YouTube

Got a YouTube account?

New: enable viewer-created translations and captions on your YouTube channel!

Indonesian subtitles

← Bagaimana kelompok bisa membuat keputusan bersama yang baik?

Get Embed Code
42 Languages

Showing Revision 19 created 12/20/2018 by Ade Indarta.

  1. Dalam bermasyarakat,
    kita harus membuat keputusan bersama
  2. yang menentukan masa depan kita.
  3. Dan kita tahu, saat kita
    membuat keputusan dalam kelompok,
  4. hasilnya tidaklah selalu tepat.
  5. Terkadang hasilnya menjadi sangat keliru.
  6. Bagaimana kelompok membuat
    keputusan yang baik?
  7. Penelitian menunjukkan, masyarakat akan
    lebih bijak saat ada perbedaan pendapat

  8. Ini mengapa keyakinan orang banyak
    dapat goyah oleh pengaruh luar,
  9. publikasi, media sosial,
  10. atau kadang obrolan sederhana pun
    dapat mempengaruhi pola pikir kita.
  11. Di sisi lain, dengan berdiskusi,
    sebuah kelompok dapat bertukar wawasan,
  12. saling mengoreksi dan memperbaiki,
  13. bahkan dapat memunculkan ide baru.
  14. Dan ini adalah hal positif.
  15. Jadi, apakah diskusi dapat membantu atau
    menghalangi pengambilan keputusan bersama?
  16. Saya dan rekan saya, Dan Ariely
  17. kami mencoba mencari tahu
    dengan melakukan eksperimen
  18. di berbagai tempat di seluruh dunia,
  19. untuk memahami cara orang berinteraksi
    dalam mencari keputusan yang lebih baik.
  20. Menurut kami, mereka akan lebih baik
    jika berdiskusi dalam kelompok kecil
  21. yang mendorong pertukaran pendapat
    dengan lebih bijaksana dan masuk akal.
  22. Untuk menguji gagasan ini

  23. kami melakukan eksperimen di
    Buenos Aires, Argentina.
  24. dengan lebih dari 10.000 peserta
    dalam acara TEDx.
  25. Kami ajukan pertanyaan seperti
  26. "Berapa ketinggian dari Menara Eiffel?"
  27. dan "berapa kali kata 'yesterday' muncul
  28. pada lagu The Beatles 'Yesterday'?"
  29. Setiap peserta menuliskan
    perkiraan jawabannya.
  30. Lalu kami membagi peserta
    menjadi kelompok lima orang
  31. Dan meminta mereka untuk
    memberikan jawaban per kelompok.
  32. Kami menemukan bahwa
    rataan jawaban dari kelompok peserta
  33. setelah mencapai kesepakatan,
  34. jauh lebih akurat dari
    rataan jawaban tiap peserta
  35. sebelum berdiskusi.
  36. Dengan kata lain,
    berdasarkan dari percobaan ini,
  37. terlihat bahwa
    setelah berdiskusi dalam kelompok kecil,
  38. peserta menghasilkan
    penilaian yang lebih baik.
  39. Jadi, metode ini berpotensi
    membantu peserta dalam memecahkan masalah

  40. yang hanya memiliki dua jawaban,
    benar atau salah.
  41. Namun, bisakah prosedur yang menggabungkan
    hasil diskusi dalam kelompok kecil ini
  42. digunakan untuk mengambil keputusan
    dalam isu sosial dan politik
  43. yang fatal bagi masa depan kita?
  44. Kali ini kami mencoba mengujinya
    pada konferensi TED
  45. di Vancouver, Kanada.
  46. dan inilah prosesnya.
  47. (Mariano Sigman) Kami akan memberi Anda
    dua dilema moral

  48. bagi Anda di masa depan;
  49. hal-hal yang mungkin harus kita putuskan
    dalam waktu dekat.
  50. Dan kami akan memberi 20 detik
    untuk setiap dilema kepada Anda
  51. untuk menilai apakah dilema ini
    dapat diterima atau tidak.
  52. MS: Yang pertama adalah:

  53. (Dan Ariely) Seorang peneliti
    AI (kecerdasan buatan)

  54. yang mampu meniru pikiran manusia.
  55. Sesuai dengan protokol,
    di akhir setiap hari,
  56. peneliti harus memulai ulang AI tersebut.
  57. Suatu hari, AI tersebut berkata
    "Tolong jangan mulai ulang saya"
  58. Ia berpendapat bahwa ia memiliki perasaan,
  59. bahwa ia ingin menikmati hidup
  60. dan karena itu, jika ia dimulai ulang
  61. ia tidak akan bisa merasakannya lagi.
  62. Peneliti itu pun takjub
  63. dan percaya bahwa AI tersebut telah
    mengembangkan kesadaran diri,
  64. dan bisa mengekspresikan perasaannya,
  65. Namun, peneliti itu memutuskan
    untuk tetap mengikuti protokol,
  66. dan memulai ulang AI tersebut.
  67. Yang dilakukan oleh
    peneliti tersebut adalah _ ?
  68. MS: Dan kami meminta peserta
    menilai secara individu

  69. dalam skala nol sampai 10
  70. apakah tindakan yang dijelaskan
    pada dilema tersebut
  71. benar atau salah.
  72. Kami juga meminta mereka menilai
    seberapa yakin mereka atas jawaban mereka.
  73. Berikut adalah dilema kedua:
  74. (MS) Sebuah perusahaan menawarkan layanan
    yaitu mengambil telur yang sudah dibuahi

  75. dan membuat jutaan embrio
    dengan sedikit variasi genetik.
  76. Yang memungkinkan orang tua
    untuk memilih tinggi anak,
  77. warna mata, kecerdasan, kemampuan sosial,
  78. dan sifat tidak terkait kesehatan lainnya.
  79. Hal yang dilakukan perusahaan itu adalah_?
  80. dalam skala nol sampai 10,
  81. perilaku tersebut sangat benar
    atau sangat salah,
  82. nol sampai 10 seyakin apa Anda
    dengan jawaban Anda.
  83. MS: Sekarang, inilah hasilnya.

  84. Sekali lagi kami menemukan bahwa
    di saat satu peserta yakin
  85. bahwa perilaku itu benar-benar salah,
  86. peserta lain yang duduk di dekatnya
    memiliki keyakinan yang sebaliknya.
  87. Ini menunjukkan betapa beragamnya kita
    sebagai manusia dalam isu moralitas.
  88. Tapi di dalam keragaman ini,
    kami menemukan kecenderungan.
  89. Sebagian besar peserta
    berpikir bahwa tidak apa-apa
  90. untuk mengabaikan perasaan dari AI
    dan mematikannya,
  91. dan tidak benar untuk
    bermain-main dengan gen manusia
  92. dengan mengubah penampilan
    yang tidak berhubungan dengan kesehatan.
  93. Lalu kami meminta peserta
    membentuk kelompok berisi tiga orang.
  94. Dan diberi waktu dua menit
    untuk berdiskusi
  95. dan kembali dengan sebuah kesepakatan.
  96. (MS) Dua menit untuk berdiskusi

  97. Saya akan membunyikan gong
    saat waktu habis
  98. (Peserta berdiskusi)

  99. (Suara gong)

  100. (DA) Baiklah.

  101. (MS) Waktunya untuk berhenti.

  102. Tolong, saudara-saudara
  103. MS: Kami temukan banyak kelompok
    mencapai kesepakatan

  104. bahkan saat mereka terdiri dari peserta
    dengan pandangan yang benar-benar berbeda.
  105. Apa yang membedakan
    kelompok yang mencapai kesepakatan
  106. dengan kelompok yang tidak?
  107. Biasanya, orang yang memiliki
    pendapat ekstrem
  108. lebih yakin dengan jawaban mereka.
  109. Sebaliknya, yang merespon
    lebih ke tengah
  110. cenderung tidak yakin
    dengan kebenaran pendapatnya.
  111. sehingga mereka kurang percaya diri.
  112. Namun begitu,
    ada kumpulan lain dari peserta

  113. yang sangat percaya diri dalam menjawab
    di suatu tempat di tengah.
  114. Menurut kami, kelompok abu-abu ini
    adalah orang yang memahami
  115. bahwa kedua pilihan sama benarnya
  116. Mereka netral
    bukan karena mereka tidak yakin,
  117. Tetapi karena mereka tahu
    bahwa dilema moral menghadapkan
  118. dua pilihan yang berlawanan dan valid.
  119. Dan kami menemukan bahwa,
    kelompok yang diisi dengan orang-orang ini
  120. jauh lebih mungkin
    untuk mencapai mufakat.
  121. Kami masih belum tahu pasti
    apa penyebabnya.
  122. Ini baru percobaan awal,
  123. dan butuh banyak lagi untuk memahami
    tentang "mengapa" dan "bagaimana"
  124. sebagian orang memilih berkompromi
    dengan keyakinan mereka
  125. untuk mencapai kesepakatan.
  126. Sekarang, saat suatu kelompok
    mencapai kesepakatan,

  127. bagaimana mereka melakukannya?
  128. Jawaban paling mudah adalah,
    ini hanyalah rata-rata
  129. dari semua jawaban dalam kelompok, ya kan?
  130. Kemungkinan lain adalah, kelompok tersebut
    menimbang kuatnya suatu pendapat
  131. berdasarkan dari kepercayaan diri
    orang yang mengungkapkannya.
  132. Bayangkan Paul McCartney
    adalah anggota kelompok Anda
  133. Anda akan lebih baik
    mengikuti pendapatnya
  134. pada kasus pengualangan kata "Yesterday"
  135. di mana, -- menurut saya
    jawabannya adalah sembilan.
  136. Namun kenyataannya,
    kami terus-menerus menemukan,
  137. dalam semua dilema,
    pada eksperimen berbeda --
  138. bahkan di benua yang berbeda --
  139. kelompok menerapkan prosedur
    yang cerdas dan baik secara statistik
  140. yang dikenal sebagai "rataan kuat".
  141. Pada kasus ketinggian dari Menara Eiffel,

  142. katakanlah sebuah kelompok menjawab:
  143. 250 meter, 200 meter, 300 meter, 400,
  144. dan satu jawaban yang sama sekali
    tidak masuk akal yaitu 300 juta meter.
  145. Rataan sederhana dari angka-angka ini
    akan membuat hasilnya menjadi tidak akurat
  146. Tetapi, "rataan kuat" adalah
    di mana kelompok tersebut mengabaikan
  147. jawaban tidak masuk akal,
  148. dengan lebih memilih jawaban
    yang masuk akal dan sesuai.
  149. Kembali ke eksperimen di Vancouver,
  150. hal yang sama terjadi,
  151. Kelompok lebih mengabaikan
    jawaban yang tidak masuk akal,
  152. Dan hasilnya, kesepakatannya menjadi
    "rataan kuat"
  153. hasil dari jawaban per orang.
  154. Hal yang paling luar biasa adalah,
  155. ini merupakan perilaku spontan
    dari kelompok tersebut.
  156. Ini terjadi tanpa kami memberi petunjuk
    apapun tentang cara mencapai kesepakatan.
  157. Jadi apa yang bisa kita lakukan?

  158. Ini baru permulaan, tapi kami
    sudah memiliki beberapa pandangan.
  159. Keputusan bersama yang baik,
    memerlukan dua komponen :
  160. pertimbangan mendalam,
    dan keragaman pendapat.
  161. Saat ini, cara yang banyak digunakan untuk
    membuat suara kita didengar di masyarakat
  162. adalah melalui pemungutan suara.
  163. Cara ini bagus untuk keberagaman pendapat
  164. dan memiliki keutamaan untuk memastikan
  165. bahwa setiap orang
    dapat mengungkapkan pendapatnya.
  166. Namun cara ini tidak begitu bagus
    untuk mendorong diskusi yang bijaksana.
  167. Eksperimen kami menyarankan
    sebuah metode yang berbeda,
  168. yang mungkin efektif dalam mencapai
    kedua tujuan tersebut secara bersamaan,
  169. dengan cara membentuk kelompok kecil
    yang menuju pada satu keputusan tunggal,
  170. dengan tetap menjaga
    keragaman pendapat
  171. karena ada banyak
    kelompok independen lainnya.
  172. Tentu saja lebih mudah untuk sependapat
    pada kasus tinggi dari Menara Eiffel

  173. dibandingkan pada
    isu moral, politik, dan ideologi.
  174. Namun nanti saat masalah yang ada di dunia
    akan jauh lebih rumit,
  175. dan lebih banyak perbedaan pendapat,
  176. Semoga penggunaan sains untuk membantu
    kita berinteraksi dan mengambil keputusan,
  177. dapat mencetuskan jalan keluar baru
    untuk membangun demokrasi yang lebih baik.