Halo. Maaf, saya bertanya-tanya... Apa? Maaf, saya bertanya-tanya apakah Anda ingin berdansa? Kenapa tidak? Kitty, siapa pria muda yang berdansa denganmu semalam? Pria mana? Pria pendiam, yang bertampang serius. Oh, dia. Aku rasa kau mengundang dia, Bu. Aku tidak tahu siapa yang kau bicarakan. Aku yang mengundang dia. Namanya Fane dan dia seorang dokter. Dia mengelola sebuah laboratorium milik pemerintah di Shanghai. Seorang pegawai negeri? Apapun itu... Dia menelepon Minggu lalu, dan kami mengobrol lama. Aku mempersilakan dia untuk datang kembali kapanpun dia suka. Jarang sekali kau menyukai pria muda kenalanku. Yah, apa kau memang menyukai dia? Tidak juga. - Memangnya apa yang kurang dari dirinya? - Apa dia jatuh cinta padamu? Entahlah. Aku kira sekarang kau seharusnya tahu saat seorang pemuda jatuh cinta padamu. Intinya, apakah aku jatuh cinta padanya atau tidak. Dan jawabannya tidak. Kau lebih baik berhati-hati, Gadis Muda. Kesempatan bisa berlalu, kau tahu. Oh, hentikan itu, Bu. Yang benar saja. Gagasan bahwa seorang wanita harus menikahi seorang Tom, Dick, ataupun Harry... ...tanpa mempedulikan perasaannya sendiri sudah ketinggalan jaman. Berapa lama lagi kau berharap ayahmu mendukungmu? - Oh. - Oh. Halo. Halo, saya... Saya baru saja tiba... Ayah Anda mengundang saya. Saya akan pergi. Bolehkah saya menemani Anda? Tepat waktu. Apa sebenarnya yang Anda lakukan? Saya seorang ahli bakteriologi. Itu pasti menarik. Anda sama sekali tidak tahu apa itu, bukan? Tidak. Saya rasa tidak. Tidak, memang tidak ada alasan bahwa Anda seharusnya tahu. Saya mempelajari mikroorganisme yang membawa penyakit. Menarik. Tidak. Justru kebalikannya. Apa kita sebaiknya masuk? Apa Anda suka bunga? Tidak terlalu. Yah, maksud saya, ya. Tapi, kami tidak benar-benar menyediakannya di rumah. Ibu bilang, "Kenapa membeli sesuatu yang bisa didapatkan gratis?" Tapi, kami juga tidak benar-benar memelihara bunga juga. Hal itu sepertinya bodoh, sungguh. Menempatkan usaha pada sesuatu yang hanya akan mati. Saya ingin mengatakan sesuatu pada Anda. Saya datang menemui Anda untuk bertanya apakah Anda mau menikahi saya? Anda membuat saya sangat terkejut. Apa Anda tidak melihat bahwa saya mencintai Anda? Anda tidak pernah memperlihatkannya. Oh, saya... Yah, saya sebenarnya ingin. Ini sulit. Saya... Tapi, begitulah. Iya. Saya kurang yakin ini berhasil disampaikan dengan baik. Memang tidak. Apa Anda lihat betapa canggungnya saya? Saya... Saya buruk sekali dalam hal seperti ini. Tapi masalahnya saya harus segera kembali ke Cina. Saya tidak memiliki waktu untuk bersikap sungkan. Saya tidak pernah memikirkan Anda seperti itu. Saya rasa saya akan bertambah baik bila sudah saling mengenal. Oh, saya yakin Anda seperti itu... Saya akan melakukan apapun untuk membuat Anda bahagia. Apapun. Saya rasa Anda akan menyukai Shanghai. Tempatnya cukup menarik, sungguh. Banyak dansa. Anda tentunya tidak berharap saya menjawab sekarang juga? Saya sama sekali tidak mengenal Anda. Ya! Yah, kami memang sangat berharap, tapi... ...tidak menduga bahwa dia akan memintanya begitu cepat. Ya. Pernikahan di akhir musim gugur yang menyenangkan. Dorisku sudah mengurus dirinya dengan sangat baik, bukan? Setidaknya salah satu di antara mereka berhasil sukses. Tidak, aku sudah sejak lama berhenti berharap pada Kitty. Ya. Ya.