[Script Info] Title: [Events] Format: Layer, Start, End, Style, Name, MarginL, MarginR, MarginV, Effect, Text Dialogue: 0,0:00:09.11,0:00:13.10,Default,,0000,0000,0000,,Bahkan setelah menulis sebelas buku\Ndan meraih banyak penghargaan bergengsi, Dialogue: 0,0:00:13.10,0:00:15.56,Default,,0000,0000,0000,,Maya Angelou tidak bisa lepas\Ndari keraguan terhadap Dialogue: 0,0:00:15.56,0:00:18.50,Default,,0000,0000,0000,,kesuksesan yang diterimanya. Dialogue: 0,0:00:19.68,0:00:22.59,Default,,0000,0000,0000,,Albert Einstein mengalami hal yang sama; Dialogue: 0,0:00:22.59,0:00:25.97,Default,,0000,0000,0000,,ia melukiskan dirinya sebagai orang\Nyang "tidak sengaja menipu" Dialogue: 0,0:00:25.97,0:00:29.54,Default,,0000,0000,0000,,dan yang karyanya tidak pantas mendapatkan\Nbegitu banyak perhatian. Dialogue: 0,0:00:29.54,0:00:33.21,Default,,0000,0000,0000,,Orang sesukses Angelou atau Einstein\Ntergolong langka. Dialogue: 0,0:00:33.21,0:00:36.40,Default,,0000,0000,0000,,Sebaliknya, banyak sekali \Norang-orang yang merasa seperti penipu. Dialogue: 0,0:00:36.40,0:00:38.41,Default,,0000,0000,0000,,Mengapa banyak dari kita Dialogue: 0,0:00:38.41,0:00:40.59,Default,,0000,0000,0000,,terus merasa tidak pantas\Nmenerima prestasi Dialogue: 0,0:00:40.59,0:00:44.82,Default,,0000,0000,0000,,atau perhatian atas ide \Ndan kemampuan kita? Dialogue: 0,0:00:44.93,0:00:47.14,Default,,0000,0000,0000,,Psikolog Pauline Rose Clance Dialogue: 0,0:00:47.19,0:00:50.78,Default,,0000,0000,0000,,adalah orang pertama yang mempelajari \Nperasaan gelisah tidak beralasan ini. Dialogue: 0,0:00:50.78,0:00:52.47,Default,,0000,0000,0000,,Dalam pekerjaanya sebagai terapis, Dialogue: 0,0:00:52.47,0:00:55.48,Default,,0000,0000,0000,,ia memperhatikan bahwa\Nbanyak pasiennya yang berstatus mahasiswa Dialogue: 0,0:00:55.48,0:00:56.83,Default,,0000,0000,0000,,mengalami masalah yang sama. Dialogue: 0,0:00:56.85,0:00:58.68,Default,,0000,0000,0000,,Meski selalu mendapatkan nilai tinggi, Dialogue: 0,0:00:58.68,0:01:01.56,Default,,0000,0000,0000,,mereka merasa tidak layak\Nberada di kampus pilihan. Dialogue: 0,0:01:01.65,0:01:02.88,Default,,0000,0000,0000,,Beberapa bahkan percaya Dialogue: 0,0:01:02.88,0:01:05.05,Default,,0000,0000,0000,,mereka diterima\Nkarena kesalahan administrasi. Dialogue: 0,0:01:05.05,0:01:07.36,Default,,0000,0000,0000,,Clance sadar bahwa\Nketakutan ini tidak beralasan, Dialogue: 0,0:01:07.37,0:01:09.81,Default,,0000,0000,0000,,tetapi ia ingat \Npernah merasakan hal serupa Dialogue: 0,0:01:09.81,0:01:10.87,Default,,0000,0000,0000,,pada masa kuliah. Dialogue: 0,0:01:11.18,0:01:12.81,Default,,0000,0000,0000,,Clance dan pasiennya mengalami Dialogue: 0,0:01:12.81,0:01:15.02,Default,,0000,0000,0000,,suatu kondisi yang dikenal \Ndengan banyak nama Dialogue: 0,0:01:15.02,0:01:16.12,Default,,0000,0000,0000,,yakni fenomena penyemu, Dialogue: 0,0:01:16.12,0:01:17.66,Default,,0000,0000,0000,,pengalaman penyemu, Dialogue: 0,0:01:17.66,0:01:19.86,Default,,0000,0000,0000,,dan sindrom penyemu. Dialogue: 0,0:01:19.86,0:01:21.63,Default,,0000,0000,0000,,Bersama rekannya, Suzanne Imes, Dialogue: 0,0:01:21.69,0:01:24.06,Default,,0000,0000,0000,,Clance pertama kali meneliti kondisi ini Dialogue: 0,0:01:24.06,0:01:26.41,Default,,0000,0000,0000,,di kalangan dosen perempuan \Ndan mahasiswi. Dialogue: 0,0:01:26.41,0:01:30.18,Default,,0000,0000,0000,,Hasil penelitian menunjukkan\Nsindrom penyemu umum dialami partisipan. Dialogue: 0,0:01:30.18,0:01:31.64,Default,,0000,0000,0000,,Sejak itu, Dialogue: 0,0:01:31.64,0:01:34.38,Default,,0000,0000,0000,,fenomena ini ditemukan \Npada berbagai gender, Dialogue: 0,0:01:34.38,0:01:35.13,Default,,0000,0000,0000,,ras, Dialogue: 0,0:01:35.13,0:01:36.00,Default,,0000,0000,0000,,kelompok usia, Dialogue: 0,0:01:36.00,0:01:38.37,Default,,0000,0000,0000,,dan jenis pekerjaan. Dialogue: 0,0:01:38.37,0:01:41.42,Default,,0000,0000,0000,,Namun, kejadian ini lebih lazim\Ndan lebih besar pengaruhnya Dialogue: 0,0:01:41.42,0:01:44.76,Default,,0000,0000,0000,,bagi kaum minoritas\Ndan kaum kurang beruntung. Dialogue: 0,0:01:44.76,0:01:48.27,Default,,0000,0000,0000,,Dengan memakai kata 'sindrom',\Nkita meremehkan skala fenomena ini. Dialogue: 0,0:01:48.27,0:01:51.28,Default,,0000,0000,0000,,Fenomena ini bukan penyakit\Natau perilaku abnormal Dialogue: 0,0:01:51.28,0:01:53.86,Default,,0000,0000,0000,,dan tidak selalu berkaitan dengan depresi, Dialogue: 0,0:01:53.86,0:01:54.82,Default,,0000,0000,0000,,kecemasan, Dialogue: 0,0:01:54.82,0:01:56.36,Default,,0000,0000,0000,,atau rendahnya kepercayaan diri. Dialogue: 0,0:01:56.68,0:01:58.78,Default,,0000,0000,0000,,Lalu, mengapa fenomena ini bisa terjadi? Dialogue: 0,0:01:58.78,0:02:01.19,Default,,0000,0000,0000,,Orang-orang sukses dan berkemampuan tinggi Dialogue: 0,0:02:01.19,0:02:02.13,Default,,0000,0000,0000,,cenderung berpikir Dialogue: 0,0:02:02.13,0:02:03.61,Default,,0000,0000,0000,,orang lain sama seperti mereka. Dialogue: 0,0:02:03.62,0:02:07.18,Default,,0000,0000,0000,,Pikiran ini lalu berkembang menjadi\Nperasaan tidak layak akan penghormatan Dialogue: 0,0:02:07.18,0:02:09.64,Default,,0000,0000,0000,,dan kesempatan yang hanya diberikan \Nkepada mereka. Dialogue: 0,0:02:09.64,0:02:11.78,Default,,0000,0000,0000,,Dan seperti yang dialami\NAngelou dan Einstein, Dialogue: 0,0:02:11.78,0:02:13.51,Default,,0000,0000,0000,,jarang ada pujian Dialogue: 0,0:02:13.51,0:02:15.53,Default,,0000,0000,0000,,yang dapat membuat perasaan ini lenyap. Dialogue: 0,0:02:15.53,0:02:20.36,Default,,0000,0000,0000,,Perasaan ini tidak hanya dimiliki\Nmereka yang pintar saja. Dialogue: 0,0:02:20.36,0:02:24.37,Default,,0000,0000,0000,,Semua orang rentan mengalami fenomena \Nyang disebut ketidaksadaran pluralisik, Dialogue: 0,0:02:24.37,0:02:26.90,Default,,0000,0000,0000,,yaitu saat kita meragukan \Nkemampuan sendiri Dialogue: 0,0:02:26.90,0:02:29.55,Default,,0000,0000,0000,,dan percaya bahwa\Nperasaan ini hanya dirasakan sendiri, Dialogue: 0,0:02:29.55,0:02:31.27,Default,,0000,0000,0000,,karena tidak ada yang\Nmenyuarakannya. Dialogue: 0,0:02:31.27,0:02:34.97,Default,,0000,0000,0000,,Sulit untuk tahu\Nseberapa keras teman kita bekerja, Dialogue: 0,0:02:34.97,0:02:37.60,Default,,0000,0000,0000,,seberapa sulit pekerjaan tertentu baginya, Dialogue: 0,0:02:37.60,0:02:39.96,Default,,0000,0000,0000,,atau seberapa ragunya mereka\Npada diri sendiri, Dialogue: 0,0:02:39.96,0:02:42.60,Default,,0000,0000,0000,,sehingga tidak mudah bagi kita\Nuntuk mengabaikan pikiran Dialogue: 0,0:02:42.60,0:02:44.73,Default,,0000,0000,0000,,bahwa kita tidak semampu mereka. Dialogue: 0,0:02:44.73,0:02:46.64,Default,,0000,0000,0000,,Perasaan tidak layak yang kuat Dialogue: 0,0:02:46.64,0:02:49.12,Default,,0000,0000,0000,,dapat mencegah seseorang \Nuntuk berbagi ide menarik, Dialogue: 0,0:02:49.12,0:02:50.28,Default,,0000,0000,0000,,melamar pekerjaan, Dialogue: 0,0:02:50.28,0:02:52.66,Default,,0000,0000,0000,,atau mendaftar program \Nyang sanggup mereka jalani. Dialogue: 0,0:02:52.66,0:02:54.11,Default,,0000,0000,0000,,Sejauh ini, Dialogue: 0,0:02:54.11,0:02:56.61,Default,,0000,0000,0000,,cara paling ampuh untuk melawan \Nsindrom penyemu Dialogue: 0,0:02:56.61,0:02:58.15,Default,,0000,0000,0000,,adalah dengan membahasnya. Dialogue: 0,0:02:58.15,0:02:59.91,Default,,0000,0000,0000,,Banyak penderita khawatir Dialogue: 0,0:02:59.91,0:03:02.70,Default,,0000,0000,0000,,jika mereka meminta\Norang lain menilai kemampuan mereka, Dialogue: 0,0:03:02.70,0:03:04.54,Default,,0000,0000,0000,,ketakutan mereka akan menjadi nyata. Dialogue: 0,0:03:04.54,0:03:06.27,Default,,0000,0000,0000,,Terkadang, umpan balik positif pun Dialogue: 0,0:03:06.27,0:03:09.32,Default,,0000,0000,0000,,tidak dapat membuat perasaan ini hilang. Dialogue: 0,0:03:09.32,0:03:10.35,Default,,0000,0000,0000,,Akan tetapi, Dialogue: 0,0:03:10.35,0:03:12.22,Default,,0000,0000,0000,,perasaan ini dapat berkurang Dialogue: 0,0:03:12.22,0:03:16.12,Default,,0000,0000,0000,,jika kita tahu mentor kita\Npernah merasakan hal yang sama. Dialogue: 0,0:03:16.12,0:03:18.41,Default,,0000,0000,0000,,Demikian jika yang mengalami \Nadalah teman kita. Dialogue: 0,0:03:18.41,0:03:20.72,Default,,0000,0000,0000,,Bahkan, kita akan merasa lebih lega Dialogue: 0,0:03:20.72,0:03:22.70,Default,,0000,0000,0000,,hanya dengan mengetahui\Nnama kondisi ini. Dialogue: 0,0:03:22.70,0:03:24.19,Default,,0000,0000,0000,,Setelah itu, Dialogue: 0,0:03:24.19,0:03:26.62,Default,,0000,0000,0000,,sindrom ini dapat kita atasi Dialogue: 0,0:03:26.62,0:03:29.19,Default,,0000,0000,0000,,dengan mengumpulkan respons positif\Nlalu mengingatnya. Dialogue: 0,0:03:29.19,0:03:29.96,Default,,0000,0000,0000,,Seorang peneliti Dialogue: 0,0:03:29.96,0:03:32.86,Default,,0000,0000,0000,,yang terus menyalahkan diri \Nkarena percobaannya selalu gagal, Dialogue: 0,0:03:32.86,0:03:35.71,Default,,0000,0000,0000,,mulai mencatat penyebab setiap saat \Nterjadi kesalahan. Dialogue: 0,0:03:35.71,0:03:37.18,Default,,0000,0000,0000,,Lambat laun, ia menemukan bahwa Dialogue: 0,0:03:37.18,0:03:40.09,Default,,0000,0000,0000,,penyebab sebagian besar masalahnya\Nadalah peralatan yang rusak Dialogue: 0,0:03:40.09,0:03:42.15,Default,,0000,0000,0000,,dan ia mulai sadar \Nkalau nyatanya ia mampu. Dialogue: 0,0:03:42.15,0:03:45.20,Default,,0000,0000,0000,,Perasaan ini\Nmemang tidak bisa hilang total, Dialogue: 0,0:03:45.20,0:03:47.24,Default,,0000,0000,0000,,tetapi kita bisa mulai berbincang terbuka Dialogue: 0,0:03:47.24,0:03:50.26,Default,,0000,0000,0000,,tentang kesulitan akademis \Nataupun pekerjaan yang mendasarinya. Dialogue: 0,0:03:50.26,0:03:53.33,Default,,0000,0000,0000,,Semakin kita sadar\Nbahwa pengalaman ini umum terjadi, Dialogue: 0,0:03:53.33,0:03:56.34,Default,,0000,0000,0000,,mungkin kita bisa lebih jujur \Ntentang perasaan diri Dialogue: 0,0:03:56.34,0:03:57.89,Default,,0000,0000,0000,,dan membangun rasa percaya diri Dialogue: 0,0:03:57.89,0:03:59.44,Default,,0000,0000,0000,,berdasarkan kata-kata sederhana; Dialogue: 0,0:03:59.44,0:04:00.43,Default,,0000,0000,0000,,kita punya kelebihan Dialogue: 0,0:04:00.43,0:04:01.41,Default,,0000,0000,0000,,kita mampu, Dialogue: 0,0:04:01.41,0:04:02.52,Default,,0000,0000,0000,,dan kita layak.