Indonesian subtítols

← Bagaimana kita mengatasi krisis resistensi antibiotik? - Gerry Wright

Obtén el codi d'incrustació
29 llengües

Showing Revision 8 created 07/02/2020 by Deera Army Pramana.

  1. Antibiotik:
  2. di balik layar, mereka sangat berperan
    dalam kedokteran modern.
  3. Kita menggunakannya untuk
    mengobati penyakit infeksi,
  4. juga untuk memfasilitasi semua hal,
    mulai dari operasi dan kemoterapi,
  5. hingga transplantasi organ.
  6. Tanpa antibiotik,
  7. bahkan prosedur medis yang biasa
    bisa menyebabkan infeksi yang mematikan.
  8. Dan saat ini, antibiotik dalam bahaya.
  9. Antibiotik adalah bahan kimia
    yang mencegah pertumbuhan bakteri.

  10. Sayangnya, beberapa bakteri
    telah kebal atau resistan
  11. terhadap semua jenis antibiotik
    yang tersedia.
  12. Di sisi lain, kita telah berhenti
    menemukan antibiotik baru.
  13. Tentu saja, masih ada harapan
    untuk memecahkan hal ini.
  14. Tetapi, bagaimana awal
    masalah ini terjadi?

  15. Antibiotik yang pertama dikenal publik
    adalah penisilin,
  16. yang ditemukan pada tahun 1928
    oleh Alexander Fleming.
  17. Dalam pidato penerimaan Nobel
    pada tahun 1945,
  18. Fleming memperingatkan bahwa
    resistansi bakteri bisa menghancurkan
  19. 'keajaiban' antibiotik.
  20. Dia benar.
  21. Sekitar tahun 1940-an dan 1950-an,
    bakteri yang resistan sudah mulai muncul.
  22. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an,

  23. perusahaan farmasi
    memecahkan masalah resistansi ini
  24. dengan mengembangkan
    banyak antibiotik baru.
  25. Pada awalnya, upaya itu sangat sukses
    dan menguntungkan.
  26. Seiring waktu, banyak hal berubah.

  27. Antibiotik jenis baru
  28. acap kali hanya efektif untuk mengobati
    jenis infeksi yang terbatas,
  29. sedangkan antibiotik yang lama
    mempan terhadap banyak jenis bakteri.
  30. Sebenarnya ini bukan masalah besar,
  31. tetapi tetap saja akan ada lebih sedikit
    antibiotik baru yang bisa dijual,
  32. sehingga menjadi kurang menguntungkan.
  33. Pada masa-masa awal,
  34. antibiotik terlalu banyak diresepkan,
  35. termasuk untuk infeksi virus
    yang tidak mempan olehnya.
  36. Pengawasan resep pun ditingkatkan.
  37. Suatu langkah yang bagus,
    tetapi menurunkan penjualan.
  38. Pada waktu bersamaan,
  39. perusahaan mulai mengembangkan
    banyak jenis obat
  40. yang dikonsumsi pasien seumur hidupnya,
  41. seperti pengatur tekanan darah
    dan kolestrol,
  42. dan kemudian obat antidepresan
    dan anti-cemas.
  43. Karena jenis obat ini
    dikonsumsi terus-menerus,
  44. mereka lebih menguntungkan.
  45. Pada pertengahan 1980-an,

  46. tak ada lagi penemuan
    kelompok antibiotik jenis baru.
  47. Bakteri yang ada semakin resistan
    dan menyebarkan resistensinya
  48. dengan membagi informasi genetiknya
    dengan individu bakteri lain,
  49. bahkan ke spesies bakteri lainnya.
  50. Kini, bakteri yang resistan
    terhadap antibiotik semakin umum,
  51. dan semakin banyak galur bakteri
  52. yang resistan terhadap
    seluruh jenis obat yang kini tersedia.
  53. Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

  54. Kita perlu mengontrol penggunaan
    antibiotik yang ada dan membuat jenis baru
  55. juga memerangi resistansi terhadap
    antibiotik yang ada maupun baru,
  56. dan menemukan cara baru untuk
    melawan infeksi oleh bakteri.
  57. Konsumen terbesar antibiotik
    adalah sektor agrikultur,
  58. yang menggunakan antibiotik
    tidak hanya untuk mengobati infeksi,
  59. namun juga untuk meningkatkan
    pertumbuhan hewan ternak.
  60. Penggunaan antibiotik dalam volume besar
  61. meningkatkan paparan antibiotik
    terhadap bakteri
  62. sehingga meningkatkan kemungkinan
    mereka untuk menjadi resistan.
  63. Banyak bakteri yang terdapat di hewan,
    seperti Salmonella, dapat menginfeksi kita
  64. dan Salmonella yang resistan
    bisa menulari kita melalui rantai makanan
  65. lalu menyebar melalui jaringan
    perdagangan dan perjalanan internasional.
  66. Dalam menemukan antibiotik baru,

  67. alam menawarkan senyawa
    yang sangat menjanjikan.
  68. Organisme seperti mikrob dan fungi
    telah berkembang selama jutaan tahun
  69. untuk hidup di lingkungan
    yang kompetitif,
  70. yang artinya mereka kerap memiliki
    senyawa antibiotik
  71. untuk mempertahankan diri
    dari bakteri tertentu.
  72. Kita juga dapat mengemas antibiotik

  73. bersama molekul
    yang menghambat resistansi.
  74. Salah satu cara bakteri menjadi resistan
  75. adalah melalui protein milik mereka
    yang merusak antibiotik.
  76. Dengan mengemas antibiotik
  77. bersama molekul
    yang menghambat protein perusak,
  78. antibiotik dapat melakukan pekerjaaannya.
  79. "Fag", jenis virus yang menyerang bakteri
    namun tidak memengaruhi manusia,

  80. adalah salah satu kemungkinan menjanjikan
    untuk memerangi infeksi bakteri.
  81. Sementara itu, mengembangkan vaksin
    untuk infeksi yang umum
  82. dapat mencegah munculnya penyakit.
  83. Tantangan terbesar
    untuk semua pendekatan ini

  84. adalah pendanaan,
  85. yang secara global
    masih sangat tidak cukup.
  86. Antibiotik begitu tidak menguntungkan
  87. sehingga banyak perusahaan farmasi besar
    mengentikan usaha pengembangannya.
  88. Sementara itu, perusahaan kecil
  89. yang berhasil meluncurkan
    antibiotik baru ke pasaran
  90. kerap jatuh bangkrut,
  91. misalnya perusahaan rintisan
    Achaogen di Amerika.
  92. Teknik terapi baru seperti fag dan vaksin
  93. juga menghadapi masalah yang sama
    seperti antibiotik tradisional:
  94. jika efek kerjanya baik,
    mereka hanya akan dipakai sekali,
  95. sehingga sulit untuk
    menghasilkan keuntungan.
  96. Dan agar berhasil memerangi resistansi
    dalam jangka panjang,
  97. kita harus menggunakan
    antibiotik baru itu secara hati-hati,
  98. sehingga akan semakin mengurangi
    keuntungan para produsennya.
  99. Satu kemungkinan solusinya

  100. adalah mengubah sumber keuntungan,
    bukan dari jumlah obat yang terjual.
  101. Sebagai contoh, sebuah model baru
    sedang diuji di Inggris.
  102. Penyedia layanan kesehatan
    membeli antibiotik secara berlangganan.
  103. Meski banyak negara tengah mencoba
    memberi insentif pengembangan antibiotik,
  104. program-program tersebut
    masih berada di fase awal.
  105. Negara-negara di seluruh dunia
    masih perlu melakukan banyak hal.
  106. Namun, dengan investasi yang cukup
    di bidang pengembangan antibiotik
  107. dan pengaturan penggunaan
    obat-obatan yang ada saat ini,
  108. masih ada harapan untuk
    melawan resistansi antibiotik.