YouTube

Got a YouTube account?

New: enable viewer-created translations and captions on your YouTube channel!

Indonesian subtitles

← Greening the Island of the Gods

A short documentary film dumpster diving into Bali's garbage crisis and its grassroots solutions. For more info, visit: http://www.theparadigmshiftproject.org/greening_the_island_of_the_gods.html

Get Embed Code
2 Languages

Subtitles translated from English Showing Revision 33 created 07/30/2013 by artcidrock.

  1. Dalam banyak negara di Barat,
  2. Anda terpisah dari pengolahan limbah.
  3. Anda memasukkan sampah ke tong sampah dan secara ajaib itu menghilang.
  4. Seseorang datang untuk itu. Anda tidak harus berpikir tentang hal itu, karena semuanya sudah diatur.
  5. Di sini, karena sebenarnya tidak ada sistem pengelolaan sampah make Anda harus
  6. memikirkannya. Anda dihadapkan dengan hal itu. Jadi meskipun masalahnya benar-benar buruk, ada juga
  7. sisi positif, karena Anda harus mengakui masalah dan
  8. berurusan dengannya. Jadi dilihat dari sisi itu, benar-benar ada kesempatan
  9. untuk orang menghadapi
  10. konsumsi mereka, polusi mereka.
  11. Bali memiliki masalah setiap tahun
  12. pantai kami setiap satu tahun sekali
  13. penuh dengan sampah plastik, misalnya di Kuta
  14. Menurut pemerintah, ini disebabkan
  15. pasang laut. Ini bukan tentang
  16. pasang laut menurut saya, tetapi orang masih membuang
  17. sampah plastik ke sungai atau ke
  18. kanal dan sampah mengalir ke laut, laut akan membawanya kembali
  19. ke darat.
  20. Pengelolaan limbah seperti tanah tanpa tuan, iya kan?
  21. Maksud saya, Anda hampir dapat melakukan
  22. apapun yang Anda inginkan tanpa pernah tertangkap. Tetapi masalah sampah
  23. mempengaruhi semua orang, baik kaya maupun miskin, dan jika Anda tidak bisa menghadapi
  24. masalah dasar itu—polusi dari limbah Anda—maka bagaimana
  25. Anda akan berurusan masalah besar dan lebih kompleks, seperti deforestasi
  26. penghancuran terumbu karang, dan perubahan iklim. Maksud saya, ini adalah masalah
  27. yang lebih mudah untuk ditangani. Jika Anda berbicara tentang
  28. masalah limbah di Bali,
  29. dari perspektif saya
  30. Anda bisa berdebat tentang hal itu, tapi sebenarnya
  31. budaya asli
  32. orang Bali adalah benar-benar
  33. bersih, dalam rumah tangga mereka. Mereka bangun dini hari,
  34. jam 5:00 pagi, dan sudah mulai
  35. membersihkan rumah serta halamannya, dan
  36. sebelum matahari terbenam, mereka melakukan yang sama
  37. mereka bersih-bersih dan membuang semua sampah ke
  38. suatu lahan
  39. yang disebut "tegalan,"
  40. lahan di mana Anda menanam atau memelihara sesuatu,
  41. Anda memelihara babi di sana atau yang lain. Ada lahan khusus
  42. untuk menempatkan semua sampah. Tetapi jaman dulu
  43. seperti 25 atau 30 tahun yang lalu,
  44. sebagian besar dari sampah adalah organik
  45. dan orang Bali, kebanyakan
  46. orang Bali, masih melakukan praktek budaya ini,
  47. hanya bahan sampah telah berubah.
  48. Sekarang sampah berisi plastik. / "Limbah" merupakan konsep buatan manusia.
  49. Tidak ada konsep itu sebelum
  50. tahun 50-an dan 60an. Semua sampah adalah organik, dan tidak ada banyak materi buatan manusia.
  51. Dulu kebanyakan benda akan dibungkus daun pisang. Misalnya,
  52. canang (persembahan ritual), persembahan harian yang saat ini bisa dibeli di pasar,
  53. sekarang dibungkus dalam kantong plastik "single use", yang
  54. sangat tipis, plastik kepadatan tinggi yang digunakan sekali saja,
  55. kemudian dibuang karena kantongnya terlalu tipis untuk digunakan ulang.
  56. Dulu, semua canang akan dibungkus dalam daun pisang. Tapi mungkin
  57. apa yang terjadi juga disebabkan perubahan gaya hidup - makanan juga
  58. dulu dibungkus daun pisang - perubahan gaya hidup ini disebabkan
  59. banyaknya produk tersedia
  60. di pasar sekarang. Di masa lalu, saya tidak berpikir bahwa persembahan,
  61. misalnya, akan
  62. dijual sesering sekarang. Tetapi saat ini, banyak orang bekerja,
  63. langsung atau tidak langsung, di dalam industri pariwisata,
  64. sehingga semakin sering orang harus
  65. membeli barang-barang yang dulu mereka tidak perlu membelinya.
  66. Dulu tidak ada kebutuhan temporer seperti sekarang.
  67. Secara tradisional di Indonesia, dan tentu di Bali,
  68. kebanyakan orang tidak ingin membayar pembuangan sampah. Mereka tidak pernah
  69. memiliki layanan itu. Mereka terbiasa membuang sampah di belakang rumahnya, membakarnya,
  70. atau membuang ke sungai, dan kebiasaan itu menjalar ke kelakuan bisnis.
  71. Orang-orang memiliki restoran atau hotel dan
  72. mereka mengambil pendekatan yang sama. Mereka hanya ingin "mengeluarkannya" dan
  73. tidak pernah berpikir harus membayar untuk pengelolahan limbah. Hanya perlu membuangnya ke lahan terbuka
  74. atau ke sungai, dan selesai. Situasi ini semakin rumit
  75. karena banyak hotel besar
  76. menghasilkan limbah yang besar, tapi ada banyak barang berharga juga di dalamnya.
  77. Jadi ada sektor pemulungan yang tidak resmi yang menawarkan kepada
  78. hotel dan perusahaan, "Kami melayani pengumpulan sampah,
  79. gratis, dan kami akan membeli sampah Anda."
  80. Tetapi mereka tidak benar-benar membeli sampah. Mereka membeli akses ke barang-barang daur ulang.
  81. Mereka mengambil barang bernilai, dan yang tidak bernilai, tebak kemana akan dibuang:
  82. ke sungai, pinggir jalan, kemana saja. Anda benar-benar mendapat apa yang telah Anda bayarkan,
  83. dan jika limbah dijual atau pengumpul sampah dibayar sedikit saja, pulau ini akan menjadi kotor.
  84. Dan bagi sektor pariwisata, jelas kepentingan mereka untuk tidak mempunyai pulau yang kotor.
  85. Jadi mereka harus mulai sadar jika ingin limbah benar-benar
  86. diurus, sampah yang tidak bernilai harus dikenakan biaya pengelolaannya.
  87. Masalah lain di Bali bahwa sampah plastik sering dibakar.
  88. Ini dapat membuat banyak masalah. Penyakit
  89. pernafasan adalah yang paling umum
  90. di Bali. Ketika asap sampah plastik
  91. yang sedang dibakar dihirup oleh orang, khususnya
  92. pada kecepatan pembakaran biasa - karena ini bukan
  93. pembakaran panas tinggi yang tidak beracun seperti yang panas rendah -
  94. biasanya gundukan sampah terbakar lambat dan membara lama, sehingga
  95. bisa mengakibatkan banyak masalah kesehatan manusia dan kualitas udara.
  96. Pikirkan semua barang yang kita punya, yang
  97. benar-benar tidak bermanfaat. Misalnya kantong plastik yang digunakan
  98. selama 15 menit, kemudian akan bertahan
  99. sampai turun temurun.
  100. Itu benar-benar gila.
  101. Dan tidak hanya kantong plastik, tapi ada juga
  102. pipet plastik dan
  103. botol plastik...Kenyataan bahwa sebuah botol plastik
  104. biasa yang berukuran 600ml -
  105. menghabiskan minyak seperempat berat bersihnya
  106. untuk menghasilkan botol tersebut, itu sangat membingungkan. Ketika Anda membeli air dalam botol plastik,
  107. Anda tidak membeli airnya, tetapi minyak mentah.
  108. Di Bali, orang tidak menyadari berapa banyak botol
  109. yang dibuang. Dari botol air saja, ada lebih dari 3 juta botol
  110. yang dibuang per hari, itu belum mencakup semua jenis botol minuman lain,
  111. dari minuman soda sampai minuman energi
  112. dan sebagainya. Meskipun Anda mampu mendaur ulang
  113. sampai 90%, masih akan ada 300.000
  114. botol yang dibuang ke
  115. lingkungan setiap hari. Ini tidak dapat diterima. Ini omong kosong.
  116. Di Bali kami menghasilkan 20.000
  117. meter kubik limbah setiap hari. Jika rata-rata 15% dari jumlahnya
  118. berbahan plastik, berarti kami menghasilkan
  119. 3.000 meter kubik limbah plastik setiap hari.
  120. Menurut saya plastik adalah sumber daya yang sangat berharga. Bahannya ditambang,
  121. minyak dibor dari tanah dan menjadi
  122. produk yang sangat berguna, jadi harus benar-benar
  123. dihormati sebagai sumber daya terbatas, dan digunakan terus menerus.
  124. Argumen kami
  125. sebagai kampanye tidak berhubungan langsung dengan plastik, melainkan dengan kebiasaan konsumsi,
  126. dan kebiasaan kami terhadap budaya temporer
  127. yang telah diciptakan. Orang-orang datang ke Bali
  128. dan mereka telah melihat brosur, pernah mendengar atau membaca tentang Bali,
  129. dan mereka sudah memiliki "gambar" Bali,
  130. dan mereka telah
  131. cukup terkejut melihat apa yang terjadi, seperti apa situasi yang sebenarnya.
  132. Ada cerita ketika saya diminta membantu hotel yang mempunyai
  133. masalah sampah yang dibuang persis di depan pintu masuk.
  134. Ada pembuangan sampah besar yang dibakar hampir setiap hari,
  135. dan asap berhembus langsung ke lobi hotel,
  136. melalui restoran, sampai pantai. Dan jelas itu tidak bagus untuk bisnis.
  137. Jadi mereka telah menghubungi setiap kantor pemerintahan
  138. bahkan meskipun menelepon ke kantor gubernur untuk minta bantuan menangani masalah ini,
  139. tidak banyak yang bisa dilakukan. Karena parahnya masalah, mereka minta bantuan kami.
  140. Saya mengunjungi hotel untuk melakukan survei singkat,
  141. Waktu itu, saya bekerja di LSM, dan hotel bersedia membayar kami untuk melakukannya.
  142. Jika kami tahu berapa banyak uang yang sudah hotel habiskan,
  143. kami akan meminta biaya yang lebih besar. Tapi kami melakukan survei,
  144. dan apa yang kami temukan adalah sebagian besar sampah yang dibakar di depan hotel dimiliki hotel sendiri,
  145. Ternyata, hotel telah membuat masalahnya sendiri. Dan itu diakibatkan
  146. penjualan sampah hotel kepada pemulung lokal,
  147. dia hanya mau mengambil apa yang berharga, dan sisanya dibuang di timbunan sampah yang lama.
  148. Kebetulan, timbunan sampah itu berada sebelum hotel dibangun.
  149. Pihak hotel tidak pernah menyeberang jalan untuk melihat timbunan sampah, mereka seharusnya melihat logo hotel.
  150. Reaksi mereka pada awalnya akan adalah, "Kami harus
  151. memecat orang ini." Dan saya sarankan "Itu tidak akan berhasil. Jika Anda mengantinya dengan orang lain,
  152. situasi akan tetap sama. Sumber masalah ini bukan pemulung. Masalahnya
  153. adalah Anda meminta dia untuk membayar sampah ini.
  154. Seharusnya Anda membayar dia untuk membawa sampah ke
  155. TPA yang tepat. Inilah ide yang baru bagi mereka. Mereka telah
  156. terbiasa menjual sampah mereka. Itu benar-benar gila!
  157. Dan mereka sadar sistem harus diubah,
  158. dan itu keputusan mudah karena mereka telah mengalami kerugian puluhan juta
  159. rupiah per hari. Mereka kehilangan banyak sekali uang. Jadi untuk beralih dan membayar
  160. seorang pemulung beberapa juta rupiah per bulan untuk mengurusnya, itu
  161. masuk akal. Setiap tahun, Bali dikunjungi kira-kira
  162. 4 juta wisatawan domestik dan 3 juta wisatawan internasional.
  163. Selain itu, Bali memiliki jumlah populasi yang hampir mencapai
  164. 4 juta. Jadi bisa dibayangkan bahwa
  165. sumber daya yang digunakan setiap wisatawan
  166. adalah 4 kali lebih banyak
  167. dari orang lokal. Apa yang akan terjadi dengan semua
  168. sampah mereka dihasilkan mereka? Mungkin ada TPS yang terletak
  169. di tepi sungai, dan jelas mengapa semua sampah ini berakhir di laut.
  170. Itu mungkin datang dari tempat-tempat di mana Anda tinggal,
  171. atau makan. Salah satu
  172. pendukung utama yang menentang pembuangan ilegal sering mengulangi kutipan,
  173. "mereka menghasilkan uang di Ubud, dan kami mendapatkan sampahnya".
  174. Mungkin karena lokasinya,
  175. dan juga perjanjian dan penerimaan dari
  176. pengambil keputusan sebelumnya untuk memungkinkan sampah
  177. masuk. Jadi mereka berkata, "Wah, hebat! Kita memiliki tempat, dan ada kesepakatan,
  178. dan lihat: Sampah kami sebenarnya membantu Anda untuk membangun jalan baru,
  179. itu akan menghubungkan tanah-tanah yang
  180. sebelumnya tidak terjangkau". Jadi, saya benar-benar
  181. percaya bahwa mereka merasa ada pertukaran yang
  182. saling menguntungkan. Hanya
  183. baru-baru ini, mereka menyadari kesepakatan ini mungkin tidak begitu bermanfaat,
  184. dan menghentikan itu, dan
  185. sebetulnya kepala desa mampu melaksanakan penghentian,
  186. mendukung dan mewujudkannya.
  187. Pemerintah Bali telah membuat sebuah rancangan: "Bali Go Clean and Green".
  188. Ini adalah agenda utama dalam pemerintah kami sekarang;
  189. bagaimana untuk membuat Bali lebih berkelanjutan, lebih eko,
  190. lebih hijau, iya kan? Sebenarnya kalau kami lihat
  191. rancangannya, itu sudah bagus. Perencanaan
  192. jangka pendek, menengah dan panjang sudah bagus.
  193. Kemudian kebijakan
  194. perencanaan ini didasarkan pada 3 agenda
  195. utama. Pertama: pendidikan, formal maupun informal.
  196. Yang kedua, melibatkan sektor swasta,
  197. seperti perusahaan yang
  198. beroperasi di Bali. Pariwisata adalah industri yang paling
  199. besar, tetapi sampah dan
  200. polusi juga diakibatkan industri besar.
  201. Dan yang ketiga adalah
  202. menyangkut tindakan masyarakat.
  203. Sebenarnya ada banyak orang yang
  204. peduli masalah ini tetapi mereka tidak tahu apa yang mesti dilakukan, dan mereka
  205. frustrasi dengan keadaannya. Tetapi ketika diberikan contoh-contoh seperti ini,
  206. kemudian mereka ingin bergabung, dan itu yang sedang terjadi sekarang.
  207. Saya rasa ada banyak gerakan akar rumput
  208. di Bali, baik didirikan oleh LSM
  209. maupun komunitas lokal,
  210. yang sudah membangun gerakan tepat
  211. dan memberi penyadaran kepada penduduk lokal
  212. bagaimana memisahkan sampah
  213. dan membuat kompos dari sampah
  214. organik. Tapi sekarang, menurut
  215. saya, ini masih gerakan kecil.
  216. Jadi, supaya akan berhasil,
  217. kami harus melibatkan—atau memberikan tekanan sosial—
  218. pemerintah untuk membuat undang-undang daerah, seperti "perdau" atau "awig-awig"
  219. untuk membuat perubahan yang lebih signifikan,
  220. agar lebih efektif dan efisien.
  221. Kami berkonsultasi dengan pemimpin masyarakat dan mendengar bahwa mereka memiliki
  222. rencana besar untuk mencoba merevitalisasi perekonomian desa mereka
  223. melalui program wisata budaya dan ekowisata
  224. yang baru saja diluncurkan sekitar satu setengah tahun yang lalu.
  225. Selain membantu
  226. merumuskan program pariwisata mereka—karena mereka meminta saran kami
  227. sebagai orang asing,
  228. kami juga sarankan terhadap persoalan pengelolaan sampah yang
  229. masyarakatnya telah mengurus selama
  230. sekitar 15 tahun yang lalu, dan ada orang-orang masyarakat tersebut yang telah
  231. dimulai sekitar 15 tahun yang lalu, dan ada orang-orang didalam masyarakat tersebut yang telah
  232. memprotesnya sejak itu.
  233. Kebetulan sekitar
  234. setahun lalu kami memulai proyek dengan masyarakat ini, tempat pembuangan sampah ilegal itu,
  235. telah tertutup setelah 15 tahun beroperasi,
  236. Bagi kami, itu adalah keberhasilan monumental bahwa desa
  237. dapat mencapai itu. Benar-benar sukses yang cukup besar.
  238. Namun, sistemnya kurang sempurna sekarang karena
  239. sampah masih harus ditangani. Tetapi keputusan untuk menghentikan
  240. 14 truk yang dulu masuk setiap hari,
  241. dan membawa sampah dari luar desa,
  242. adalah keputusan yang buat kami merasa benar-benar bangga
  243. dengan masyarakat yang mampu mencapai itu.
  244. Saya yakin itu bisa direplikasi di desa lain.
  245. Tentu saja visi dan keinginan bersama harus ada.
  246. Mungkin orang merasa sudah menyerah dan berpikir "Apa yang akan saya lakukan"? Tapi sebenarnya banyak
  247. bisa dilakukan, dan harus dimulai. Mungkin dari hal kecil,
  248. tetapi harus dimulai. / Jika Anda memiliki sebuah peternakan organik
  249. di rumah Anda, bahkan yang kecil,...
  250. itu akan mengurangi
  251. masalah sampah secara efektif. Misalnya,
  252. sampah yang dari dapur saya sendiri:
  253. adalah kurang lebih 70%
  254. organik. Saya mempunyai kotak kompos. Saya menempatkan
  255. sampah organik ini ke dalam kotak kompos,
  256. karena ini akan kembali ke alam, ke
  257. kebun sayuran saya. Kemudian sisanya, 30%,
  258. kebanyakan sampah yang non-organik ini
  259. bisa didaur ulang,
  260. juga mempunyai nilai ekonomis, karena
  261. di Bali ada "pemulung" yang bekerja sebagai
  262. pengumpul sampah. Kadang-kadang mereka membelinya dari
  263. setiap rumah tangga. Mereka akan berjalan kaki keliling sambil memanggil, "Barang bekas,
  264. barang bekas", berarti "sampah", kemudian
  265. mereka akan membelinya. Mereka mempunyai harga yang bagus untuk barang plastik, botol, seperti
  266. botol bir, kertas,
  267. aluminium, logam, baja, dan tembaga. Mereka
  268. memberikan harga yang benar-benar tinggi,
  269. dan sebagian besar dari 30% sampah non-organik
  270. ini, yang berasal dari dapur bisa didaur ulang, jadi bisa
  271. dijual, atau diberikan saja kepada pemulung.
  272. Jadi, kira-kira 25% dari sampah saya akan
  273. didaur ulang, untuk menjadi sesuatu yang bernilai, seperti barang baru,
  274. dan sisa 5% dari sampah ini
  275. adalah benar-benar limbah. Materi seperti
  276. plastik lembut, seperti kemasan biskuit
  277. atau kantong plastik.
  278. Jadi, menurut saya, hanya
  279. 5% dari semua sampah dapur akan berakhir di TPA karena kita sudah tidak bisa mengolahnya lagi.
  280. Saya pikir tempat pembuangan tidak akan
  281. penuh begitu cepat. Saya pikir cara yang paling praktis sekarang,
  282. karena Bali belum memiliki fasilitas pengelolaan limbah,
  283. setidaknya yang tepat, adalah untuk fokus pada pencegahan limbah: Setiap rumah tangga
  284. bisa melakukan itu. Misalnya bawa tas Anda sendiri ketika belanja, bawa keranjang Anda sendiri,
  285. bawa botol Anda sendiri, sehingga Anda tidak
  286. menambah jumlah limbah. Mungkin tindakan ini terlihat kecil.
  287. "Ini hanya satu kantong plastik"!
  288. Saya pernah bekerja dengan sekelompok siswa, dan kami minta mereka
  289. mengamati berapa banyak kantong plastik dibawa ke dalam rumah tangga mereka
  290. setiap hari. Dan satu siswa melaporkan,
  291. "5 kantong plastik". Ok, mari kita menghitung.
  292. Dalam sebulan akan berjumlah 150.
  293. Berapa banyak orang, berapa banyak keluarga, kurang lebih,
  294. yang ada di banjar Anda? Dia menjawab, "55". Berarti dalam setahun,
  295. akan ada lebih 10.000 kantong plastik. Itu banyak.
  296. Saya pernah mengalami ini, karena ketika kami bicarakan plastik misalnya,
  297. masalah besar di Bali, dulu saya mencoba untuk menjalani satu
  298. bulan tanpa plastik.
  299. Kami menyebutnya "plastic diet," hanya untuk mendapatkan
  300. data tentang bagaimana sulitnya hidup tanpa plastik,
  301. untuk meminimalkan sebisa mungkin pengunaan plastik.
  302. Tindakan ini bisa dilakukan.
  303. Ketika kita berbelanja, kita hanya perlu bawa tas kita sendiri,
  304. keranjang kita sendiri, jadi tidak begitu sulit.
  305. Kepada banyak pelanggan, kami menyediakan laporan daur ulang bulanan.
  306. Jadi mereka mendapatkan selembar kertas yang mencatat benda-benda
  307. yang dapat didaur ulang: seberapa banyak aluminium, botol plastik,
  308. plastik yang lain, kertas, dan sebagainya. Kemudian kami mencatat
  309. barang-barang buatan manusia yang tidak bisa didaur ulang.
  310. Misalnya styrofoam atau sampah berbahaya. Dan kami mencatat
  311. berapa banyak sampah organik atau limbah makanan, sehingga mereka mempunyai laporan
  312. dari yang sebenarnya mereka hasilkan sendiri. Dan pada awalnya,
  313. mungkin mereka berpikir, "Oh, laporan ini lucu, ini bagus", tapi setelah mereka melihat
  314. hasil sampah dalam 6 bulan atau setahun, mereka paham
  315. berapa banyak sampah yang mereka hasilkan. Dan dalam beberapa kasus, itu cukup
  316. mengejutkan. Jadi ini semacam panggilan untuk mereka sadar kalau
  317. mereka adalah pencemar, mereka harus berpikir tentang dampaknya.
  318. Saya rasa turis mempunyai tanggung jawab besar dari
  319. dampak yang mereka hasilkan di setiap negara yang mereka kunjungi.
  320. Mereka menyumbangkan sebagian besar dari jumlah sampah yang perlu
  321. ditangani. Tetapi
  322. mereka bisa membuat dampak yang positif. Mungkin di hotel yang
  323. mereka pilih untuk tinggal, mereka bisa memastikan dengan bertanya, "Ok, apakah
  324. kebijakan lingkungan hotel ini? Bagaimana limbah hotel dibuang? Saya ingin memastikan
  325. bahwa limbah yang saya hasilkan di hotel ini, atau yang hotel hasilkan
  326. akan berakhir di tempat yang tepat, dan tidak akan mencemari sungai
  327. dan berakhir di laut dan benar-benar mengurangi seluruh
  328. pengalaman wisata". Tujuan utama ke suatu tempat
  329. liburanan yang menyenangkan adalah untuk bersantai, mungkin untuk menikmati laut. Tetapi jika ada
  330. banyak sampah di dalamnya, maka jelas itu bukan
  331. yang Anda inginkan. Jadi, tanyakan kepada pihak hotel apa yang mereka lakukan dengan sampahnya.
  332. Sebelum datang ke sini, Anda bisa membuat janji
  333. untuk mendukung sebuah organisasi lokal yang bekerja untuk melindungi
  334. lingkungan, menjaga keindahan dan kesehatan wilayah yang Anda datang untuk menikmati
  335. Anda bisa menyumbang kepada organisasi
  336. nirlaba dan mendukung proyek-proyek mereka.
  337. Pada skala yang lebih besar,
  338. saya ingin melihat perusahaan dan tempat
  339. wisata untuk berkomitmen memberi, misalnya,
  340. 1% dari dana yang tamu habiskan di hotel
  341. atau untuk makanan atau tiket penerbangan sebagai donasi
  342. mendukung program lingkungan, atau program hijau. Ada wilayah yang
  343. telah melakukan ini secara efektif. Misalnya pulau Gili Trawangan, yang terletak dekat
  344. Lombok, memiliki Gili Ecotrust, sehingga
  345. sejumlah kecil, kira-kira 1 dolar per hari per wisatawan akan masuk ke
  346. dana itu dan digunakan untuk pengelolaan limbah
  347. atau untuk menangani masalah lingkungan lainnya.
  348. Semua orang ingin untuk menjadi "hijau". Tren itu dimulai oleh beberapa perintis
  349. yang bertindak "hijau", kemudian semua orang ingin bergabung. Tetapi
  350. biasanya, banyak orang hanya menyatakan bahwa mereka "hijau".
  351. Mungkin mereka berniat yang baik, mungkin tidak. Tetapi itu adalah slogan pemasaran saja. Mereka manyatakan "Kami hijau,"
  352. atau "Kami mendaur ulang, kami melakukan itu", tetapi nantinya,
  353. pelanggan dan orang lain akan mengerti bahwa tidak cukup hanya mengatakannya.
  354. Mereka harus membuktikannya, menjelaskan apa yang mereka lakukan.
  355. Meskipun hanya bertanya kepada mereka, itu sudah bisa membantu.
  356. Langkah utama dalam perencanaan pengelolaan sampah apapun
  357. harus ada pencegahan
  358. dulu, kemudian pengurangan dan nantinya Anda mulai melihat...ok,
  359. apa yang bisa dilakukan dengan limbah yang sudah ada? Bisakah digunakan kembali? Jika tidak bisa,
  360. apakah bisa didaur ulang? Harus ada langkah seperti itu
  361. dalam piramida prioritas. Jadi kerjasama yang dilakukan sekarang
  362. adalah mendorong dunia usaha melakukan pencegahan limbah. Kami
  363. menyebutnya "Plastik Detox Bali". Masyarakat kami, saat ini,
  364. kecanduan plastik. Orang
  365. cenderung panik, seperti "Benar? Plastik dilarang"?
  366. Kami harus terus mengingatkan bahwa kami bukan anti-plastik;
  367. plastik memang dibutuhkan. Tapi kita harus belajar menggunakannya dengan bijak.
  368. Untuk membantu
  369. meringankan kecanduan mereka,
  370. kami sarankan mencoba Plastik Detox Bali.
  371. Ada serangkaian tindakan yang wirausaha dapat
  372. ambil: Pertama, kami meminta mereka untuk tidak memberikan kantong plastik
  373. secara gratis. Apa yang saya pikir harus dilakukan di Bali,
  374. mungkin di seluruh Indonesia, tapi pasti di Bali,
  375. adalah mulai mengimplementasikan pajak tas belanja. Orang mesti membayar
  376. kantong plastik. Membayar untuk hak istimewa itu.
  377. Membayar biaya eksternal yang meningkat,
  378. kemudian mudah-mudahan orang akan paham bahwa hak ini tidak gratis, seperti dikira sekarang
  379. dan mereka pikir itu modern. Mereka berpikir gratis adalah modernitas. Bagus, ya? Asik, dong!
  380. Tapi itu tidak benar. Bagaimana dengan biaya untuk
  381. penanganan jangka panjang? Biaya pengobatan untuk orang yang menhirup
  382. dioksin dari proses pembakaran plastik? Bagaimana dengan orang yang memakannya
  383. pada ikan laut? Berapa biaya kesehatan masyarakat yang diakibatkan?
  384. Semua perlu biaya. Miliaran, miliaran dan miliaran
  385. rupiah. Jadi, apakah perlu membuat sistem pengelolaan limbah dulu, atau mulai dengan
  386. pengurangan sampah? Mana yang lebih efisien secara biaya, lebih hemat?
  387. Untuk pemerintah yang bahkan tidak bisa menyediakan air kepada warga di
  388. Denpasar, ada banyak krisis lain yang sedang mendekati pulau ini.
  389. Plastik harus menjadi masalah termudah untuk ditangani. Laksanakan pajak tas plastik. Kemudian
  390. ketika orang sudah sadar, sudah didukung masyarakat: "Wah
  391. tas plastik mahal", kemudian terapkan peraturan larangan tas plastik. Melarang tas plastik.
  392. Melarang kantong plastik yang digunakan sekali. Irlandia? Pengurangan 92% dalam
  393. 2 minggu! Mereka hanya melarang kantong plastik langsung, dan itu memungkinkan
  394. di wilayah seperti Bali: Ini adalah pulau. Hanya perlu melarang tas plastik.
  395. Orang akan belajar untuk berurusan dengan itu. Anda belajar.
  396. Pertama atau kedua kali Anda ke toko tanpa membawa tas sendiri, dan
  397. dipaksa membelinya atau kembali ke rumah dan mengambil satu Anda tidak akan lupa lagi.
  398. Pergeseran perilaku instan, iya kan? Instan.
  399. Orang-orang akan mengeluh, tetapi menjadi dewasa, kok!
  400. Kita harus dewasa mengenai lingkungan hidup kita.
  401. Para siswa akan menjadi pemimpin masa depan dalam waktu dekat, dan
  402. mereka harus mampu mengakses
  403. berbagai informasi dalam pendidikannya, dan harus sadar.
  404. Seringkali, bukan hanya di Indonesia, dalam banyak
  405. negara, kurikulum sekolah sudah lama dan tidak relevan dengan
  406. banyak isu yang kini kita hadapi.
  407. Jika kurikulum tersebut
  408. dapat ditanamkan,
  409. kami merasa itu akan efektif, dan membuat anak-anak bersemangat.
  410. Kami memilih sekolah di beberapa wilayah, banyak terletak
  411. di daerah terpencil, dimana sekolah tidak memiliki
  412. layanan pengumpulan sampah, sehingga sekolah biasanya akan membakar
  413. limbah, atau membuangnya di sungai di belakang sekolah. Di sebuah sekolah tinggi, kami
  414. berdiskusi dengan baik masalahnya. Tanpa
  415. mengatakan apa-apa...karena sekolah telah menyediakan minuman,
  416. "Apa yang Anda dapat lakukan
  417. untuk mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari"?
  418. Tanpa mengatakan apa-apa...karena sekolah telah menyediakan pengantar,
  419. siswa menjawab,
  420. "Ini bisa dihilangkan dan kami dapat mulai menggunakan pembungkus daun pisang lagi.
  421. Jangan menggunakan ini atau itu".
  422. Jadi, saya pikir sebenarnya SMA
  423. adalah sasaran yang cukup penting. Ada banyak program. Itu tidak perlu banyak
  424. dana, hanya membutuhkan sedikit. Dan jika Anda bisa membantu
  425. upaya penggalangan dana supaya program dapat dimulai
  426. atau dipertahankan, itu akan sangat membantu.
  427. Ketika Anda berpikir hal tersebut dalam tingkat global,
  428. apa yang dilakukan masyarakat di masa depan?
  429. Solusi, bagi saya, adalah kembali lagi
  430. untuk melibatkan pemerintah, karena
  431. sebagian besar masyarakat di sini setuju dengan ide
  432. pemisahan sampah atau daur ulang.
  433. "Mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang",
  434. atau "Bali Go Clean and Green".
  435. Semua orang setuju slogan-slogan itu. Tapi apa yang kita bicarakan saat ini,
  436. setelah slogan, gagasan,
  437. apa yang Anda tulis, setelah kata adalah
  438. Anda harus bertindak sekarang.
  439. Yang kita tunggu, sebagai gerakan akar rumput,
  440. yang tetap melakukan apa yang kita percaya
  441. adalah undang-undang pemerintah untuk mendukung aksi ini.
  442. Untuk memulai kebijakan itu dalam skala besar,
  443. maksud saya, pemerintah
  444. perlu campur tangan, dari atas
  445. sampai ke tingkat desa.
  446. Setiap tingkat. Dan dengan otonomi daerah di Indonesia,
  447. gubernur bisa mengatakan harus seperti ini kemudian para bupati
  448. perlu mengikutinya. Mereka harus peduli, benar-benar peduli.
  449. Saya pikir sekarang pemerintah tidak memiliki keprihatinan yang serius tentang masalah sampah
  450. tapi saya percaya, terutama
  451. daerah Bali, karena pemerintahan di Bali sangat
  452. unik, kami memiliki pemerintah formal dan tradisional, dan keduanya sama-sama kuat,
  453. Jika mereka
  454. memiliki keprihatinan yang serius tentang masalah sampah
  455. itu akan bisa disosialisasikan
  456. secara efektif bagi masyarakat. Kami
  457. akan mendukung 100%. Membuatnya jadi nyata.
  458. Tolak Tas Kresek
  459. Plastik, plastik, plastik
  460. Tolak tas kresek. Bali adalah pulau yang cantik,
  461. tas plastik membuat kulit bersisik,
  462. Mari mainkan musik dan dukung Bali yang cantik tanpa plastik.