Indonesian subtítols

← Seni yang menjelajahi waktu dan ingatan

Obtén el codi d'incrustació
26 llengües

Showing Revision 36 created 12/22/2020 by Ade Indarta.

  1. Saya mulai dengan satu pertanyaan.
  2. Di manakah sebuah karya seni dimulai?
  3. Kadang, pertanyaan itu
    terdengar aneh.
  4. Pertanyaan itu
    dapat terkesan sederhana.
  5. seperti ketika saya bertanya
    melalui karya, "Portable Planetarium,"
  6. yang saya buat pada tahun 2010.
  7. Saya bertanya:
  8. "Seperti apakah membangun
    planetarium milik kita sendiri?"
  9. Saya tahu Anda
    selalu bertanya itu,
  10. tetapi saya benar-benar
    mempertanyakan itu.
  11. Dan sebagai seniman,
  12. saya memikirkan upaya kita,
  13. keinginan kita yang tak hilang,
    yang kita pegang selama bertahun-tahun
  14. untuk memahami makna dunia
  15. melalui berbagai benda.
  16. Dan bagi saya, untuk mencoba dan
    menemukan suatu keajaiban,
  17. tetapi juga semacam kekosongan
    yang berada di dalam pencarian ini,
  18. adalah bagian karya seni saya.
  19. Jadi saya mengumpulkan
    berbagai benda yang saya temukan,

  20. saya mengumpulkannya untuk
    menciptakan berbagai pengalaman,
  21. pengalaman mendalam
    yang memenuhi ruangan,
  22. yang memenuhi dinding,
    pemandangan, gedung.
  23. Namun pada akhirnya, saya ingin
    mereka memenuhi ingatan.
  24. Dan setelah saya menghasilkan suatu karya,
  25. saya sadar biasanya ada kenangan
    yang membekas di benak saya.
  26. Dan inilah kenangan itu bagi saya--
  27. itu merupakan pengalaman
    yang tiba-tiba dan mengagetkan
  28. saya merasa terbenam
    di dalam karya seni itu.
  29. Kenangan itu tak pernah terlupakan,
    dan kembali terulang dalam karya saya

  30. untuk 10 tahun berikutnya.
  31. Tetapi saya ingin kembali
    ke studio kampus pasca sarjana saya

  32. Menurut saya cukup menarik,
    bahwa terkadang, saat memulai karya baru,
  33. kita harus benar-benar memulai dari awal,
  34. menghapus semuanya.
  35. Mungkin ini tidak terkesan seperti
    memulai dari awal,
  36. namun 'iya' bagi saya.
  37. Karena saya telah belajar melukis
    selama sekitar 10 tahun,
  38. dan ketika saya mengikuti
    kuliah S2,
  39. kemampuan saya berkembang,
    tetapi saya tidak memiliki subjek.
  40. Itu seperti keahlian atletis,
  41. karena saya dapat melukis
    dengan cepat,
  42. tapi tidak tahu kenapa.
  43. Saya bisa melukis dengan baik,
    tapi tanpa konten.
  44. Jadi saya memutuskan untuk
    meninggalkan dunia pelukisan,
  45. dan bertanya:
  46. "Mengapa dan bagaimana benda
    memberi nilai bagi kita?"
  47. Bagaimana suatu pakaian
    yang ribuan orang pakai,
  48. pakaian seperti yang ini,
  49. kenapa baju ini
    terasa seperti milik saya?
  50. Jadi saya memulai suatu eksperimen,

  51. dengan mengumpulkan bahan-bahan
    yang memiliki makna tertentu,
  52. mereka diproduksi massal,
    mudah didapatkan,
  53. dirancang untuk
    memenuhi fungsinya,
  54. bukan keindahannya.
  55. Benda-benda seperti
    tusuk gigi, paku payung,
  56. lembaran tisu toilet,
  57. melihat apakah dengan saya memberi
    energi, tangan, waktu saya ke dalamnya,
  58. apakah perilaku itu menghasilkan
    nilai karya tersendiri.
  59. Salah satu ide lainnya
    saya ingin karya tersebut hidup.
  60. Saya ingin melepaskannya
    dari alasnya,
  61. melepas bingkainya,
  62. membuat pengalaman
    bukan seperti menghadiri sesuatu
  63. lalu menceritakan bahwa itu penting,
  64. tetapi Anda menyadari
    kepentingan dengan sendirinya.
  65. Jadi ini adalah suatu ide kuno seni pahat,

  66. yaitu: Bagaimana cara kita memberikan
    kehidupan ke dalam benda mati?
  67. Jadi, saya pergi ke tempat seperti ini.
  68. tempat adanya dinding,
  69. menggunakan cat,
  70. mengecat dinding,
  71. mewarnai ruang
    untuk menciptakan sebuah ukiran.
  72. Karena saya juga tertarik dengan ide
  73. bahwa istilah-istilah seperti, "ukiran,"
    "lukisan," "instalasi" --
  74. tidak berpengaruh terhadap cara
    kita memandang dunia sebenarnya.
  75. Jadi saya ingin mengaburkan
    batasan tersebut,
  76. keduanya antara media
    yang dibahas seniman,
  77. tetapi juga pengalaman
    dalam hidup dan dalam seni,
  78. jadi saat Anda berada
    dalam rutinitas harian,
  79. atau Anda mengerjakan karya saya,
  80. dan melihat, lalu mengenali keseharian,
  81. Anda bisa memindahkan pengalaman itu
    ke dalam hidup Anda sendiri,
  82. dan mungkin melihat seni
    dalam kehidupan sehari-hari.
  83. Saya sekolah pascasajarna
    sekitar tahun 90an,

  84. dan studio saya
    terisi dengan gambar-gambar,
  85. begitu pula dengan hidup saya.
  86. Dan kebingungan gambar dan objek ini
  87. merupakan bagian dari cara saya
    memahami materi.
  88. Saya juga tertarik dengan
    bagaimana ini bisa mengubah
  89. cara kita merasakan waktu.
  90. Jika kita merasakan waktu
    melalui benda,
  91. apa yang terjadi ketika gambar
    dan objek menjadi satu dalam ruang?
  92. Jadi saya mulai bereksperimen
    dengan beberapa gambar.
  93. Jika kita kembali ke tahun 1880an,
  94. pada saat foto-foto pertama
    mulai berubah menjadi film.
  95. Dan dilakukan melalui studi
    mengenai hewan,
  96. pergerakan hewan.
  97. Seperti burung di Amerika Serikat,
    burung di Prancis.
  98. Mereka termasuk studi tentang pergerakan
  99. lalu perlahan,
    seperti zoetrop, kemudian film.
  100. Jadi saya putuskan,
    saya akan menggunakan hewan

  101. dan memainkannya dengan gagasan
  102. bagaimana gambar yang tidak statis,
    menjadi bergerak.
  103. Bergerak dalam ruang.
  104. Jadi saya pilih cheetah
    sebagai karakter,
  105. karena makhluk darat
    tercepat di bumi.
  106. Dia memiliki rekor tersebut,
  107. dan saya ingin
    menggunakan catatannya
  108. untuk menjadikannya
    patokan pengukur waktu.
  109. Dan ini adalah wujud rupanya
    dalam ukiran
  110. saat dia bergerak melewati ruang.
  111. Inilah sebuah bingkai retak
    dari gambar dalam ruang,
  112. karena saya harus menempelkan kertas
  113. dan menampilkannya di atasnya.
  114. Lalu saya melakukan
    percobaan sebuah balapan,
  115. dengan video serta peralatan
    yang bisa saya mainkan.
  116. Elangnya berada di depan,
  117. cheetah berada di urutan kedua,
  118. dan ada badak yang
    menyusul di belakangnya.
  119. Kemudian salah satu eksperimen lain,

  120. saya sempat berpikir bagaimana,
  121. jika kita mencoba mengingat
    satu hal yang pernah kita alami
  122. saat kita berusia 10 tahun, misalnya.
  123. Sangat sulit untuk mengingat
    apa yang terjadi saat itu.
  124. Bagi saya, saya bisa memikirkan
    satu, mungkin dua,
  125. dan satu momen tersebut
    berkembang dalam benak saya
  126. dalam waktu tersebut.
  127. Jadi kita tidak merasakan waktu
    dalam hitungan menit dan detik,
  128. Ini adalah potongan video yang saya ambil,
  129. dicetak dalam selembar kertas,
  130. kertasnya dirobek lalu video
    ditampilkan di atas kertas tersebut.
  131. Dan saya ingin
    memainkan gagasan ini
  132. tentang bagaimana gambaran utuh
  133. memenuhi ingatan kita,
  134. bagaimana satu gambar
    dapat berkembang
  135. dan membayangi kita.
  136. Saya memiliki beberapa --

  137. terdapat 3 dari 100 eksperimen yang
    saya lakukan dengan gambar
  138. selama satu dekade,
  139. yang tidak pernah saya tunjukkan,
  140. dan saya pikir, bagaimana cara
    mengeluarkannya dari studio, ke publik,
  141. tetapi mempertahankan
    aura eksperimennya
  142. seperti saat melihatnya
    di laboratorium,
  143. saat Anda masuk ke studio,
  144. jika acara ini diadakan
    saya hanya berkata,
  145. baiklah, saya akan meletakkan meja
    tepat di tengah ruangan.
  146. Kemudian saya membawa meja
    dan menaruhnya dalam ruangan,
  147. dan hal itu berhasil dengan cara
    yang bagi saya mengejutkan,
  148. dengan semacam kerlipan cahaya
    dari jauh, karena layar videonya.
  149. Semuanya telah dipasang proyektor,
  150. jadi proyektor tersebut menciptakan
    ruang disekitarnya,
  151. namun Anda tertarik
    pada kerlipan layaknya api.
  152. Lalu Anda diselimuti karya
  153. dalam skala yang sangat familiar,
  154. yaitu skala ketika berada di depan
    sebuah meja tulis, wastafel, atau meja,
  155. dan Anda terbenam, lalu,
    kembali ke dalam skala,
  156. skala satu banding satu
    tubuh dengan gambarnya.
  157. Namun pada permukaan ini,
  158. ada beberapa proyeksi pada kertas
    yang tertiup angin,
  159. jadi ada sebuah kekacauan
    yang mana sebuah gambar
  160. dan mana yang merupakan objek.
  161. Jadi inilah rupa karya saat dituangkan
    ke ruang yang lebih besar,

  162. dan sebelum saya membuat karya ini
  163. saya sadar bahwa saya
    baru saja membuat interior planetarium,
  164. tanpa disengaja.
  165. Saya juga ingat ketika masih kecil,
    saya senang ke planetarium.
  166. Dan saat itu, di planetarium,
  167. ada tidak hanya gambar-gambar
    menakjubkan di langit-langit,
  168. tetapi Anda juga bisa melihat
    proyektor itu mendesir dan kabur,
  169. dan kamera luar biasa ini
    di tengah ruangan.
  170. Seiring dengan melihat para penonton
    di sekitar, Anda melihat ke atas,
  171. karena ada penonton pada waktu itu,
  172. dan melihat mereka, Anda merasa
    menjadi bagian dari penonton.
  173. Jadi ini adalah gambar
    yang saya unduh dari web
  174. berisi orang yang mengambil
    gambar diri mereka sendiri.
  175. Saya suka gambar ini
  176. karena Anda melihat bagaimana mereka
    menyatu dengan karyanya.
  177. Jadi terlihat bayangan pengunjung
    di balik proyektor,
  178. dan Anda juga melihat sorotan
    di baju seseorang.
  179. jadi ada swafoto di dalam karya itu,
  180. dan kemudian diposting,
  181. rasanya seperti siklus
    proses pembuatan gambar.
  182. Dan seperti akhir dari siklus itu.
  183. Tapi, itu mengingatkan dan
    membawa saya kembali ke planetarium,

  184. dan interiornya,
  185. Saya mulai kembali melukis.
  186. Dan berpikir bagaimana
    lukisan itu sebenarnya
  187. tentang gambar interior
    yang kita miliki.
  188. Ada begitu banyak gambar interior,
  189. dan kita menjadi sangat fokus
    pada hal di luar penglihatan.
  190. Bagaimana kita menyimpan memori
    dalam pikiran kita,
  191. bagaimana gambar tertentu muncul
    yang entah dari mana dia
  192. atau yang bisa gugur
    seiring waktu.
  193. Saya mulai menamai seri ini
    seri "Afterimage",
  194. yang merujuk pada ide
    jika kita menutup mata,
  195. Anda bisa melihat ada kerlipan
    cahaya yang tetap hidup,
  196. ketika kita membukanya lagi,
    dia hidup lagi --
  197. ini terjadi setiap saat.
  198. Afterimage adalah sesuatu
    yang tidak bisa diganti fotografi,
  199. Anda tidak merasakannya
    dalam foto.
  200. Jadi itu mengingatkan Anda
    pada batasan dari lensa kamera.
  201. Ini adalah ide untuk mengambil gambar
    yang ada di luar saya --
  202. Ini studio saya --
  203. kemudian mencari tahu
    gambarannya dalam diri saya.
  204. Dengan cepat,

  205. saya membuat draf
    proses perkembangannya
  206. untuk karya selanjutnya.
  207. Jadi mungkin dimulai dengan sketsa,
  208. atau gambar yang tersimpan
    di memori saya
  209. dari abad ke-18
  210. ini adalah "Colosseum" karya Piranesi.
  211. Atau model seukuran bola basket --
  212. saya membangun ini disekitarnya,
  213. skalanya diukur dari cangkir merah
    di belakangnya.
  214. Model itu bisa menjadi potongan
    yang lebih besar sebagai benih,
  215. dan benih itu bisa tumbuh
    jadi karya lebih besar.
  216. Karya itu bisa mengisi ruang
    yang sangat besar.
  217. Tapi dapat disalurkan ke video,
    itu baru saja dibuat dari iPhone saya,
  218. genangan air hujan
    di luar studio saat malam.
  219. Jadi ini adalah afterimage lukisan
    yang dibuat dalam memori saya,
  220. dan bahkan lukisan itu bisa pudar
    sama seperti memori.
  221. Jadi ini adalah skala gambar
    yang sangat kecil

  222. dari buku sketsa saya.
  223. Anda bisa lihat bagaimana
    itu meledak
  224. di stasiun kereta bawah tanah
    sejauh tiga blok.
  225. Anda bisa melihat perkembangannya
    di stasiun kereta
  226. seperti perjalanan yang harus dilalui
    di tiap halaman buku sketsa,
  227. Anda seperti melihat buku harian kerja
    yang ditulis di ruang publik,
  228. dan Anda membuka halaman-halaman
    20 tahun karya seni
  229. selama menelusuri
    kereta bawah tanah.
  230. Tapi sebenarnya sketsa
    memiliki asal yang berbeda,
  231. itu berasal dari patung
    yang memanjat gedung enam lantai,
  232. dan diskalakan ke kucing
    sejak tahun 2002.
  233. Saya ingat karena saya punya
    dua kucing hitam saat itu.
  234. Ini adalah gambar sebuah karya
    dari Jepang
  235. Anda dapat melihat objek
    di kereta bawah tanah.
  236. Atau sebuah karya di Venesia,
  237. tempat Anda melihat gambar
    terukir di dinding.
  238. Atau sebuah patung yang saya buat
    di SFMOMA pada tahun 2001,
  239. dan membuat garis dinamis seperti ini,
  240. bagaimana saya mencurinya
    untuk membuat garis dinamis
  241. saat Anda turun ke dalam kereta
    bawah tanah itu sendiri.
  242. Penggabungan media ini
    benar-benar menarik bagi saya.

  243. Bagaimana Anda menuangkan
    garis yang tegang seperti patung
  244. ke atas kertas?
  245. Atau menggunakan garis
    seperti gambar dalam patung
  246. untuk menciptakan perspektif dramatis?
  247. Atau bagaimana sebuah lukisan
    meniru proses seni grafis?
  248. Bagaimana bisa pemasangan
    menggunakan lensa kamera
  249. untuk mebingkai sebuah pemandangan?
  250. Bagaimana bisa melukis di atas tali
    menjadi momen di Denmark,
  251. di tengah melakukan perjalanan?
  252. Bagaimana Anda bisa
    membuat karya di High Line
  253. yang dapat menyatu dengan alam
  254. dan menjadi habitat untuk alam
    di sekitarnya?
  255. Saya akan tutup dengan
    dua karya yang saya buat.

  256. Karya ini disebut "Fallen Sky"
  257. yang akan menjadi komisi permanen
    di Lembah Hudson,
  258. dan ini semacam planetarium
    yang akhirnya turun
  259. dan melandas sendiri ke bumi.
  260. Ini adalah karya dari tahun 2013
    yang akan dipasang ulang,
  261. yang memiliki kehidupan baru dalam
    pembukaan kembali di MOMA.
  262. Karya yang menggunakan
    patungnya sendiri sebagai alat.
  263. Saat bandul berayun,
  264. digunakan sebagai alat
    untuk membuat karya.
  265. Jadi setiap tumpukan benda
  266. naik hingga satu sentimeter
    ke ujung bandul itu.
  267. Jadi ada kombinasi indah
    dari ayunan itu,
  268. tetapi juga ketegangan terus menerus
    bisa menghancurkan karya itu.
  269. Jadi, tidak terlalu penting di mana
    karya ini berakhir,

  270. karena bagi saya intinya
  271. adalah mereka akan berakhir
    dalam kenangan Anda seiring waktu,
  272. dan menghasilkan ide yang lebih besar.
  273. Terima kasih.

  274. (Tepuk tangan)