YouTube

Got a YouTube account?

New: enable viewer-created translations and captions on your YouTube channel!

Indonesian subtitles

← Bagaimana konten porno mengubah cara remaja berpikir tentang seks

Get Embed Code
28 Languages

Showing Revision 13 created 11/06/2019 by Ade Indarta.

  1. [Pembicaraan ini mengandung konten dewasa]
  2. Enam tahun lalu,
  3. Saya menemukan sesuatu yang ilmuwan
    ingin ketahui selama bertahun-tahun.
  4. Bagaimana Anda menarik perhatian
  5. sekelompok remaja yang sangat bosan?
  6. Yang harus Anda lakukan
    hanya menyebut kata pornografi.
  7. (Tertawa)
  8. Biarkan saya bercerita

  9. Pada 2012, saya duduk di ruangan yang
    penuh dengan siswa sekolah menengah

  10. yang hadir pada program
    sepulang sekolah di Boston.
  11. Dan tugas saya, sebagai
    pembicara tamu hari itu,
  12. adalah menginspirasi mereka untuk
    berpikir tentang menariknya
  13. memiliki karier di bidang
    kesehatan.
  14. Masalahnya adalah,

  15. ketika saya melihat wajah mereka,
  16. saya bisa melihat mata mereka kosong,
  17. dan mereka tidak berniat mendengarkan.
  18. Bahkan tidak masalah saya memakai
  19. apa yang saya pikir pakaian keren saya
    hari itu.
  20. Saya baru saja kehilangan penonton saya.
  21. Lalu, satu dari dua orang dewasa
    yang bekerja untuk program itu berkata,
  22. "Bukankah kamu melakukan
    penelitian tentang pornografi?
  23. Mungkin beritahu mereka tentang itu."
  24. Tiba-tiba, ruangan itu penuh dengan
    siswa sekolah menengah
  25. meledak penuh tawa, tos.
  26. Saya pikir ada beberapa ,
    teriakan yang keras.
  27. Dan yang dilakukan hanyalah
    mengatakan satu kata - pornografi.
  28. Momen itu akan menjadi bukti
    titik balik yang penting
  29. bagi saya dan misi profesional saya
    dalam mencari solusi
  30. untuk mengakhiri kekerasan kencan
    dan seksual.
  31. Pada saat itu, saya sudah bekerja
    lebih dari satu dekade

  32. pada masalah kekerasan kencan
    yang tampaknya sulit dipecahkan ini.
  33. Data dari Pusat AS untuk Pengendalian
    dan Pencegahan Penyakit
  34. menunjukkan bahwa satu dari lima
    remaja di sekolah menengah atas
  35. mengalami pelecehan fisik dan/atau seksual
  36. oleh mitra kencan setiap tahunnya di AS.
  37. Itu membuat kekerasan saat berkencan
    lebih umum
  38. daripada dirundung di sekolah,
  39. secara serius mempertimbangkan bunuh diri,
  40. atau bahkan vaping,
  41. pada populasi yang sama.
  42. Tetapi solusinya terbukti sulit dipahami.
  43. Dan saya bekerja dengan tim peneliti
  44. yang sedang berburu jawaban baru
    atas pertanyaan:
  45. Apa penyebab penyalahgunaan kencan
    dan bagaimana kita menghentikannya?
  46. Salah satu studi penelitian yang
    kami kerjakan pada saat itu
  47. kebetulan termasuk beberapa
    pertanyaan tentang pornografi.
  48. Dan sesuatu yang tidak terduga
    muncul dari temuan kami.
  49. Sebelas persen remaja perempuan
    dalam sampel kami
  50. melaporkan bahwa mereka pernah
    dipaksa atau diancam
  51. melakukan hal-hal seksual yang
    pelaku lihat dalam pornografi.
  52. Itu membuat penasaran
  53. Apakah pornografi yang harus disalahkan
    untuk persentase kekerasan dalam pacaran?
  54. Atau lebih seperti kebetulan bahwa
    pengguna pornografi
  55. juga menjadi lebih mungkin berada
    dalam hubungan yang tidak sehat?
  56. Saya menyelidiki dengan membaca
    segala sesuatu yang saya bisa
  57. dari literatur ulasan rekan,
  58. dan melalui penelitian saya sendiri
  59. Saya ingin tahu
  60. media seksual eksplisit apa yang
    ditonton anak-anak muda,
  61. dan seberapa sering dan mengapa,
  62. lihat jika saya bisa menyatukanya
  63. jika itu bagian dari alasan
    bahwa untuk banyak dari mereka
  64. berpacaran rupanya menjadi tidak sehat.
  65. Ketika saya membaca, saya mencoba
    untuk tetap berpikiran terbuka,

  66. meskipun ada banyak anggota masyarakat
  67. yang sudah menetapkan pikiran mereka
    tentang masalah ini.
  68. Mengapa saya harus tetap berpikiran
    terbuka tentang pornografi?
  69. Baik, saya seorang ilmuwan sosial terlatih
  70. jadi itu tugas saya untuk
    bersikap objektif.
  71. Tapi saya juga orang yang
    disebut seks-positif.
  72. Itu artinya saya mendukung
    sepenuhnya hak seseorang
  73. untuk menikmati kehidupan seks apa pun dan
    kepuasan seksualitas yang mereka temukan,
  74. tidak peduli apa pun yang terlibat,
  75. selama itu termasuk persetujuan antusias
  76. dari semua pihak yang terlibat.
  77. Maksudnya, saya pribadi tidak
    cenderung untuk menonton pornografi.
  78. Saya pernah melihat beberapa,
    tidak terlalu bekerja untukku
  79. Dan sebagai ibu dua anak
    yang akan segera remaja,
  80. Saya memiliki kekhawatiran sendiri
  81. tentang bagaimana pornografi
    dapat mempengaruhi mereka.
  82. Saya perhatikan bahwa ketika
    ada banyak orang

  83. yang mengecam pornografi,
  84. ada juga orang yang merupakan
    pembela yang gigih
  85. karena berbagai alasan.
  86. Jadi dalam eksplorasi ilmiah saya,
  87. Saya benar-benar mencoba memahami
  88. Apakah pornografi buruk bagi Anda
    atau apakah itu baik untuk Anda?
  89. Apakah itu misoginis atau memberdayakan?
  90. Dan tidak ada satu jawaban tunggal
    yang muncul dengan jelas.
  91. Ada satu studi longitudinal
    yang membuat saya benar-benar khawatir,
  92. itu menunjukkan bahwa remaja
    yang melihat pornografi
  93. kemudian lebih mungkin untuk
    melakukan kekerasan seksual.
  94. Tetapi desain penelitian
  95. tidak memungkinkan untuk
    definitif kesimpulan kausal.
  96. Dan ada penelitian lain
    yang tidak menemukan
  97. bahwa penggunaan pornografi pada remaja
  98. dikaitkan dengan hasil negatif tertentu.
  99. Meskipun ada penelitian lain
    yang menemukan hal itu.
  100. Tapi saat saya bicara dengan ahli lainnya

  101. saya merasakan tekanan luar biasa
    untuk memilih sisi tentang pornografi.
  102. Bergabung dengan tim satu atau yang lain.
  103. Saya bahkan diberitahu bahwa itu
    adalah pikiran lemah saya
  104. untuk tidak bisa memilih satu jawaban
    yang benar tentang pornografi.
  105. Dan itu rumit,
  106. karena ada industri
  107. yang memanfaatkan ketertarikan penonton
  108. untuk melihat wanita, khususnya,
    tidak hanya berhubungan seks,
  109. tetapi dicekik, disumpal, ditampar,
  110. diludahi, diejakulasi,
  111. disebut nama yang merendahkan
    berulang-ulang saat berhubungan seks,
  112. dan tidak selalu jelas dengan
    persetujuan mereka
  113. Kebanyakan orang akan setuju bahwa
    kita memiliki masalah serius
  114. dengan kebencian kepada wanita, kekerasan
    sensual dan pemerkosaan di negara ini,
  115. dan mungkin pornografi tidak
    membantu dengan semua itu.
  116. Dan masalah yang sangat penting
    bagi saya adalah
  117. bahwa selama lebih dari seabad,
  118. posisi anti-pornografi telah digunakan
    sebagai alasan
  119. untuk melakukan diskriminasi
    terhadap kaum gay dan lesbian
  120. atau orang yang memiliki
    kegemaran seksual unik atau aneh.
  121. Jadi saya bisa melihat mengapa,
    di satu sisi
  122. kami mungkin sangat khawatir tentang
    pesan yang dikirim pornografi,
  123. dan di sisi lain,
  124. mengapa kita mungkin terlalu khawatir
    tentang terlalu berlebihan mendakwanya.
  125. Selama dua tahun ke depan,

  126. saya melihat ke setiap ketakutan,
    klaim mengerikan yang bisa saya temukan
  127. tentang usia rata-rata di mana seseorang
    pertama kali melihat pornografi,
  128. atau apa yang terjadi pada otak mereka
    atau seksualitas mereka.
  129. Inilah yang harus saya laporkan kembali.
  130. pornografi gratis, online, mainstream,
  131. itulah jenis yang paling disukai remaja
    untuk dilihat,
  132. Ini adalah bentuk yang benar-benar
    mengerikan dari pendidikan seks.
  133. (Tertawa)

  134. (Tepuk tangan)

  135. Tapi itu memang bukan tujuannya.

  136. Dan itu mungkin tidak langsung
    meracuni pikiran mereka
  137. atau mengubah mereka menjadi
    pengguna kompulsif
  138. seperti yang dikatakan beberapa
    penyebar ideologi.
  139. Sudah jarang orang yang tidak melihat
    pornografi di masa muda mereka.
  140. Pada saat mereka berusia 18 tahun,
  141. 93 persen pria perguruan tinggi tahun
    pertama dan 62 persen perempuan
  142. telah melihat pornografi setidaknya sekali
  143. Dan meskipun orang suka mengatakan
  144. bahwa internet telah membuat
    pornografi ada di mana-mana,
  145. atau pada dasarnya menjamin
    bahwa setiap anak muda
  146. yang memegang smartphone
    pasti akan melihat pornografi,
  147. data tidak benar-benar mendukungnya.
  148. Studi representatif secara nasional
    menemukan bahwa pada tahun 2000
  149. 16% dari remaja berusia 10 hingga 13 tahun
  150. diaporkan bahwa mereka melihat
    pornografi dalam setahun terakhir
  151. Dan pada 2010, angka itu telah meningkat.
  152. Namun hanya sampai 30 persen.
  153. Jadi itu bukan semua orang.
  154. Masalah kami dengan remaja dan
    tindak kekerasan seksual

  155. bukan hanya karena pornografi.
  156. Faktanya, penelitian terbaru
  157. menemukan bahwa remaja lebih
    cenderung melihat gambar seksual
  158. di media lain selain pornografi.
  159. Pikirkan tentang semua video game seksual,
  160. atau acara TV, atau video musik.
  161. Dan itu bisa jadi paparan untuk aliran
    media kekerasan yang stabil
  162. yang bukan atau sebagai tambahan untuk
    gambar seksual
  163. yang menyebabkan masalah pada kita.
  164. Dengan berfokus pada potensi bahaya
    pornografi saja,
  165. kita mungkin mengalihkan perhatian
    kita dari masalah yang lebih besar.
  166. Atau kehilangan akar penyebab dari
    kekerasan saat kencan dan seksual,
  167. yang merupakan krisis kesehatan
    masyarakat yang sebenarnya.
  168. Artinya, bahkan penelitian saya sendiri

  169. menunjukkan bahwa para remaja
    beralih ke pornografi
  170. untuk pendidikan dan pengetahuan
    mengenai seks.
  171. Dan itu karena mereka
    tidak dapat menemukan
  172. informasi yang nyata dan dapat
    diandalkan di tempat lain.
  173. Kurang dari 50% negara bagian
    di Amerika Serikat
  174. mengharuskan pendidikan seks
    untuk diajarkan di sekolah,
  175. termasuk bagaimana cara untuk
    mencegah pemaksaan seks.
  176. Dan kurang dari setengah negara bagian itu
  177. mensyaratkan bahwa informasi yang
    diberikan akurat secara medis.
  178. Jadi dalam program sepulang
    sekolah di Boston,

  179. anak-anak itu sangat ingin
    bicara tentang seks
  180. dan mereka sangat ingin
    berbicara tentang pornografi.
  181. Dan mereka ingin membicarakan hal-hal itu
  182. jauh lebih dari keinginan mereka bicara
    tentang kencan atau kekerasan seksual
  183. Jadi kami sadar,
  184. kami bisa membahas semua topik yang
    sama dengan yang biasanya kita bicarakan
  185. dengan kedok pendidikan
    hubungan yang sehat
  186. seperti, apa definisi persetujuan seksual?
  187. Atau, bagaimana Anda tahu jika Anda
    menyakiti seseorang saat berhubungan seks?
  188. Apa batasan sehat yang harus dimiliki
    ketika Anda menggoda orang lain?
  189. Semua hal yang sama ini bisa
    kita diskusikan
  190. dengan menggunakan pornografi
    sebagai titik awal
  191. untuk pembicaraan kita.
  192. Ini seperti ketika orang dewasa memberi
    anak-anak camilan seperti brownies,
  193. tapi diam-diam membuat zucchini
    atau sesuatu yang sehat di dalamnya
  194. (Tertawa)

  195. Kita bisa berbicara dengan anak-anak
    tentang hal-hal yang sehat,

  196. hal-hal yang baik untuk Anda,
  197. tapi sembunyikan di dalam
    percakapan itu tentang sesuatu
  198. yang mereka pikir mereka ingin bicarakan.
  199. Kami juga menemukan sesuatu
  200. Bahwa kami tidak perlu memulai
    untuk mencari tahu,
  201. di mana ada cara yang fantastis untuk
    memulai percakapan dengan para remaja
  202. tentang pornografi.
  203. Dan itu adalah,
  204. menjaga percakapan yang benar untuk sains.
  205. Akui apa yang kita ketahui dan
    yang tidak kita ketahui
  206. tentang dampak dari pornografi.
  207. Bicara tentang di mana
    ada hasil yang beragam
  208. atau di mana ada kelemahan
    dalam studi yang telah dilakukan.
  209. Undang remaja
    untuk menjadi konsumen yang kritis
  210. dari literatur penelitian pornografi,
  211. serta tentang pornografi itu sendiri.
  212. Itu sangat cocok
    untuk perkembangan remaja.
  213. Para remaja suka mempertanyakan banyak hal
  214. dan mereka suka bila diajak
    untuk berpikir bagi diri mereka sendiri.
  215. Dan kami menyadari sejak mulai
    bereksperimen,

  216. mengajar beberapa kelas melalui
    persetujuan, hormat dan pornografi,
  217. yang berusaha menakuti remaja
    kepada sudut pandang tertentu
  218. atau menghentikan argumen satu sisi
    mereka tentang pornografi
  219. Tidak hanya mungkin tidak berhasil,
  220. tetapi benar-benar bukan contoh
    jenis perilaku hormat,
  221. perilaku konsensual yang kami ingin
    mereka pelajari.
  222. Jadi pendekatan kami, apa yang kami
    sebut literasi pornografi,
  223. adalah tentang menyajikan kebenaran
    tentang pornografi
  224. sejauh pengetahuan kita,
  225. mengingat bahwa ada basis bukti
    yang terus berubah.
  226. Ketika orang-orang mendengar bahwa
    kami mengajar 9 sesi, kelas 18 jam
  227. dalam literasi pornografi untuk remaja,
  228. Saya pikir mereka berpikir bahwa
    kita mendudukkan anak-anak
  229. dan berusaha menunjukkan mereka
    cara menonton pornografi,
  230. padahal bukan itu yang kami lakukan.
  231. Atau bahwa kami adalah bagian dari
    kelompok aktivis anti-pornografi
  232. yang berusaha meyakinkan mereka
    jika pernah melihat pornografi,
  233. itu akan jadi hal buruk nomor satu
    bagi kesehatan mereka.
  234. Dan bukan itu saja.
  235. Bahan rahasia kami
    adalah bahwa kami tidak menghakimi.

  236. Kami tidak berpikir bahwa remaja
    harus menonton pornografi.
  237. Tetapi, di atas semua itu, kami ingin
    mereka menjadi pemikir yang kritis,
  238. mengapa dan kapan mereka melihatnya.
  239. Dan kami telah belajar,
  240. dari jumlah permintaan
    untuk kurikulum dan pelatihan kami,
  241. dari seluruh AS dan sekitarnya,
  242. bahwa ada banyak orang tua
    dan banyak guru
  243. yang benar-benar menginginkan
    ini lebih bernuansa
  244. dan percakapan yang realistis
    dengan remaja tentang pornografi.
  245. Kami sudah mendapat permintaan
    dari Utah ke Vermont,
  246. ke Alabama, ke Hawaii.
  247. Jadi dalam program sepulang sekolah itu,

  248. apa yang saya lihat, adalah dari menit
    kami menyebutkan kata pornografi,
  249. anak-anak itu sudah siap
    untuk melompat ke depan-belakang
  250. tentang apa yang mereka lihat dan
    yang tidak ingin dilihat pada pornografi,
  251. dan apa yang mereka lakukan dan
    tidak ingin lakukan selama seks.
  252. Dan apa yang merendahkan bagi wanita
  253. atau tidak adil bagi pria atau rasis,
    semuanya.
  254. Dan mereka membuat beberapa
    poin yang sangat canggih.
  255. Tepatnya hal-hal seperti itu yang kami
    ingin mereka bicarakan
  256. sebagai aktivis pencegahan kekerasan.
  257. Dan sebagai guru,kita mungkin meninggalkan
    kelas suatu hari dan berpikir,

  258. "Sangat menyedihkan bahwa
    ada satu bocah lelaki di kelas kami
  259. yang menganggap bahwa semua wanita
    mengalami orgasme dari seks anal. "
  260. Dan kita mungkin meninggalkan kelas
    minggu berikutnya dan berpikir,
  261. "Aku benar-benar senang di sana ada
    satu anak di kelas kami yang gay,
  262. yang berkata bahwa melihat seksualitasnya
    terwakili dalam pornografi
  263. menyelamatkan hidupnya. "
  264. Atau, "Ada satu gadis di kelas kita
  265. yang mengatakan bahwa dia merasa
    jauh lebih baik tentang tubuhnya,
  266. karena dia melihat seseorang dengan tubuh
    seperti dia sebagai objek keinginan
  267. di beberapa pornografi yang lembut."
  268. Jadi di sinilah saya menemukan diri saya
    sebagai aktivis pencegahan kekerasan.

  269. Saya menemukan diri saya berbicara
    dan meneliti pornografi.
  270. Dan meskipun akan lebih mudah
  271. jika hal dalam hidup semua satu
    atau lain cara,
  272. apa yang saya temui dalam percakapan saya
    dengan remaja tentang pornografi
  273. adalah bahwa mereka tetap terlibat
    dalam percakapan ini
  274. karena kami mengizinkan mereka
    untukk bergulat dengan kompleksitas.
  275. Dan karena kami jujur tentang sains.
  276. Remaja ini mungkin belum dewasa,
  277. tetapi mereka hidup di dunia dewasa.
  278. Dan mereka siap
    untuk percakapan orang dewasa.
  279. (Tertawa)

  280. (Tepuk tangan)