Indonesian subtitles

← Mitos tentang dua prajurit terhebat Irlandia - Iseult Gillespie

Get Embed Code
21 Languages

Showing Revision 3 created 12/25/2020 by Ade Indarta.

  1. Cú Chulainn, pahlawan Ulster,
    berdiri di arungan di Cooley,
  2. siap menghadapi seluruh
    pasukan sendirian—
  3. semua demi seekor banteng.
  4. Pasukan yang dimaksud adalah milik
    Ratu Meadhbh dari Connaught.

  5. Marah karena suaminya memiliki
    seekor banteng putih yang sangat kuat,
  6. dia berangkat untuk menangkap
    banteng coklat Ulster yang legendaris
  7. dengan cara apa pun.
  8. Sayangnya, Raja Ulster
    telah memilih momen ini

  9. untuk memaksa Dewi Macha
    berlomba dengan keretanya saat hamil.
  10. Sebagai balasan, sang Dewi menghukumnya
    dan seluruh pasukannya dengan kram perut
  11. yang sangat mirip dengan persalinan—
    semuanya, kecuali Cú Chulainn.
  12. Meskipun dia adalah
    pejuang terbaik di Ulster,

  13. Cú Chulainn tahu dia tak dapat menghadapi
    seluruh pasukan Ratu Meadhbh sekaligus.
  14. Dia memohon ritus suci pertarungan tunggal
  15. untuk melawan penyusup satu per satu.
  16. Namun, saat pasukan
    Ratu Meadhbh mendekat,
  17. ada hal yang membuatnya lebih khawatir
    daripada cobaan melelahkan di depannya.
  18. Bertahun-tahun sebelumnya, Cú Chulainn
    telah melakukan perjalanan ke Skotlandia

  19. untuk berlatih dengan
    prajurit terkenal Scáthach.
  20. Di sana, ia bertemu dengan pejuang muda
    dari Connaught bernama Ferdiad.
  21. Mereka hidup dan berlatih berdampingan,
    dan dengan segera menjadi teman dekat.
  22. Ketika mereka kembali
    ke rumah masing-masing,

  23. Cú Chulainn dan Ferdiad ada di sisi
    berlawanan dalam perang.
  24. Cú Chulainn tahu Ferdiad bertarung
    untuk pasukan Meadhbh,
  25. dan jika ia berhasil menangkis pasukannya,
  26. pada akhirnya mereka akan bertemu.
  27. Hari demi hari, Cú Chulainn
    membela Ulster sendirian.

  28. Dia mengirim beberapa kepala musuh
    kembali ke kamp Meadhbh,
  29. sementara derasnya air dari arungan
    menghanyutkan yang lain.
  30. Terkadang, ia kerasukan dan membunuh
    ratusan tentara berturut-turut.
  31. Kapan pun ia melihat Ratu di kejauhan,
    dia melemparkan batu ke arahnya—
  32. tidak pernah mengenainya,
  33. tetapi pernah cukup dekat
    untuk menjatuhkan tupai dari bahunya.
  34. Di kamp Connaught, Ferdiad berusaha
    tak menarik perhatian,

  35. melakukan semua yang ia bisa
    untuk menghindari momen
  36. ketika dia harus menghadapi sahabatnya
    dalam pertempuran.
  37. Namun, sang Ratu tidak sabar
    untuk mendapatkan banteng itu,
  38. dan ia tahu Ferdiad adalah kesempatan
    terbaiknya untuk mengalahkan Cú Chulainn.
  39. Jadi, dia membujuknya
    dan mempertanyakan kehormatannya
  40. sampai dia tidak punya pilihan
    selain bertarung.
  41. Keduanya berhadapan di depan,
    sepadan dalam kekuatan dan keterampilan

  42. tak peduli senjata apa yang mereka pakai.
  43. Kemudian, di hari ketiga pertarungan,
    Ferdiad mulai unggul
  44. daripada Cu Chulainn yang kelelahan.
  45. Namun, Cú Chulainn punya trik terakhir:

  46. guru mereka telah berbagi rahasia
    hanya dengan dirinya.
  47. Dia memberitahunya
    cara memanggil Gáe Bulg,
  48. tombak ajaib yang terbuat
    dari tulang monster laut
  49. yang berada di dasar laut.
  50. Cu Chulainn memanggil tombak, menikam
    Ferdiad sampai mati, dan ia pingsan.
  51. Meadhbh memanfaatkan kesempatannya
    dan maju dengan sisa pasukannya

  52. untuk menangkap banteng coklat.
  53. Akhirnya, orang-orang Ulster pulih
    dari penyakit gaib mereka,
  54. dan mereka mulai mengejar.
  55. Namun, mereka terlambat: Ratu Meadhbh
    melintasi perbatasan tanpa cedera,
  56. menyeret banteng coklat bersamanya.
  57. Begitu sampai di rumah,
    Meadhbh menuntut pertempuran lagi,

  58. kali ini antara banteng coklat
    dan banteng putih suaminya.
  59. Kedua banteng itu sangat sepadan,
    dan bertempur sampai malam,
  60. menyeret satu sama lain
    ke seluruh Irlandia.
  61. Akhirnya, banteng coklat
    membunuh banteng putih,

  62. dan Ratu Meadhbh akhirnya puas.
  63. Namun, kemenangan banteng coklat
    tidak berarti apa-apa baginya.
  64. Dia lelah, terluka, dan hancur.
  65. Segera setelah itu, dia mati karena
    patah hati, meninggalkan sebuah negeri
  66. yang tetap akan dirusak perang Meadhbh
    selama bertahun-tahun yang akan datang.