YouTube

Got a YouTube account?

nou: permite crearea traducerilor și subtitrărilor de către spectatori pe canalul tău de YouTube!

Indonesian subtitrări

← Pendidikan dan pekerjaan bagi penyandang tuna rungu | Ruma Roka

Obține codul încorporat
34 Languages

Showing Revision 3 created 06/11/2015 by Clara Utami.

  1. tidak mengerti apa yang saya maksud,bukan?
  2. (tertawa)
  3. Demikianlah 63 juta orang tuna rungu di India
  4. yang mengalami ini tahun demi tahun, hari demi hari
  5. mencoba untuk memahami dunia yang tidak dapat mereka dengar
  6. Amat kurangnya kesadaran dan stigma sosial
  7. saat memiliki seorang anak yang memiliki kemampuan berbeda
  8. Para orang tua pontang-panting
  9. mencoba untuk memahami bagaima membesarkan anak mereka
  10. Dan mereka diberitahu, "Meskipun anakmu tidak bisa mendengar,
  11. kotak suaranya baik-baik saja.
  12. Tidak ada yang salah dengan pita suaranya
  13. dan pada akhirnya dia bisa diajari untuk bicara
  14. Disanalah dimulai perjalanan yang memakan waktu bertahun-tahun untuk mencoba mengajari
  15. bocah kecil ini bagaimana mengucapkan kata yang tidak dapat ia dengar.
  16. Bahkan dalam keluarganya, bocah kecil ini ingin
  17. berkomunikasi dengan orang tuanya.
  18. Dia ingin ambil bagian dalam percakapan dalam keluarga.
  19. Tapi ia tidak bisa, Dan ia tidak mengerti mengapa tidak ada seorang pun yang mendengarknannya.
  20. Jadi dia merasa terpencil dan ditanggalkan
  21. Salah satu keterampilan penting yang diperlukan ketika ia tumbuh.
  22. Dia pergi ke sekolah berpikir, "Baiklah, semoga segalanya akan berbeda."
  23. Dan dia menemukan bahwa guru-gurunya hanya membuka dan mentup mulut
  24. dan menulis hal-hal aneh di papan tulis.
  25. Tanpa mengerti, karena ia tidak bisa mendengar,
  26. ia menyalin semuanya, menumpahkannya kembali pada saat ujian
  27. dan dengan hafalan dan beberapa nilai belas kasihan, ia menyelesaikan sekolah, di kelas sepuluh,
  28. Bagaimana peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan?
  29. Disinilah anak yang sebenarnya tidak mendapatkan pendidikan yang sesungguhnya.
  30. Kata-kata visual, kosa katanya tiga puluh hingga empat puluh kata.
  31. Dia rapuh secara emosional, dia mungkin marah pada seluruh dunia pula,
  32. yang telah, menurutnya telah secara sistematis membuatnya cacat
  33. Dimana dia bekerja?
    Pekerjaan-pekerjaan kasar yang tidak mebutuhkan keterampilan
  34. seringkali dalam kondisi yang sangat abusif
  35. Itulah dimana perjalanan "kelahiran" saya dimulai pada tahun 2004. Saya tidak memiliki, seperti yang dikatakan Kelly,
  36. Saya tidak memiliki anggota keluarga tuna rungu.
  37. Hanya ketertarikan yang aneh, dan tanpa pemikiran rasional.
  38. Saya melompat ke dalam dunia ini dan mempelajari bahasa isyarat.
  39. Pada saat itu, hal itu adalah sesuatu yang menantang.
    Tidak ada yang mau ... Tidak ada yang tampaknya mengerti ...
  40. "Apa yang hendak kamu pelajari itu, Ruma?
    Apakah itu sebuah bahasa?"
  41. Bagaimanapun, mempelajari bahasa isyarat membuka kehidupan saya kepada komunitas ini
  42. yang bisu secara lahiriah, namun penuh
  43. dengan semangat dan kengintahuan sebagai pembelajar visual.
  44. Dan saya mendengar cerita-cerita mereka tentang apa yang ingin mereka lakukan.
  45. Dan setahun kemudian, pada tahun 2005, dengan tabungan kecil sejumlah 5 ribu dolar
  46. dari polis asuransi, saya memulai pusat kegiatan ini
  47. di dalan sebuah flat dua kamar berukuran kecil dengan hanya enam orang murid
  48. dan saa mengajari mereka Bahasa Inggris dalam bahasa isyarat.
  49. Tantangannya, kebutuhan mendesak pada saat itu adalah,
  50. bagaimana saya bisa membawa anak-anak yang hanya lulus dari sekolah menengah
  51. ke dalam dunia kerja nya di perusahan-perusahaan?
  52. pekerjaan -pekerjaan yang terhormat, pekerjaan-pekerjaan yang dapat membuktikan bahwa tuna rungu bukan berarti bodoh?
  53. Jadi, tantangannya amat besar. Para tuna rungu berada dalam kondisi ini selama bertahun-tahun
  54. dan tahun-tahun yang membosankan dan gelap.
  55. Mereka perlu percaya pada diri mereka sendiri.
    Para orang tua perlu diyakinkan
  56. bahwa anak ini tidak tuli dan dungu
  57. dan doa mampu berdiri di atas kakinya sendiri.
  58. Tapi yang terpenting
  59. Akankah pemberi kerja memperkerjakan seseorang yang tidak bisa bicra
  60. tidak bisa mendengar, dan amat banyak yang tidak bisa membaca ataupun menulis juga?
  61. Saya duduk bersama dengan beberapa rekan dari dunia industri
  62. dan saya membagukan cerita saya tentang apa artinya menjadi tuna rungu.
  63. Dan saya paham bahwa ada beberapa bagian dalam perusahaan
  64. dimana tuna rungu dapat bekerja, tuna rungudapat bekerja sebagai nilai tambah yang sangat tinggi.
  65. Dan dengan sumber daya yang terbatas kami menciptakan
  66. kurikulum pelatihan vokasional pertama untuk tuna rungu di negara ini.
  67. Mencari pelatih adalah satu masalah. Maka saya melatih anak-anak tuna rungu saya,
  68. murid-murid saya, untuk menjadi guru-guru bagi kaum tuna rungu.
  69. Dan tugas itu mereka lakukan dengan tanggung jawab dan rasa bangga yang besar.
  70. Begitupun, para pemberi kerja menanggapi dengan skeptis. Pendidikan, kualifikasi, lulusan kelas 10.
  71. "Tidak, tidak , tidak Ruma,
    kami tidak bisa mempekerjakan dia."
  72. Itu adalah sebuah masalah besar.
  73. "Dan bahkan jika kami mempekerjakan dia,
  74. bagaimana kami bisa berkomunikasi dengannya? Ia tidak bisa membaca, menulis.
  75. Tidak bisa mendengar/bicara."
  76. Saya hanya memberi tahu mereka, "Saya mohon, bisakah kita melakukan ini satu langkah demi satu langkah?
  77. Anda tahu, dapatkah kita fokus pada apa yang bisa kita lakukan?
  78. Dia seorang dengan kemampuan visual yang hebat.
    Dia dapat bekerja. Dan ...
  79. dan jika ini berhasil dengan baik, atau jika tidak,
    paling tidak kita tahu hasilnya."
  80. Saat ini saya ingin berbagi sebuah cerita tentang Vishu Kapoor.
  81. Dia datang pada kami pada tahun 2009 tanpa kemampuan berbahasa apa pun sama sekali.
  82. Dia bahkan tidak tahu bahasa isyarat.
  83. Semua yang ia lihat, yang diproses dalam otaknya adalah melalui matanya.
  84. Ibunya putus asa dan ia berkata,
  85. "Ruma, bolehkah saya menitipkan dia di pusat kegiatanmu selama dua jam?
  86. Saya kesulitan menangani dia,
  87. kamu tahu bagaimana menangani dia 24 jam dalam sehati."
  88. Jadi saya menjawab, "Ya. Baiklah"
  89. (tepuk tangan)
  90. ya, perubahan itu mungkin.
  91. Terima kasih banyak.
  92. (tepuk tangan)
  93. Dan
  94. Terima kasih banyak