YouTube

Got a YouTube account?

nou: permite crearea traducerilor și subtitrărilor de către spectatori pe canalul tău de YouTube!

Indonesian subtitrări

← David Goldblatt: A Monument to Apartheid in Fietas | Art21 "Extended Play"

Obține codul încorporat
7 Languages

Showing Revision 1 created 03/10/2019 by Muhammad Riandy.

  1. [DAVID GOLDBLATT] Kita dari Barat--
  2. Saat ini kita ke Selatan--
  3. Kita menuju
    ke sebelah kiri kota
  4. Ke perkampungan
    bernama Fietas.
  5. [Fietas berisikan
    beragam komunitas....
  6. dengan populasi
    India terbanyak.]
  7. [Selama apartheid
    penduduk harus direlokalisasi.]
  8. Nama asli tempat ini
    ialah Pageview,
  9. Tapi menjadi dikenal
    oleh penduduknya...
  10. dengan sebutan Fietas.
  11. Tak ada yang tahu
    asal nama tersebut
  12. Dan meski itu punya makna,
    apa pun itu
  13. Nama itu terdengar cocok.
  14. Saat aku mengambil gambar di tahun 76,
  15. Penduduk disini masih lengkap.
  16. Itu masjid di jalan 23.
  17. Rumah disini seperti
    beberapa rumah asli di India.
  18. Rumah itu dibangun
    oleh Departemen Pengembangan.
  19. Manusia hebat
    dalam menciptakan kata.
  20. Departemen Pengembangan Komunitas
    datang dan menggusur penduduk.
  21. Contohnya, ini dibangun
    oleh mereka.
  22. Dan sekarang,
    tertutup pagar tinggi.
  23. Seperti rumah
    di Johanesburg.
  24. Komunitas pekerja
    berkulit putih,
  25. Sebelah rumah tersebut,
  26. takut akan dipindahkan.
  27. Orang kulit putih tak ingin
    bersebelahan dengan kulit hitam.
  28. Sesederhana itu.
  29. Kejadian di sini
    juga terlihat...
  30. Hampir di tiap kota
    di Afrika Selatan.
  31. --[SALMA PATEL] Kau masuk dari belakang,
    dan dapat beli daging.
  32. Masa kecilku menyenangkan.
  33. Aku ingat David
    datang dengan sepeda.
  34. Datang dan mengayuh.
  35. Aku sempat berpikir,
    "Apa dia lakukan?"
  36. Aku sedang ke sekolah.
  37. Melihat dia memfoto
    reruntuhan.
  38. Saat kecil,
    ini adalah rumah,
  39. Aku tak begitu paham
    masalah pergusuran
  40. Karena rezim apartheid
    dan ideologi rasis
  41. Daerah ini jadi hancur.
  42. Museum ini jadi media
    memahami pergusuran...
  43. Hancurnya suatu
    keluarga dan komunitas
  44. Ini hasil foto
    Paul Weinberg.
  45. Paul dan aku sudah kenal lama.
  46. Dia selalu bersamaku,
    seperti David.
  47. Aku kenal mereka bertahun-tahun.
  48. Dua fotografer ini dermawan
  49. Mereka mendonasikan karyanya
    untuk Fiesta Museum.
  50. Tanpa karya mereka,
  51. takkan ada rekam gambar
    orang tuaku
  52. dan komunitasku.
  53. Ini Fourteenth Street
    di masa jayanya.
  54. Disini, terdapat elemen penting
    dalam kota maju.
  55. Terlihat lengkap, beragam,
    dan kompleks.
  56. Komunitas dengan budaya beragam.
  57. Ada konsep India bernama,
    "upar makaan neeche dukaan,"
  58. Artinya hidup berkecukupan di atas
    berdagang di lantai bawah.
  59. Langkah cerdas
    memanfaatkan ruang.
  60. Penduduk yang diusir
    dari daerah ini
  61. Khususnya di jalan ini
    adalah pedagang.
  62. [GOLDBLATT] Kulit hitam,
    kulit putih
  63. Berbagai macam orang
    datang
  64. belanja di sini
    di Fourteenth Street.
  65. Jalan di sini cukup sempit.
  66. Cara terbaik
    mengambil gambar
  67. Dengan mengendarai
    sepeda.
  68. Aku kemari dengan sepeda
    membawa dua tas
  69. Jadi aku dapat membawa
    kamera pemandangan,
  70. atau kamera saku,
  71. beberapa film, dan tripod ringan.
  72. Aku datang kemari dan foto
    penduduk, toko
  73. apa pun itu.
  74. Aku mulai kenal Ozzie Docrat,
  75. Salah satu pria India
    pemilik toko disini.
  76. Tokonya di pinggir
    jalan ini
  77. bernama "Subway Grocers."
  78. Jika ada pertandingan kriket
    laga internasional
  79. Dia akan taruh skor di luar
    di trotoar
  80. Jadi yang lain akan datang
    melihat skor pertandingan
  81. Dia kenal supir trem yang lewat.
  82. Supir tersebut selalu datang
  83. Dan masuk ke dalam sambil berkata
    "Ozzie, skormu salah!"
  84. "Lalu? itu sudah terpajang."
  85. Tokonya sangat populer
    dan dia dikenal penduduk.
  86. Dia tinggal di sini.
  87. Sebelah sini.
  88. Ini kerangka utama
    rumahnya.
  89. Itu adalah tiang pancang
    digunakan untuk tanki air.
  90. Saat penggusur datang...
  91. Menghancurkan semuanya
    pada tahun 1977.
  92. Itu tak dapat digusur.
  93. Karena itu tiang pancang.
  94. Itu tetap disitu sebagai
    monumen apertheid.
  95. Dia harus pindah ke Lenasia,
  96. Perkampungan orang India
    di pinggir kota
  97. Tempat itu menampung
    mereka yang tergusur.
  98. Pemerintah membangun "Oriental Plaza"--
  99. tempat perbelanjaan yang
    katanya akan...
  100. Mengganti pasar yang mereka
    hancurkan.
  101. Suatu hari,
    di Minggu pagi
  102. Aku kemari dengan sepeda
  103. dan ada Ozzie Docrat.
  104. Kami saling sapa,
    dan aku berkata,
  105. "Kau tahu Tn. Docrat,"
  106. "Saya sangat malu
    dengan kejadian disini.."
  107. "kepadamu
    sebagai pemilih berkulit putih."
  108. Lalu aku katakan,
    "Aku ada masalah,"
  109. "karena bagunan tersebut digusur
    aku tak ingat bentuknya lagi."
  110. Lalu dia bilang,
    "Tn. Goldblatt,"
  111. "Saya seperti
    dari dokter gigi,"
  112. "dan gigiku sudah dicabut."
  113. "Aku julurkan lidah
    di sekitar gigi itu,"
  114. "mencoba mengingat
    apa yang ada di situ."
  115. Itu pernyataan
    yang luar biasa.