Indonesian subtítols

← Membantu orang lain membuat kita lebih bahagia -- tetapi penting bagaimana kita melakukannya

Obtén el codi d'incrustació
37 llengües

Showing Revision 14 created 03/25/2020 by Ade Indarta.

  1. Jadi, pekerjaan saya cukup menarik,
  2. yaitu mencari tahu
    apa yang membuat orang merasa bahagia.
  3. Pekerjaan ini sungguh menarik,
    bahkan terlihat agak tidak penting,
  4. terutama saat kita sedang dihadapkan
  5. dengan berita-berita yang menyedihkan.
  6. Tetapi ternyata mempelajari kebahagiaan
    mungkin memberikan kunci
  7. untuk mengatasi masalah-masalah tersulit
    yang kita hadapi.
  8. Butuh hampir 10 tahun bagi saya
    untuk menyadari hal ini.
  9. Sejak awal karier saya,

  10. saya menerbitkan sebuah esai dalam "Sains"
    bersama teman-teman saya,
  11. berjudul, "Menghabiskan Uang untuk
    Orang Lain Meningkatkan Kebahagiaan."
  12. Saya sangat percaya diri
    dengan kesimpulan ini,
  13. kecuali untuk satu hal:
  14. kelihatannya ini tidak
    berlaku untuk saya.
  15. (Tertawa)

  16. Saya hampir tidak pernah
    memberi uang untuk amal,

  17. dan saat saya melakukannya,
  18. saya tidak merasakan gelora hangat
    yang saya harapkan.
  19. Jadi saya mulai berpikir mungkin
    ada yang salah dengan penelitian saya
  20. atau ada yang salah dengan saya.
  21. Respons emosional saya yang tidak semangat
    untuk memberi ternyata membingungkan
  22. karena studi lanjutan saya membuktikan,
    bahkan balita pun menunjukkan rasa gembira
  23. dari memberi kepada orang lain.
  24. Pada satu percobaan, kolega saya
    Kiley Hamlin, Lara Aknin, dan saya

  25. membawa anak-anak
    di bawah usia dua tahun ke dalam lab.
  26. Sesuai bayangan Anda,
  27. kami harus bekerja dengan sesuatu
    yang diminati oleh balita,
  28. jadi kami menggunakan hal yang
    setara emas bagi para balita,
  29. yaitu, biskuit Goldfish (Ikan Mas).
  30. (Tertawa)

  31. Kami memberi anak-anak setumpuk
    biskuit Goldfish untuk mereka sendiri

  32. dan kesempatan untuk
    memberikan beberapa Goldfish mereka
  33. kepada sebuah boneka bernama Monkey.
  34. (Video) Peneliti: Aku punya
    camilan lebih,

  35. dan akan kuberikan semuanya padamu.
  36. Balita: Ooh. Terima kasih.

  37. Peneliti: Tetapi, kamu tahu,
    aku tidak punya camilan lagi.

  38. Maukah kamu memberikan
    satu untuk Monkey?
  39. Balita: Ya.
    Peneliti: Ya?

  40. Balita: Ya.

  41. Ini.
  42. Peneliti: Ooh, lezat. Mmmm.

  43. Balita: Habis semua, dia memakannya.

  44. Elizabeth Dunn: Lalu, kami melatih para
    asisten peneliti untuk menonton video ini

  45. dan membaca reaksi emosional para balita.
  46. Tentu saja, kami tidak
    memberi tahu hipotesisnya.
  47. Data menunjukkan bahwa
    para balita cukup gembira
  48. saat mereka mendapat
    setumpuk Goldfish untuk dirinya sendiri,
  49. tetapi mereka rupanya lebih gembira lagi
  50. saat mereka memberikan
    beberapa Goldfish mereka.
  51. Gelora hangat dari memberi ini
    terus ada hingga dewasa.

  52. Saat kami menganalisa survei
    dari 200.000 lebih orang dewasa
  53. di seluruh dunia,
  54. kami melihat bahwa
    hampir sepertiga dari populasi dunia
  55. dilaporkan menyumbang setidaknya sedikit
    uang untuk amal dalam sebulan terakhir.
  56. Sungguh, di setiap daerah
    di seluruh dunia,
  57. orang yang menyumbangkan uang untuk amal
    lebih bahagia daripada yang tidak,
  58. bahkan setelah memperhitungkan
    situasi keuangan pribadi mereka.
  59. Korelasi ini tidak remeh.
  60. Tampaknya menyumbang untuk amal
  61. menimbulkan rasa bahagia yang sama
  62. saat memiliki penghasilan
    dua kali lebih banyak.
  63. Sekarang, sebagai seorang peneliti,

  64. kalau Anda cukup beruntung
    untuk merasakan efek
  65. yang berulang di seluruh dunia
    pada anak-anak maupun orang dewasa,
  66. Anda mulai berpikir:
  67. Mungkinkah ini bagian dari sifat manusia?
  68. Kita tahu bahwa rasa puas
    memperkuat perilaku adaptif
  69. seperti makan dan seks
  70. yang membantu
    keberlangsungan spesies kita,
  71. dan saya lihat, memberi mungkin adalah
    salah satu dari perilaku tadi.
  72. Saya sangat bersemangat
    dengan ide-ide ini,

  73. dan saya menuliskannya
    di "New York Times."
  74. Salah satu orang yang membaca artikel ini
  75. adalah akuntan saya.
  76. (Tertawa)

  77. Ya.

  78. Di waktu pembayaran pajak,
    saya duduk di seberangnya,
  79. memperhatikan saat dia perlahan
    mengetuk bolpoinnya
  80. pada baris sumbangan amal di SPT saya
  81. dengan tatapan seperti,
  82. ketidaksetujuan yang
    ditutupi dengan buruk.
  83. (Tertawa)

  84. Meskipun saya membangun karier dengan
    meneliti seberapa bahagia rasanya memberi,

  85. saya sebenarnya tidak terlalu
    sering melakukannya.
  86. Jadi saya memutuskan
    untuk lebih sering memberi.
  87. Sekitar waktu itu,

  88. berita sangat menyedihkan
    tentang krisis pengungsi Suriah
  89. ada di mana-mana.
  90. Saya sangat ingin membantu,
  91. jadi saya mengeluarkan kartu kredit saya.
  92. Saya tahu donasi saya mungkin akan membawa
    perubahan bagi seseorang di suatu tempat,
  93. tetapi mengunjungi
    situs web amal yang efektif
  94. dan memasukkan nomor Visa saya
  95. masih terasa belum cukup.
  96. Di situlah saya mengetahui tentang
    Group of Five (Kelompok Berlima).

  97. Pemerintah Kanada mengizinkan
    setiap lima orang Kanada
  98. untuk secara pribadi mensponsori
    satu keluarga pengungsi.
  99. Anda harus mengumpulkan cukup uang
    untuk menghidupi keluarganya
  100. untuk tahun pertama mereka di Kanada,
  101. dan lalu mereka secara harfiah
    naik pesawat ke kota Anda.
  102. Salah satu hal yang saya pikir
    sangat keren tentang program ini
  103. adalah tidak ada yang
    boleh melakukannya sendirian.
  104. Dan bukannya Group of Five,
  105. kami akhirnya bermitra
    dengan organisasi komunitas
  106. dan membentuk satu kelompok
    yang terdiri dari 25 orang.
  107. Setelah hampir dua tahun
    mengerjakan laporan dan menunggu,
  108. kami mendapati bahwa keluarga kami
    akan tiba di Vancouver
  109. dalam waktu kurang dari enam minggu.
  110. Mereka punya empat orang putra
    dan seorang putri,
  111. jadi kami bergegas untuk
    mencarikan mereka tempat tinggal.
  112. Kami sangat beruntung bisa
    menemukan rumah untuk mereka,
  113. tetapi perlu sedikit diperbaiki.
  114. Jadi teman-temanku pergi di malam hari
    dan di akhir pekan,

  115. mengecat dan membersihkan
    serta menyusun perabot.
  116. Ketika hari besar itu datang,

  117. kami mengisi kulkas mereka
    dengan susu dan buah-buahan segar
  118. dan pergi menuju bandara
    untuk bertemu dengan keluarga kami.
  119. Rasanya sedikit kewalahan
    bagi semua orang,
  120. terutama bagi anak berusia empat tahun.
  121. Ibunya dipertemukan kembali
    dengan kakaknya
  122. yang sudah datang ke Kanada lebih dulu
    melalui program yang sama.
  123. Mereka tidak bertemu selama 15 tahun.
  124. Saat Anda mendengar bahwa ada lebih dari
    5,6 juta pengungsi telah pergi dari Suriah

  125. Anda dihadapkan dengan tragedi
  126. bahwa otak manusia belum benar-benar
    berevolusi untuk memahami.
  127. Ini begitu abstrak.
  128. Sebelumnya, jika di antara kami diminta
    untuk mendonasikan 15 jam per bulan
  129. untuk membantu krisis pengungsi,
  130. kami mungkin akan mengatakan tidak.
  131. Tetapi begitu kami membawa keluarga kami
    menuju rumah barunya di Vancouver,
  132. kami sama-sama menyadari:
  133. kami hanya akan melakukan apapun
    untuk membantu mereka merasa bahagia.
  134. Pengalaman ini membuat saya berpikir
    agak lebih dalam tentang penelitian saya.

  135. Di lab saya,
  136. kami telah melihat manfaat dari
    memberi bantuan
  137. saat orang-orang merasakan hubungan yang
    nyata dengan orang yang mereka bantu
  138. dan dapat membayangkan
    perbedaan yang mereka ciptakan
  139. dalam kehidupan orang-orang itu.
  140. Sebagai contoh, dalam satu percobaan,

  141. kami memberi partisipan kesempatan
    untuk memberi sedikit uang
  142. ke UNICEF atau Spread the Net
    (Sebarkan Kelambu).
  143. Kami sengaja memilih lembaga-lembaga ini,
  144. karena mereka adalah mitra, dan memiliki
    tujuan sangat penting yang sama,
  145. mendukung kesehatan anak-anak.
  146. Tetapi saya pikir UNICEF adalah lembaga
    yang begitu besar dan luas
  147. sehingga sedikit sulit untuk melihat
  148. bagaimana donasi kecil
    akan membuat perubahan.
  149. Sebaliknya, Spread the Net menawarkan
    para donatur janji yang konkret:
  150. untuk setiap 10 dolar donasi,
  151. mereka menyediakan satu kelambu untuk
    melindungi seorang anak dari malaria.
  152. Kami melihat semakin banyak uang
    yang orang berikan ke Spread the Net,

  153. semakin bahagia mereka setelahnya.
  154. Sebaliknya, keuntungan investasi
    yang emosional ini
  155. sepenuhnya hilang ketika
    orang memberikan uang ke UNICEF.
  156. Jadi ini menunjukkan bahwa hanya
    memberi uang ke amal yang bermanfaat
  157. tidak selalu cukup.
  158. Anda harus bisa membayangkan
  159. bagaimana, sebenarnya, uang Anda
    akan membuat perubahan.
  160. Tentu saja, program Group of Five
    membawa gagasan ini ke tingkat yang baru.

  161. Saat pertama menerima proyek ini,
  162. kami akan mengobrol tentang
    waktu para pengungsi akan tiba.
  163. Sekarang, kami menyebut mereka
    sebagai keluarga kami.
  164. Baru-baru ini, kami membawa
    anak-anak main seluncur es,
  165. dan di hari itu, anak saya yang berusia
    enam tahun, Oliver, bertanya padaku,
  166. "Ibu, siapa anak tertua di keluarga kita?"
  167. Saya kira dia sedang berbicara
    tentang sepupu-sepupunya,
  168. dan dia memang berbicara tentang mereka,
  169. tetapi juga tentang keluarga Suriah kami.
  170. Sejak keluarga kami tiba,

  171. begitu banyak orang dan organisasi
    yang sudah menawarkan bantuan,
  172. menyediakan segalanya
    mulai dari tambal gigi gratis
  173. hingga perkemahan musim panas.
  174. Hal ini membuat saya melihat
    kebaikan yang ada di komunitas kita.
  175. Terima kasih kepada satu donasi,
  176. anak-anak itu bisa pergi
    ke kamp sepeda,
  177. dan setiap hari,
  178. beberapa anggota grup kami berusaha hadir
    menyemangati mereka.
  179. Saya ikut berada di sana
  180. di hari saat roda bantu sepeda
    sudah harus dilepas,
  181. dan saya beri tahu Anda, si bocah empat
    tahun tidak merasa itu hal yang bagus.
  182. Jadi saya menghampiri
    dan berbicara padanya,
  183. tentang manfaat jangka panjang
    dari bersepeda tanpa roda bantu.
  184. (Tertawa)

  185. Lalu saya ingat kalau dia baru empat tahun
    dan belum bisa Bahasa Inggris.

  186. Jadi saya kembali ke dua kata
    yang dia pasti tahu:
  187. es krim.
  188. Kamu coba tanpa roda bantu,
    aku akan belikan kamu es krim.
  189. Inilah yang terjadi selanjutnya.
  190. (Video) ED: Ya. Yeah!

  191. Anak: Aku akan mencoba.

  192. ED: Oh Tuhanku! Lihat kamu naik sepeda!

  193. (Memekik) Lihatlah kamu bersepeda!
    Kamu melakukannya sendiri!

  194. (Penonton) (Tertawa)

  195. (Video) ED: Bagus sekali!

  196. (Penonton) (Tertawa)

  197. (Tepuk Tangan)

  198. ED: Jadi inilah bentuk bantuan yang
    dikembangkan manusia untuk dinikmati,

  199. tetapi selama 40 tahun,
  200. Kanada adalah satu-satunya negara di dunia
  201. yang mengizinkan warga sipil
    untuk membiayai para pengungsi.
  202. Sekarang -- Kanada!

  203. (Tepuk tangan)

  204. Ini cukup hebat.

  205. Sekarang Australia dan Inggris
    sedang memulai program serupa.

  206. Bayangkan betapa berbedanya
    krisis pengungsi bisa terlihat
  207. jika lebih banyak negara
    memungkinkan ini terjadi.
  208. Menciptakan hubungan antarindividu
    yang bermakna seperti ini

  209. memberikan satu kesempatan
    untuk menghadapi tantangan
  210. yang terasa luar biasa.
  211. Salah satu tantangan itu berjarak beberapa
    blok dari tempat saya berdiri sekarang,
  212. di Pusat Kota Sisi Timur Vancouver.
  213. Menurut statistik, itu adalah daerah kota
    yang paling miskin di Kanada.
  214. Kami sebenarnya berdebat untuk
    membawa satu keluarga pengungsi,
  215. karena banyak sekali orang di sini
    yang sudah kesulitan.
  216. Teman saya Evan memberi tahu
    bahwa saat dia masih kecil
  217. dan orang tuanya mengemudi
    lewat daerah ini,
  218. dia akan merunduk di jok belakang.
  219. Tetapi orang tua Evan
    tidak pernah menyangka
  220. saat dia sudah dewasa,
  221. dia akan membuka pintu restoran lokal
  222. dan mengundang komunitas ini masuk
    untuk menikmati tiga hidangan makan malam.
  223. Program yang Evan bantu dirikan disebut
    Plenty of Plates (Banyak Piring),
  224. dan tujuannya bukan hanya
    memberi makanan gratis
  225. tetapi untuk menciptakan momen koneksi
  226. di antara orang-orang yang mungkin
    tidak pernah membuat kontak mata.
  227. Tiap malam, satu bisnis lokal
    mensponsori makan malamnya
  228. dan mengirim satu tim relawan
  229. yang membantu membuat
    dan menyajikan menunya.
  230. Setelahnya, sisa makanan akan dibagikan
    ke orang-orang yang sedang ada di jalan,
  231. dan yang penting, ada uang yang tersisa
  232. untuk memberi seribu
    makanan gratis bagi komunitas ini
  233. di hari-hari berikutnya.
  234. Tetapi manfaat program ini
    lebih dari sekadar makanan.

  235. Bagi para relawan, ini memberikan
    kesempatan untuk terlibat dengan orang,
  236. untuk duduk dan mendengar cerita mereka.
  237. Setelah pengalaman ini,
    satu relawan mengubah arah jalannya,
  238. daripada menghindari daerah ini,
  239. dia berjalan melewatinya,
  240. senyum atau membuat kontak mata
    sambil melewati wajah-wajah yang familier.
  241. Kita semua mampu untuk menemukan
    kebahagiaan dengan memberi.

  242. Tetapi seharusnya kita tidak
    berharap itu akan otomatis terjadi.
  243. Menghabiskan uang untuk menolong sesama
    tidak selalu mendorong kebahagiaan.
  244. Malah, penting tentang
    bagaimana kita melakukannya.
  245. Jika kita ingin masyarakat
    lebih sering memberi,
  246. kita perlu mengubah cara pikir kita
    tentang sumbangan amal.
  247. Kita perlu menciptakan
    kesempatan untuk memberi
  248. yang membuat orang menghargai
    rasa kemanusiaan kita bersama.
  249. Jika ada di antara Anda
    yang bekerja untuk amal,
  250. jangan hadiahi donatur Anda
    dengan bolpen atau kalender.
  251. (Tepuk tangan)

  252. Hadiahi mereka dengan kesempatan

  253. untuk melihat dampak spesifik yang
    didapat dari kedermawanan mereka
  254. dan untuk terhubung dengan para
    individu dan komunitas yang mereka bantu.
  255. Kita biasanya berpikir tentang memberi
    sebagai sesuatu yang harus dilakukan.

  256. Memang benar.
  257. Tetapi dengan berpikir seperti ini,
  258. kita melewatkan salah satu bagian terbaik
    dari menjadi manusia:
  259. bahwa kita sudah berevolusi untuk melihat
    kebahagiaan dalam menolong sesama.
  260. Mari berhenti berpikir bahwa
    memberi hanyalah kewajiban moril
  261. dan mulailah menganggapnya
    sebagai sumber kepuasan.
  262. Terima kasih.

  263. (Tepuk tangan)