YouTube

Got a YouTube account?

New: enable viewer-created translations and captions on your YouTube channel!

Indonesian subtitles

← Bagaimana menumbuhkan glasiermu sendiri - M Jackson

Get Embed Code
21 Languages

Showing Revision 4 created 04/11/2019 by Ade Indarta.

  1. Pada abad ke-13,

  2. Genghis Khan berangkat dalam
    misi untuk menaklukkan Eurasia,
  3. dengan lincah menguasai banyak negara dan
    menariknya dalam Kekaisaran Mongol.
  4. Dengan jumlah pasukan yang besar
    ia hampir tidak terbendung.
  5. Namun, legenda mengatakan
    ada satu rintangan
  6. yang bahkan tidak bisa diatasi oleh
    Khan yang mengagumkan:
  7. Tembok es yang menjulang,
  8. ditanam oleh penduduk
    merintangi jalan gunung
  9. untuk menghentikan pasukan Khan
    menjajah wilayah mereka.
  10. Tidak ada yang tahu keakuratan
    sejarah dari cerita tersebut,

  11. namun sesungguhnya, ada faktanya:
  12. Selama berabad-abad, di pegunungan
    Karakoram dan Himalaya,
  13. orang-orang sudah menumbuhkan glasier dan
    memanfaatkan tembok es buatan tangan ini
  14. sebagai sumber air minum dan
    irigasi bagi pertanian mereka.
  15. Namun sebelum sampai pada
    fenomena yang mengagumkan itu,
  16. penting untuk memahami
    perbedaan antara
  17. glasier yang tumbuh di alam bebas,
  18. dan glasier yang dibuat oleh manusia.
  19. Di alam bebas,

  20. diperlukan tiga kondisi
    agar glasier terbentuk:
  21. hujan salju, suhu dingin, dan waktu.
  22. Pertama, hujan salju yang
    deras dan terakumulasi.
  23. Kemudian suhu dingin
    memastikan timbunan salju
  24. bertahan sepanjang musim dingin, musim
    semi, musim panas, dan musim gugur.
  25. Selama tahun-tahun, dekade
    dan abad-abad berikutnya,
  26. tekanan dari salju yang terakumulasi
  27. mengubah lapisan-lapisan menjadi
    es glasial yang sangat padat.
  28. Membentuk glasier secara artifisial,

  29. akan tetapi, sangat jauh berbeda.
  30. Di pertemuan tiga pegunungan yang besar,
  31. Himalaya, Karakoram, dan Hindu Kush,
  32. selama berabad-abad kebudayaan lokal
    percaya bahwa glasier itu hidup.
  33. Dan terlebih lagi,
  34. bahwa glasier tertentu memiliki gender
    yang berbeda termasuk jantan dan betina.
  35. Pembuat Glasier Lokal 'membiakkan' glasier
    baru dengan cangkok - atau mengawinkan -
  36. fragmen-fragmen es dari
    glasier jantan dan betina,
  37. lalu menutupinya dengan arang, kulit
    gandum, kain atau ranting pohon willow
  38. agar glasier itu bereproduksi.
  39. Di bawah perlindungan penutupnya,
  40. glasier-glasier kecil ini berubah menjadi
    glasier yang aktif
  41. yang tumbuh setiap tahun dengan
    bertambahnya hujan salju.
  42. Kemudian glasier tersebut berfungsi
    sebagai sumber air yang tahan lama
  43. yang bisa digunakan petani untuk
    mengairi ladangnya.
  44. Praktik ini sudah berkembang
    ke kebudayaan lain,

  45. di mana orang-orang menciptakan
    glasier versi mereka sendiri
  46. dan menerapkannya untuk mengatasi masalah
    suplai air modern yang serius.
  47. Ambil contoh Ladakh, wilayah gurun
    dataran tinggi di sebelah utara India.
  48. Terletak di bawah bayang-bayang
    Pegunungan Himalaya
  49. dan mendapatkan rata-rata kurang dari
    10 sentimeter hujan per hari.
  50. Dengan mengecilnya glasier lokal
    yang disebabkan perubahan iklim,
  51. kesulitan air secara regional meningkat.
  52. Maka dari itu, penduduk lokal mulai
    menumbuhkan glasier mereka sendiri
  53. sebagai jaminan atas ketidakpastian ini.
  54. Terdapat dua jenis glasier:
    horizontal dan vertical.
  55. Glasier horizontal terbentuk saat petani
    mengarahkan kembali lelehan glasier

  56. ke dalam saluran dan pipa-pipa,
  57. kemudian dengan hati-hati menyaringnya ke
    dalam wadah dari batu dan tanah.
  58. Para penduduk mengatur pelepasan air ke
    dalam penampungan ini dengan seksama,
  59. menunggu setiap lapisan baru membeku
  60. sebelum wadah tersebut diisi lagi.
  61. Di awal musim semi,
  62. kolam beku ini mulai meleleh,
  63. menyediakan pengairan bagi
    sawah ladang para penduduk.
  64. Penduduk lokal membuat glasier vertikal
    menggunakan lelehan air

  65. dari glasier yang sudah ada,
    jauh tinggi di atas desa mereka.
  66. Lelehan air ini memasuki saluran
    yang mengalir turun,
  67. hingga mencapai area persawahan
  68. yang kemudian menyembur dari pipa
    yang menghadap lurus ke atas.
  69. Ketika suhu turun di musim dingin
  70. pembekuan terjadi seiiring dengan
    lelehan air menyembur keluar dari pipa,
  71. akhirnya membentuk patung es setinggi
    50 meter yang disebut stupa,
  72. yang berbentuk seperti kerucut terbalik.
  73. Bentuk terbalik ini meminimalisasi luas
    permukaan yang disinari matahari
  74. di musim semi dan musim panas.
  75. Hal itu memastikan bahwa glasier mini
    meleleh secara perlahan
  76. dan menyediakan cadangan air yang cukup
    untuk mengairi ladang para petani.
  77. Metode ini mungkin kuno,

  78. namun menjadi lebih relevan
  79. dengan perubahan iklim
    berdampak planet kita.
  80. Faktanya, banyak orang menumbuhkan glasier
    sendiri di banyak tempat di luar Ladakh.
  81. Orang-orang Swiss, memanfaatkan teknologi
    modern menumbuhkan glasier,
  82. menciptakan stupa pertama mereka di tahun
    2016 di Pegunungan Alpen Swiss.
  83. Ada rencana-rencana untuk lebih
    dari 100 di desa-desa di Pakistan,
  84. Kazakhstan dan Kyrgyzstan.
  85. Mungkin suatu hari kita akan mampu
    memanfaatkan glasier buatan sendiri
  86. dengan cukup baik untuk
    mendirikan dinding es--
  87. kali ini bukan untuk mencegah orang masuk,
  88. tapi untuk memungkinkan kehidupan
    di tempat paling keras di planet ini.