Indonesian feliratok

← Ubah cerita Anda, ubah hidup Anda

Beágyazókód kérése
34 Languages

Showing Revision 16 created 03/11/2020 by Ade Indarta.

  1. Saya akan bercerita
    tentang sebuah surel
  2. yang saya terima baru-baru ini.
  3. Saya punya kotak masuk yang tidak biasa
  4. karena saya seorang terapis
  5. dan saya kolumnis rubrik saran
    berjudul "Halo Terapis,"
  6. jadi Anda bisa bayangkan apa isinya.
  7. Saya sudah membaca ribuan
    surat yang sangat pribadi
  8. dari orang-orang asing
    di seluruh dunia.
  9. Kisaran topiknya ada
    patah hati dan kehilangan,
  10. hingga pertengkaran dengan
    orangtua atau saudara.
  11. Saya simpan semua itu
    dalam folder dalam komputer
  12. dan saya beri nama
    "Masalah dengan Hidup."
  13. Saya terima surel ini,
    saya terima banyak surel seperti ini,
  14. dan saya sejenak ingin membawa Anda
    ke dunia saya
  15. dan membacakan salah satu suratnya.
  16. Beginilah suratnya.
  17. "Halo Terapis,

  18. saya telah menikah selama 10 tahun
  19. dan semua baik-baik saja
    sampai beberapa tahun yang lalu.
  20. Itu saat suami saya tidak mau
    hubungan seks sesering dulu,
  21. sekarang kita hampir tidak pernah."
  22. Pasti kalian tidak menyangka.
  23. (Tertawa)

  24. "Nah, semalam saya menemukan
    bahwa sudah beberapa bulan,

  25. dia diam-diam menelepon seorang
    wanita di kantornya
  26. malam-malam dengan durasi panjang.
  27. Saya google dia, dan dia cantik.
  28. Saya tidak percaya ini terjadi.
  29. Ayah saya selingkuh dengan
    rekan kerjanya saat saya muda
  30. dan itu menghancurkan keluarga saya.
  31. Sudah pasti, saya sangat hancur.
  32. Jika saya bertahan,
  33. saya tidak akan bisa
    percaya suami saya lagi.
  34. Tapi saya tidak mau anak saya
    mengalami perceraian,
  35. situasi ibu tiri, dll.
  36. Saya harus apa?"
  37. Nah, apa yang Anda pikir
    dia harus lakukan?

  38. Jika Anda mendapat ini,
  39. Anda mungkin berpikir betapa
    pedihnya perselingkuhan.
  40. Atau mungkin betapa pedih
    khususnya di kasus ini
  41. karena pengalamannya tumbuh
    dengan ayah yang selingkuh.
  42. Dan seperti saya, Anda mungkin
    berempati pada perempuan ini,
  43. dan mungkin Anda punya,
  44. bagimana ya, menyampaikannya,
  45. sebut saja perasaan yang
    "tidak-terlalu-enak" untuk suaminya.
  46. Hal-hal itu juga yang ada
    di pikiran saya,

  47. waktu membaca
    surat-surat seperti ini.
  48. Tapi saya harus sangat hati-hati
    ketika membalas surat-surat ini
  49. karena saya tahu dari tiap surat,
    saya hanya dapat cerita tertentu
  50. dari penulis tertentu.
  51. Dan bahwa versi lain dari cerita ini
    juga masih ada.
  52. Selalu ada.
  53. Dan saya tahu ini
  54. karena dari pengalaman saya
    sebagai terapis,
  55. kita semua bukanlah narator
    yang dapat dipercaya.
  56. Saya bukan.
  57. Anda bukan.
  58. Dan semua orang yang Anda tahu.
  59. Mungkin seharusnya saya tidak
    bilang itu
  60. karena Anda akan meragukan
    TED Talk saya sekarang.
  61. Maksudnya bukan
    kita sengaja menyesatkan.

  62. Kebanyakan orang menyampaikan
    hal-hal yang benar,
  63. hanya dari sudut pandang mereka
    saat itu saja.
  64. Tergantung dari apa
    yang ditekankan atau dikurangi,
  65. apa yang tetap ada,
    apa yang dihapus,
  66. apa yang mereka lihat dan
    mau ditunjukkan,
  67. mereka bercerita dalam
    satu cara tertentu.
  68. Psikolog Jerome Bruner mendeskripsikannya
    dengan apik -- katanya,
  69. "Bercerita, tidak dapat menghindar dari
    mengambil sikap moral."
  70. Kita semua hidup dengan
    cerita tentang hidup kita.
  71. Pilihan-pilihan kita,
    kesalahan-kesalahan,
  72. perlakuan kita pada seseorang --
  73. karena pastinya, mereka layak --
  74. mengapa kita diperlakukan seperti itu --
  75. meski sebetulnya kita tidak layak.
  76. Cerita adalah cara
    kita memahami hidup.
  77. Tapi apa yang terjadi kalau
    hal yang kita ceritakan

  78. menyesatkan atau tidak lengkap
    atau salah total?
  79. Bukannya menjelaskan,
  80. semua cerita ini malah
    menghambat kita.
  81. Kita berpikir keadaanlah
    yang membentuk cerita kita.
  82. Tapi saya malah sering menemukan
  83. sebaliknya dalam pekerjaan saya.
  84. Cara kita bercerita tentang hidup kita
    membentuk keadaan kita.
  85. Inilah bahayanya cerita kita,
  86. karena mereka bisa mengacaukan,
  87. tapi ini juga kekuatannya.
  88. Karena itu artinya, kalau
    kita mengubah cerita kita,
  89. kita bisa mengubah hidup kita.
  90. Sekarang saya ingin tunjukkan caranya.
  91. Saya sudah bilang saya ini terapis.

  92. dan betulan, saya tidak sedang menjadi
    narator meragukan.
  93. Tapi ketika, misalnya,
    saya lagi di pesawat.
  94. dan seseorang bertanya pekerjaan saya,
  95. Biasanya saya bilang saya penyunting.
  96. Saya bilang begitu karena
    kalau saya jawab terapis,
  97. saya dapat tanggapan aneh, seperti
  98. "Ooh, terapis.
  99. Kamu bakal mem-psikoanalisis saya dong?"
  100. Saya berpikir, "A: tidak,
  101. dan B: kenapa di sini?
  102. Jika saya jawab ginekolog,
  103. Anda akan bertanya apa
    saya akan memeriksa pelvis Anda?
  104. (Tertawa)

  105. Tapi, alasan utama saya bilang penyunting

  106. karena itu memang benar.
  107. Pekerjaan terapis adalah
    membantu orang menyunting,
  108. dan menariknya tentang
    peran saya di Halo Terapis
  109. adalah saya tidak hanya
    menyunting satu orang.
  110. Saya berusaha mengajari seluruh pembaca
    cara menyunting,
  111. dengan contoh satu surat per minggu.
  112. Saya berpikir hal-hal seperti,
  113. "Materi apa yang belum dibahas?"
  114. "Protagonisnya maju, atau berputar
    di situ-situ saja,
  115. pemeran pembantunya penting atau
    hanya pengalih isu saja?"
  116. "Alur utamanya punya tema?"
  117. Dan yang saya perhatikan
  118. cerita kebanyakan orang
    berputar-putar antara dua tema.
  119. Yang pertama adalah kebebasan,

  120. yang kedua adalah perubahan.
  121. Dan ketika menyunting,
  122. saya mulai dari tema-tema ini.
  123. Mari sejenak kita lihat
    tentang kebebasan.
  124. Cerita kita tentang kebebasan
    kira-kira begini:
  125. kita percaya, secara umum,
  126. kalau kita punya
    banyak sekali kebebasan.
  127. Kecuali saat kita menghadapi masalah,
  128. yang membuat kita merasa
    tidak bebas sama sekali.
  129. Kebanyakan cerita kita tentang
    perasaan terjepit, kan?
  130. Kita terbelenggu oleh keluarga,
    oleh pekerjaan,
  131. hubungan, masa lalu.
  132. Terkadang, kita malah membelenggu
    dan menyiksa diri --
  133. Saya yakin kalian tahu cerita sejenis.
  134. "Hidup orang lain
    lebih baik dari hidupku,"
  135. gara-gara media sosial.
  136. Cerita "saya palsu,"
    cerita "saya tidak bisa dicintai,"
  137. cerita "saya tidak akan
    pernah berhasil."
  138. "Kalau saya bilang, 'Hei, Siri,'
    dan tidak ada jawaban
  139. berarti dia benci sama saya."
  140. Ya 'kan? Bukan cuma saya.
  141. Perempuan yang menulis surat itu,
  142. juga merasa terbelenggu.
  143. Kalau tinggal dengan suaminya,
    tidak akan bisa percaya lagi,
  144. kalau dia pergi,
    anak-anaknya menderita.
  145. Ada satu kartun yang menurut saya
    adalah contoh paling pas

  146. tentang apa yang sebenarnya
    terjadi dalam cerita ini.
  147. Kartunnya menunjukkan napi
    menggoyang jeruji besi,
  148. ingin sekali keluar dari penjara.
  149. Tapi sisi kanan dan kirinya terbuka.
  150. Tidak ada jeruji.
  151. Dan narapidananya tidak dipenjara.
  152. Itulah kebanyakan kita.
  153. Kita merasa terpenjara,
  154. di penjara perasaan kita.
  155. Tapi kita tak mengitari
    jerujinya agar bebas
  156. karena kita tahu akan ada hal lain.
  157. Kebebasan datang dengan tanggung jawab.
  158. Kalau kita bertanggung jawab
    atas peran kita dalam cerita,
  159. kita mungkin akan perlu berubah.
  160. Dan itu adalah tema umum lain
    yang sering saya temukan: perubahan.

  161. Cerita-ceritanya seperti ini:
  162. seseorang bilang, "saya mau berubah."
  163. Tetapi yang dia maksud adalah,
  164. "Saya mau salah satu karakter
    di cerita saya berubah."
  165. Terapis menjabarkan dilema ini:
  166. "Kalau ratu itu cowok,
    dia akan jadi raja."
  167. Maksudnya --
  168. (Tertawa)

  169. Tidak masuk akal, kan?

  170. Mengapa kita tidak mau protagonisnya,
  171. tokoh utama cerita kita yang berubah?
  172. Ini mungkin karena, perubahan itu,
  173. walaupun sangat-sangat positif,
  174. juga membawa beberapa kehilangan.
  175. Kehilangan hal yang familiar.
  176. Bahkan kalau hal itu tidak menyenangkan
    atau benar-benar menyiksa,
  177. minimal kita tahu
    karakter, situasi, dan alurnya,
  178. sampai ke dialog yang
    berulang-ulang di cerita ini.
  179. "Kamu gak pernah mencuci!"
  180. "Terakhir kali sudah!"
  181. "Oh ya? Kapan?"
  182. Ada hal aneh tapi membuat nyaman
  183. dari mengetahui bagaimana ceritanya
    akan berlanjut
  184. setiap saat.
  185. Menulis bab baru
    berarti bertualang ke hal yang asing.

  186. Berarti memandang halaman kosong.
  187. Dan setiap penulis akan bilang,
  188. tidak ada yang lebih mengerikan
    selain halaman kosong.
  189. Tapi begini.
  190. Begitu kita sunting cerita kita,
  191. bab berikutnya jadi
    lebih mudah untuk ditulis.
  192. Kita selalu berbicara
    tentang mengetahui diri kita sendiri.
  193. Tapi sebagian dari mengetahui diri,
    adalah melupakan diri.
  194. Menanggalkan satu versi cerita yang
    terus-menerus kita ceritakan
  195. agar kita dapat sungguhan hidup,
  196. bukannya hidup dalam
    cerita yang kita ceritakan
  197. tentang hidup.
  198. Begitulah bagaimana kita berjalan
    memutari jerujinya.
  199. Saya ingin kembali ke surat
    yang tadi, tentang perselingkuhan.

  200. Dia bertanya apa yang harus dia lakukan.
  201. Saya punya kata ini
    ditempelkan di kantor saya:
  202. ultracrepidarianism (sok tahu).
  203. Kebiasaan memberi saran dan pendapat
    di luar pengetahuan dan kompetensi.
  204. Kata yang bagus, kan?
  205. Bisa digunakan dalam berbagai konteks,
  206. pasti akan sering Anda gunakan
    setelah ini.
  207. Saya gunakan karena mengingatkan saya
    bahwa sebagai terapis,
  208. Saya bisa membantu orang
    tahu keinginan mereka,
  209. tapi saya tak bisa
    menentukan pilihan hidup mereka.
  210. Hanya Anda yang bisa
    menulis cerita Anda,
  211. dan yang diperlukan hanya
    alat bantuan.
  212. Jadi yang mau saya lakukan

  213. adalah menyunting surat ini
    bersama-sama, di sini,
  214. sebagai cara menunjukkan
    bagaimana kita merevisi cerita kita.
  215. Dan saya ingin mulai
    dengan meminta Anda
  216. memikirkan suatu cerita yang Anda
    ceritakan kepada Anda sendiri saat ini
  217. yang mungkin rasanya tidak enak.
  218. Bisa tentang hal yang Anda alami,
  219. bisa tentang seseorang dalam hidup Anda,
  220. atau tentang diri Anda sendiri.
  221. Dan coba Anda lihat
    para pemeran pembantunya.
  222. Siapa saja orang yang membantu Anda
  223. menguatkan versi salah cerita ini?
  224. Misalnya, jika penulis surat tadi
    menceritakan

  225. apa yang terjadi pada temannya,
  226. mungkin mereka akan menawarkan
    "kasih sayang idiot."
  227. Dalam kasih sayang idiot,
    kita ikuti saja ceritanya,
  228. kita bilang, "Kamu benar, itu tidak adil,"
  229. ketika seorang teman memberitahu
    dia tidak dapat kenaikan pangkat,
  230. walaupun kita tahu hal ini
    sudah sering terjadi
  231. karena dia kurang berusaha,
  232. dan mungkin dia juga
    mencuri alat tulis.
  233. (Tertawa)

  234. Kita bilang, "Ya, kamu benar,
    dia brengsek,"

  235. ketika teman kita diputuskan
    oleh pacarnya,
  236. walaupun kita tahu
    ada hal-hal
  237. cara dia bersikap dalam
    hubungan itu,
  238. seperti terus mengiriminya pesan
    atau menggeledah lacinya,
  239. yang mengakibatkan hal ini.
  240. Kita lihat masalahnya, misalnya,
  241. kalau ada perkelahian
    setiap Anda datang ke bar,
  242. mungkin Anda masalahnya.
  243. (Tertawa)

  244. Untuk menjadi penyunting yang baik,
    kita perlu kebijakan dan rasa sayang,

  245. bukan hanya kepada teman, tapi
    ke diri sendiri.
  246. Ini yang disebut --
    Saya rasa istilah teknisnya adalah --
  247. "memberi bom kebenaran
    dengan belas kasih."
  248. Dan bom ini penuh belas kasih,
  249. karena membantu kita melihat
    cerita mana yang kita hiraukan.
  250. Kenyataannya,

  251. kita tidak tahu apakah suami wanita ini
    berselingkuh,
  252. atau mengapa kehidupan seksual
    mereka berubah dua tahun lalu,
  253. atau tentang apa telepon
    di tengah malam itu.
  254. Dan bisa saja
    karena riwayatnya dia,
  255. dia menulis satu
    cerita pengkhianatan,
  256. tapi mungkin ada hal lain
  257. yang dia tidak ingin
    saya, di suratnya,
  258. atau dirinya sendiri, lihat.
  259. Seperti bapak tadi
    yang mengikuti tes Rorschach.
  260. Kalian tahu tes Rorschach?
  261. Seorang psikolog menunjukkan pola tinta
    seperti ini
  262. dan bertanya, "Apa yang Anda lihat?"
  263. Orangnya melihat
    tintanya dan berkata,
  264. "Pastinya saya tidak melihat darah."
  265. Pengujinya berkata,
  266. "Baik, beritahu apa lagi
    yang pasti Anda tidak lihat."
  267. Dalam tulisan, ini disebut
    sudut pandang.
  268. Apa yang naratornya tidak ingin lihat?
  269. Saya ingin membacakan satu surat lagi.

  270. Dan suratnya adalah seperti ini.
  271. "Halo Terapis,

  272. tolong bantu saya dengan istri saya.
  273. Semua tindakan saya
    membuatnya kesal.
  274. bahkan hal kecil, seperti suara
    saya mengunyah.
  275. Waktu sarapan,
  276. saya bahkan melihat dia diam-diam
    menambahkan susu di granola saya
  277. agar tidak terlalu garing."
  278. (Tertawa)

  279. "Saya merasa dia penuh kritik setelah
    ayah saya meninggal dua tahun lalu.

  280. Saya dekat sama ayah saya,
  281. dan ayahnya pergi waktu dia
    masih kecil,
  282. jadi dia tidak dapat mengerti
    apa yang saya alami.
  283. Ada teman kerja saya yang
    menjadi yatim beberapa bulan lalu,
  284. dan dapat memahami kedukaan saya.
  285. Saya ingin bisa bicara dengan
    istri saya seperti ke teman saya,
  286. tapi saya rasa dia sulit
    menolerir saya.
  287. Bagaimana agar istri saya kembali?"
  288. Oke.

  289. Jadi, apa yang mungkin Anda tangkap adalah
  290. cerita ini sama dengan
    cerita sebelumnya,
  291. hanya saja disampaikan
    dari sudut pandang narator lain.
  292. Si perempuan bercerita
    suaminya selingkuh,
  293. Si laki-laki bercerita istrinya
    tidak paham rasa berkabung.
  294. Tapi yang menakjubkan,
    walaupun banyak bedanya,
  295. kedua cerita ini adalah tentang
    keinginan untuk terhubung.
  296. Dan kalau kita bisa lepas
    dari narasi orang pertama
  297. dan menulis ceritanya dari
    perspektif karakter lain,
  298. tiba-tiba karakter lain itu
    menjadi lebih simpatik,
  299. dan ceritanya mulai tampak.
  300. Inilah langkah paling sulit
    dalam proses menyunting,
  301. tetapi di sinilah perubahan bermula.
  302. Tapi apa yang terjadi
    kalau kita lihat ceritanya

  303. dan menulisnya dari
    sudut pandang orang lain?
  304. Apa yang Anda lihat sekarang
    dari perspektif yang lebih luas?
  305. Makanya, kalau saya melihat
    orang yang depresi,
  306. terkadang saya bilang,
  307. "Anda bukan orang paling tepat
    untuk membahas diri Anda saat ini,"
  308. karena depresi mendistorsi cerita kita
    sedemikian rupa.
  309. Mempersempit perspektif kita.
  310. Sama seperti kalau kita
    merasa kesepian atau terluka atau ditolak.
  311. Kita menciptakan beragam cerita,
  312. terdistorsi pandangan sempit kita,
  313. bahkan kita tidak sadar
    akan pandangan itu.
  314. Lalu, kita menjadi penyiar
    berita palsu kita sendiri.
  315. Saya harus mengakui sesuatu.

  316. Saya lah yang menulis surat
    versi suami tadi.
  317. Anda tidak tahu berapa lama
  318. saya memilih antara granola
    atau keripik pita.
  319. Saya menulis itu berdasarkan
    narasi alternatif yang sudah
  320. saya lihat bertahun-tahun.
  321. bukan hanya di praktik terapi,
    tetapi juga di rubrik saya.
  322. Ketika hal itu terjadi,
  323. dua orang yang terlibat
    dalam situasi yang sama,
  324. menulis surat ke saya,
    tanpa sepengetahuan yang lain,
  325. dan saya punya dua versi
    dari satu cerita
  326. di kotak masuk saya.
  327. Itu benar-benar pernah terjadi.
  328. Saya tidak tahu versi lain
    dari surat wanita ini,
  329. tapi saya tahu ini:
  330. dia harus menulisnya.
  331. Karena kalau dia berani menyunting,
  332. dia akan menulis versi lebih bernuansa
    daripada yang saya terima.
  333. Bahkan kalau suaminya
    berselingkuh --
  334. dan mungkin saja iya --
  335. dia belum perlu tahu
    alur ceritanya.
  336. Karena baru dengan niat
    menyuntingnya saja,
  337. akan ada lebih banyak kemungkinan
    alurnya akan jadi seperti apa.
  338. Terkadang saya melihat orang yang
    benar-benar terpojok,

  339. dan mereka sangat meresapi
    keterpojokan mereka.
  340. Kita menyebutnya tukang protes
    yang menolak bantuan.
  341. Saya yakin Anda tahu jenisnya.
  342. Mereka adalah orang yang,
    kalau kita beri saran,
  343. mereka menolaknya bilang, "Ya, tapi,
    tidak akan berhasil, karena ..."
  344. "Ya, tapi, itu tidak mungkin,
    saya tidak bisa melakukannya."
  345. "Ya, saya ingin sekali punya teman,
    tapi orang-orang itu menyebalkan."
  346. (Tertawa)

  347. Apa yang sebetulnya mereka tolak

  348. adalah suntingan bagi cerita kemalangan
    dan keterpurukkan mereka.
  349. Dengan orang-orang seperti ini,
    saya biasanya pendekatannya berbeda.
  350. Yang saya lakukan berbeda
    dengan apa yang saya katakan.
  351. Saya katakan,
  352. "Kita semua akan mati."
  353. Anda senang, 'kan, saya
    bukan terapis Anda.
  354. Karena mereka memandang saya
  355. persis seperti cara Anda memandang saya,
  356. dengan tatapan kebingungan.
  357. Tapi lalu saya jelaskan bahwa
    ada cerita
  358. yang ditulis tentang
    kita semua pada akhirnya.
  359. Namanya obituari.
  360. Dan saya bilang daripada menjadi
    pencerita kemalangan kita,
  361. kita bisa mengubah cerita ini
    ketika masih hidup.
  362. Kita bisa jadi pahlawan
    atau korban dalam cerita kita,
  363. kita memilih apa yang akan ada di halaman
    dalam benak kita
  364. dan membentuk kenyataan kita.
  365. Saya katakan bahwa hidup adalah
    memutuskan cerita mana yang mau
  366. kita dengar dan harus diedit.
  367. Usaha untuk merevisi
    begitu setimpal
  368. karena tidak ada yang lebih penting
    dalam kualitas hidup kita
  369. selain mempercayai cerita
    tentang hidup kita.
  370. Saya katakan kalau bicara
    mengenai cerita hidup kita,
  371. target kita adalah
    memenangkan penghargaan Pulitzer.
  372. Mayoritas dari kita bukan
    tukang protes yang menolak bantuan,

  373. paling tidak kita pikir kita tidak begitu.
  374. Tapi kita sangat mudah
    terjerumus dalam peran itu
  375. kalau kita merasa galau
    atau marah atau resah.
  376. Jadi kalau kalian sedang
    berjuang tentang sesuatu,
  377. ingat,
  378. kita semua akan mati.
  379. (Tertawa)

  380. Dan keluarkanlah alat menyunting kalian

  381. dan tanyakan pada diri kalian:
  382. saya mau cerita saya
    jadinya seperti apa?
  383. Lalu, tulislah mahakarya Anda.
  384. Terima kasih.

  385. (Tepuk tangan)