Indonesian subtitles

← Sebuah penghargaan untuk perawat

Get Embed Code
28 Languages

Showing Revision 6 created 12/14/2018 by Ade Indarta.

  1. Sebagai pasien,
  2. kita biasanya ingat nama dokter
    yang merawat kita,
  3. tapi seringkali kita lupa nama
    perawat yang merawat kita.
  4. Saya ingat namanya.
  5. Saya sakit kanker payudara
    beberapa tahun lalu
  6. dan entah bagaimana saya berhasil
    melewati operasi
  7. dan awal perawatan berjalan lancar.
  8. Saya dapat menyembunyikan
    apa yang terjadi.
  9. Semua orang tidak perlu tahu.
  10. Saya bisa mengantar putri saya ke sekolah,
  11. Saya bisa makan malam bersama suami;
  12. Saya bisa mengelabui orang-orang.
  13. Namun saat jadwal kemoterapi saya dimulai
  14. itu membuat saya takut
  15. karena saya tahu rambut saya akan rontok
  16. akibat kemoterapi yang akan saya jalani.
  17. Saya tidak bisa berpura-pura lagi
  18. seolah-olah segalanya normal.
  19. Saya takut.

  20. Saya tahu rasanya setiap orang
    mengasihani saya,
  21. dan saya hanya ingin merasa normal.
  22. Ada alat yang dipasang di dada saya.
  23. Saya menjalani hari pertama kemoterapi,
  24. dan saya sangat terguncang.
  25. Perawat saya, Joanne, masuk pintu
  26. dan anggota tubuh saya meminta saya untuk
    bangkit dari kursi
  27. dan lari sejauh mungkin.
  28. Tapi Joanne bersikap seolah-olah kami
    teman lama.
  29. Kemudian dia bertanya,
  30. "Di mana kamu menyemir rambutmu?"
  31. (Tertawa)

  32. Apakah Anda bercanda?

  33. Anda bicara tentang rambut saya ketika
    saya akan segera kehilangannya?
  34. Saya agak marah,
  35. dan saya jawab, "Benarkah? Rambut?"
  36. Sambil mengangkat bahu, dia berkata,
  37. "Itu akan tumbuh lagi."
  38. Saat dia mengatakan itu, satu hal
    yang saya lupakan,
  39. bahwa pada suatu saat,
    hidup saya akan kembali normal.
  40. Dia sangat yakin akan hal itu.
  41. Dan saya juga meyakininya.
  42. Sekarang, khawatir kehilangan rambut
    saat melawan kanker

  43. mungkin tampak konyol pada awalnya
  44. tetapi tidak hanya penampilan yang
    membuat Anda khawatir,
  45. tapi bagaimana sikap orang terhadap anda
    yang Anda khawatirkan.
  46. Joanne membuat saya merasa normal
    untuk pertama kalinya sejak enam bulan.
  47. Kami berbincang tentang pacarnya,
  48. kami bicara tentang mencari apartemen di
    kota New York,
  49. kami bicara tentang reaksi saya terhadap
    kemoterapi --
  50. segala sesuatu yang campur aduk.
  51. Saya selalu bertanya-tanya,
  52. bagaimana dia tahu cara berbicara
    dengan saya?
  53. Joanne Staha dan kekaguman saya kepadanya

  54. menandai dimulainya perjalanan saya
    ke dunia perawat.
  55. Beberapa tahun kemudian,
    saya punya proyek
  56. untuk merayakan kiprah para perawat.
  57. Saya mulai dengan Joanne,
  58. dan saya berjumpa dengan lebih dari
    100 perawat di Amerika.
  59. Lima tahun saya mewawancarai, memfoto dan
    memfilmkan perawat
  60. untuk sebuah buku dan film dokumenter.
  61. Dengan tim saya,
  62. kami memetakan perjalanan melintasi
    Amerika yang akan membawa kami
  63. berurusan dengan masalah kesehatan
    masyarakat terbesar di negara kita --
  64. penuaan, peperangan, kemiskinan, penjara.
  65. Kemudian kami pergi ke
  66. tempat di mana kami akan menemukan
    konsentrasi terbesar pasien
  67. yang menghadapi masalah itu.
  68. Kami meminta rumah sakit dan fasilitas
    untuk menunjuk perawat
  69. yang akan mewakili mereka.
  70. Perawat pertama yang saya temui
    adalah Bridget Kumbella.

  71. Bridget dilahirkan di Kamerun,
  72. anak tertua dari empat saudara.
  73. Ayahnya terjatuh dari lantai empat
    tempat kerjanya
  74. dan sangat mencederai punggungnya.
  75. Dan dia banyak bicara tentang
    bagaimana rasanya terbaring telentang
  76. dan tidak mendapatkan perawatan
    yang memadai.
  77. Hal itu yang mendorong Bridget untuk
    menekuni profesi perawat.
  78. Sekarang, sebagai perawat di Bronx
  79. dia melayani berbagai kelompok pasien,
  80. dari semua lapisan masyarakat,
  81. dan dari agama yang berbeda.
  82. Dan dia mengabdikan karirnya
    untuk mengerti dampak
  83. dari perbedaan budaya
    terhadap kesehatan.
  84. Dia berbicara tentang pasien
  85. -- seorang pribumi Amerika --
  86. yang ingin membawa seikat bulu ke ICU.
  87. Begitulah ia menemukan ketenangan spritual
  88. Dan dia membelanya
  89. dan mengatakan para pasien
    berasal dari agama yang berbeda
  90. dan menggunakan berbagai objek
    untuk menenangkan,
  91. apakah itu tasbih atau bulu simbolis,
  92. semuanya perlu didukung.
  93. Ini adalah Jason Short.

  94. Jason adalah perawat kesehatan rumah di
    pegunungan Appalachian,
  95. dan ayahnya memiliki pom bensin
    dan bengkel ketika dia kecil.
  96. Dulu dia memperbaiki mobil di komunitasnya
    yang sekarang dia layani sebagai perawat.
  97. Ketika dia di universitas,
  98. sama sekali tidak macho
    jika menjadi perawat,
  99. sehingga ia mengabaikannya bertahun-tahun.
  100. Dia pernah jadi supir truk,
  101. tapi jalan hidupnya selalu mengembalikan
    dirinya ke perawat.
  102. Sebagai perawat di pegunungan Appalachia,
  103. Jason pergi ke tempat yang tidak bisa
    dijangkau oleh ambulans.
  104. Dalam foto ini, dia berdiri di tempat yang
    dulunya adalah jalan.
  105. Penambangan di puncak gunung
    membanjiri jalan itu,
  106. dan sekarang satu-satunya jalan bagi
    Jason untuk mengunjungi pasien
  107. yang tinggal di rumah itu dengan
    penyakit paru-paru hitam
  108. adalah mengendarai SUV-nya melewati
    sungai kecil itu.
  109. Saat saya bersamanya,
    bemper depan mobil itu robek.
  110. Keesokan paginya dia bangun,
    mengangkat mobilnya,
  111. dan memperbaiki bemper,
  112. dan kemudian menemui pasien berikutnya.
  113. Saya menyaksikan Jason merawat pria ini
  114. dengan penuh kasih sayang,
  115. dan saya sangat terkesan dengan
    bagaimana intimnya kerja perawat.
  116. Ketika saya bertemu Brian McMillion,

  117. dia baru pulang dari penempatan
  118. dan dia belum benar-benar
    kembali bekerja di San Diego.
  119. Dia cerita tentang pengalamannya
    menjadi perawat di Jerman
  120. dan merawat tentara
    yang kembali dari medan perang.
  121. Seringkali dia adalah orang pertama
    yang akan mereka lihat
  122. ketika mereka terbangun di rumah sakit.
  123. Dan mereka akan melihat
    saat mereka terbaring di sana
  124. kehilangan anggota tubuh,
  125. ucapan pertama mereka adalah,
  126. "Kapan saya bisa kembali?
    Saya meninggalkan saudara saya di sana."
  127. Dan Brian akan mengatakan,
  128. "Anda tidak akan ke mana-mana.
  129. Anda sudah cukup mengabdi."
  130. Brian adalah perawat dan tentara
    yang menyaksikan perang.
  131. Jadi dia berada pada posisi yang unik
  132. untuk menghubungkan dan membantu
    menyembuhkan veteran dalam perawatannya.
  133. Ini adalah Suster Stephen,

  134. dia mengelola rumah jompo
    di Wisconsin, namanya Villa Loretto.
  135. Dan seluruh siklus kehidupan dapat
    ditemukan di sana.
  136. Dia bercita-cita ingin tinggal
    di sebuah peternakan
  137. sehingga punya kesempatan untuk
    mengadopsi hewan ternak setempat,
  138. dia sangat antusias membawa mereka,
  139. Pada musim semi, ternak tersebut beranak.
  140. Dan Suster Stephen menggunakan
    anak-anak bebek, kambing, dan domba
  141. sebagai terapi hewan
    bagi penghuni Villa Loretto
  142. yang terkadang tidak ingat lagi
    nama mereka sendiri,
  143. tetapi mereka menikmati
    saat mendekap anak domba.
  144. Saat saya bersama Suster Stephen,
  145. Saya membawa dia pergi dari
    Villa Loretto
  146. untuk memfilmkan ceritanya.
  147. Dan sebelum kami pergi,
  148. dia pergi ke ruang pasien
    yang sedang sekarat
  149. Dia membungkuk dan berkata,
  150. "Saya akan pergi seharian,
  151. jika Yesus memanggilmu,
  152. kamu pergi.
  153. Kamu pergi langsung ke Yesus."
  154. Saya berdiri di sana dan berpikir,
  155. ini pertama kalinya dalam hidup saya,
  156. saya menyaksikan bahwa Anda bisa mencintai
    seseorang secara penuh
  157. dengan merelakannya pergi
  158. Kita tidak harus memegangnya begitu erat.
  159. Saya melihat begitu banyak kehidupan
    berlangsung di Villa Loretto
  160. dibandingkan tempat-tempat lain yang
    pernah saya lihat dalam kehidupan saya.
  161. Kita hidup dalam zaman yang kompleks bila
    terkait dengan pelayanan kesehatan kita.

  162. Kita mudah mengabaikan kebutuhan
    akan kualitas hidup,
  163. tidak hanya kuantitas hidup.
  164. Seiring teknologi terbaru
    penyelamat jiwa dibuat,
  165. kita harus mengambil keputusan yang sulit.
  166. Teknologi ini sering menyelamatkan jiwa,
  167. tetapi mereka juga memperlama penderitaan
    dan proses kematian.
  168. Bagaimana seharusnya kita
    mengarahkan arus ini?
  169. Kita memerlukan semua sumber daya.
  170. Perawat memiliki hubungan
    yang unik dengan kita
  171. saat mendampingi di tempat tidur.
  172. Selama itu,
  173. berkembang hubungan emosi.
  174. Tanggal 9 Agustus musim panas yang lalu,

  175. ayah saya meninggal
    kena serangan jantung
  176. Ibu saya sangat sedih,
  177. dia tidak dapat membayangkan
    kehidupannya tanpa ayah saya.
  178. Empat hari kemudian dia jatuh,
  179. panggulnya patah,
  180. dia harus dibedah
  181. dia berjuang untuk tetap hidup.
  182. Sekali lagi saya menemukan diri saya
  183. menerima perawatan dari
    para perawat --
  184. kali ini untuk ibu saya.
  185. Saudara saya dan saya mendampingi ibu
  186. di ICU selama tiga hari.
  187. Dan kami mencoba untuk membuat
    keputusan yang benar
  188. dan mengikuti keinginan ibu,
  189. kami sangat bergantung pada
    bimbingan dari perawat.
  190. Dan sekali lagi,
  191. mereka tidak mengecewakan kami.
  192. Mereka memiliki pandangan yang luar biasa
    menyangkut perawatan ibu saya
  193. dalam empat hari terakhir kehidupannya.
  194. Mereka menenangkan dan
    menghilangkan nyerinya.
  195. Mereka menyarankan kami untuk mengenakan
    gaun malam untuk ibu kami,
  196. karena itu sangat berarti baginya,
  197. dan bagi kami tentunya.
  198. Mereka membangunkan kami saat ibu
    menghembuskan napas terakhir.
  199. Mereka membiarkan kami
    berkabung di ruangan
  200. dengan ibu setelah meninggalnya.
  201. Saya tidak tahu, bagaimana mereka
    mengetahui hal-hal ini,

  202. tapi saya tahu bahwa saya sangat bersyukur
  203. bahwa mereka membimbing kami lagi.
  204. Terima kasih banyak.

  205. (Tepuk tangan)