Return to Video

Bagaimana proses rekrutmen bisa menunjukkan sisi terbaik orang-orang

  • 0:00 - 0:02
    Wawancara pekerjaan tradisional
  • 0:02 - 0:06
    sebenarnya hanya interogasi satu sisi
    bertekanan tinggi,
  • 0:06 - 0:10
    hampir pasti menciptakan
    tekanan psikologis yang signifikan.
  • 0:10 - 0:13
    Ironisnya, prosedur tersebut
  • 0:13 - 0:16
    bisa menyembunyikan
    potensi seseorang yang sebenarnya,
  • 0:16 - 0:18
    menyebabkan terlewatnya banyak orang
  • 0:18 - 0:20
    yang bisa menjadi karyawan baik.
  • 0:20 - 0:23
    Kita perlu cara lain untuk
    mewawancarai dan menyaring kandidat.
  • 0:23 - 0:26
    Cara yang mengungkapkan
    potensi dan talenta tersembunyi.
  • 0:26 - 0:28
    [Cara Kita Bekerja]
  • 0:29 - 0:30
    [Didukung oleh Dropbox]
  • 0:30 - 0:33
    12 tahun silam, saya mendirikan CY,
  • 0:33 - 0:34
    pusat panggilan outsourcing
  • 0:34 - 0:37
    yang dikelola oleh orang terpinggir.
  • 0:37 - 0:40
    Lebih dari setengah
    dari ratusan karyawan kami
  • 0:40 - 0:42
    adalah penyandang cacat parah.
  • 0:42 - 0:45
    Yang lain berasal dari populasi
    yang kurang beruntung
  • 0:45 - 0:46
    atau hanya menderita kecemasan,
  • 0:46 - 0:48
    kurang harga diri dan percaya diri.
  • 0:48 - 0:52
    Masalah yang perlu saya selesaikan
    ketika kami mulai adalah
  • 0:52 - 0:54
    wawancara dan penyaringan tradisional,
  • 0:54 - 0:56
    terutama untuk posisi karyawan baru,
  • 0:56 - 0:58
    cenderung lebih memilih orang
  • 0:58 - 1:01
    yang bekerja baik di bawah tekanan tinggi.
  • 1:01 - 1:05
    Jika Anda menyeleksi untuk
    angkatan laut AS, saya bisa mengerti,
  • 1:05 - 1:08
    tapi kapasitas untuk berfungsi
    di bawah paksaan kerja
  • 1:08 - 1:13
    sangat tidak masuk akal
    jika pekerjaannya hanyalah mengisi laci
  • 1:13 - 1:17
    atau melipat kaus, kecuali, tentu,
    pada hari Black Friday.
  • 1:17 - 1:19
    Clara adalah contoh yang klasik.
  • 1:19 - 1:20
    Kami bertemu di awal berdirinya CY
  • 1:20 - 1:23
    ketika dia menunggu
    untuk wawancara kerja.
  • 1:23 - 1:26
    Clara berumur 25 tahun,
    memiliki kelumpuhan otak
  • 1:26 - 1:27
    dan dibantu alat jalan.
  • 1:27 - 1:29
    Dia terlihat agak gugup,
  • 1:29 - 1:32
    tapi dia mudah disukai, pintar,
    dan banyak bicara.
  • 1:32 - 1:35
    Tak lama kemudian,
  • 1:35 - 1:37
    pewawancaranya mengatakan
    kepada saya bahwa dia gagal
  • 1:37 - 1:40
    karena dia tidak bisa
    menyatukan dua kata bersamaan.
  • 1:40 - 1:42
    Filosofi penyaringan
  • 1:42 - 1:47
    dari "mari pilih karyawan kita
    dengan melihat sisi terburuk mereka,"
  • 1:47 - 1:49
    tidak hanya melewatkan
    penyandang disabilitas,
  • 1:49 - 1:53
    tapi juga siapa pun yang kemampuannya
    menurun di bawah tekanan.
  • 1:53 - 1:55
    Kami mengembangkan
    proses seleksi berkebalikan
  • 1:55 - 1:57
    untuk mencari potensi.
  • 1:57 - 1:58
    Seperti namanya,
  • 1:58 - 2:01
    kami melakukan berbagai hal
    dengan cara yang berkebalikan
  • 2:01 - 2:03
    dari cara tradisional.
  • 2:03 - 2:07
    Dalam konteks, jika Anda ingin menilai
    potensi kandidat yang sebenarnya,
  • 2:07 - 2:11
    lihat bagaimana mereka bekerja
    dalam keadaan terbaiknya, bukan terburuk,
  • 2:11 - 2:14
    bagi kita adalah
    ketika tenang dan santai,
  • 2:14 - 2:15
    bukan stres dan cemas.
  • 2:15 - 2:19
    Jadi, buatlah prosedur penyeleksian
    yang khusus
  • 2:19 - 2:23
    agar emosi para kandidat
    menjadi senyaman mungkin.
  • 2:23 - 2:25
    Tiga contoh cara mencapainya.
  • 2:25 - 2:28
    Kurangi rasa cemas dan was-was.
  • 2:28 - 2:31
    Mulailah dengan menghapus
    seluruh atmosfer interogasi.
  • 2:31 - 2:35
    Pewawancara harus menganggap dirinya
    sebagai tuan rumah,
  • 2:35 - 2:37
    menjadi ramah dan terbuka.
  • 2:37 - 2:39
    Pilih lingkungan yang kondusif
  • 2:39 - 2:41
    untuk membuat kandidat merasa nyaman
  • 2:41 - 2:44
    seperti membuat ruang wawancara
    terlihat seperti ruang tamu.
  • 2:44 - 2:46
    Orang merasa paling percaya diri
    saat membicarakan
  • 2:46 - 2:49
    hal-hal yang mereka ketahui dan sukai.
  • 2:49 - 2:52
    Jadi, kita meminta kandidat
    untuk mengisi kuesioner
  • 2:52 - 2:53
    tentang hobi mereka,
  • 2:53 - 2:55
    dan wawancara bisa dimulai dari hal itu
  • 2:55 - 2:58
    agar kandidat bisa menunjukkan
    kemampuan verbalnya,
  • 2:58 - 3:00
    kelebihan, dan kepribadian.
  • 3:00 - 3:03
    Nilailah kemampuan
    dengan situasi kehidupan sehari-hari
  • 3:03 - 3:05
    yang familier dengan para kandidat.
  • 3:05 - 3:09
    Sebagai contoh, posisi sales
    membutuhkan kemampuan persuasi.
  • 3:09 - 3:11
    Jadi, ajak kandidat untuk memerankan
  • 3:11 - 3:13
    cara mereka memersuasi tetangga
  • 3:13 - 3:15
    untuk membayar biaya tambahan
  • 3:15 - 3:17
    untuk renovasi lobi mereka.
  • 3:17 - 3:20
    Apakah Anda mencari negosiasi
    yang keras dan sulit?
  • 3:20 - 3:22
    Ajak kandidat untuk mendeskripsikan
  • 3:22 - 3:24
    bagaimana mereka
    akan membujuk seorang remaja
  • 3:24 - 3:27
    agar tidak melihat ponsel
    saat makan malam keluarga.
  • 3:28 - 3:30
    Bantu mereka untuk berpindah
    dari titik kemacetan
  • 3:30 - 3:33
    untuk melihat bagaimana mereka
    beradaptasi dan belajar.
  • 3:33 - 3:35
    Dalam proses seleksi berkebalikan,
  • 3:35 - 3:37
    kami menawarkan kandidat tiga garis besar.
  • 3:37 - 3:39
    Kami menyebutnya,
    "Siapa Mau Menjadi Karyawan?"
  • 3:39 - 3:41
    Jika kandidat menanyakan petunjuk,
  • 3:41 - 3:44
    pewawancara akan memberi
    beberapa argumen yang benar
  • 3:44 - 3:47
    dan mengajak kandidat
    untuk memainkan skenarionya
  • 3:47 - 3:51
    untuk melihat kemampuan mereka
    dalam menyerap dan menjelaskan hal itu.
  • 3:52 - 3:54
    Menemukan potensi
    orang-orang yang sebenarnya
  • 3:54 - 4:00
    menghasilkan perusahaan dan karyawan
    yang bahagia, beragam, dan sukses.
  • 4:00 - 4:02
    Masih ingat Clara?
    Kami mempekerjakan dia.
  • 4:02 - 4:04
    Dia perlahan menjadi lebih baik
  • 4:04 - 4:06
    sampai dia mencapai target panggilan
    selama satu jam,
  • 4:06 - 4:09
    dan dia terus menjadi lebih baik.
  • 4:09 - 4:11
    Sekarang, Clara menjadi pembicara
  • 4:11 - 4:15
    tentang bagaimana beberapa tahun lalu,
    semua orang, termasuk dirinya,
  • 4:15 - 4:17
    percaya bahwa dia tak punya
    potensi apa pun.
  • 4:17 - 4:20
    Sebuah pekerjaan lebih dari sekadar gaji,
  • 4:20 - 4:23
    terutama untuk populasi
    yang terpinggirkan.
  • 4:23 - 4:27
    Dengan menemukan dan merekrut
    orang yang biasanya kita abaikan,
  • 4:27 - 4:29
    perusahaan Anda akan diuntungkan,
  • 4:29 - 4:32
    dan Anda juga benar-benar
    mengubah hidup orang.
  • 4:32 - 4:36
    Peluang untuk menang bersama mereka
    ada di sekitar Anda.
  • 4:36 - 4:38
    Pastikan Anda meraihnya.
Title:
Bagaimana proses rekrutmen bisa menunjukkan sisi terbaik orang-orang
Speaker:
Gil Winch
Description:

Wawancara pekerjaan tradisional adalah interogasi yang penuh tekanan dan sering mengucilkan populasi terpinggirkan. Inilah cara bagaimana psikolog dan pengusaha Gil Winch mengatakan bahwa kita bisa memikirkan kembali proses perekrutan, pelatihan, dan orientasi yang memungkinkan orang untuk menunjukkan potensi mereka yang sebenarnya.

more » « less
Video Language:
English
Team:
TED
Project:
TEDTalks
Duration:
04:37

Indonesian subtitles

Revisions