Indonesian subtitles

← "Ciuman Pertama" oleh Tim Seibles

Animasi ini adalah bagian dari serial baru kami, "There's a Poem for That," yang menghadirkan interpretasi animatif dari puisi-puisi, baik yang lama maupun baru, yang menghadirkan kata-kata untuk perasaan perasaan penting manusia.

Puisi oleh Tim Seibles, disutradarai oleh Hanna Jacobs

Get Embed Code
27 Languages

Showing Revision 4 created 04/08/2019 by Ade Indarta.

  1. Ciuman pertama
  2. Mulutnya
  3. jatuh di mulutku
  4. bagai salju musim panas, bagai musim
    ke-5, seperti Taman Firdaus yang segar,
  5. bagai Taman Firdaus
    saat Hawa membuat Tuhan
  6. merintih dengan ayunan pinggulnya -
  7. ciumannya menyakitkan seperti itu -
  8. maksudku, sepertinya ia
    mencampur keringat malaikat
  9. dengan rasa jeruk,
  10. Sumpah. Mulutku adalah
    helm yang selamanya
  11. diminyaki rahasia, mulutku
  12. jalan buntu sedikit disinari oleh
    geligiku -- hatiku, seekor tiram
  13. terutup rapat di dasar kegelapan,
  14. tapi mulutnya diam seperti
    Cadillac biru muda
  15. penuh berisi burung kenari yang
    dikemudikan seekor tukan --sumpah
  16. bibir itu mengucapkan sayap cerah
    saat kami berciuman, liar
  17. dan pas-- seakan dia
    mengajari kuda laut berbicara--
  18. mulutnya sangat berhati-hati, berinteraksi
    dengan vokal pertama dari tenggorokanku
  19. hingga otakku bagai piano dimainkan
    dengan keras, terpukul seperti itu--
  20. itu seperti, sumpah lidahnya adalah
    bulan ke-7 Saturnus --
  21. panas, panas dan dingin dan
    memutar
  22. memutar, menjadikanku
    planet yang bahagia--
  23. matahari di satu sisi, malam tertuang
  24. sentuhannya yang mesra: satunya api yang
    menerbangkan layangan yang satunya.
  25. Ciumannya, sumpah--jika Ibu Pertiwi
    membuka paksa rembulan
  26. layaknya bingkisan dan kau ada di sana
    untuk merasakan bayanganmu akhirnya
  27. terbebas dari pergelangan tanganmu.
  28. Itulah rasanya, tapi lebih manis --
  29. seperti kegaduhan pendeta-pendeta berkaki
    pasak di tongkat pogo, naik dan naik,
  30. sini dan ini, tak terjatuh
    tapi terus dan terus
  31. seperti itu, tingkahnya nakal
  32. tapi ya ampun—sumpah! Ciuman itu:
    kedua bibir itu benar-benar terikat
  33. dengan dunia layaknya Pasukan Perdamaian,
  34. bagaikan toko gratis,
    selamanya dan selalu
  35. kota baru--tidak berkunci, tak ada tembok,
    hanya pintu-pintu—seperti itu, aku sumpah,
  36. seperti itu.