YouTube

Got a YouTube account?

New: enable viewer-created translations and captions on your YouTube channel!

Indonesian subtitles

← Mungkin ini alasan kenapa kau depresi dan cemas

Get Embed Code
29 Languages

Showing Revision 22 created 10/28/2019 by Ade Indarta.

  1. Untuk waktu yang lama,
  2. ada dua misteri yang menggangguku.
  3. Aku tak memahaminya
  4. dan terus terang, aku agak takut
    untuk mencari tahu.
  5. Yang pertama, umurku 40 tahun,
  6. dan sepanjang hidupku, tahun demi tahun
  7. depresi dan kecemasan serius
    telah meningkat
  8. di Amerika, Britania Raya,
  9. dan di seluruh dunia Barat.
  10. Aku ingin tahu kenapa.
  11. Kenapa ini terjadi pada kita?
  12. Kenapa seiring berjalannya tahun,
  13. makin banyak dari kita yang kesulitan
    melewati hari?
  14. Aku ingin memahaminya karena misteri
    yang bersifat pribadi.
  15. Waktu remaja,

  16. aku ingat pergi ke dokter
  17. dan menjelaskan ada rasa sakit yang
    mengalir dari tubuhku.
  18. Aku tak bisa mengendalikannya
  19. Aku tak mengerti kenapa itu terjadi
  20. Aku merasa malu karenanya.
  21. Dokterku pun bercerita
  22. yang kusadari kini maksudnya baik,
  23. tapi terlalu menggampangkan.
  24. Tak sepenuhnya keliru.
  25. Dia berkata, "Kami tahu kenapa
    bisa begini.
  26. Beberapa orang memiliki ketidakseimbangan
    kimia secara alami dalam kepala mereka --
  27. kau jelas salah satunya.
  28. Kau hanya perlu obat-obatan
  29. yang akan menormalkan keseimbangan
    kimiamu."
  30. Jadi aku mulai minum Paxil atau Seroxat,

  31. obat yang sama hanya namanya berbeda
    di negara lain.
  32. Aku merasa lebih baik dan bersemangat.
  33. Tapi tak lama kemudian,
    rasa sakit itu datang lagi.
  34. Mereka memberiku dosis lebih tinggi
  35. sampai selama 13 tahun, aku minum dosis
    maksimal yang diizinkan secara hukum.
  36. Selama 13 tahun tersebut, dan hampir
    sepanjang waktu,
  37. Aku masih kesakitan.
  38. Aku mulai bertanya-tanya,
    "Apa yang terjadi?
  39. Kau sudah lakukan semua yang dikatakan
    kisah yang mendominasi budaya --
  40. kenapa kau masih merasa begini?"
  41. Untuk memecahkan kedua misteri ini,

  42. demi buku yang kutulis, aku melakukan
    perjalanan keliling dunia,
  43. aku menempuh lebih dari 40 ribu mil.
  44. Aku ingin berdiskusi dengan para ahli
    di dunia
  45. tentang penyebab depresi dan kecemasan
    dan solusinya
  46. serta mereka yang berhasil melewatinya
    dalam berbagai cara.
  47. Aku belajar banyak dari orang-orang luar
    biasa yang kukenal di perjalanan.
  48. Inti dari apa yang kupelajari adalah,

  49. sejauh ini kita punya bukti ilmiah
  50. untuk sembilan penyebab depresi
    dan kecemasan.
  51. Dua di antaranya ada dalam tubuh kita.
  52. Faktor genetik bisa membuatmu lebih
    peka, namun tak menentukan nasibmu.
  53. Ada perubahan nyata dalam otak
    ketika kau depresi
  54. yang membuatmu lebih sulit sembuh.
  55. Tapi sebagian besar faktor yang terbukti
    menyebabkan depresi dan kecemasan
  56. tidak ada dalam tubuh kita.
  57. Mereka faktor dalam cara hidup kita.
  58. Begitu kau memahaminya,
  59. itu akan membuka berbagai solusi berbeda
  60. yang harus ditawarkan bersama
    dengan opsi berupa antidepresan kimiawi.
  61. Contohnya,

  62. jika kau kesepian, kau akan cenderung
    depresi.
  63. Ketika kau bekerja dan tak punya kendali
    atas pekerjaanmu,
  64. kau hanya diperintah,
  65. kau akan cenderung depresi.
  66. Jika kau jarang keluar ke alam terbuka,
  67. kau akan cenderung depresi.

  68. Ada satu hal yang yang menyatukan
    banyak sebab depresi dan kecemasan.
  69. Tidak semuanya, tapi banyak.
  70. Semua di sini tahu,
  71. kalian punya kebutuhan fisik alami, kan?
  72. Tentu saja.
  73. Kau butuh makanan, air,
  74. tempat berlindung, udara bersih.
  75. Jika aku mengambilnya darimu,
    kau akan ada dalam masalah.
  76. Tapi di waktu yang sama,
  77. setiap manusia memiliki kebutuhan
    psikologis yang alami.
  78. Kau butuh merasa punya tempat.
  79. Kau butuh hidupmu berarti dan
    punya tujuan.
  80. Kau butuh diperhatikan dan dihargai.
  81. Kau butuh masa depan yang masuk akal.
  82. Budaya yang kita bangun ini baik
    di banyak hal.
  83. Banyak yang lebih baik dari masa lalu.
  84. Tapi kita jadi semakin kurang pandai
  85. dalam memenuhi kebutuhan psikologis
    yang mendasar.
  86. Tak hanya itu, tapi itulah alasan utama
    krisis ini terus meningkat.
  87. Ini sangat sulit kupahami.
  88. Aku bergumul dengan ide
  89. untuk mengubah pandangan tentang
    depresi sebagai masalah di otak saja
  90. menjadi banyak penyebab,
    termasuk cara hidup kita.
  91. Semuanya mulai menjadi jelas

  92. ketika aku mewawancarai seorang
    psikiater dari Afrika Selatan
  93. bernama dokter Derek Summerfield.
  94. Dia pria hebat.
  95. Dokter Summerfield kebetulan ada
    di Kamboja tahun 2001,
  96. ketika antidepresan kimiawi pertama kali
    dikenalkan pada warga di negara itu.
  97. Para dokter lokal, orang Kamboja,
    tidak pernah mendengar obat ini,
  98. jadi mereka bertanya dan dia menjelaskan.
  99. Mereka lalu berkata,
  100. "Kami tak membutuhkannya, kami
    sudah punya antidepresan."
  101. "Apa maksudmu?"
  102. Dia pikir yang mereka maksud adalah
    semacam obat herbal,
  103. seperti St. John's Wort, ginkgo, biloba,
    dan semacamnya.
  104. Mereka malah bercerita.

  105. Ada petani di komunitas mereka yang
    bekerja di ladang padi.
  106. Suatu hari, dia berdiri di ladang ranjau
    peninggalan perang dengan Amerika
  107. dan kakinya terkena ledakan.
  108. Mereka memberinya kaki palsu, dan dia
    kembali bekerja di ladang padi.
  109. Tapi, bekerja di air sangat menyakitkan
    jika kau memiliki anggota tubuh buatan.
  110. kurasa cukup traumatis kembali bekerja
    di ladang tempat kakinya meledak.
  111. Pria itu mulai menangis sepanjang hari,
  112. dia tak mau bangun dari tempat tidur,
    dia mengalami semua gejala depresi klasik.
  113. Dokter Kamboja berkata,
  114. "Saat itulah kami memberinya
    antidepresan."
  115. Summerfield berkata, "Apa itu?"
  116. Mereka bilang mereka duduk bersamanya.
  117. Mereka mendengarkannya.
  118. Mereka sadar penderitaannya beralasan,
  119. sulit baginya untuk melihat hal itu
    karena depresinya,
  120. tapi sebenarnya hal itu berpengaruh
    pada kehidupannya.
  121. Salah satu dokter yang berbicara
    di komunitas itu menduga,
  122. "Jika kita belikan dia seekor sapi,
  123. dia bisa menjadi peternak sapi perah,
  124. dia tak perlu ada di posisi ini,
  125. dia tak harus bekerja di ladang padi."
  126. Jadi mereka membelikan dia sapi.
  127. Dalam beberapa minggu tangisnya berhenti,
  128. dalam sebulan, depresinya hilang.
  129. Mereka berkata ke Summerfield,
    "Sapi itu adalah antidepresan,
  130. itu kan maksudmu?"

  131. (Tertawa)

  132. (Tepuk tangan)

  133. Jika kau dibesarkan sepertiku dan
    sebagian besar orang di sini,
  134. itu seperti lelucon buruk, 'kan?
  135. "Aku ke dokter untuk antidepresan,
    dia memberiku seekor sapi."
  136. Tapi apa yang para dokter Kamboja
    itu tahu secara intuitif,
  137. berdasarkan anekdot individual
    yang tidak ilmiah ini
  138. adalah apa yang WHO, badan medis
    terkemuka dunia,
  139. telah coba sampaikan selama
    bertahun-tahun
  140. berdasarkan bukti ilmiah terbaik.
  141. Jika kau depresi,

  142. jika kau cemas,
  143. kau tidak lemah, kau tidak gila,
  144. kau bukan mesin dengan onderdil
    yang rusak.
  145. Kau manusia dengan kebutuhan yang
    tidak terpenuhi.
  146. Penting bagi kita memikirkan tentang
    apa yang tidak dikatakan
  147. oleh para dokter
    di Kamboja dan WHO.
  148. Mereka tidak berkata pada si petani,
  149. "Hei, kawan, kau harus tenang.
  150. Kau harus mencari jalan keluar sendiri."
  151. Sebaliknya, mereka mengatakan,
  152. "Kita di sini sebagai satu kelompok
    untuk bergabung bersamamu,
  153. jadi kita bisa mencari
    jalan keluarnya bersama-sama."
  154. Inilah yang penderita depresi butuhkan,
  155. dan yang layak mereka dapatkan.
  156. Ini kenapa salah satu dokter
    terkemuka di PBB dalam pernyataannya

  157. di Hari Kesehatan Dunia tahun 2017
    mengatakan,
  158. kita perlu mengurangi bicara soal
    ketidakseimbangan kimia
  159. dan lebih kepada ketidakseimbangan
    cara hidup kita.
  160. Obat bisa membantu sebagian orang,
    mereka membantuku untuk sementara,
  161. tapi karena masalah ini lebih dalam
    dari sekedar biologis,
  162. solusinya juga harus lebih mendalam.
  163. Ketika aku baru tahu,

  164. aku ingat untuk berpikir,
  165. "OK, aku bisa lihat bukti ilmiahnya,
    aku membaca banyak studi,
  166. aku mewawancarai banyak ahli
    yang menjelaskan ini,
  167. tapi aku berpikir, "Bagaimana mungkin
    kita bisa melakukannya?"
  168. Hal-hal yang membuat kita depresi
  169. sering kali lebih kompleks dari apa
    yang terjadi dengan si petani Kamboja.
  170. Dari mana kita mulai dengan
    pengetahuan ini?
  171. Namun, dalam perjalanan panjang
    untuk bukuku di seluruh dunia,

  172. aku terus bertemu dengan mereka
    yang melakukan hal itu
  173. dari Sydney ke San Francisco,
  174. ke São Paulo.
  175. Aku bertemu mereka yang paham
    tentang penyebab depresi dan kecemasan
  176. dan mengobatinya secara kelompok.
  177. Aku tak bisa bercerita tentang semua
    orang hebat yang kukenal
  178. atau sembilan penyebab depresi dan
    kecemasan yang kupelajari
  179. karena aku tak diberi TED Talk 10 jam --
  180. kau bisa komplain pada mereka.
  181. Tapi aku ingin fokus ke dua penyebab
    dan dua solusi yang muncul.

  182. Ini yang pertama.
  183. Kita adalah kelompok paling kesepian
    dalam sejarah umat manusia.
  184. Ada studi terbaru yang bertanya
    pada orang Amerika,
  185. "Apakah kau merasa tak lagi
    dekat dengan siapa pun?"
  186. 39 persen mengatakan hal itu
    menggambarkan mereka.
  187. "Tak lagi dekat dengan siapa pun."
  188. Dalam pengukuran kesepian internasional,
  189. Britania dan Eropa berada tepat setelah
    Amerika Serikat, kalau mau sombong.
  190. (Tertawa)

  191. Aku menghabiskan waktu berdiskusi

  192. dengan ahli terkemuka dunia
    tentang kesepian,
  193. seorang pria luar biasa bernama profesor
    John Cacioppo di Chicago,
  194. dan aku banyak berpikir tentang satu
    pertanyaan dari karyanya.
  195. Profesor Cacioppo bertanya,
  196. "Kenapa kita ada?
  197. Kenapa kita di sini, kenapa kita hidup?"
  198. Satu alasan utama,
  199. leluhur kita di sabana Afrika sangat
    mahir dalam satu hal.
  200. Mereka tak lebih besar dari binatang
    yang mereka buru,
  201. mereka tak lebih cepat dari binatang
    yang mereka buru,
  202. tapi mereka jauh lebih baik dalam
    berkelompok dan bekerja sama.
  203. Ini adalah kekuatan super kita sebagai
    sebuah spesies; kita berkelompok.
  204. Seperti lebah berevolusi tinggal
    di sarang,
  205. manusia berevolusi tinggal dalam suku.
  206. Kita adalah manusia pertama
  207. yang membubarkan suku kita.
  208. Itu membuat kita merasa buruk.
  209. Tapi tak harus seperti itu.
  210. Salah satu pahlawan dalam bukuku,
    bahkan dalam hidupku,

  211. seorang dokter bernama Sam Everington.
  212. Dia dokter umum di London Timur yang
    kumuh, tempat tinggalku bertahun-tahun.
  213. Sam merasa sangat tidak nyaman,
  214. karena banyak pasien datang kepadanya
    dengan depresi dan kecemasan parah.
  215. Dia tidak menentang antidepresan kimia,
    dia pikir itu bisa membantu.
  216. Tapi dia bisa melihat dua hal.
  217. Satu, para pasiennya depresi dan cemas
    sepanjang waktu
  218. karena alasan masuk akal seperti
    kesepian.
  219. Kedua, walaupun obat diberikan untuk
    membantu
  220. bagi banyak orang, itu tidak
    menyelesaikan masalah.
  221. Masalah yang mendasar.
  222. Suatu hari, Sam memutuskan untuk
    mencari pendekatan baru.
  223. Seorang wanita datang ke kliniknya,
    bernama Lisa Cunningham.
  224. Aku mengenal Lisa belakangan.
  225. Lisa sudah mengunci dirinya di rumah
    karena depresi dan kecemasan
  226. selama tujuh tahun.
  227. Ketika dia datang, dia diberi tahu,
    "Jangan cemas,
  228. kami akan tetap memberimu obat,
  229. tapi kami juga akan memberikan
    resep lain.
  230. Kami akan memintamu datang ke sini
    dua kali seminggu
  231. untuk bertemu dengan sekelompok
    penderita depresi
  232. bukan untuk berbicara tentang
    penderitaanmu,
  233. tapi mencari sesuatu yang berarti yang
    bisa kalian lakukan bersama
  234. hingga kau tak merasa kesepian dan
    tak berarti."
  235. Pertama kali grup ini bertemu,

  236. Lisa muntah karena cemas
  237. dia merasa kewalahan.
  238. Tapi mereka menggosok punggungnya
    dan berkata, "Apa yang bisa kami bantu?"
  239. Mereka adalah warga London Timur,
    mereka tak tahu tentang berkebun.
  240. Kenapa kita tak belajar berkebun?
  241. Ada satu area di belakang kantor dokter
    yang hanya semak belukar.
  242. "Bagaimana kalau kita mengubahnya
    jadi kebun?"
  243. Mereka mulai meminjam buku, mulai
    menonton YouTube.
  244. Mereka mulai memegang tanah.
  245. Mereka mulai mempelajari irama musim.
  246. Ada banyak bukti bahwa paparan
    dengan alam
  247. adalah antidepresan yang sangat kuat.
  248. Tapi mereka mulai dengan sesuatu
    yang lebih penting.
  249. Mereka memulai sebuah suku.
  250. Mereka memulai sebuah kelompok.
  251. Mereka mulai peduli satu sama lain.
  252. Jika salah satu tidak muncul,
  253. yang lain akan mencarinya dan membantu
    mereka memecahkan masalah hari itu.
  254. Sebagaimana yang Lisa katakan padaku,
  255. "Saat kebun itu mulai mekar,
  256. kami pun mulai mekar."
  257. Pendekatan ini dinamakan resep sosial
    dan menyebar di Eropa.

  258. Ada bukti kecil namun berkembang
  259. yang menunjukkan penurunan kecil namun
    berarti di depresi dan kecemasan.
  260. Aku ingat berdiri di kebun yang dibangun
    Lisa dan teman-temannya --

  261. kebun yang sangat cantik --
  262. aku berpikir,
  263. hal ini sangat terinspirasi oleh
    profesor Hugh Mackay di Australia.
  264. Sering kali, ketika seseorang merasa
    sedih dalam budaya ini,
  265. yang kita katakan pada mereka adalah,
  266. "Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri."
  267. Aku sadar, yang seharusnya kita
    katakan adalah,
  268. "Jangan jadi dirimu.
  269. Jangan jadi dirimu sendiri.
  270. Jadilah kita, kami.
  271. Jadilah bagian dari kelompok."
  272. (Tepuk tangan)

  273. Solusi dari masalah-masalah ini

  274. bukan mengambil sumber dayamu sebagai
    seorang individu yang terisolir --
  275. itu salah satu sebab masalahnya.
  276. tapi berhubungan kembali dengan
    sesuatu yang lebih besar darimu.
  277. Dan itu berhubungan dengan penyebab
    depresi dan kecemasan lainnya.

  278. Semua tahu
  279. junk food sudah mengambil alih pola
    makan kita dan membuat kita sakit.
  280. Aku tak bermaksud sombong, aku datang
    ke sini dari McDonald's,
  281. tapi aku lihat kalian semua menyantap
    sarapan TED yang sehat.
  282. Seperti halnya junk food yang membuat
    fisik kita sakit,
  283. nilai-nilai sejenis telah mengambil alih
    pikiran kita
  284. dan membuat kita sakit secara mental.
  285. Para ahli filosofi sudah berkata
    selama ribuan tahun,
  286. jika kau pikir hidup adalah tentang
    uang, status dan pamer,
  287. kau akan merasa seperti sampah.
  288. Itu bukan kutipan persis Schopenhauer,
    tapi kira-kira itu intinya.
  289. Anehnya, jarang ada yang menelitinya
    secara ilmiah,

  290. sampai seseorang luar biasa bernama
    profesor Tim Kasser
  291. di Knox College, Illinois,
  292. yang sudah menelitinya selama 30 tahun.
  293. Penelitiannya menunjukkan beberapa
    hal penting.
  294. Pertama,
  295. makin kau percaya kau bisa membeli dan
    memamerkan jalan keluar dari kesedihan
  296. ke kehidupan yang baik,
  297. kau lebih cenderung menjadi
    depresi dan cemas.
  298. Kedua,
  299. kita sudah makin digerakkan oleh
    kepercayaan ini sebagai kelompok.
  300. Sepanjang hidupku, di bawah tekanan
    iklan, Instagram, dan sebagainya.
  301. Semakin kupikirkan, aku sadar

  302. kita sudah dicekoki sejak lahir,
    semacam KFC untuk jiwa.
  303. Kita sudah dilatih mencari kebahagiaan
    di tempat yang salah,
  304. seperti junk food, mereka tak memenuhi
    kebutuhan nutrisimu,
  305. malah membuatmu merasa buruk.
  306. Nilai-nilai sampah tak memenuhi
    kebutuhan psikologismu,
  307. mereka merenggutmu dari kehidupan
    yang baik.
  308. Ketika aku bersama dengan profesor
    Kasser dan mempelajarinya,
  309. aku merasakan emosi aneh yang
    campur aduk.
  310. Karena di satu sisi, aku merasa
    tertantang.
  311. Aku tahu seberapa sering aku merasa
    sedih dalam hidup,
  312. aku mencoba mengobatinya dengan
    solusi eksternal yang sok pamer.
  313. Aku tahu kenapa itu tak berhasil.
  314. Aku juga berpikir, bukankah ini jelas?
  315. Ini klise, 'kan?
  316. Saat menjelang ajal, tidak akan ada yang
    berpikir tentang sepatu yang kau beli
  317. atau semua retweet yang kau dapat, 'kan?
  318. kau akan memikirkan momen cinta dan
    hubungan dalam hidupmu.
  319. Ini seperti klise, tapi aku berkata
    pada profesor Kasser,
  320. "Kenapa aku merasa terbelah?"
  321. Dia berkata, "Di tingkat tertentu,
    kita semua tahu hal ini.
  322. Tapi kita tidak menerapkannya dalam
    budaya ini.
  323. Kita begitu tahu hingga jadi klise,
    tapi tak diterapkan."
  324. Kenapa kita bisa tahu sesuatu yang begitu
    dalam tapi tak menerapkannya?
  325. Setelah beberapa saat,
    profesor Kasser berkata,
  326. "Karena kita hidup dalam mesin
  327. yang dirancang agar kita mengabaikan
    hal yang penting dalam hidup."
  328. Aku memikirkan itu.
  329. "Karena kita hidup dalam mesin
  330. yang dirancang agar kita mengabaikan
    hal yang penting dalam hidup."
  331. Profesor Kasser ingin tahu bisakah
    mesin itu dikacaukan.

  332. Dia sudah melakukan banyak penelitian.
    Kuberi satu contoh.
  333. Aku mendorong semua di sini
    mencobanya dengan teman dan keluarga.
  334. Dia mengumpulkan sekelompok remaja
    dan dewasa bersama Nathan Dungan
  335. untuk berkumpul dan bertemu selama
    beberapa waktu.
  336. Salah satu inti kelompok itu adalah
  337. untuk membuat orang berpikir tentang
    momen dalam hidup yang berarti.
  338. Masing-masing berbeda.
  339. Untuk sebagian, itu adalah bermain musik,
    menulis, membantu seseorang --
  340. aku yakin semua di sini bisa memikirkan
    sesuatu.
  341. Salah satu tujuan kelompok itu adalah
    membuat orang bertanya,
  342. "OK, bagaimana kau bisa
    mendedikasikan lebih banyak hidupmu
  343. untuk mengejar momen-momen
    berarti ini
  344. dan mengurangi membeli barang yang
    tak kau perlukan
  345. untuk dipajang di media sosial dan
    membuat orang lain iri.
  346. Yang mereka temukan adalah,

  347. dengan pertemuan ini --
  348. yang mirip seperti Alcoholics Anonymous
    untuk konsumerisme, 'kan?
  349. Mengumpulkan orang untuk bertemu,
    menyatakan nilai-nilai,
  350. bertekad untuk bertindak dan saling
    mengecek
  351. berujung pada perubahan dalam
    nilai-nilai manusia.
  352. Hal itu menjauhkan kita dari badai pesan
    penghasil depresi
  353. yang melatih kita mencari kebahagiaan
    di tempat yang salah,
  354. dan lebih ke nilai-nilai bermakna
  355. yang mengeluarkan kita dari depresi.
  356. Tapi dengan semua solusi yang kulihat
    dan telah kutulis,

  357. dan banyak lagi yang tak bisa kubicarakan
  358. aku masih terus berpikir,
  359. kenapa butuh waktu lama bagiku
    untuk melihatnya?
  360. Waktu kau menjelaskan ke orang lain,
    beberapa lebih rumit tapi tidak semua,
  361. ketika kau menjelaskannya, itu
    tak sulit, bukan?
  362. Kita sudah tahu tentang hal ini.
  363. Kenapa kita sulit memahaminya?
  364. Ada banyak alasan.
  365. Salah satunya adalah kita harus
    mengubah pemahaman kita
  366. tentang apa itu depresi dan kecemasan
    yang sebenarnya.
  367. Ada kontribusi biologis yang nyata pada
    depresi dan kecemasan.
  368. Tapi jika kita membiarkan biologi
    menjadi gambaran besarnya,
  369. seperti yang kulakukan, karena budaya
    mempengaruhi sebagian besar hidupku,
  370. yang kita katakan secara tersirat --
    mungkin bukan niat kita begitu --
  371. tapi yang kita katakan adalah,
  372. "Rasa sakitmu tak berarti apa pun.
  373. Itu hanya malfungsi.
  374. Seperti kesalahan dalam program komputer,
  375. itu cuma masalah kabel dalam kepalamu."
  376. Aku baru bisa merubah hidupku
  377. ketika aku sadar bahwa depresi bukan
    sebuah malfungsi.
  378. Melainkan sebuah sinyal.
  379. Depresimu adalah sinyal.
  380. Yang memberitahumu sesuatu.
  381. (Tepuk tangan)

  382. Kita merasa begini karena suatu alasan,

  383. mereka bisa susah dilihat saat depresi --
  384. aku sangat paham dari
    pengalaman pribadi.
  385. Tapi dengan bantuan yang tepat, kita
    bisa memahami masalah ini
  386. dan kita bisa memperbaikinya bersama.
  387. Tapi untuk melakukan itu,
  388. langkah paling awal adalah
  389. kita harus berhenti mencela
    sinyal-sinyal ini
  390. dengan menganggap mereka kelemahan,
    kegilaan, atau murni masalah biologis,
  391. kecuali untuk sejumlah kecil orang.
  392. Kita harus mulai mendengarkan
    sinyal-sinyal ini
  393. karena mereka memberitahu sesuatu
    yang perlu kita dengar.
  394. Hanya jika kita benar-benar
    mendengarkan sinyal ini,
  395. dan menghargai sinyal-sinyal tersebut,
  396. kita akan mulai melihat
  397. solusi yang membebaskan, sehat, dan
    mendalam.
  398. Yaitu sapi-sapi yang tengah menunggu di
    sekitar kita.
  399. Terima kasih.

  400. (Tepuk tangan)