Indonesian subtitles

← Hal yang perlu diketahui oleh dokter tentang identitas gender

Get Embed Code
26 Languages

Showing Revision 17 created 03/22/2020 by Ade Indarta.

  1. Menjelang 6 bulan
    saya menjalani karier sebagai terapis,
  2. saya bekerja di pusat rehabilitasi
    pecandu alkohol dan narkoba.
  3. Saya dipanggil ke unit detoksifikasi
    narkoba oleh salah seorang perawat.
  4. Dia meminta saya untuk
    memeriksa salah satu pasien baru
  5. yang datang pagi hari itu.
  6. Jadi saya mendatangi unit tersebut
    dan bertemu dengan Anne.
  7. Anne adalah seorang transgender,
    dan ketika kami mengobrol,
  8. dia bercerita kepada saya tentang
    penyebab dia menjalani pengobatan,
  9. tapi saya dapat merasakan ketakutan
    dari suaranya,
  10. dan melihat kekhawatiran di matanya,
  11. dan dia mulai bercerita bahwa
    dia tidak takut datang ke rehab
  12. dan harus melepaskan diri dari
    narkoba dan alkohol.
  13. Ketakutannya adalah dokter
    yang akan menanganinya
  14. akan menolak menanganinya
    sebagai seorang wanita.
  15. Lalu dia menceritakan rasa sakit
    yang telah dirasakannya seumur hidup.

  16. karena dianggap laki-laki
    tapi dia tahu dirinya perempuan.
  17. Maksudnya adalah ketika dia dilahirkan,
  18. dokter mengendongnya
    ke orang tuanya,
  19. dan karena alat kelaminnya,
    dokter berkata
  20. "Anak Anda laki-laki."
  21. Dia selalu tahu
    dia bukan laki-laki.
  22. Tahun berlalu dan perasaan
    yang dia rasakan
  23. dan semua yang menahannya
    semakin tumbuh,
  24. dan dia tahu bahwa dia harus
    jujur ke keluarganya.
  25. dan saat dia berterus terang,
    itu tidak berjalan dengan baik.

  26. Orang tuanya berkata,
    "Tidak. Kamu bukan perempuan.
  27. Kami tidak mendidikmu seperti ini.
    Kami tidak tahu apa yang ada dipikiranmu.
  28. Keluar."
  29. Sejak itu Anne hidup di jalanan dan
    keluar masuk rumah singgah.
  30. Mulai dari sini,
    dia menggunakan narkoba dan alkohol
  31. untuk menekan rasa sakit
    yang dia rasakan.
  32. Dia menceritakan perjalanannya
    keluar masuk rumah sakit dan pusat rehab,
  33. berusaha untuk sembuh.
  34. Ketika dia mencari pertolongan,
    petugas kesehatan dan dokter
  35. tidak mau memanggil nama wanitanya.
  36. Ini melukai hatinya.
  37. Ketika saya belajar
    untuk menjadi terapis,

  38. Saya tidak diajari cara
    menangani pasien transgender.
  39. saya tidak mengira mereka
    akan menjadi pasien saya.
  40. Tapi, semakin lama saya menangani
    Anne dan pasien seperti Anne,
  41. saya mulai melihat
    tujuan saya berubah,
  42. yaitu memastikan komunitas transgender
  43. mendapat layanan kesehatan yang baik.
  44. Semakin saya mendalami ini,
    saya melihat begitu nyata rasa takut
  45. akan kekerasan, diskriminasi,
    dan kurangnya penerimaan,
  46. yang menyebabkan banyak pasien ini
    terjerumus pada alkohol dan narkoba.
  47. Saya juga mendengar cerita mengerikan
  48. ketika mereka mencari
    pertolongan medis,
  49. dan cara mereka ditangani,
  50. dan kebutuhan kesehatan mereka diabaikan.
  51. Sekarang, saya akan menceritakan Leah.

  52. Saya bertemu dengan Leah
    beberapa tahun yang lalu.
  53. Dia seorang perempuan
    mempunyai istri dan anak.
  54. Leah juga dilahirkan sebagai laki-laki
  55. dan dia tahu sejak kecil
    bahwa dia bukanlah laki-laki,
  56. bahwa dia perempuan.
  57. Dia merahasiakannya dari dirinya
    dan semua orang yang dikenalnya,
  58. terutama istrinya,
    sampai Leah berumur 50 tahun.
  59. Dia tidak tahan lagi.
  60. Dia seperti, "Aku tak bisa
    terus seperti ini.
  61. Aku harus jujur."
  62. Dia takut setengah mati untuk
    memberitahu istrinya.
  63. Dia takut istrinya berkata,
  64. "Ini tak bisa diterima.
    Aku ingin cerai. Keluar"?
  65. Yang mengejutkannya,
    istrinya dapat menerima dirinya.
  66. Ia berkata, "Aku mencintaimu
    tak peduli siapa pun dirimu.
  67. Aku ingin membantumu semampuku."
  68. Dia berbicara dengannya,
  69. dan telah memutuskan
    bahwa dia ingin transisi secara medis,
  70. dan dia tertarik untuk
    menjalani terapi penggantian hormon,
  71. atau yang disebut HRT.
  72. Dia membuat janji
    untuk menemui dokternya.
  73. Dia tiba lebih awal
    di hari pertemuannya.
  74. Dia mengisi seluruh formulir,
  75. menuliskan namanya dengan benar
    dan menunggu dengan sabar.
  76. Beberapa waktu berlalu dan seorang perawat
    memanggilnya ke ruang periksa.
  77. Ketika dia kembali masuk,
    dia menarik napas yang dalam,
  78. lalu sang dokter dan perawat masuk.
  79. Dia menjulurkan tangannya
    dan berkata, "Hai, saya Leah."
  80. Dokter itu menatapnya
    tanpa menjabat tangannya dan berkata,
  81. "Mengapa Anda ke sini?"
  82. Dia menarik napas lagi dan berkata,
  83. "Jadi, saya ini wanita transgender.
  84. Saya menyadarinya selama ini,
    saya lama merahasiakannya,
  85. tapi saya tidak tahan lagi.
  86. Istri saya mendukung saya,
    saya dapat membayar biayanya.
  87. Saya harus melakukan ini.
  88. Mohon terima saya,
    dan periksa saya untuk HRT."
  89. Dokter itu berkata,
    "Hari ini tidak bisa.
  90. Anda harus menjalani tes HIV."
  91. Dia tidak habis pikir.

  92. Dia murka.
  93. Dia marah. Dia kecewa.
  94. Jika dokternya menanganinya seperti ini,
    bagaimana yang lain akan memperlakukannya?
  95. Pertama-tama, dia tidak ingin
    menjabat tangannya,
  96. kedua, ketika dia mendengar bahwa
    Leah transgender,
  97. yang dipikirkannya hanyalah
    tes HIV dan mengakhiri pertemuannya.
  98. Bahkan dia tidak memberi
    pertanyaan lain.
  99. Lihat, saya bisa mengerti
    kenapa Leah seperti itu,

  100. karena selama bertahun-tahun
    saya menangani mereka,
  101. saya mendengar mitos setiap harinya
    yang sama sekali tidak benar.
  102. Beberapa di antaranya adalah:
  103. setiap transgender ingin berubah
    dengan operasi atau obat;
  104. bahwa transgender adalah sakit jiwa,
    ini sebuah penyakit;
  105. dan: orang-orang ini
    bukan pria dan wanita sejati.
  106. Ini semuanya mitos dan tidak benar.
  107. Melihat komunitas transgender berkembang,
  108. sudah seharusnya semua
    penyedia perawatan kesehatan terlatih
  109. untuk memberikan pelayanan
    kesehatan mereka.
  110. Tahun 2015 lalu, sebuah survei dilakukan

  111. dan ditemukan sebanyak 72 persen
    penyedia perawatan kesehatan
  112. tidak merasa terinformasi dengan baik
  113. mengenai kebutuhan perawatan kesehatan
    komunitas LGBT.
  114. Terdapat celah besar
    antara pendidikan dan pelatihan.
  115. Pada pertemuan hari ini,

  116. saya ingin mengusulkan pola pikir baru
    untuk tiga kelompok masyarakat:
  117. dokter, komunitas transgender,
    dan kita semua.
  118. Tapi sebelumnya, saya ingin
    mengulang beberapa definisi
  119. yang akan membantu Anda mengetahui
    lebih banyak perihal identitas gender.
  120. Siapkan kertas dan pulpen
    dan siap-siap mencatat.
  121. Mari kita mulai
    dengan sistem biner.

  122. Artinya adalah,
  123. dulu, kita selalu berpikir
    ada dua gender: pria dan wanita.
  124. Paham? Biner? Benar?
  125. Ternyata kita menyadari
    bahwa ini tidak benar.
  126. Identitas gender adalah sebuah spektrum
  127. dengan maskulinitas di satu sisi
  128. dan feminitas di sisi lainnya.
  129. Spektrum identitas ini
  130. meliputi identitas seperti
    gender bukan perempuan maupun lelaki,
  131. "gender-affirming,"
  132. "gender-nonbinary,"
  133. "two-spirited," "three-spirited,"
  134. dan orang-orang yang interseks.
  135. Transgender adalah istilah yang luas
  136. yang meliputi seluruh identitas
    yang berbeda ini.
  137. Pada kali ini, saya ingin
    kita mendefiniskan transgender
  138. sebagai orang yang dilahirkan
    dengan jenis kelamin yang tidak cocok
  139. dengan diri mereka sebagai orang
    dan kesadaran diri mereka.
  140. Ini sangat berbeda dengan
    jenis kelamin biologis.

  141. Jadi, identitas gender
    adalah kesadaran tentang diri.
  142. Pikirkan itu sebagai
    apa yang ada di antara telinga Anda:
  143. Kesadaran diri, siapa diri Anda.
  144. Ini sangat berbeda dengan
    jenis kelamin biologis, kan?
  145. Hormon, kelamin, kromosom:
  146. Itu apa yang di antara kaki kita.
  147. Mungkin Anda berpikir, "Dr. Kristie,
    saya tidak pernah menanyakan siapa saya.

  148. Saya tahu saya pria,
    atau saya tahu saya wanita."
  149. Saya paham. Anda tahu siapa Anda.
  150. Seperti inilah apa yang
    para transgender rasakan.
  151. Mereka tahu siapa mereka
  152. dengan keyakinan yang serupa.
  153. Penting untuk mengetahui
    banyak sekali ragam identitas gender

  154. dan saya mengidentifikasi diri
    sebagai wanita cisgender.
  155. Jadi Anda di luar sana
    yang penasaran bagaimana pengejaan kata,
  156. cis dieja "c-i-s."
  157. Itu sebuah istilah Latin
    yang berarti "di sisi yang sama."
  158. Ketika saya lahir,
  159. Dokter menggendong saya,
    berkata ke orangtua
  160. "Bayi Anda perempuan."
  161. Semua ini, berdasarkan kelamin saya.
  162. Meski saya tumbuh
    di kota peternakan kecil di Georgia,
  163. dengan sifat saya yang sangat tomboi,
  164. saya tidak pernah ragu
    bahwa saya wanita.
  165. Saya tahu saya seorang wanita,
  166. bagaimanapun sifat saya saat kecil.
  167. Ini sangat berbeda dari
    seseorang yang transgender.

  168. Trans adalah istilah Latin
    yang berarti "di sisi seberang" --
  169. pikirkan penerbangan lintas benua,
  170. di seberang, di sisi yang lain --
  171. seseorang yang jenis kelaminnya
    ditetapkan sejak lahir
  172. dan mereka menggolongkan diri
    ke sisi seberang spektrum.
  173. Pria transgender adalah seseorang
    yang ditetapkan sebagai wanita dari lahir,
  174. tapi kesadaran diri mereka,
    siapa diri mereka, cara hidup mereka,
  175. adalah sebagai pria.
  176. Dan kebalikannya,
    seperti telah kita bahas,
  177. wanita transgender,
    yang dilahirkan sebagai pria
  178. tapi cara hidup mereka
    dan kesadaran diri mereka adalah wanita.
  179. Penting pula untuk menekankan
  180. bahwa tidak semua yang memiliki
    identitas gender non biner
  181. digolongkan pada "transgender."
  182. Agar tidak ada yang bingung,
    saya ingin membahas identitas seksual,

  183. atau orientasi.
  184. Pada dasarnya berarti ketertarikan kita,
  185. secara jasmani, emosional,
    seksual, dan rohani.
  186. Tidak ada hubungan
    dengan identitas gender.
  187. Jadi, mari kita mengingat kembali:
  188. Identitas gender di antara telinga,
  189. jenis kelamin biologis
    di antara kaki,
  190. lalu ada identitas seksual,
    yang terkadang kita rasakan,
  191. tapi ada di sini.
  192. Itu adalah tiga spektrum identitas
    yang jauh berbeda.
  193. Rata-rata mahasiswa kedokteran,

  194. menghabiskan lima jam untuk mempelajari
    masalah kesehatan yang terkait LGBT,
  195. selama mereka kuliah di kedokteran.
  196. Saat ini, meskipun kita tahu
    bahwa ada risiko kesehatan yang khusus
  197. terhadap komunitas ini.
  198. Dan bahwa ada sekitar 10 juta orang dewasa
    di Amerika Serikat
  199. yang mengidentifikasi diri sebagai LGBT.
  200. Kebanyakan dokter yang menangani
    pasien transgender,
  201. belajar dalam tekanan.
  202. Maksudnya, mereka belajar
    seiring waktu,
  203. atau pasiennya yang akhirnya
  204. berusaha mengajari dokter
    apa yang mereka perlukan.
  205. Kebanyakan dokter enggan bertanya
    tentang apa identitas gender pasien.
  206. Sebagian menganggap identitas gender
    tidak relevan dengan pengobatan,
  207. dan sebagian lagi, takut salah ucap.
  208. Banyak doker yang mengatakan
    hal yang tidak tepat
  209. atau berkata-kata negatif,
  210. mungkin tidak bermaksud jahat
    atau menyinggung,
  211. para dokter memang tidak dilatih
    cara melayani pasien ini.
  212. Tapi alasan ini tidak dapat diterima lagi.
  213. Yang terjadi pada
    laki-laki transgender --

  214. seseorang yang dilahirkan perempuan,
  215. tapi menjalani hidup
    sebagai pria --
  216. bagaimana saat laki-laki transgender
    ini memeriksakan kesehatan ginekologinya?
  217. Cara seorang dokter menghadapi pasien ini
  218. akan ditiru oleh semua petugas di klinik.
  219. Jika dokter itu melayani laki-laki itu
    dengan panggilan dan nama yang tepat,
  220. dengan hormat dan bermartabat,
  221. kemungkinan seluruh petugas
    akan melakukan hal yang sama.
  222. Itu yang ada di pikiran
    saya tentang dokter,

  223. sekarang, mari kita bahas tentang
    komunitas transgender.
  224. Saya berbicara tentang rasa takut,
  225. tapi Anda semua tahu siapa
    yang sangat takut, bukan?
  226. Itu adalah komunitas transgender.
  227. Saya telah bercerita tentang Anne
  228. dan bagaimana sangat takut
    untuk datang berobat
  229. dan tidak dihormati sebagai perempuan,
  230. dan Leah, yang takut akan reaksi dokter
  231. dan saat dokter itu
    tidak mau berjabat tangan
  232. dan menyuruh untuk tes HIV,
    ketakutan Leah terjadi.
  233. Masyarakat transgender harus dilindungi
  234. agar mereka berani mengungkapkan
    yang mereka butuhkan.
  235. Masa mereka diam ketika mendapatkan
    pelayanan seadanya sudah berlalu
  236. Jika Anda tidak memberitahu
    kebutuhan kesehatan Anda,
  237. maka, tak seorang pun
    yang akan melakukannya.
  238. Lalu, bagaimana dengan kita?

  239. Banyak dari Anda, mungkin minggu depan,
    atau bulan kedepan,
  240. akan menjalani pemeriksaan dokter kan?
  241. Bagaimana jika Anda memeriksakan diri
    ke dokter
  242. namun, setelah itu,
  243. Anda merasa lebih sakit dari semula.
  244. Bagaimana jika Anda merasa diabaikan
    oleh dokter,
  245. mereka mengabaikan kebutuhan Anda,
  246. atau bahkan Anda merasa dihakimi?
  247. Itu yang selama ini dialami
    oleh sekian dari 1,4 juta transgender
  248. di Amerika Serikat
  249. jika mereka beruntung
    bisa bertemu dokter.
  250. Sekarang, mungkin Anda berpikir,
    apa urusanya dengan saya?

  251. Saya bukan transgender.
    Saya tidak kenal seorang transgender.
  252. Mengapa saya harus peduli?
  253. Cobalah berpikir seperti ini.
  254. Transgender adalah seorang manusia,
  255. sama seperti kita.
  256. Mereka berhak mendapatkan pelayanan
    dari petugas yang kompeten,
  257. seperti halnya kita.
  258. Saya ingin bertanya, angkat tangan
    jika berkenan:

  259. Apakah Anda pernah bertemu
    seorang transgender,
  260. gender-nonconforming, agender,
    intersex, two-spirited, three spirited?
  261. Terima kasih semuanya. Baik.
    Terima kasih.

  262. Bagi Anda yang tidak mengangkat tangan,
  263. beberapa waktu depan
  264. Anda akan bertemu
  265. orang yang termasuk ke dalam salah satu
    dari jenis identitas ini, saya jamin.
  266. Komunitas ini terus bertambah.
  267. Bukan karena ini mode
    atau gaya hidup baru.
  268. Tapi sekarang lebih aman
    untuk terbuka.
  269. Lebih banyak kepedulian.
    Lebih banyak visibilitas.
  270. Sekarang lebih aman, jadi orang
    berani tampil apa adanya.
  271. Tidak seperti dulu.
  272. Karena itu, sangat penting agar
    pelayanan kesehatan kita juga mengikuti
  273. dan memastikan agar para dokter
    dan petugas kesehatan terlatih
  274. untuk menangani pasien transgender
    dengan hormat dan bermartabat,
  275. sebagaimana yang kita juga inginkan.
  276. Saya ingat ketika kelas 11
    di pelajaran literasi,

  277. dengan seorang guru favorit saya,
    Mr. McClain,
  278. dan ia mengajarkan pepatah dari Heraclitus
    yang masih saya ingat.
  279. Mungkin Anda pernah mendengar.
  280. "Sesuatu yang pasti di dunia ini
    hanyalah perubahan."
  281. Pernah mendengar kan?
  282. Kita akan menghadapi
    perubahan dalam hidup kita,
  283. seringkali, ketika kita
    dihadapkan pada perubahan,
  284. kita menghadapi keputusan yang sulit.
  285. Akankah kita takut,
    menolak untuk berubah,
  286. dan tidak berkembang?
  287. Atau, akankah kita hadapi perubahan
    dengan keberanian,
  288. berkembang dan tumbuh?
  289. Kita akan menghadapi hal baru.
  290. Apa yang Anda akan lakukan?
  291. Apakah Anda akan tetap takut,
  292. atau Anda memilih berkembang?
  293. Saya mengajak semua, para dokter,
    komunitas transgender,
  294. Anda dan saya
  295. untuk menghadapi rasa takut,
  296. bersama kita memasuki dunia yang baru ini.
  297. Terima kasih.

  298. (Tepuk tangan)