Indonesian Untertitel

← Bagaimana pasangan yang bekerja dapat saling mendukung

Kita dapat mempunyai karier SEKALIGUS pernikahan yang sukses. Profesor dan penulis, Jennifer Petriglieri, menjelaskan bagaimana Anda dan pasangan Anda dapat membuat keputusan yang berhasil untuk kehidupan Anda -- tanpa harus mengorbankan aspirasi masing-masing.

Einbettcode generieren
39 Sprachen

Zeige Revision 11 erzeugt am 12/20/2020 von Ade Indarta.

  1. Kedengarannya aneh
    untuk membicarakan pekerjaan,
  2. tapi saat kita jatuh cinta,
  3. kita sering menimbang
    apa gunanya cinta dalam hidup kita,
  4. dan pekerjaan serta karier kita
    adalah bagian besar dari itu.
  5. [Cara Kita Bekerja]

  6. [Disponsori oleh
    dukungan dari Dropbox]

  7. Semua pasangan yang bekerja
    menghadapi pilihan sulit,

  8. dan rasanya seperti permainan zero-sum.
  9. Seorang mendapat tawaran kerja
    di kota lain,
  10. maka, pasangannya harus berhenti kerja
    dan mulai dari awal.
  11. Seorang harus lebih fokus mengurus anak
    dan menunda kariernya
  12. agar pasangannya dapat naik pangkat.
  13. Yang satu untung
    dan yang satu rugi.
  14. Beberapa pasangan puas
    dengan keputusan yang dibuat,
  15. tapi yang lainnya, amat menyesalinya.
  16. Apa yang membedakannya?
  17. Saya menghabiskan tujuh tahun terakhir
    mempelajari pasangan yang bekerja,

  18. saya temukan masalahnya
    itu bukanlah apa yang mereka pilih,
  19. tapi bagaimana mereka memilih.
  20. Tentu saja, kita tidak bisa
    mengontrol keadaan kita,
  21. pilihan kita pun terbatas.
  22. Tapi yang dapat kita lakukan,
  23. bagaimana pasangan memilih
    dengan tepat?
  24. Pertama, mulai lebih awal,
    jauh sebelum Anda memutuskan sesuatu.

  25. Saat Anda dihadapkan
    oleh pilihan sulit,
  26. entah karena harus melanjutkan pendidikan
  27. atau mengambil
    tawaran kerja berisiko,
  28. itu sudah telat.
  29. Memilih dengan tepat dimulai dari
    memahami aspirasi masing-masing sejak awal
  30. --aspirasi seperti
    keinginan untuk memulai usaha kecil,
  31. tinggal dekat keluarga besar,
  32. menabung untuk membeli rumah sendiri,
  33. atau punya anak lagi.
  34. Banyak dari kita menilai hidup
    dengan membandingkan pekerjaan

  35. dengan aspirasi kita.
  36. Jika selisihnya kecil,
  37. kita merasa puas.
  38. Jika selisihnya besar,
  39. kita tak merasa senang.
  40. Dan jika kita berpasangan,
  41. kita akan menyalahkan sebagiannya
    pada pasangan kita.
  42. Luangkan waktu setidaknya dua kali setahun

  43. untuk mendiskusikan aspirasi Anda.
  44. Saya senang menyimpan catatan tertulis
    mengenai diskusi ini.
  45. Menulis sesuatu dengan pasangan kita
  46. membantu kita mengingat
    aspirasi satu sama lain
  47. dan kita menulis kisah
    tentang kehidupan kita bersama.
  48. Selanjutnya: hilangkan pilihan

  49. yang tak mendukung kehidupan
    yang ingin kalian jalani.
  50. Anda bisa membuat kesepakatan ini
  51. pada batasan
    yang memudahkan pilihan sulit.
  52. Batasan seperti tempat:
    Di mana Anda ingin tinggal dan bekerja?
  53. Waktu: Berapa jam kerja dalam seminggu
    agar kebutuhan keluarga terpenuhi?
  54. Perjalanan: Berapa banyak perjalanan kerja
    yang bisa Anda lakukan?
  55. Saat Anda sepakat pada batasan,
    maka membuat keputusan akan mudah
  56. ketika dihadapkan pada peluang
    yang tidak sejalan dengan visi Anda.
  57. "Saya tak akan mendatangi
    wawancara kerja itu,
  58. karena kita telah sepakat
    untuk tak pindah ke daerah lain."
  59. atau, "Saya akan memotong waktu lembur
  60. karena kita telah sepakat bahwa
    menghabiskan waktu bersama itu penting."
  61. Pasangan yang saling memahami aspirasi
    satu sama lain

  62. dan berkomitmen pada batasan yang kuat
  63. dapat melepaskan peluang menarik
    tanpa penyesalan.
  64. Jika Anda dihadapkan oleh peluang
    yang bertabrakan dengan batasan Anda,
  65. maka, yang terpenting adalah
    bahwa pilihan yang dibuat
  66. menjaga keseimbangan hubungan Anda
    dari waktu ke waktu,
  67. bahkan jika pilihan itu tidak sejalan
    dengan aspirasi keduanya
  68. pada waktu yang sama.
  69. Jika pilihan kebanyakan didorong
    oleh salah satu dari pasangan

  70. atau mendukung aspirasi satu pasangan
    lebih dari yang lain,
  71. maka, akan muncul
    ketidakseimbangan kekuasaan.
  72. Ketidakseimbangan itu
  73. adalah alasan utama dari gagalnya
    kehidupan pasangan yang bekerja.
  74. Pada akhirnya, salah satunya
    akan merasa muak menjadi penopang,
  75. daripada pasangan.
  76. Untuk menghindarinya,

  77. lacaklah keputusan Anda
    dari waktu ke waktu.
  78. Tidak seperti aspirasi dan batasan,
  79. Anda tidak perlu menyimpan catatan detail
    dari setiap keputusan Anda.
  80. Anda hanya harus sering mengkomunikasikan
    apa yang Anda dan pasangan rasakan
  81. untuk membuat keputusan
    yang memengaruhi kalian berdua.
  82. Bagaimana Anda tahu
    Anda telah memilih dengan tepat?

  83. Satu kesalahpahaman yang umum
  84. adalah bahwa Anda tahu pilihan yang benar
    saat melakukan kilas balik.
  85. Mungkin benar bahwa
    kita menilai hidup kita di masa lalu,
  86. tapi kita harus hidup menuju masa depan.
  87. Saya menemukan bahwa pasangan
    yang menilai suatu pilihan itu tepat,
  88. mereka menilainya
    bukan hanya dari hasil akhirnya;
  89. mereka menilainya tepat
    karena pilihan itu menguatkan mereka
  90. sebagai pasangan maupun individu
  91. seiring mereka melakukannya.
  92. Itu bukanlah apa yang mereka pilih,
  93. itu mengenai apa yang mereka pilih
    secara hati-hati,
  94. dan itu membuat mereka merasa
    lebih dekat dan lebih bebas bersama.