YouTube

Teniu un compte YouTube?

New: enable viewer-created translations and captions on your YouTube channel!

Indonesian subtítols

← Apakah ganja berdampak buruk pada otakmu? - Anees Bahji

Obtén el codi d'incrustació
24 llengües

Showing Revision 15 created 02/14/2020 by Ade Indarta.

  1. Pada tahun 1970, ganja digolongkan
    ke dalam obat-obatan kelas 1 di AS,
  2. kelompok obat
    yang diatur paling ketat,
  3. sangat terlarang dan tidak memiliki
    kegunaan di bidang medis.
  4. Selama puluhan tahun,
    status ini bertahan
  5. dan menghambat penelitian
    terhadap mekanisme serta efeknya.
  6. Kini, khasiat ganja sebagai obat
    telah diakui secara luas
  7. dan beberapa negara telah atau akan
    melegalkannya untuk kepentingan medis.
  8. Tetapi, pengakuan terhadap
    efek medis ganja tidak menjawab pertanyaan
  9. apakah penggunaan ganja untuk
    kesenangan berpengaruh buruk pada otak.
  10. Ganja bekerja pada
    sistem cannabinoid tubuh,

  11. yang reseptornya tersebar
    di seluruh otak dan tubuh.
  12. Molekul alami tubuh yang disebut
    endocannabinoid,
  13. juga bekerja pada reseptor-reseptor ini.
  14. Kita belum sepenuhnya memahami
    sistem cannabinoid ini,
  15. tetapi ia memiliki satu ciri
    yang dapat menunjukkan fungsinya.
  16. Sebagian besar neurotransmitter berpindah
    dari satu neuron ke neuron berikutnya
  17. melalui celah sinapsis
    untuk menyampaikan pesan.
  18. Tetapi, endocannabinoid bergerak
    ke arah yang berlawanan.
  19. Saat pesan dikirim dari satu neuron
    ke neuron berikutnya,
  20. neuron penerima akan melepaskan
    endocannabinoid.
  21. Endocannabinoid bergerak menuju
    neuron pengirim untuk memengaruhinya.
  22. Dengan kata lain, endocannabinoid membawa
    umpan balik dari neuron penerima.
  23. Hal ini membuat ilmuwan meyakini bahwa
    fungsi utama sistem endocannabinoid
  24. adalah memodulasi
    sinyal-sinyal saraf lainnya,
  25. yaitu memperkuat sebagian sinyal
    dan memperlemah lainnya.
  26. Umpan balik dari endocannabinoid
    memperlambat laju sinyal pada saraf.

  27. Hal ini tak serta merta
    memperlambat perilaku atau tanggapannya.
  28. Misalnya, memperlambat sinyal
    yang menghambat sinyal penciuman
  29. justru akan memperkuat bau tersebut.
  30. Ganja mengandung
    dua senyawa aktif utama,

  31. yaitu tetrahydrocannabinol atau THC,
    dan cannabidiol atau CBD.
  32. THC diduga merupakan penyebab utama
    efek psikoaktif ganja
  33. pada perilaku, kesadaran, dan tanggapan,
  34. sedangkan CBD bertanggung jawab
    terhadap efek non-psikoaktif.
  35. Sebagaimana endocannabinoid,
  36. THC memperlambat pengiriman sinyal
  37. dengan cara mengikatkan diri
    pada reseptor cannabinoid.
  38. Tetapi, TCH menempel pada reseptor
    yang tersebar luas ini secara bersamaan,
  39. sedangkan endocannabinoid
    hanya dilepaskan pada suatu tempat khusus
  40. untuk menanggapi stimulus tertentu.
  41. Aktivitas yang meluas ini

  42. dipadu dengan fakta
    bahwa sistem cannabinoid
  43. memengaruhi beragam sistem lainnya
    secara tidak langsung,
  44. menyebabkan aktivitas kimia otak,
    genetika, dan pengalaman hidup
  45. sangat menentukan efek obat
    pada pemakainya.
  46. Hal ini berlaku pada ganja,
    tetapi tidak pada obat-obatan lainnya,
  47. yang menghasilkan efek hanya melalui
    satu atau beberapa jalur tertentu.
  48. Maka dampak buruk ganja, jika ada,
    sangat beragam pada setiap orang.
  49. Dan selagi kita tidak tahu secara pasti
  50. bagaimana ganja menghasilkan
    efek berbahaya tertentu,
  51. terdapat faktor risiko yang jelas
  52. yang dapat meningkatkan
    kemungkinan seseorang mengalaminya.
  53. Faktor risiko yang paling jelas
    adalah usia.

  54. Pada orang berusia kurang dari 25 tahun,
  55. reseptor cannabinoid lebih terkonsentrasi
    pada substansi putih otak
  56. daripada orang yang lebih tua.
  57. Substansi putih
    berfungsi dalam komunikasi,
  58. belajar, ingatan, dan emosi.
  59. Penggunaan rutin ganja mengganggu
    perkembangan akson substansia putih,
  60. juga memengaruhi kemampuan otak
    dalam membangun sambungan-sambungan baru.
  61. Hal ini dapat merusak kemampuan belajar
    dan penyelesaian masalah jangka panjang.
  62. Belum jelas seberapa parah kerusakan ini
    dapat terjadi dan apakah bisa diperbaiki.
  63. Bahkan, risiko ini meningkat
    pada usia yang semakin muda.
  64. Usia 15 tahun berisiko jauh lebih tinggi
    dibandingkan usia 22 tahun.
  65. Ganja juga dapat menyebabkan
    halusinasi atau delusi paranoid.

  66. Psikosis yang dipicu ganja ini,
    biasanya akan hilang gejalanya
  67. saat penggunaan ganja dihentikan.
  68. Tetapi, dalam kasus yang langka,
    psikosis ini tidak reda,
  69. malah dapat memicu kemunculan
    penyakit psikotik persisten.
  70. Riwayat penyakit psikotik dalam keluarga,
    seperti skizofrenia,
  71. adalah faktor risiko paling jelas
    untuk efek ini, meski bukan satu-satunya.
  72. Efek psikosis yang dipicu ganja ini
    juga lebih banyak terjadi pada pemuda,
  73. meskipun perlu dicatat
    bahwa penyakit psikotik
  74. memang biasanya muncul
    pada kisaran usia ini.
  75. Yang masih belum jelas
    dalam kasus-kasus itu adalah,
  76. apakah penyakit psikotik
    akan tetap muncul tanpa penggunaan ganja,
  77. apakah penggunaan ganja
    memicu kemunculan dini
  78. sebagai katalis
    dalam mencapai titik ambang
  79. yang normalnya tak terlewati,
  80. atau apakah reaksi terhadap ganja
    hanyalah pertanda
  81. akan adanya penyakit
    mendasar yang tersembunyi.
  82. Besar kemungkinan bahwa
    efek ganja beragam pada setiap orang.
  83. Pada usia berapapun,
    seperti pada obat-obatan lainnya,

  84. otak dan tubuh menjadi
    kurang sensitif terhadap ganja
  85. setelah pemakaian berulang,
  86. yang berarti konsumsinya harus ditambah
    untuk mencapai efek yang sama.
  87. Untungnya, berbeda dari
    obat-obatan lainnya,
  88. ganja tidak memiliki
    risiko overdosis mematikan,
  89. bahkan pengguna beratnya
    tidak sampai mengalami
  90. gejala sakau yang melemahkan
    atau mengancam nyawa,
  91. saat berhenti memakainya.
  92. Akan tetapi, ada bentuk sakau ganja
    yang tidak begitu kentara,
  93. yang meliputi gangguan tidur,
    mudah marah, dan perasaan tertekan,
  94. yang akan hilang setelah beberapa minggu
    penghentian pemakaian.
  95. Jadi, apakah ganja
    berdampak buruk pada otak?

  96. Tergantung siapa dirimu.
  97. Tetapi, meskipun beberapa faktor risikonya
    mudah untuk dikenali,
  98. faktor yang lainnya
    belum dipahami dengan baik --
  99. yang berarti masih besar kemungkinan
    untuk terkena dampak buruknya,
  100. bahkan jika kamu tidak memiliki
    faktor risiko yang telah diketahui itu.