Indonesian Untertitel

← Pengungsi butuh pemberdayaan, bukan uluran tangan

Einbettcode generieren
31 Sprachen

Zeige Revision 6 erzeugt am 05/30/2018 von Lanny Yunita.

  1. Saat ini, sebagian besar
    pengungsi tinggal di kota,
  2. bukan di kamp pengungsian.
  3. Kami mewakili lebih dari 60 persen
  4. jumlah pengungsi di seluruh dunia.
  5. Dengan mayoritas
    pengungsi yang tinggal di kota,
  6. maka sangat diperlukan pergeseran
    paradigma dan pemikiran baru.
  7. Daripada membuang uang
    untuk membangun tembok,
  8. akan lebih baik jika dananya
    digunakan untuk program
  9. bantuan bagi pengungsi agar bisa mandiri.
  10. (Tepuk tangan)

  11. Kami selalu harus meninggalkan
    semua milik kami saat mengungsi.

  12. Tapi keterampilan,
    dan ilmu tetap kami bawa.
  13. Jika diperbolehkan
    menjalani hidup yang produktif,
  14. pengungsi dapat membantu diri mereka,
  15. dan berkontribusi pada pembangunan
    negara di mana mereka mengungsi.
  16. Saya lahir di kota bernama Bukavu,

  17. Kivu Selatan,
  18. di Republik Demokratis Kongo.
  19. Saya anak kelima dari 12 bersaudara.
  20. Ayah saya seorang mekanik,
  21. bekerja sangat keras,
    agar saya bisa bersekolah.
  22. Seperti anak muda lainnya,
  23. saya punya banyak rencana dan impian.
  24. Saya ingin menyelesaikan studi,
  25. mendapat pekerjaan bagus,
  26. menikah dan memiliki anak,
  27. dan menghidupi keluarga saya.
  28. Namun ini tidak terjadi.
  29. Perang di tanah air saya memaksa saya
    melarikan diri ke Uganda pada tahun 2008,
  30. sembilan tahun lalu.
  31. Keluarga saya mengikuti eksodus pengungsi
  32. yang tinggal di ibukota Uganda, Kampala.
  33. Di negara saya,
  34. saya tinggal di kota,
  35. dan kami merasa Kampala
    jauh lebih baik daripada kamp pengungsian.
  36. Para pengungsi di kota

  37. selalu tidak memperoleh
    bantuan internasional,
  38. bahkan setelah mendapat pengakuan
    dari UNHCR pada tahun 1997.
  39. Selain masalah kemiskinan yang kami hadapi
  40. sebagai penduduk kota yang miskin,
  41. kami juga menghadapi tantangan,
    karena status pengungsi kami,
  42. seperti kendala bahasa.
  43. Di Kongo, bahasa resminya
    adalah bahasa Prancis.
  44. Tapi bahasa resmi Uganda
    adalah bahasa Inggris.
  45. Kami tidak memiliki
    akses pendidikan dan kesehatan.
  46. Kami mengalami pelecehan,
  47. eksploitasi, intimidasi, dan diskriminasi.
  48. Organisasi kemanusiaan lebih berfokus pada
  49. penyelesaian masalah di pedesaan,
  50. dan tidak ada yang dilakukan untuk kami.
  51. Tapi kami tidak menginginkan
    uluran tangan.
  52. Kami ingin bekerja dan mandiri.
  53. Saya bergabung dengan
    dua kolega lain di pengasingan,

  54. dan membentuk organisasi
    untuk membantu pengungsi lain.
  55. YARID -- Young African Refugees
    for Integral Development --
  56. berawal dari percakapan
    di antara masyarakat Kongo.
  57. Kami bertanya ke masyarakat,
  58. bagaimana mereka mengatur diri mereka
    untuk menghadapi semua tantangan ini.
  59. Program bantuan YARID
    berkembang secara bertahap,
  60. mulai dari komunitas sepak bola,
    hingga bahasa Inggris,
  61. dan membangun mata pencaharian.
  62. Sepak bola mengubah energi
  63. kaum muda yang menganggur,
  64. dan menghubungkan orang
    dari berbagai komunitas.
  65. Kelas bahasa Inggris gratis
  66. membantu memberdayakan manusia
    dan terlibat dengan masyarakat Uganda,
  67. membuat mereka mengenali
    tetangga mereka dan menjual dagangan.
  68. Program pelatihan kejuruan menawarkan
    keterampilan mata pencaharian,
  69. beserta peluang penting
    bagi kemandirian ekonomi.
  70. Kami telah melihat banyak keluarga
  71. menjadi mandiri.
  72. Kami telah melihat siapa
    yang tidak lagi memerlukan bantuan kami.
  73. Seiring berkembangnya
    program-program YARID,

  74. semakin banyak bangsa
    yang ikut serta di dalamnya --
  75. Kongo, Rwanda, Burundi,
  76. Somalia, Etiopia, Sudan Selatan.
  77. Saat ini, YARID telah membantu
    lebih dari 3.000 pengungsi di Kampala,
  78. dan terus membantu banyak lainnya.
  79. (Tepuk tangan)

  80. Pengungsi ingin pemberdayaan,
    bukan uluran tangan.

  81. Kami memahami masyarakat kami
    lebih baik daripada siapa pun.
  82. Kami tahu tantangan
    dan peluang yang kami hadapi
  83. untuk menjadi mandiri.
  84. Sayalah yang paling tahu
  85. tentang inisiatif yang muncul
    dari bekerja dengan pengungsi.
  86. Mereka harus diakui
    dan dibantu secara internasional.
  87. Beri kami bantuan
    yang patut kami dapatkan,
  88. dan kami akan membayarnya
    beserta bunganya.
  89. Terima kasih.

  90. (Tepuk tangan)