran konvensional,
-
kita lihat ada awal,
ada akhir dari semua hal.
-
Ada kelahiran, ada kematian,
-
ada keberadaan dan non keberadaan.
-
Kita tahu bahwa
gagasan ini juga berguna.
-
Kita berbicara tentang tanggal lahir,
-
hari lahir.
-
Tanpa awal, sebuah hari lahir,
-
kita tidak bisa membuat kartu identitas/KTP.
-
Jadi kelahiran dan kematian itu penting.
-
Atas dan bawah juga penting.
-
Kiri dan kanan juga penting.
-
Mereka berguna pada tataran
kebenaran konvensional.
-
Secara pandangan politik, Anda harus
tahu apakah Anda ada di "kanan" atau "kiri".
-
Tapi ada dimensi lain dari kebenaran,
-
yaitu ultima (<i>yang tertinggi</i>).
-
Ilmuwan di zaman kita, mereka
mencoba menyentuh ultima.
-
Karena saat mereka masuk ke
dunia realita sub-atomik,
-
mereka harus melepaskan
gagasan dan idenya.
-
Mereka belajar melepas "tampak luar",
-
tanda (<i>sign</i>).
-
Partikel adalah sebuah tanda,
gelombang juga sebuah tanda.
-
Jika ilmuwan terjebak dalam
bentuk luar partikel atau gelombang,
-
mereka tidak bisa melihat hakikat dari elektron.
-
Pada tataran konvensional,
-
sebuah partikel hanya bisa menjadi partikel,
-
tidak bisa menjadi gelombang.
-
Karena mereka memiliki
dua bentuk yang berbeda,
-
seperti awan dan teh.
-
Bentuknya berbeda.
-
Tapi melihat secara mendalam, mereka sama.
-
Sebuah partikel bisa menjadi
gelombang pada saat yang sama.
-
Jika Anda tidak bisa melihatnya,
-
Anda belum bisa memahami hakikat dari
-
gelombang atau partikel.
-
Partikel memiliki lokasi khusus dalam ruang.
-
Tapi saat Anda melihatnya sebagai gelombang,
tempat khusus dalam ruang tersebut lenyap.
-
Jika Anda melihat lebih dalam, satu hal
bisa ada di mana pun pada saat bersamaan.
-
Prinsip dari non-lokalitas.
-
Kita meninggalkan dunia kebenaran konvensional
untuk menuju tataran yang lebih dalam.
-
Ilmuwan telah menghabiskan banyak waktu
berjuang untuk bisa melepaskan
-
gagasannya, ide, dan tanda
agar bisa mulai memahami
-
dunia sub-atomik.
-
Ada sains klasik yang diwakili oleh Newton.
-
Ada banyak kebenaran dalam sains tersebut.
-
Tapi itu tidak bisa menjelaskan segalanya.
-
Itu sebabnya Anda harus ke
sains modern, fisika kuantum.
-
Fisika kuantum menyatakan banyak
hal yang sepertinya bertentangan
-
dengan hal yang dinyatakan oleh sains klasik.
-
Jadi, fisika modern seperti kebenaran ultima.
-
Ada kesulitan dalam
menghubungkan kedua jenis sains itu,
-
sains klasik dan sains modern.
-
Kita mengenali bahwa ada
kebenaran dalam sains klasik,
-
dan ada kebenaran dalam sains modern.
-
Tapi secara tampak luar,
mereka saling bertentangan.
-
Dan kita perlu mata rantai
untuk menghubungkan keduanya.
-
Dalam tradisi Buddhis,
-
itu sesuatu yang bisa membantu kita
menghubungkan satu tataran kebenaran
-
ke tataran kebenaran lain, sangatlah jelas.
-
Perbedaan itu, koneksi itu,
berguna bagi kita untuk melihat
-
sifat sejati dari kelahiran dan kematian.
-
Ini tataran kebenaran konvensional.
-
Kita bisa melihatnya dalam
gagasan awal, akhir,
-
kelahiran dan kematian,
-
keberadaan dan non-keberadaan,
-
kesamaan dan perbedaan.
-
Banyak pasangan yang berlawanan.
-
Ada Anda dan saya, ayah dan anak,
dan mereka bukan satu sama lainnya.
-
Mereka berbeda satu sama lainnya.
-
Manusia berbeda dengan hewan.
-
Hewan berbeda dengan tumbuhan.
-
Tumbuhan berbeda dengan mineral.
-
Ada pemisahan seperti itu,
-
dan hal-hal di luar satu sama lainnya.
-
Saat kita amati dengan saksama,
kita tidak melihatnya lagi.
-
Kita melihat hal di dalam satu sama lainnya.
-
Ayah di dalam anaknya,
anak di dalam ayahnya;
-
Anda tidak bisa mengeluarkan ayah dari anaknya.
-
Lalu Anda menuju tataran kebenaran kedua.
-
Yang disebut kebenaran ultima.
-
Pada tingkat ini tidak ada awal, tidak ada akhir.
-
Tiada kelahiran, tiada kematian.
-
Gagasan tentang keberadaan
dan non-keberadaan
-
telah disingkirkan.
-
Dan ada kebebasan mutlak di dalamnya.
-
Di sini kita melihat kepunahan, pelepasan
semua gagasan dan konsep.
-
Dua jenis kebenaran sepertinya
saling bertentangan satu sama lainnya.
-
Tapi ada mata rantai (<i>link</i>), cara, menghubungkan
-
kebenaran konvensional
dengan kebenaran ultima.
-
Kita menggambar sesuatu seperti "Z" dari Zorro.
-
[<i>Thay menggambar garis diagonal,
semua orang tertawa]
-
Dan garis ini, mewakili latihan <b>meditasi</b>,
-
yang bisa membawa kita dari
-
kebenaran konvensional
menuju kebenaran ultima.
-
Ini [menunjuk ke garis bawah dari
"Z"] mewakili wawasan kekosongan.
-
Kekosongan.
-
Dan kita tahu kekosongan
bukan berarti ketiadaan (nothingness).
-
Lihatlah gelas ini.
-
Kosong.
-
Tapi...
-
Gelasnya kosong,
-
tapi tidak berarti gelasnya tidak ada di sana, kan?
-
Jadi kekosongan berbeda dengan ketiadaan.
-
Dan kekosongan selalu kekosongan dari sesuatu.
-
Kosong dari teh, saya setuju.
-
Tapi tidak kosong dari udara.
-
Gelasnya penuh udara.
-
Jadi, kosong berarti kosong akan sesuatu.
-
Itu sebabnya saat kita mendengar Bodhisatwa Awalokita
menyatakan semuanya kosong, kita harus bertanya,
-
"<i>Mister</i> Bodhisatwa, Anda berkata bahwa
semuanya kosong, tapi kosong dari apa?"
-
Beliau akan memberitahu kita bahwa
semuanya kosong dari eksistensi yang terpisah.
-
Seperti bunga itu.
-
Bunga penuh oleh kosmos.
-
Saat Anda menatap sekuntum bunga,
Anda melihat seluruh kosmos ada di dalamnya--
-
waktu, ruang,
-
sinar matahari, bumi, penyadaran (<i>consciousness</i>)
-
--semua di kosmos berkumpul
-
untuk membantu sekuntum bunga bermanifestasi
sebagai sebuah keajaiban hidup.
-
Dan bunga itu milik Kerajaan Allah.
-
Penuh dengan kosmos, tapi kosong
akan dirinya yang terpisah.
-
Karena jika kita menyingkirkan
semua elemen non-bunga,
-
maka tidak ada bunga yang tersisa.
-
Jadi hakikat bunga adalah kekosongan.
-
Kekosongan berarti penuh akan semuanya,
tapi kosong dari eksistensi yang terpisah.
-
Anda tidak bisa muncul secara mandiri.
-
Anda harus saling berkaitan dengan kami semua.
-
Itulah arti kekosongan.
-
Jika kita menyingkirkan leluhur, ayah,
-
ibu, pendidikan, makanan, tradisi,
-
tidak ada "kita" yang tersisa.
-
Kita terbuat dari elemen non-kita.
-
Tidak berarti kita tidak hadir di sana.
-
Kita [sangat] jelas hadir di sana.
-
Tapi kita tidak mempunyai
eksistensi yang terpisah.
-
Itu sebabnya kata "menjadi" (<i>to be</i>)
bisa menyesatkan.
-
Sebenarnya, "Saling berkaitan" (<i>to inter-be</i>).
-
Menjadi (<i>to be</i>) itu tidak mungkin.
-
Saling berkaitan (<i>to inter-be</i>)
adalah kebenarannya.
-
Saat Anda melihat anak,
-
Anda melihat bahwa sang anak
tidak bisa ada tanpa ayah.
-
Anak harus saling berkaitan dengan ayah,
dengan ibu, dengan kakek,
-
dengan nenek, dengan semua hal lainnya.
-
Itulah kekosongan.
-
Jadi, kekosongan mewakili kebenaran ultima.